• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEKANISME PEMBEKUAN PENGURUS Pasal

Dalam dokumen PDPRT PO ANSOR 2016 OK 1 (Halaman 76-86)

Ciwaringin Cirebon

MEKANISME PEMBEKUAN PENGURUS Pasal

Pembekuan Pengurus Pimpinan Pusat

1. Pengurus Pimpinan Pusat dapat dibekukan apabila :

a. Tidak dapat menyelenggarakan aktifitas dalam rangka memenuhi amanat Kongres selama 1 (satu) tahun.

- 66 - PD PRT & PO ANSOR 2016

Pimpinan Wilayah dan atau para Pimpinan Cabang yang dapat mengganggu kinerja organisasi.

2. Pembekuan Pengurus Pimpinan Pusat dilaksanakan melalui mekanisme Kongres Istimewa sebagaimana diatur dalam Peraturan Rumah Tangga Gerakan Pemuda Ansor BAB XVII Pasal 46 ayat 4.

Pasal 35

Pembekuan Pengurus Pimpinan Wilayah

1. Pengurus Pimpinan Wilayah dapat dibekukan apabila : a. Tidak dapat menyelenggarakan aktifitas dalam rangka

memenuhi amanat Konferensi Wilayah selama 1 (satu) tahun.

b. Melakukan aktifitas yang nyata-nyata melanggar Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga Gerakan Pemuda Ansor dan amanat kongres serta amanat Konferensi Wilayah. c. Terjadi ketidakharmonisan dalam kepengurusan yang

bersangkutan atau ketidakharmonisan dengan para Pimpinan Cabang yang dapat mengganggu kinerja organisasi.

2. Pembekuan Pengurus Pimpinan Wilayah dapat dilakukan melalui penerbitan Surat Keputusan Pimpinan Pusat tentang Pengesahan Pembekuan Pengurus Pimpinan Wilayah. 3. Apabila Pimpinan Pusat menilai sebuah kepengurusan

Pimpinan Wilayah dalam keadaan seperti tersebut dalam ayat (l) Pasal ini, maka Pimpinan Pusat segera mengirim surat peringatan pertama kepada Pimpinan Wilayah dimaksud dengan tembusan kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama dan seluruh Pimpinan Cabang yang aktif di Provinsi tersebut. 4. Apabila dalam tenggang waktu 3 (tiga) bulan sejak surat

peringatan pertama dikirim tidak ditanggapi atau ditanggapi tetapi Pimpinan Pusat menilai jawaban tersebut tidak menyelesaikan masalah, maka Pimpinan Pusat segera mengirim surat peringatan kedua dengan tembusan yang sama. 5. Apabila dalam tenggang waktu 2 (dua) bulan sejak surat peringatan kedua dikirim tidak ditanggapi atau ditanggapi tetapi Pimpinan Pusat menilai jawaban tersebut tidak menyelesaikan masalah, maka Pimpinan Pusat menerbitkan

Surat Keputusan tentang Pengesahan Pembekuan Pengurus Pimpinan Wilayah.

6. Pembekuan Pengurus Pimpinan Wilayah juga dapat dilaksanakan atas usulan dari dua per tiga lebih jumlah Pengurus Cabang yang ada diwilayah yang bersangkutan. 7. Pembekuan pengurus Pimpinan Wilayah dilaksanakan melalui

mekanisme rapat pengurus harian Pimpinan Pusat untuk kemudian dituangkan dalam Surat Keputusan.

8. Akibat terjadinya kekosongan kepengurusan setelah pembekuan pengurus Pimpinan Wilayah, kepengurusan dipegang oleh Pimpinan Pusat yang selanjutnya dapat membentuk Caretaker untuk melaksanakan Konferensi Wilayah Istimewa atau dapat melakukan penunjukan susunan pengurus Pimpinan Wilayah.

Pasal 36

Pembekuan Pengurus Pimpinan Cabang

1. Pengurus Pimpinan Cabang dapat dibekukan apabila :

a. Tidak dapat menyelenggarakan aktifitas dalam rangka

memenuhi amanat Konferensi Cabang selama 1 (satu) tahun.

b. Melakukan aktifitas yang nyata-nyata melanggar Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga Gerakan Pemuda Ansor, amanat Kongres lainnya atau amanat Konferensi Cabang.

c. Terjadi ketidakharmonisan dalam kepengurusan yang

bersangkutan atau ketidakharmonisan dengan para pengurus Pimpinan Anak Cabang di wilayah kerjanya yang dapat mengganggu kinerja organisasi.

2. Pembekuan Pengurus Pimpinan Cabang dapat dilakukan melalui penerbitan Surat Keputusan Pimpinan Pusat tentang Pengesahan Pembekuan Susunan Pengurus Pimpinan Cabang.

- 68 - PD PRT & PO ANSOR 2016

4. Apabila dalam tenggang waktu 3 (tiga) bulan sejak surat peringatan pertama dikirim tidak ditanggapi atau ditanggapi tetapi Pimpinan Pusat menilai jawaban tersebut tidak menyelesaikan masalah, maka Pimpinan Pusat segera mengirim surat peringatan kedua dengan tembusan yang sama. 5. Apabila dalam tenggang waktu 2 (dua) bulan sejak surat peringatan kedua dikirim tidak ditanggapi atau ditanggapi tetapi Pimpinan Pusat menilai jawaban tersebut tidak menyelesaikan masalah, maka Pimpinan Pusat akan menerbitkan Surat Keputusan tentang Pengesahan Pembekuan Pengurus Pimpinan Cabang.

6. Pembekuan Pengurus Pimpinan Cabang juga dapat dilaksanakan atas usulan dari dua pertiga lebih jumlah Pimpinan Anak Cabang yang aktif di wilayah yang bersangkutan.

7. Pembekuan pengurus Pimpinan Cabang dilaksanakan melalui mekanisme rapat pengurus harian Pimpinan Pusat untuk kemudian dituangkan dalam Surat Keputusan.

8. Akibat terjadinya kekosongan kepengurusan setelah pembekuan pengurus Pimpinan Cabang, kepengurusan dipegang oleh Pimpinan Wilayah yang selanjutnya mengajukan rekomendasi kepada Pimpinan Pusat untuk dapat membentuk Caretaker yang bertugas melaksanakan Konferensi Cabang Istimewa atau dapat melakukan penunjukan susunan pengurus Pimpinan Cabang.

Pasal 37

Pembekuan Pengurus Pimpinan Anak Cabang

1. Pengurus Pimpinan Anak Cabang dapat dibekukan apabila : a. Tidak dapat menyelenggarakan aktifitas dalam rangka

memenuhi amanat Konferensi Anak Cabang selama 6 (enam) bulan.

b. Melakukan aktifitas yang nyata-nyata melanggar Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga Gerakan Pemuda Ansor dan amanat kongres serta Amanat Konferensi Anak Cabang. c. Terjadi ketidakharmonisan dalam kepengurusan bersangkutan

atau ketidakharmonisan dengan para Pimpinan Ranting yang dapat mengganggu kinerja organisasi.

melalui penerbitan Surat Keputusan Pimpinan Wilayah tentang Pengesahan Pembekuan Pengurus Pimpinan Anak Cabang. 3. Apabila Pimpinan Wilayah menilai sebuah kepengurusan Pimpinan

Anak Cabang dalam keadaan seperti tersebut dalam ayat (l) Pasal ini maka Pimpinan Wilayah segera mengirim surat peringatan pertama kepada Pimpinan Anak Cabang dimaksud dengan tembusan Pengurus Ranting yang aktif di daerah tersebut. 4. Apabila dalam tenggang waktu 3 (tiga) bulan sejak surat

peringatan pertama dikirim tidak ditanggapi atau ditanggapi tetapi Pimpinan Wilayah menilai jawaban tersebut tidak menyelesaikan masalah, maka Pimpinan Wilayah segera mengirim surat peringatan kedua dengan tembusan yang sama.

5. Apabila dalam tenggang waktu 2 (dua) bulan sejak surat peringatan kedua dikirim tidak ditanggapi atau ditanggapi tetapi Pimpinan Wilayah menilai jawaban tersebut tidak menyelesaikan masalah, maka Pimpinan Wilayah akan menerbitkan Surat Keputusan tentang Pengesahan Pembekuan Pengurus Pimpinan Anak Cabang. 6.Pembekuan Pengurus Pimpinan Anak Cabang juga dapat dilaksanakan atas usulan dari dua per tiga lebih jumlah Pimpinan Ranting yang aktif di daerah yang bersangkutan.

7.Pembekuan pengurus Pimpinan Anak Cabang dilaksanakan melalui mekanisme rapat pengurus harian Pimpinan Wilayah untuk kemudian dituangkan dalam surat keputusan.

8.Akibat terjadinya kekosongan kepengurusan setelah pembekuan pengurus Pimpinan Anak Cabang, kepengurusan dipegang oleh Pimpinan Cabang yang selanjutnya mengajukan rekomendasi kepada Pimpinan Wilayah untuk dapat membentuk Caretaker yang bertugas melaksanakan Konferensi Anak Cabang Istimewa atau dapat melakukan penunjukan susunan pengurus Pimpinan Anak Cabang.

Pasal 38

- 70 - PD PRT & PO ANSOR 2016

amanat kongres serta Amanat Rapat Anggota.

c. Terjadi ketidakharmonisan dalam kepengurusan yang bersangkutan atau ketidakharmonisan dengan para Anggota yang dapat mengganggu kinerja organisasi.

2. Pembekuan Pengurus Pimpinan Ranting dapat dilakukan melalui penerbitan Surat Keputusan Pimpinan Cabang tentang Pengesahan Pembekuan Pengurus Pimpinan Ranting.

3. Apabila Pimpinan Cabang menilai sebuah kepengurusan Pimpinan Ranting dalam keadaan seperti tersebut dalam ayat (l) Pasal ini, maka Pimpinan Cabang segera mengirim surat peringatan pertama kepada Pimpinan Ranting dimaksud dengan tembusan kepada Pimpinan Anak Cabang setempat.

4. Apabila dalam tenggang waktu 3 (tiga) bulan sejak surat peringatan pertama dikirim tidak ditanggapi atau ditanggapi tetapi Pimpinan Cabang menilai jawaban tersebut tidak menyelesaikan masalah, maka Pimpinan Cabang segera mengirim surat peringatan kedua dengan tembusan yang sama.

5. Apabila dalam tenggang waktu 2 (dua) bulan sejak surat peringatan kedua dikirim tidak ditanggapi atau ditanggapi tetapi Pimpinan Cabang menilai jawaban tersebut tidak menyelesaikan masalah, maka Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor akan menerbitkan Surat Keputusan tentang Pengesahan Pembekuan Pengurus Pimpinan Ranting.

6. Pembekuan Pengurus Pimpinan Ranting juga dapat dilaksanakan atas usulan dari dua per tiga lebih jumlah anggota yang aktif di daerah yang bersangkutan.

7. Pembekuan pengurus Pimpinan Ranting dilaksanakan melalui mekanisme rapat pengurus harian Pimpinan Cabang untuk kemudian dituangkan dalam Surat Keputusan.

8. Akibat terjadinya kekosongan kepengurusan setelah pembekuan pengurus Pimpinan Ranting, kepengurusan dipegang oleh Pimpinan Anak Cabang yang selanjutnya mengajukan rekomendasi kepada Pimpinan Cabang untuk dapat membentuk Caretaker yang bertugas melaksanakan Rapat Anggota Istimewa atau dapat melakukan penunjukan susunan pengurus Pimpinan Ranting.

BAB XIV PENUTUP

Pasal 39

1. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Peraturan organisasi

ini akan diputuskan kemudian oleh Pimpinan Pusat.

2. Dengan diterbitkannya Peraturan Organisasi ini, maka Peraturan Organisasi :

a. Nomor: 08/KONBES-XVIII/VI/2012 tentang Tata Cara Mendirikan Pimpinan Organisasi dan Pembentukan Pengurus Organisasi di Wilayah Kerja Baru.

b. Nomor: 09/KONBES-XVIII/VI/2012 tentang Pembentukan Pengurus dan Pembekuan Pengurus;

dinyatakan dicabut dan selanjutnya tidak berlaku lagi.

3. Peraturan Organisasi ini berlaku mulai tanggal ditetapkan dan

apabila terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

4. Agar setiap pengurus GP Ansor mengetahui dan memahami

Peraturan Organisasi ini, maka setiap tingkat kepengurusan GP Ansor diwajibkan menyosialisasikan Peraturan Organisasi ini.

Ditetapkan di : Cirebon

Tanggal : 27 Sya’ban 1437 H

3 Juni 2016

KONFERENSI BESAR XX

GERAKAN PEMUDA ANSOR TAHUN 2016 Pimpinan Sidang Pleno II

- 72 - PD PRT & PO ANSOR 2016

- 74 - PD PRT & PO ANSOR 2016

PERATURAN ORGANISASI GERAKAN PEMUDA ANSOR

TENTANG

PEMILIHAN KETUA UMUM DAN KETUA

Dalam dokumen PDPRT PO ANSOR 2016 OK 1 (Halaman 76-86)