• Tidak ada hasil yang ditemukan

Melakukan Interpretasi Hasil Analisis

Dalam dokumen PENGARUH JOB INSECURITY KOMITMEN KARYAWA (Halaman 31-33)

VARIABEL INDIKATOR RATA ‐ RATA

5.5. Pengujian Hipotesis

5.5.5. Melakukan Interpretasi Hasil Analisis

Berdasarkan perhitungan analisa jalur di atas serta uji validasi model, berikut disajikan interpretasi hasil analisisnya : a. Berdasarkan tabel 5.6 diketahui

bahwa nilai koefisien determinasi (R²) adalah sebesar 0.240. Hal ini mengindikasikan bahwa variabel job

insecurity (X1) dan komitmen

karyawan / employee commitment

(X2) dapat menjelaskan keragaman variabel job satisfaction / kepuasan kerja (X3) sebanyak 24 % sedangkan sebanyak 76 % merupakan pengaruh lain dari variabel-variabel selain variabel job insecurity dan employee

commitment (komitmen karyawan).

Tabel 5.6 juga menunjukkan bahwa : i. Variabel job insecurity memiliki nilai

β = - 0.289 dan nilai probabilitas sebesar 0.003 atau signifikansi t ≤ 0,05 maka Ha diterima sehingga variabel job insecurity memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Artinya, level job insecurity yang tinggi pada karyawan dapat menurun tingkat job satisfaction

(kepuasan kerja), sebaliknya

semakin rendah level job insecurity

maka semakin tinggi tingkat job

satisfaction (kepuasan kerja)

karyawan. Dengan demikian hipotesis 1 (H1) yang menyatakan bahwa job insecurity

berpengaruh signifikan terhadap

job satisfaction (kepuasan kerja)”

dapat dibuktikan kebenarannya dan hipotesis tersebut diterima.

ii. Variabel komitmen karyawan /

employee commitment memiliki nilai

β = 0.406 dan nilai probabilitas sebesar 0.000 atau signifikansi t ≤ 0,05 maka Ha diterima sehingga variabel komitmen karyawan /

employee commitment memiliki

pengaruh yang positif dan signifikan terhadap job satisfaction (kepuasan kerja). Dengan demikian hipotesis 2 (H2) yang menyatakan bahwa

“employee commitment

(komitmen karyawan) berpengaruh signifikan terhadap

job satisfaction (kepuasan kerja)”

dapat dibuktikan kebenarannya dan hipotesis tersebut diterima.

b. Tabel 5.7 menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R²) adalah sebesar 0.161. Hal ini mengindikasikan bahwa variabel job

insecurity (X1), komitmen karyawan /

employee commitment (X2) dan

kepuasan kerja (X3), dapat menjelaskan keragaman variabel

intention to quit (Y) sebanyak 16,1 %

sedangkan sebanyak 83.9 % merupakan pengaruh lain dari variabel-variabel selain variabel job

insecurity, employee commitment

(komitmen karyawan) dan job

satisfaction (kepuasan kerja).

Berdasarkan tabel 5.7 juga diketahui bahwa :

i. Variabel job insecurity memiliki nilai β = 0.090 dan nilai probabilitas sebesar 0.394 atau signifikansi t > 0,05 maka Ha ditolak sehingga variabel job insecurity tidak berpengaruh signifikan terhadap

intention to quit. Artinya perubahan

pada level job insecurity pada karyawan tidak memberikan pengaruh yang nyata pada level

intention to quit. Dengan demikian

hipotesis 3 (H3) yang menyatakan bahwa job insecurity

berpengaruh signifikan terhadap

intention to quit karyawan” tidak dapat dibuktikan kebenarannya dan hipotesis tersebut ditolak.

ii. Variabel komitmen karyawan /

employee commitment memiliki nilai

β = -0.057 dan nilai probabilitas sebesar 0.606 atau signifikansi t > 0,05 maka Ha ditolak sehingga variabel komitmen karyawan /

employee commitment tidak

berpengaruh signifikan terhadap

intention to quit. Artinya perubahan

pada level komitmen karyawan tidak memberikan pengaruh yang nyata pada level intention to quit Dengan demikian hipotesis 4 (H4) yang menyatakan bahwa employee

commitment (komitmen karyawan) berpengaruh signifikan terhadap intention to

quit karyawan” tidak dapat dibuktikan kebenarannya dan hipotesis tersebut ditolak.

iii. Variabel job satisfaction (kepuasan kerja) memiliki nilai β = - 0.343 dan nilai probabilitas sebesar 0.003 atau signifikansi t ≤ 0,05 maka Ha diterima sehingga variabel job

satisfaction (kepuasan kerja)

memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap intention to quit.

Artinya, level job satisfaction

(kepuasan kerja) yang tinggi pada karyawan dapat menurun intention

to quit karyawan, sebaliknya

semakin rendah level job

satisfaction (kepuasan kerja) maka

semakin tinggi tingkat intention to

quit karyawan. Dengan demikian

hipotesis 5 (H5) yang menyatakan bahwa job satisfaction

(kepuasan kerja) berpengaruh signifikan terhadap intention to quit karyawan” dapat dibuktikan kebenarannya dan hipotesis tersebut diterima.

c. Hasil analisa pengaruh job insecurity

(X1) terhadap intention to quit (Y) melalui job satisfaction / kepuasan kerja (X3) menunjukkan nilai PTL1

sebesar 0.100. Hal ini mengindikasikan bahwa, pengaruh X1 terhadap Y melalui X3 adalah sebesar 0.100.

Untuk mengetahui apakah job

insecurity (X1) memiliki pengaruh

yang signifikan terhadap intention to quit (Y) bila melalui variabel job

satisfaction / kepuasan kerja (X3),

dapat dilihat pada jalur tidak langsungnya job insecurity - job

satisfaction / kepuasan kerja -

intention to quit. Berdasarkan uji jalur

diketahui bahwa terdapat pengaruh signifikan dari X1 X3 dan X3 Y sehingga dapat dikatakan bahwa job

insecurity berpengaruh signifikan

secara tidak langsung terhadap

intention to quit melalui job

satisfaction / kepuasan kerja.

d. Hasil analisa pengaruh komitmen karyawan / employee commitment

(X2) terhadap intention to quit (Y) melalui job satisfaction / kepuasan kerja (X3) menunjukkan nilai PTL2

mengindikasikan bahwa, pengaruh X2 terhadap Y melalui X3 adalah sebesar 0.136. Tanda negatif yang tertera pada nilai PTL2 ini berarti

bahwa komitmen karyawan /

employee commitment melalui job

satisfaction / kepuasan kerja memiliki

pengaruh negatif terhadap intention to quit. Artinya level komitmen karyawan

/ employee commitment yang tinggi

dapat meningkatkan job satisfaction / kepuasan kerja sehingga menurunkan tingkat intention to quit.

Untuk mengetahui apakah variabel komitmen karyawan / employee

commitment (X2) memiliki pengaruh

yang signifikan terhadap intention to quit (Y) bila melalui variabel job

satisfaction / kepuasan kerja (X3),

dapat dilihat pada jalur tidak langsungnya job insecurity - job

satisfaction / kepuasan kerja -

intention to quit. Berdasarkan uji jalur

diketahui bahwa terdapat pengaruh signifikan dari X2 X3 dan X3 Y sehingga dapat dikatakan bahwa komitmen karyawan / employee

commitment berpengaruh negatif dan

signifikan secara tidak langsung terhadap intention to quit melalui job

satisfaction / kepuasan kerja .

d. Dari gambar 5.13 dapat diketahui bahwa variabel komitmen karyawan

dan job insecurity berpengaruh secara

langsung terhadap variabel kepuasan kerja dan hanya mempengaruhi

intention to quit secara tidak langsung.

e. Tabel 5.8 menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R²) adalah sebesar 0.152. Hal ini mengindikasikan bahwa variabel kepuasan kerja (X3) dapat menjelaskan keragaman variabel

intention to quit (Y) sebanyak 15.2 %

sedangkan sebanyak 84.8 %

merupakan pengaruh lain dari variabel-variabel selain job

satisfaction (kepuasan kerja). Hasil

analisa pengaruh job insecurity (X1) terhadap intention to quit (Y) melalui

job satisfaction / kepuasan kerja (X3)

setelah trimming menunjukkan nilai PTL3 sebesar 0.113. Hal ini

mengindikasikan bahwa, pengaruh X1 terhadap Y melalui X3 setelah metode

trimming adalah sebesar 0.113%.

Nilai ini lebih besar jika dibandingkan nilai pengaruh job insecurity (X1) terhadap intention to quit (Y) melalui

job satisfaction / kepuasan kerja (X3)

sebelumnya yaitu 0.100. Sedangkan hasil analisa pengaruh komitmen karyawan / employee commitment

(X2) terhadap intention to quit (Y) melalui job satisfaction / kepuasan kerja (X3) setelah trimming

menunjukkan nilai PTL4 sebesar -

0.158. Hal ini mengindikasikan bahwa, pengaruh X2 terhadap Y melalui X3 setelah trimming adalah sebesar - 0.158.

5.6. Pembahasan dan Implikasi

Dalam dokumen PENGARUH JOB INSECURITY KOMITMEN KARYAWA (Halaman 31-33)

Dokumen terkait