• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teori dan Konsep

3. Membaca Pemahaman

a. Pengertian Membaca Pemahaman

Membaca pemhaman merupakan keterampilan membaca yang berada pada urutan yang lebih tinggi.Membaca pemahaman adalah membaca secara kognitif (Membaca untuk memahami).Dalam membaca pemahaman, pembaca dituntut mampu memahami isi bacaan. Oleh sebab itu, setelah membaca teks, pembaca dapat menyampaikan hasil pemahaman pembacanya dengan cara membuat rangkuman isi bacaan dengan menggunakan bahasa sendiri dan menyampaikanya baik seecra lisan maupun tulisan.

Membaca pemahaman merupakan kelanjutan dari membaca permulaan. Apabila sesorang pembaca telah melalui tahapan membaca permulaan,ia berhak masuk dalam tahap membaca pemahaman atau membaca lanjut. Di sini seorang pembaca tidak lagi dituntut bagaimana ia melafalkan huruf dengan benar dan merangkaikan setiap bunyi bahasa menjadi kata, frasa, dan kalimat. Tetapi, di sini ia dituntut untuk memahami isi bacaan yang dibacanya. Membaca pemahaman berkaitan erat dengan usaha memahami hal-hal penting dari apa yang dibaca. Lebih lanjut Somadyo (2011:10) memaparkan bahwa terdapat tiga hal pokok dalam membaca pemahaman, yaitu:

1) pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki,

2) menghubungkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki dengan teks yang akan dibaca, dan

3) proses pemerolehan makna secara aktif sesuai dengan pandangan yang dimiliki.

b. Aspek-Aspek Membaca Pemhaman

Seorang pembaca perlu mengetahui aspek-aspek membaca pemahaman.Beberapa aspek membaca pemahaman adalah berikut ini : 1) Memahami pengertian sederhana (leksikal,gramatikal).

2) Memhami signifikan atau makna. 3) Evaluasi atau penilaian.

4) Kecepatan membaca yang fleksibel,yang mudah disesuaikan dengan keadaan bacaan .

Mengajarkan membaca pemahaman ,seorang guru akan melihat beberapa manfaat berikut ini :

1) Menyuruh siswa mencari teks bacaan yang sesuai dengan keinginan masing-masing.

2) Memahami signifikan atau makna. 3) Evaluasi penilaian.

4) Kecepatan membaca yang fleksibel.

Nurgiyantoro (2013:253) mengungkapkan bahwa pengukuran kegiatan membaca dapat mencakup dua segi yaitu keterampilan dan kemauan. Keterampilan membaca lebih berkaitan dengan aspek kognitif, sedangkan faktor kemauan berkaitan dengan aspek afektif.

Dalam mngajarkan membaca pemahaman,seorang guru akan melihat beberapa manfaat berikut ini :

1) Mnyuruh siswa mencari teks bacaan yang sesuai dengan keinginan masing-masing.

2) Membagi bacaan untuk hari itu menjadi dua tugas seksi agar dia dapat menyelang-nyeling teknik mengajar dan memisah-misahkan kesukaran kosakata.

3) Memberi motivasi kepada siswa terhadap bacaan,dengan jalan menghubungkan bahan bacaan dengan pngalaman pribadi siswa. 4) Mnenyatakan maksud dan tujuan membaca.

5) Menjelaskan setiap kesukaran dalam bagian pertama.. 6) Menghasilkan sebuah rangkuman yang lengkap dari bacaan.

7) Menyuruh siswa menyampaikan hasil pemahaman membacanya di depan kelas dengan mengunakan bahasanya sendiri.

8) Melibatkan seluruh kelas dalam kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan.

9) Memberi tugas membaca paragraf di rumah sebagai bahan studi. Perlu diingat bahwa hal yang terpenting dalam mengajar membaca pemahaman adalah bagaiman cara siswa mampu memahami isi bacaan yang dibacanya . Peran guru sangat diharapkan untuk dapat menemukan berbagai ide kretif dalam mengajar agar siswa mampu memhami isi bacaan yang dibacanya. Cara yang paling sederhana adalah setiap siswa selesai membaca teks bacaan, sebaiknya mereka diminta untuk menyampaikan kembali isi bacaan yang dibacanya dengan mnggunakan bahasanya sendiri di depan kelas. Mereka juga diminta untuk membuat

rangkuman isi bacaan dengan menggunakan bahasanya sendiri. Dengan cara tersebut kita dapat memastikan apakah siswa tersebut telah memahami isi bacaan tersebut atau tidak.

c. Pemahaman dalam Membaca

Sehubungan dengan tingkat pemhaman,pada dasarnya kemampuan membaca dapat dikelompokkan mnjadi empat tingkatan yaitu:

1) Pemahaman Literal

a) Pengertian Membaca Pemahaman Literal

Salah satu tingkatan dari membaca pemahaman adalah membaca literal. Tingkatan membaca ini adalah tingkat yang terendah dalam membaca pemahaman. Pemahaman literal adalah kemampuan memahami informasi yang dinyatakan secara eksplisit dalam teks. Pemahaman literal merupakan pemahaman tingkat paling rendah. Walaupun tergolong tingkat rendah, pemahaman literal tetap penting, karena dibutuhkan dalam proses pemahaman bacaan secara keseluruhan. Pemahaman literal merupakan prasyarat bagi pemahaman yang lebih tinggi.

Membaca pemhaman jenis ini difokuskan pada pemahaman makna secara tersurat yang terdapat di dalam teks bacaan. Jadi, membaca pemahaman literal adalah membaca teks bacaan dengan maksud memahami makna yang terkandung dalam teks itu sendiri tanpa melihat

makna yang ada di luar teks tersebut. Pemahaman literal ini dapat dikatakan sebagai pemahaman isi bacaan tersurat.

Menurut Harras dan Sulistianingsih, (dalam Dalman, 2017:92) dalam taksonomi membaca pemahaman,kemampuan membaca literal merupakan kemampuan rendah, karena selain membaca lebih banyak bersikap pasif juga tidak melibatkan berfikir kritis. Oleh karena itu, untuk pengukuran pemahaman jenis membaca level ini, kita dapat menggunakan kata-kata kunci pertanyaan :apa, siapa ,di mana, atau kapan. Pemahaman literal artinya pembaca hanya memahami makna apa adanya, sesuai dengan makna, simbol-simbol bahasa yang ada dalam bacaan.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa membaca literal adalah membaca teks bacaan dengan maksud memahami makna yang tersurat atau memahami makna yang terdapat di dalam teks itu sendiri. Oleh sebab itu, membaca pemahaman literal ini lebih difokuskan pada memahami makna setiap kata dan kalimat yang terdapat pada teks tersebut. Dalam hal ini,biasanya makna yang terdapat dalam teks itu tidak tersirat, tetapi tersurat.

b) Proses Membaca

Proses membaca pada dasarnya merupakan kegiatan membaca yang bertujuan untuk memperoleh informasi yang kita butuhkan. Dalam hal ini, proses membaca dapat pula dikatakan sebagai proses mendapat informasi atau pesan yang disampaikan oleh penulis dengan cara

memahami lambang, tanda, tulisan yang bermakna. dijelaskan bahwa proses membaca terdiri atas berikut ini:

1) Membaca sebagai proses psikologis. 2) Membaca sebagai proses sensoris. 3) Membaca sebagai proses perseptual.

Membaca sebagai proses merupakan rangkaian kegiatan dari ketiga aspek di atas, yaitu aspek psikologis, sensoris, dan perseptual. Ketiga aspek ini saling berhubungan satu sama lain, sehingga ketika seorang sedang membaca sebuah teks, ia harus siap secara psikis dan mental, sehingga stimulus yang diterima dapat dijadikannya sebagai proses pemahaman lambang-lambang atau tanda-tanda yang dibacanya. Di sini ia dituntut untuk mampu menghubungkan apa yang dibacanya dengan skmata yang dimilikinya.

c) Faktor-faktor yang Memengaruhi Membaca Pemahaman Membaca Literal

Membaca pemahaman dipengaruhi beberapa fakor yang dapat mempengaruhi seseorang mampu memahami isi bacaan secara literal. Faktor tersebut di antaranya adalah banyaknya perbendaharaan kata yang dimiliki, pengalaman membaca dengan teks yang sama, dan skemata pembaca lainnya yang mendukung, seperti pengalaman membaca berbagai teks, menyimak atau mendengarkan berita atau informasi, dan melihat atau mengamati keadaan alam di sekelilingnya. Seseorang yang mampu memahami teks bacaan secara literal sudah

dapat dipastikan bahwa orang tersebut tidak akan memahami teks bacaan secara interpretatitif, kritis, dan kreatif. Jadi, pemahaman literal merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang pembaca untuk memahami isi bacaan yang lebih tinggi lagi tingkatannya.

Burn,Roe ,dan Ross (dalam Dalman, 2017:96) mengemukakan bahwa guna meningkatkan kemampuan membaca pemahaman, sekurang-kurangya guru perlu membina lima faktor pendukung pemahaman,yaitu:

1) Potensi skemata pembaca. 2) Potensi mengingat.

3) Prespektif membaca. 4) Kemampauan berfikir. 5) Aspek afektif.

2) Membaca Pemahaman Interpretatif a) Pengertian Membaca Intrpretatif

Membaca interpretatif adalah kegiatan membaca yang bertujuan agar siswa mampu menginterpretasi atau menafsirkan maksud pengarang, apakah karangan itu fakta atau fiksi, sifat-sifat tokoh, reaksi emosional, gaya bahasa dan bahasa kias, serta dampak-dampak cerita. Membaca interpretatif bertujuan agar para siswa mampu menginterprestasikan atau menafsirkan maksud pengarang,seorang pengarang menulis sesuatu, untuk dibaca orang lain.

Membaca interpretatif membahas tentang perbedaan antara fakta dan fiksi. Perbedaan utama antara fiksi dan fakta. Perbedaan utama antara fiksi dan nonfiksi adalah menciptakan kembali apa-apa yang telah terjadi secara aktual, sedangkan narasi fiksi itu bersifat realistis yang apa-apa dapa-apat terjadi. Dalam membaca interpretatif terdapa-apat dua aspek reaksi emosional, yaitu emosional sang pembaca pada aneka tipe karya sastra,dan reaksi emosional terhadap para tokoh di dalam karya sastra itu. Membaca interpretatif bertujuan agar siswa mampu menginterprestasi atau menafsirkan maksud pengarang,apakah karangan fakta atau fiksi, sifat-sifat tokoh, reaksi emosional, gaya bahasa dan bahasa kias, serta dampak-dampak cerita tersebut terhadap pembacanya. Di sini siswa dituntut untuk mampu memahami makna yang tersirat di dalam teks bacaan tersebut. Dalam membaca interpretatif, seorang pembaca harus mampu mengikuti pikiran pengaran dan bahkan pembaca dapat juga masuk ke jalan ceritanya sehingga ia memahami maksud yang ingin disampaikan pengarangnya terhadap apa yang dibacanya.

Menurut Syafi’ie (dalam Dalman, 2017:100) pemahaman interpretatif harus didahului pemahaman literal yang aktivitasnya berupa,menarik kesimpulan, membuat generalisasi-perbandingan-perbandingan, menemukan hubungan baru antara fakta-fakta yang disebutkan dalam bacaan. Di sini si pembaca harus mampu menafsirkan maksud si pengarang yang berada di luar teks bacaan tersebut. Oleh

sebab itu, untuk menginterpretasi maksud si pengarang, seorang pembaca harus memiliki pemahaman literal dan pemahaman interpretatif.

Menurut pendapat di atas dapat dikatakan bahwa membaca interpretatif adalah membaca yang bertujuan menafsirkan maksud pengarang apakah karangan tersebut fakta atau fiksi agar kita dapat memahami isi cerita dari karya tersebut.

b) Tujuan Membaca Interpretatif

Membaca interpretatif bertujuan agar para siswa mampu menginterpretasi atau menafsirkan maksud pengarang. Dalam hal ini,seorang pengarang menulis sesuatu adalah tidak lain bertujuan untuk dibaca orang lain. Maksud yang disampaikan oleh pengarang tidaklah selalu tersurat di dalam teks,tetapi bisa saja maksudnya disampaikan secara tersirat. Jadi, seorang pembaca harus mampu menafsirkan sendiri maksud yang ingi disampaikan oleh si pengarang terhadap teks yang ditulisnya.

4. Membaca Pemahaman Kritis