BAB V DINAMIKA PROSES
F. Membentuk Kekuatan Bersama
85
bukti tertulis berbentuk surat lokal layaknya surat biasa yang berisikan standar
harga gypsum didesa Janti, dan ditandatangani oleh pamong KesRa dan Kepala
Desa yang mana pamong tersebut merupakan dibidang kesejahteraan masyarakat.
Yang mana harapannya dengan kembalinya harga gypsum dengan normal
maka nantinya penghasilan pengrajin sekaligus penjual gypsum akan terus
meningkat dan stabil, dikarenakan nantinya sudah tidak ada lagi yang bermain
curang yang mana hal tersebut sangat merusak pada pemasaran.
Dan kemudian pada pemanfaatan aset limbah gypsum yang sifatnya masih
uji coba, apabila berhasil bapak taufik akan mensosialisasikan kepada warga
masyarakat desa Janti khususnya pada pengrajin sekaligus penjual gypsum bahwa,
limbah dari hasil dari percetakan itu masih dapat diolah kembali dan masih
mempunyai nilai jual dipasaran. Yang mana nantinya juga dapat menunjang
pendapatan masyarakat itu sendiri.
F. Membentuk kekuatan bersama komunitas (Define)
Setelah dari proses dream (keinginan) dan design (perencanaan) maka
lanjut pada proses ini yang mana waktunya dilakukan tidak jauh dari kami
berdikusi, agar proses pendampingan ini dilakukan secara bertahap agar
86
Gambar 5.6 Pengambilan limbah untuk uji coba
Untuk menentukan tercapainya sebuah keinginan masyarakat pendamping
atau fasilitator mengajak pengrajin sekaligus penjual gypsum mengasa potensi
yang mereka miliki serta menyadari bahwa akan pentingnya aset.
Pada tahapan ini penjual sekaligus pengrajin gypsum diajak untuk bisa
memahami apa yang terbaik dan apa yang pernah menjadi yang terbaik, itulah
yang seharusnya bisa dilihat dan di pahami oleh penjual sekaligus pengrajin
gypsum Desa Janti, Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang.
Karena dengan mereka sendiri yang melihat dan memahami apa yang
terbaik untuk kedepannya, maka masyarakat dengan sendiri yang akan
memimpikan apa yang menjadi masa depan mereka kelak. Meningkatnya
penghasilan adalah tujuan utama bagi fasilitator, dengan adanya partisipasi
penjual sekaligus pengrajin gypsum ini agar supaya bisa meningkatkan nilai
87
88
G. Monitoring pembelajaran dan evaluasi pendampingan (Destiny)
Destiny adalah langkah dimana para pengrajin sekaligus penjual gypsum
itu memastikan bahwa apa yang telah mereka rencanakan benar-benar
dilaksanakan. Yang mana tadinya harga gypsum merosot turu dikarenakan
pensaingan yang kotor, maka saat ini mulai ditata kembali dengan
mengembalikan harga jual gypsum menjadi normal kembali, dan diperkuat
dengan adanya surat pernyataan local yang diajukan kepada desa.
Serta, mencoba membuat hal baru dengan memanfaatkan aset yang
terbuang sia-sia yang mana tadinya hanya digunakan sebagai urukan, tetapi saat
ini ingi mencoba diolah kembali untuk dijadikan benda yang mempunyai nilai jual
dipasaran.
Suatu pendampingan seperti ini yang basis aset juga membutuhkan studi
data dasar (Baseline), monitoring perkembangan dan kinerja. Bila suatu program
perubahan menggunakan pendekatan berbasis aset, maka yang dicari bukanlah
setengah gelas kosong yang akan di isi, melainkan bagaimanah setengah gelas
yang berisi dimobilisasi. Tahap ini merupakan serangkaian tindakan baru yang
inovatif yang mendukung pembelajaran berkelanjutan. Menegaskan langkah
BAB VI
HASIL DAN ANALISIS
Perubahan sosial adalah suatu bentuk peradaban umat manusiaakibat
adanya pengaruh perubahan alam, biologis, dan fisik yang terjadi sepanjang
kehidupan manusia.65 Yang mana perubahan sosial merupakan sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata yakni, perubahan dan sosial. Dimana masyarakat
mempunyai kedudukan sebagai makhluk sosial dan masyarakat disebut makhluk
sosial bukan berarti seseorang itu hidup dengan sendirinya.
Melainkan masyarakat tidak bisa hidup sendiri dan tetap memerlukan
kerjasama antar sesame sehingngga mereka dapat baertahan hidup. Dan
kehudupan juga harus diimbangi dan didasari dengan rasa toleransi dengan
sesame manusia sehingga pasa nantinya masyarakat bisa mengikuti norma-norma,
kebudayaan, serta berbagai kegiatan yang ada pada masyarakat itu sendiri.
Pada saat pertama, pendampingan dimulai dari fasilitator menemui ibu
kepala desa yakni Ibu Siti Mahmudah untuk meminta izin supaya fasilitator atau
pendamping agar bisa dipersilahkan masuk kedalam desa dengan tujuan
pendampingan pengrajin gypsum dalam peningkatan penghasilan diDesa Janti,
Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.
Tak lama ibu Siti menghubungkan fasilitator dengan bapak Taufik yang
mana nantinya untuk membangun kepercayaan pada masyarakat, diharapkan
fasilitator dengan mudah mendapatkan informasi serta berbarur dengan
masyarakat layaknya sebagai masyarakan desa itu sendiri. Dengan begitu
65
90
fasilitator dapat menggali informasi mengenai apa saja potensi yang ada pada
masyarakat.
Kegiatan pembangunan harus ditetapka dalam ditetapkan dalam konteks
organism yang mana nantinya hidup memiliki sejarah dan aspirasi untuk masa
depan yang lebih baik lagi. Selain berfikir menggunakan logika dan analisis,
memori serta imajinasi juga sangatlah penting untuk kehidupan dalam
menciptakan perubahan. Proses perubahan merupakan suatu upaya kesengajaan
untuk ngengorek kembali apa yang sudah terjadi dimasa lalu. Dan apa yang akan
dilakukan atau dicita citakan dimasa depan.66
Pendamping atau fasilitator bersama masyarakat penjual sekaligus
pengrajin gypsum berdiskusi melalui FGD, yang nantinya agar terjadi suatu
peningkatan dalam penghasilan mereka. Pertama pendamping bersama msyarakat
pengrajin gypsum berdiskusi untuk menyelaraskan harga jual gypsum dipasaran
di Desa Janti.
Sebelumnya harga jual sangatlah merosot sekali dikarenakan adanya
persaingan yang kurang sehat antar pengrajin satu dengan yang lain, tetapi dengan
adanya FGD akhirnya membuahkan hasil yang positif bagi masyarakat khususnya
para pengrajin seperti dipaparkan pada bab sebelumnya. Dengan persaingan sehat
inilah maka secara otomatis akan meningkatkan penghasilan mereka secara
merata.
66
Christoper Dereau, pembaru dan kekuatan local untuk pembangunan. (TT: Australian Community Development and Civil Society Strengthening Scheme (ACCESS) Phase II, 2013), Ibid. hal.64
91
Lalu tidak hanya itu tetapi pendamping disitu melihat adanya asset yang
terbuang secara sia-sia, tetapi fasilitator tidak hanya diam melainkan didalam
FGD juga membicarakan hal tersebut.
Dan pada akhirnya masyarakat pun perlahan mencoba mengolah kembali
limbah gypsum yang terbuang sia-sia yang nantinya akan dibuat menjadi seni ukir
atau juga bisa diolah kembali sebagi asesoris atau pajangan rumah. Hal ini juga
sangatlah berpengaruh sekali dalam peningkatan penghasilan masyarakat ataupun
para pengrajin gypsum di Desa Janti, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten
Jombang.
Analisis Leaky bucke/Ember bocor
Leaky bucket atau biasa dikenal dengan wadah bocor atau ember bocor
adalah alat yang berguna untuk mempermudah warga atau komunitas untuk
mengenal berbagai perputaran asset ekonomi lokal yang mereka miliki. Hasilnya
bisa dijadikan untuk meningkakan kekuatan secara kolektif dan membangunnya
secara bersama.
Tabel 6.1 Analisis Perhitungan
NO Jenis Biaya Jumlah
1. Limbah gypsum 4Kg Gratis 2. Semen 2,5Kg Rp.3.500,- 3. Cat Tembok 1/2Kg Rp.17.000,-
92
Dengan modal Rp.20.500 menghasilkan 17 buah seni rupa berukuran
layaknya asbak berdiameter 8cm dan tinggi 3cm @Rp.5000
17 x Rp 5.000 = Rp 85.000
Jadi laba bersih Rp 85.000 - Rp 20.500 = Rp 64.500
Laba perbiji Rp 64.500 : 17 = Rp 3.800
Dari analisis perhitungan diatas apabila masyarakat khususnya para
pengrajin sekaligus penjual gypsum desa Janti dalam sehari mampu menjual
produknya sebanyak 20 buah maka, perhirungan penghasilan mereka akan
bertambah Rp.1.935.000 perbulannya.
Peningkatan Laba
Kebutuhan rumah tangga Pendidikan anak Dan lain sebagainnya yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat baik individu maupun
BAB VII REFLEKSI
Pendampingan peningkatan penghasilan pengrajin gypsum yang dilakukan
oleh fasilitator dalam memanfaatkan potensi maupun aset yang dimiliki oleh
masyarakat desa Janti merupakan salah satu cara untuk merubah mintsed atau
merubah suatu pola pikir masyarakat khususnya para pengrajin gypsum. Sehingga
dengan diadakannya proses pendampingan ini lebih menyadarkan maupun
meluruskan kembali pola pikir masarakat sekaligus memanfaatkan kreatifitasnya
untuk menambah penghasilan para pengrajin gypsum di Desa Janti.
Yang mana upaya fasilitator menjembatani antar pengrajin gypsum untuk
menselaraskan persoalan harga jual gypsum di Desa Janti yang saat ini merosot
dipasaran, lalu kemudian fasilitator juga dengan sengaja mengarahkan kepada
masyarakat khususnya para pengrajin gypsum agar mencoba memanfaatkan aset
yang sudah terbuang yakni limbah dari gypsum itu sendiri, yang mana strategi ini
dilakukan oleh fasilitator guna masyarakat desa Janti lebih kreatif dalam
pemanfaatan aset yang mana nantinya bisa menunjang penghasilan masyarakat
khususnya pengrajin gypsum.
Dari kegiatan yang dilakukan oleh fasilitator atau pendamping selama
kurun waktu kurang lebih tiga bulan berjalan secara berkelanjutan nampak hasil
perubahan dari hasil pendampingan yang dilakukan, adapun perubahan yang
94
Yang mana dulunya mereka bersaing dengan cara yang tidak sehat
jorjoran rego, namun sekarang sudah normal kembali bersaing sehat. Hal ini
dapat mengangkat derajat status sosial serta membantu meningkatkan penghasilan
masyarakat yang lebih baik.
Selama ini di lapangan pendamping banyak sekali mendapatkan
pengalaman dan sebuah tantangan baru yang dilalui oleh fasilitator. Dari segi
sosial pendamping dapat membangun suasanan keakraban meski awalnya melalui
para pemuda desa setempat namun hal tersebut sangat membantu sekali pada
proses pendampingan ini dan pendamping juga membangun sebuah kepercayaan
pada masyarakat dengan melalui hal tersebut. Sangatlah tidak mudah dan
memerlukan waktu yang lumayan untuk bisa memahami karakter masyarakat
setempat.
Dalam pengembangan masyarakat pentingnya gagasan perubahan dari
bawah bottom-up, untuk pengembangan masyarakat. Dimana gagasan untuk
menghargai kemampuan, keterampilan, kebudayaan serta sumber daya yang
dimiliki merupakan suatu hal yang sangatlah penting.
Proses ini bukanlah akhir dari proses pendempingan, melainkan proses
inilah yang dinamakan sebagai awal dari pendampingan. Hasil akhir dari
pemberdayaan masyarakat ini merupakan suatu pendampingan masyarakat untuk
menumbuhkan rasa percaya diri dan kesadaran akan aset yang ada di sekitar untuk
memanfaatkannya yang mana nantinya untuk kesejahteraan masyarakat itu
BAB VIII PENUTUP A. Kesimpulan
Kesimpulan dari hasil pendampingan di desa Janti Kecamatan Mojoagung
Kabupaten Jombang:
1. Masyarakat mulai mengerti apa pentingnya aset yang telah mereka miliki
setelah melihat adanya suatu proses yang yang dibangun secara bersama
dengan pengrajin sekaligus penjual kesenian seni rupa gypsum ini, maka
penghasilan mereka secara otomatis akan meningkat ataupun berdaya dengan
kreatifitasnya.
2. Dengan adanya pendamping yang sifatnya sebagai fasilitator yang
menjembatain antar masyarakat melalui penyetaraan harga jual gypsum, yang
mana awalnya banyak sekali terjadi persaingan yang tidak sehat antar
pengrajin dimana saat ini setelah melelui proses FGD maka solusi maupun
keputusan bersama pun terjadi secara alami.
3. Dan adapun pemanfaatan limbah gypsum yang tadinya dibuang secara
percuma atau orang desa Janti biasa memanfaatkan sabagai urukan saja, tetapi
saat ini mereka sudah mengerti bahwa limbah tersebut juga masih memiliki
nilai jual dipasaran sebagi interior rumah maupun souvenir.
Dengan itu semua mereka bisa meningkatkan penghasilan dan menambah
pengetahuan maupun kreativitas yang baru serta pola pikir yang positif tentang
96
B. Saran
Sebagai akhir penulisan dan pendampingan yang telah dilakukan oleh
penulis maka diharapkan pengrajin gypsum serta masyarakat desa Janti
Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang ini mampu mengelolah maupun
mempertahankan usahana dengan sebaik-baiknya sekaligus tetap menjaga nilai
jual harga gypsum dipasaran dengan cara persaingan yang sehat. Penulis bukan
lah asli dari masyarakat desa Janti, maka dari itu penulis hanya bisa melakukan
maupun membantu semampunya. Dengan adanya pendampingan ini, fasilitator
memberikan saran kepada:
1. Pengrajin gypsum (bapak Taufik)
Beliau orang yang yang bisa dikatakan mempunyai power dalam
bermasyarakat unyuk menjaga kestabilan harga gypsum sakaligus membantu
masyarakat untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai yang ada diDesa Janti
ini serta memanfaatkan potensi taupun asset yang dimiliki dengan
sebaik-baiknya.
2. Kepala Desa (ibu Siti Mahmudah)
Beliau yang mempunyai power serta kendali yang sanga besar diDesa
Janti, oleh sebab itu sebaiknya beliau turut menjaga serta mengembangkan
hasil yang telah dilakukan oleh pendamping bersama pengrajin sekaligus
penjual gypsum diDesa janti ini. Dan diharapkan juga bisa memberikan
pelatihan-pelatihan guna menunjang kreatifitas yang dimiliki masyarakat desa
97
Demikian tulisan ini saya buat, penulis sangat menyadari akan banyak
kekurang dalam penulisan skripsi serta pendampingan dimasyarakat yang bisa
dikatakan masih tahap belajar dan belum sempurna sepenuhnya. Oleh sebab itu
penulis mengharapkan kritikan dan saran dari pembaca serta kepada dosen
pembimbing skripsi khususnya yang mana bersifat membangun guna
penyempurnaan skripsi ini. Yang mana nantinya menjadi motivasi bagi penulis
agar kedepannya bisa lebih baik lagi. Sekian dan trimakasih saya ucapkan, Wassalamu’alaikum.
DAFTAR PUSTAKA
Afandi Agus, dkk, Modul Participatory Action Research. (Surabaya :LPPM UIN Sunan Ampel, 2014). Hal:128
Al Barrett, Asset-Based Community Development: A Theological Reflection,(Birmingham Vicar Of Hodge Hill Church, 2013)
Al-Rasyid Harun dkk, Pedoman Pengertian Dakwah Bil-Hal, (Jakarta: Depag RI,1989)
Cahyana Agus M.Sn, Studi Pengembangan Desain Kerajinan Anyaman Pandan Sentra Industri Kecil Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya, (LPPM Universitas Kristen MaranathaBandung, Juni 2008)
Chambers Robert, participatory rural appraisal (Memahami Desa Secara Partisipatif Kencana prenadamedia group, 2013)
Dereau Christoper, pembaru dan kekuatan local untuk pembangunan. (TT:
Australian Community Development and Civil Society Strengthening Scheme (ACCESS) Phase II, 2013)
Dwi Pratiwi Kurniawati, Bambang Supriyono, Imam Hanafi, Pemberdayaan Masyarakat Di Bidang Usaha Ekonomi Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. I, No. 4 2010
Hamka, Prinsip dan Kebijakan Dakwah Islam,(Jakarta: Pustaka Panjimas, 1981)
Hasil wawancara Aam(29) pada 26 Januari 2017
http://dekranaskotamagelang.blogspot.com/p/beranda.html dikutip pada 08 maret 2017
http://sablontimbul.com/seni-cetak-gypsum/ dikutip pada 18 Desember 2016 13:15 WIB
http://tafsirq.com/2-al-baqarah/ayat-30 dikutip pada 7 maret 2017. 20:02WIB
https://ismayadwiagustina.wordpress.com/2012/11/26/pengertian-teori diakses 01 maret 2017 pukul 09:10WIB
Hutomo Mardi Yatmo, Pemberdayaan Dalam Bidang Ekonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi, (Jakarta: CSIS, 1996)
Morgan Antony, health assets in a global context (Venice, Springer New York Dordrecht Heidelberg London, 2010)
Muhtadi dan Tantan Hermansyah, Manajemen Pengembangan Masyarakat Islam,(Jakarta,UIN Jakarta Press,2013)
Poerwodarminto W. J. S., Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1999)
Rans Susan A., Hidden Treasures: Building Community Connections By Engaging The Gifts Of People On Welfare, People With Disabilities, People With Mental Illness, Older Adults, Young People (Evanston, A Community Building Workbook ,2005)
Salahuddin Nadhir, dkk, Panduan KKN ABCD UIN Sunan Ampel Surabaya, (LPPM UIN Sunan Ampel Surabaya, 2015)
Salim Agus. Perubahan Sosial Sketsa Teori dan Refleksi Metodologi Kasus Indonesia.
Suharto Edi, Membangun Masyarakat Membangun Rakyat, (Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial Dan Pekerjaan Sosial), (Bandung: Pt Refika Aditama, 2010)
Tim Penyusun Kamus Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2003)
Wawancara Aam(28) pada 02 Februari 2017 Wawancara Moh. As’ari(43) 12 Maret 2017 Wawancara pak modin(42) pada 14 maret 2017.
Wawancara Yudi(26) pada 06 Februari 2017
Widjajanti Kesi, Model Pemberdayaan Masyarakat jurnal ekonomi pembangunan volume 12, nomor 1, juni 2011
Wirosardjono Soetjipto, "Dakwah: Potensi dalam Kesenjangan" dalam Majalah Pesantren, No. 4 Vol. IV (Jakarta: P3M, 1987)
www.jombangkab.go.id dikutip pada 18 Desember 2016 13:20 WIB
Yanuarini Astuti Dewi dan Ikrar Dinata, Pedoman Pendampingan Tenaga Kerja Sarjana, (Jakarta: Kementrian Tenaga kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia, 2013)
Yusuf Yunan, Manajemen Dakwah, ( Jakarta: Kencana, 2006) Zubaedi,”Pengembangan Masyarakat”(Jakarta, Kencana, 2014)