• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL

B. Analisis Tingkat Risiko Postur Kerja Pada Pekerja Besi

4. Membentuk Rangka Besi

Tahapan membuat rangka besi dilakukan secara manual dengan membentuk/membengkokan besi untuk dibentuk oleh pekerja besi sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Gerakan yang dilakukan adalah dengan menarik atau mendorong kunci besi pada besi agar dapat membentuk besi sesuai dengan yang diperlukan pekerja.

137

Gambar 5.9 Tahapan Membentuk Rangka Besi

Di bawah ini akan dijabarkan penilaian risiko ergonomi tahapan membuat rangka besi berdasarkan metode REBA, OWAS dan QEC, sebagai berikut:

a. Metode Penilaian Risiko REBA

Pada tahapan membentuk rangka besi posisi punggung pada saat bekerja tidak lurus dan membentuk sudut fleksi sebesar 43o dan memutar ke kanan, sehingga mendapatkan skor 4. Posisi leher pekerja pada saat bekerja yaitu fleksi kurang dari 15o sehingga mendapat skor 1. Kaki pekerja pada saat bekerja tertopang dengan baik sehingga mendapatkan skor

138

1. Setelah itu skor yang didapatkan di masukkan ke dalam tabel A dan didapatkan skor 3 untuk postur tubuh A. kemudian skor postur tubuh A akan dijumlahkan dengan skor beban yang akan menjadi skor akhir group A. berat beban yang digunakan oleh pekerja mempunyai berat kurang dari 5Kg, yaitu 4,5 Kg sehingga mendapatkan skor 0. Setelah dijumlahkan dengan skor A maka skor akhir group A yaitu 3.

Posisi lengan atas pekerja mengalami fleksi 65o dari garis normal tubuh manusia dan menjauhi badan, sehingga mendapatkan skor 4. Lengan bawah pekerja tangan mengalami fleksi membentuk sudut 30o, sehingga lengan mendapatkan skor 2. Pergelangan pekerja mengalami fleksi sebesar 45o, sehingga mendapatkan skor 2.

Hasil skor dari group B yaitu mendapatkan skor 6. Hasil tersebut akan dijumlahkan dengan skor pegangan. Pegangan pada objek benda memiliki pegangan yang pas dan bisa diterima, sehingga mendapatkan skor 0. Setelah dijumlahkan maka skor yang didapatkan yaitu 6.

Pada tahapan ini pekerja besi melakukan aktivitas yang membuat posturnya berubah dengan cepat dari postur awal sehingga mendapatkan skor 1. Setelah itu, jika dikombinasikan skor A dan skor B pada tabel C, maka akan didapatkan skor 5. Setelah hasil skor C didapatkan maka akan dijumlah kan dengan skor aktivitas. Maka total skor yang didapatkan yaitu 6.

139

Di bawah ini akan dijabarkan hasil penilaian dalam bentuk tabel, yaitu tabel 5.42 sebagai berikut :

Tabel 5.42 Hasil Nilai Skoring Proses Tahapan Membentuk Rangka Besi Pada Pekerja Besi Berdasarkan Metode REBA Tahun 2015

No. Variabel Skor Keterangan

1 Punggung 4 Fleksi 43 o dan memutar ke kanan 2 Leher 1 Fleksi <15o 3 Kaki 1 Lurus 4 Beban 0 Berat < 5Kg

5 Lengan atas 4 Fleksi 65o

6 Lengan bawah 2 Fleksi 30o

7 Pergelangan tangan 2 Fleksi 45o

8 Pegangan 0 Pegangan pas

9 Jenis aktivitas 1 Perubahan postur cepat

Skor akhir REBA 6 Sedang

b. Metode Penilaian Risiko OWAS

Pada saat melakukan tahapan membawa besi ini, posisi punggung pada saat bekerja tidak lurus dan membentuk sudut fleksi sebesar 43o dan memutar ke kanan, sehingga mendapatkan skor 4. Posisi tangan pekerja kedua tangannya berada di bawah bahu pekerja sehingga pekerja mendapatkan skor 1. Posisi kaki pekerja yaitu berdiri dengan kedua kaki lurus dengan sudut >150o, sehingga mendapatkan skor 2. Terakhir beban yang ditangani oleh pekerja masih < 10 Kg, sehingga mendapatkan skor 1.

Setelah semua mendapatkan skor, skor – skor tersebut akan dinilai berdasarkan tabel kombinasi posisi postur kerja

140

dan tabel tingkat risiko dan tindakan perbaikan. Berdasarkan skor postur dan dilihat pada tabel kombinasi posisi postur, tahapan ini memiliki nilai 2. Di bawah ini akan dijabarkan hasil penilaian dalam bentuk tabel, yaitu tabel 5.43 sebagai berikut :

Tabel 5.43 Hasil Nilai Skoring Proses Tahapan Membentuk Rangka Besi Pada Pekerja Besi Berdasarkan Metode OWAS Tahun 2015

No. Variabel Skor Keterangan

1 Punggung 4 Fleksi 43

o

dan memutar ke kanan

2 Lengan 1 Kedua lengan berada di

bawah bahu

3 Kaki 2 Kedua kaki lurus dengan

sudut >150o

4 Beban 1 < 10 Kg

Skor akhir OWAS 2 Slightly Harmful

c. Metode Penilaian Risiko QEC

Dari hasil pembagian kuesioner dan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, didapatkan hasil kuesioner yang dijelaskan dalam bentuk tabel 5.44 di bawah ini.

141

Tabel 5.44 Hasil Kuesioner Tahapan Membentuk Rangka Besi Pada Pekerja Besi Berdasarkan Metode QEC Tahun 2015

No. Variabel Kode jawaban

Keterangan 1 Punggung A3 Terlalu membungkuk

Pergerakan B3 Jarang

2 Lengan C3 Berada di sekitar bahu

Pergerakan D1 Jarang

3 Pergelangan E2 Pergelangan tertekuk Repetitif F1 10 kali permenit/ kurang

4 Leher G2 Ya, terkadang

5 Beban H1 Ringan (Sekitar 5 Kg) 6 Kecepatan bekerja I2 2 - 4 jam 7 Tingkat kekuatan J2 Sedang 8 Penglihatan K1 Rendah 9 Mengemudi L1 < 1 jam 10 Getaran M1 < 1 jam

11 Kesulitan N2 Ya, terkadang

12 Stress O2 Cukup stress

Berdasarkan data tabel diatas, dapat di ketahui bahwa data tersebut akan dianalisis dan diberikan skoring. Hasil analisis dan skoring data tersebut yaitu punggung mendapatkan skor sebesar 18, lengan mendapat skor sebesar 18, pergelangan tangan mendapatkan skor sebesar 20, leher mendapat skor sebesar 6, mengemudi mendapatkan skor 1, getaran mendapatkan skor 1, kecepatan bekerja 4, dan stress mendapatkan skor 4. Lalu semua skor ditambahkan dan dibagi dengan skor maksimal yang dapat didapatkan serta dikali dengan 100% untuk mendapatkan total exposure level, sehingga total exposure level yang didapatkan yaitu 41%. Di

142

bawah ini akan dijabarkan hasil penilaian dalam bentuk tabel, yaitu tabel 5.45 sebagai berikut :

Tabel 5.45 Hasil Nilai Skoring Proses Tahapan Membentuk Rangka Besi Pada Pekerja Besi Berdasarkan Metode QEC Tahun 2015

No. Variabel Skor Keterangan

1 Punggung 18 Terlalu membungkuk

2 Lengan 18 Berada di sekitar bahu

3 Pergelangan tangan 20 Tertekuk

4 Leher 6 Tertekuk (terkadang)

5 Mengemudi 1 < 1 jam

6 Getaran 1 < 1 jam

7 Kecepatan bekerja 4 2 - 4 jam

8 Stress 4 Cukup stress

Skor akhir QEC 41% Perlu penelitian lebih lanjut

Pada aktivitas ini dilakukan penilaian analisis tingkat risiko ergonomi dengan menggunakan metode REBA, OWAS dan QEC. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai hasil penilaian dari ketiga metode tersebut dalam bentuk tabel 5.46, sebagai berikut :

Tabel 5.46 Analisis Tingkat Risiko Ergonomi Pada Aktivitas Membentuk Rangka Besi Berdasarkan Tiga Metode Tahun 2015

Metode Skor Tingkat risiko Tindakan Perbaikan

REBA 6 Sedang Perlu

OWAS 2 Slightly

Harmful

Tindakan perbaikan mungkin diperlukan

143

Berdasarkan tabel diatas, ketiga hasil perhitungan tersebut jika dilihat hasilnya menunjukkan tingkat risiko yang sama, yaitu aktivitas membentuk rangka besi mempunyai level risiko ergonomi yang sedang dengan perlu adanya tindakan perbaikan.