• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menerjemahkan Metafora menjadi Metafora yang Sama

5.1 Strategi Penerjemahan

5.1.1 Menerjemahkan Metafora menjadi Metafora yang Sama

Lakoff dan Johnson (1980) menjelaskan bahwa metafora secara kognitif dirumuskan untuk memahami sebuah konsep (sebagai RSa) dengan cara melihat sesuatu atau melalui

pengalihan terhadap sesuatu (sebagai RSu). Pada metafora I‟m a grenade yang

diterjemahkan menjadi Aku granat pada data no. 25, konsep I ‗aku‘ (manusia) dibandingkan dengan benda sehingga dapat meledak seperti granat. Manusia dibandingkan dengan granat yang dapat meledak. Metafora di atas termasuk live metaphor (metafora hidup) karena ungkapan tersebut diucapkan langsung saat penutur berbicara dan tidak sesuai dengan pola

makna yang biasa. Strategi yang digunakan dalam menerjemahkan metafora ini yaitu menerjemahkan metafora BSu menjadi metafora yang sama dalam BSa. Menurut ke tiga rater terjemahan metafora sudah akurat dan strategi yang digunakan untuk menerjemahkan metafora tersebut sudah tepat karena makna metafora dapat tersampaikan pada BSa.

Sebagaimana dinyatakan oleh Larson (1998: 272) agar mampu menguasai metafora dengan baik, perlu untuk mengenali topik (topic), citra (image) dan titik kesamaan (point of similarity). Berdasarkan konteks cerita, topik metafora adalah I (aku) yang merujuk pada Hazel Grace Lancaster sebagai tokoh utama pada novel The Fault in Our Stars dan citra yang digunakan adalah grenade (granat). Menurut Merriam Webster Dictionary, grenade memiliki makna a small bomb that is designed to be thrown by someone or shot from a rifle (sebuah bom kecil yang dirancang untuk dilemparkan atau ditembakkan dengan menggunakan senapan). Sebuah granat atau bom kecil jika dilempar maka akan meledak dan menghancurkan benda-benda disekitarnya. Namun, titik kesamaan pada metafora tersebut tidak disebutkan secara eksplisit. Untuk mengetahui titik kesamaan diperlukan pengetahuan tentang konteks penggunaan metafora tersebut. Berdasarkan konteks cerita pada novel The Fault in Our Stars, tokoh Hazel tersebut dibandingkan dengan granat karena Hazel mengidap penyakit kanker yang sangat parah. Dia menganggap dirinya dapat meledak suatu saat seperti granat yang apabila meledak akan menghancurkan orang-orang disekitarnya seperti ayah dan ibunya. Jadi titik kesamaan pada metafora tersebut adalah sesuatu yang dapat menghancurkan atau melukai orang/benda lain.

Seorang penerjemah dapat menerjemahkan metafora ke dalam bentuk metafora dengan menggunakan citra yang sama selama pembaca sasaran dapat memahaminya (Larson, 1998). Pada novel The Fault in Our Stars, penerjemah menerjemahkan metafora di atas dengan tetap menggunakan citra grenade menjadi granat ke dalam BSa karena metafora itu masih berterima atau dapat dipahami pembaca TSa tanpa adanya salah pengertian. Dalam

penerjemahan, citra ―grenade‖ dialihkan menjadi ―granat‖ dalam TSa. Karena kedua nomina ini mengacu pada benda yang sama, jelaslah bahwa penerjemah menerapkan strategi Metafora Metafora Sama.

Selanjutnya strategi metafora diterjemahkan menjadi metafora yang sama terdapat pada data no. 52 yaitu metafora My cancer is me (hlm. 216) yang diterjemahkan menjadi Kankerku adalah aku. (hlm. 291). Menurut ke tiga rater terjemahan metafora tersebut sudah akurat karena makna metafora dapat tersampaikan pada BSa. Konsep My cancer ‗kankerku‘ (benda) dibandingkan dengan manusia yaitu me ‗aku‘. Metafora di atas juga termasuk live metaphor (metafora hidup). Penutur membentuk langsung metafora saat dia berbicara sesuai apa yang dialaminya. Strategi yang digunakan dalam menerjemahkan metafora ini yaitu menerjemahkan metafora BSu menjadi metafora yang sama dalam BSa. Berdasarkan konteks cerita, topik metafora adalah My cancer (kankerku) yang merujuk pada penyakit Hazel Grace, yaitu kanker tiroid yang telah menyebar ke paru-parunya sedangkan citra yang digunakan adalah me (aku) yang merujuk pada tokoh itu sendiri. Berdasarkan metafora di atas, makna metafora dengan citra yang digunakan akan sulit dipahami jika konteks ceritanya tidak dipahami. Berdasarkan cerita novel The Fault in Our Stars, sipembicara mengatakan My cancer is me untuk menggambarkan bahwa Hazel Grace sudah sama seperti kankernya sendiri dikarenakan kankernya sangat parah dan sulit untuk disembuhkan.

Data no. 53 It is a civil war yang diterjemahkan menjadi Ini perang saudara juga menggunakan strategi yang sama. Menurut rater 2 dan 3 terjemahan metafora kurang akurat karena terjadi distorsi makna seharusnya metafora diterjemahkan dalam bentuk simile menjadi Ini seperti perang saudara. Konsep it yang mengacu pada keadaan seseorang yang sakit parah dibandingkan dengan sebuah perang. Metafora a civil war merupakan suatu idiom yang memiliki arti perang saudara. Strategi yang digunakan dalam menerjemahkan metafora

ini yaitu menerjemahkan metafora BSu menjadi metafora yang sama dalam BSa. Topik dan titik kesamaan pada metafora di atas dinyatakan tersirat tidak tersurat secara jelas sehingga makna metafora tersebut sulit dipahami. Untuk itu konteks sangatlah penting untuk menentukan makna dibalik metafora tersebut. Berdasarkan konteks, perang yang dimaksud dalam metafora tersebut bukanlah perang sesungguhnya melainkan adalah bentuk perlawanan sipembicara terhadap penyakitnya. Jadi, topik metafora adalah keadaan seorang tokoh yang sakit parah. Metafora ini dipakai untuk menggambarkan bahwa tumor yang ada pada paru- paru sipembicara (Hazel) telah menyebar ke seluruh tubuhnya. Oleh karena itu, sipembicara menggunakan metafora tersebut untuk membandingkan keadaan yang dialaminya sama seperti sebuah perang saudara.

Pada data no. 56 Ignorance is bliss,‖ I said yang diterjemahkan menjadi ―Ketidaktahuan adalah kebahagiaan,‖ kataku. Konsep Ignorance „ketidaktahuan‟ dibandingkan dengan benda yang abstrak yaitu kebahagiaan. Metafora di atas termasuk live metaphor (metafora hidup). Strategi yang digunakan dalam menerjemahkan metafora ini yaitu menerjemahkan metafora BSu menjadi metafora yang sama dalam BSa karena citra bliss‗kebahagiaan‘ pada metafora TSu tetap dipertahankan dalam TSa. Ignorance merupakan topik dan bliss adalah citra sedangkan titik kesamaan dinyatakan tidak jelas. Berdasarkan konteks cerita novel ini, tokoh Hazel mengatakan bahwa ketidaktahuan adalah kebahagiaan disaat temannya Augustus menanyakan ‗Kalian khawatir mengenai siapa yang akan mengurus kalian seandainya orang tua kalian meninggal?‘ Jadi, metafora ini dipakai untuk menggambarkan suatu keadaan dimana ketidaktahuan terhadap sesuatu yang dikhawatirkan terjadi akan membuat seseorang bahagia. Dengan kata lain, lebih baik tidak tahu dari pada akan terluka jika mengetahui yang sebenarnya. Terjemahan metafora di atas sudah akurat berdasarkan penilaian ke tiga rater.

Dokumen terkait