• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengelola Kinerja

Dalam dokumen & PENGUKURANNYA Employee Performance (Halaman 163-170)

KONSEP PENGUKURAN EMPLOYEE PERFORMANCE

9.1 Mengelola Kinerja

Mengelola kinerja merupakan proses yang secara signifikan mempengaruhi keberhasilan organisasi dengan cara menciptakan kerja sama antara manajer dan karyawan untuk menetapkan tujuan, memeriksa hasil kerja, dan memberikan imbalan atas kinerja yang dicapai. Dengan kata lain, mengelola kinerja merupakan sebuah proses yang sistematis untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan mengembangkan kinerja individu dan tim. Tujuan pengelolaan kinerja itu sendiri tidak lain, adalah (Armstrong, 2010):

✓ Menghubungkan tujuan individu dan tujuan organisasi – 64%

✓ Meningkatkan kinerja organisasi – 63%

✓ Meningkatkan kinerja individu – 46%

✓ Memberikan basis bagi pengembangan pribadi – 37%

✓ Membangun budaya kinerja – 32%

✓ Memberikan masukan bagi pengambilan keputusan tentangan imbalan yang terkait dengan kinerja/kontribusi – 21%

Tujuan penilaian kinerja karyawan dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 9.1

Tujuan Penilaian Kinerja Karyawan

Tujuan Penilaian

Kinerja Keputusan

tentang karyawan

Umpan balik bagi karyawan

Kriteria dalam validasi tes Tujuan untuk

program pelatihan Diagnosa

masalah organisasi

Yuliandi, Nasir Azis, Mukhlis Yunus, Muhammad Adam, Rusdin T.

143

Bagian IIPengukuranEmployee Performan

unsur-unsur seperti terlihat pada Gambar 9.2 sebagai berikut:

Gambar 9.2

Unsur Penilaian Kinerja Karyawan

Menilai kinerja karyawan, tentu tidak terlepas dari berbagai masalah, yang umumnya diakibatkan oleh:

✓ Pengetahuan atau Keterampilan

✓ Lingkungan

✓ Sumber Daya

✓ Motivasi

Keterkaitan ke 4 (empat) penyebab masalah di atas dapat digambarkan sebagai berikut:

Yuliandi, Nasir Azis, Mukhlis Yunus, Muhammad Adam, Rusdin T.

144

Bagian IIPengukuranEmployee Performan

Gambar 9.3

Penyebab Maslah Penilaian Kinerja Karyawan

Proses penilaian kinerja dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi tujuan spesifik penilaian kinerja

2. Menentukan tugas-tugas yang harus dijalankan dalam sebuah pekerjaan (Anjab)

3. Memeriksa tugas-tugas yang dijalankan 4. Menilai kinerja

5. Membicarakan hasil penilaian dengan karyawan

Masalah yang sering timbul dalam penilaian kinerja dapat diidentifkasi, sebagai berikut:

1. Kurang obyektif

2. Kesalahan “Hallo Effect”

3. Penilai terlalu lunak 4. Penilai terlalu keras

5. Kecenderungan memberikan nilai tengah 6. Bias perilaku terbaru

7. Bias pribadi

Karakteristik dalam penilaian kinerja dapat diidentifikasi sebagai berikut:

1. Kriteria yang terkait dengan pekerjaan 2. Ekspektasi Kinerja

Yuliandi, Nasir Azis, Mukhlis Yunus, Muhammad Adam, Rusdin T.

145

Bagian IIPengukuranEmployee Performan

4. Penilaian yang cakap 5. Komunikasi terbuka

6. Akses karyawan terhadap hasil penilaian 7. Proses pengajuan keberatan

Jenis Penilaian Kinerja dapat diidentifkasi berdasarkan sebagai berikut:

1. Catatan produksi sesungguhnya 2. Catatan pribadi karyawan 3. Pertimbangan tentang kinerja

Metode Penilaian Kinerja, dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti:

1. Rating Scales 2. Critical incidents 3. Narrative essay 4. Work standards 5. Rangking

6. Forced Distribution 7. Forced Choice

8. Weighted Checklist performance reports 9. Behaviorally Anchored Rating Scales (BARS) 10. Management By Objective (MBO)

11. Assessment Center 12. Penilaian 360o

Contoh Metode Rating Sclaes

Metode rating scales, menilai berdasarkan faktor yang telah ditetapkan sebelumnya, dimana pertimbangan atas kinerja dicatat pada sebuat skala, biasanya terdiri dari 2 bidang kategori nilai = bidang pekerjaan dan bidang personal.

(+) Jika dapat dilakukan dengan simpel dan bermanfaat

(-) Jika sulit untuk digunakan sebagai data dalam pembuatan dan pengambil keputusan, terkait tujuan organisasi.

Sebagai Umpan Balik dari penilaian kinerja dapat diidetifikasi seperti: kejelasan, utamakan aspek positif, spesifik, fokus pada perilaku daripada personal, merujuk pada perilaku yang bisa diubah, deskriptif daripada evaluatif, evaluasi dari saya (obyektif, data, fakta), berhati-hati memberi nasihat/saran, dan sepakati rencana aksi (perbaikan)

Sebagai contoh formulir untuk penilaian kinerja, dapat dijelaskan melalui form berikut ini.

Yuliandi, Nasir Azis, Mukhlis Yunus, Muhammad Adam, Rusdin T.

146

Bagian IIPengukuranEmployee Performan

Nama : ______________________________________________________ Periode Penilaian : ___________________

Jabatan : ______________________________________________________ Tgl. dikumpulkan : ___________________

Departemen : _____________________________________________________

Masa Kerja : _____________________________________________________

ASPEK PENILAIAN BOBOT (%)

PENILAIAN (N)

BOBOT (%xN) A. DISIPLIN

1 Kehadiran Karyawan Rerata potongan tunjangan kehadiran (%)

10 9 8 7 6

0-0,25 0,26-0,50 0,51-1,00

1,01-2,00 > 2,00

B. SIKAP KERJA 1 Motivasi Kerja

Memiliki inisiatif dan aktif berusaha, konsisten dan bersedia bekerja ekstra (%)

10 9 8 7 6

Sangat

TInggi tinggi Sedang Kurang Sangat

kurang 2 Komunikasi dan

Kerjasama Menjalin komunikasi 2 arah, memahami kepentiganbagian lain terkait, bersedia menrima masukan (%)

4 3 2 1 0

Sangat

TInggi tinggi Sedang Kurang Sangat

kurang

C. POTENSI DAN KEMAMPUAN 1 Pemahaman &

Pengusaan Pekerjaan Mampu

menyelesaikan tugas

& mengatasi masalah secara mandiri, lebih efisien / efektif (%)

10 9 8 7 6

Sangat

TInggi tinggi Sedang Kurang Sangat

kurang

2 Pengembangan diri Menyediakan waktu untuk belajar lagi serta mau belajar dari pihak yang lebih memahami (%)

10 9 8 7 6

Sangat

TInggi tinggi Sedang Kurang Sangat

kurang

D. HASIL KERJA 1 Pencapaian Target Kerja

Personal Dapat mencapai atau melebihi atau belum dapat mencapai target kerja yang ditetapkan (%)

10 9 8 7 6

Jauh

melebihi Melebihi

target Menacapai target

Di bawah Target

Jauh dibawah

Target 2 Penghargaan dan Sanksi

Penghargaan dan Sanksi yang diterima karyawan selama periode penilaian (%)

10 9 8 7 6

Penghargaan

Khusus Mendapat

penghargaan SP I & II SP III

TOTAL

Hasil Penilaian

96-100 86-95 76-85 66-75 50-65

Nilai Akhir

Perfomance A B C D E

Catatan:

………

Tanggal, Bulan, Tahun (Penilai)

Yuliandi, Nasir Azis, Mukhlis Yunus, Muhammad Adam, Rusdin T.

147

Bagian IIPengukuranEmployee Performan

Para ahli manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan perilaku organisasi menjelaskan konsep kinerja (performance) yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang mereka, namun memiliki kesamaan dalam memaknai kinerja sebagai outcome yang dihasilkan dari suatu fungsi pekerjaan (Tabel 9.1).

Tabel 9.1

Konsep Kinerja dari berbagai Perspektif

Nama dan Tahun Konsep Kinerja

Bernardin dan Russell (2013)

Kinerja dalam konteks corporate performance sebagai hasil dari productivity, product and service quality, and cost control ditampilkan oleh perusahaan yang secara signifikan dipengaruhi oleh praktik sumber daya manusia secara progresif;

Mondy dan Mondy (2012)

Memaknai kinerja sebagai performance management merupakan proses berorientasi tujuan yang diarahkan untuk memastikan bahwa proses keorganisasian ada pada tempatnya untuk memaksimalkan produktivitas para karyawan, tim dan akhirnya organisasi, meskipun setiap fungsi SDM berorientasi terhadap manajemen kiner, pelatihan dan penilaian kinera memainkan peranan yang signifikan dalam proses tersebut Noe, et., al (2010) kinerja dalam konteks Job Performance sebagai catatan hasil

diproduksi pada fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan selama periode waktu tertentu

Dessler (2012) Kinerja dalam konteks performance management, is the continuous process of identifying, aligning their performance with the organization’s goals.

Gibson, et al (2006) memaknai kinerja dalam kontek Job Performance sebagai fungsi perkalian motivasi, gaya dan kemampuan, yang ditunjukkan sebagai tingkat keberhasilan dalam melaksanakan tugas dan kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah dicapai Carton dan Hofer

(2006)

Memaknai kinerja dalam konteks organizational perfromance sebagai sebuah konsep kontekstual yang terkait dengan fenomena yang sedang dipelajari. Kinerja organisasi sebagai kinerja para individu dalam organisasi, dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan manajerial, seperti perencanaan, investigasi, koordinasi, supervisi, pengaturan staf, negoisasi dan representasi

Mahoney dkk, (Bernardin, et., al (2013)

Kinerja perusahaan adalah kinerja para individu dalam perusahaan yang melaksanakan kegiatan-kegiatan manajerial, seperti perencanaan, investigasi, koordinasi, supervisi, pengaturan staf, negoisasi dan representasi

Yuliandi, Nasir Azis, Mukhlis Yunus, Muhammad Adam, Rusdin T.

148

Bagian IIPengukuranEmployee Performan

Konsep Kinerja dari berbagai Perspektif

Nama dan Tahun Konsep Kinerja

Hill dan Jones (2006)

Memaknai kinerja perusahaan berdasarkan 4 (empat) kategori dasar, yaitu:

a. Berupa standar bagaimana mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi sasaran efisiensi

b. Berupa standar guna mengukur sumberdaya manusia dalam organisasi

c. Standar yang relatif tidak mudah untuk diformulasikan namun berhubungan dengan faktor-faktor kreativitas, fleksibilitas, pengambilan keputusan dan komunikasi organisasional.

d. Standar yang berkaitan dengan kemampuan organisasi dalam memanfaatkan lingkungan dan mendapatkan berbagai sumberdaya yang terbatas.

Ghosh dan Mukherjee, (2006)

Memaknai kinerja organisasi sebagai hasil akhir dari keseluruhan proses aktivitas. Penilaian kinerja organisasi diarahkan pada kondisi terkini dari sebuah organisasi untuk mengetahui sejauhmana organisasi telah berada pada tataran yang efektif dan efisien

Aguinis (2009) Memaknai kinerja dalam kontek performance management sebagai proses terus-menerus mengidentifikasi, mengukur, dan mengembangkan kinerja individu dan tim dan menyelaraskan kinerja dengan tujuan strategis organisasi

Wheelen dan Hunger (2012)

Memaknai kinerja dalam konteks manajemenen strategi adalah hasil akhir kegiatan.

Carton dan Hofer (2006)

Memaknai kinerja perusahaan dalam konteks organisasi dari 5 (lima) perspektif, yaitu: (1) Perspektif Literatur Akuntansi; (2) Perspektif Penilaian Berimbang (balanced scorecard/BSC; (3) Perspektif Manajemen Strategik; (4) Perspektif Kewirausahaan;

(5) Perspektif Mikro Ekonomi, yang pada intinya menggambarkan hasil yang dicapai suatu entitas bisnis (perusahaan)

Rampersad (2008)

Kinerja perusahaan berbasis TPS, pendekatan dari dalam ke luar, konsep ini bertitik tolak pada jati diri pribadi, penggabungan dan pengembangan konsep Balanced Scorecard (BSC), Total Quality Management (TQM) dan Competence Management (CM), dan Learning Cycle (LC), yang didefinisikan sebagai hasil yang dicapai perusahaan melalui proses yang sistematis dalam perbaikan, pengembangan dan pembelajaran yang bersifat berkesinambungan, bertahap, dan rutin yang terpusat kepada perbaikan kinerja pribadi dan organisasi secara berkelanjutan.

Sumber: Rusdin (2015)

Yuliandi, Nasir Azis, Mukhlis Yunus, Muhammad Adam, Rusdin T.

149

Bagian IIPengukuranEmployee Performan

diukur dan menggambarkan kondisi empirik seorang karyawan dari berbagai ukuran yang disepakati. Guna mengetahui tingkat kinerja karyawan, maka dilakukan serangkaian tindakan evaluasi yang pada intinya adalah penilaian atas hasil usaha yang dilakukan selama periode waktu tertentu. Hasil usaha tersebut dapat berupa barang atau jasa yang dapat menjadi atribut dari keberhasilan kerja seorang karyawan.

Dalam dokumen & PENGUKURANNYA Employee Performance (Halaman 163-170)