HASIL PENELITIAN
3) Menghitung besar sudut berpelurus
Ketika membahas soal pada lembar kerja siswa (YPL), subjek A bersama dengan subjek yang lain, melakukan perhitungan untuk mencari nilai sudut Q4. Berikut ini diperlihatkan gambar sudut seperti yang diperlihatkan pada LKS.
(Gambar 5.11 Gambar sudut pada soal di LKS)
Dalam soal ini, diketahui nilai sudut P1 adalah 120°. Subjek A bersama subjek lain menggunakan sifat sudut berpelurus untuk mencari nilai sudut Q4. Subjek menyebutkan langkah perhitungannya, yaitu 180° dikurangi 120°, maka hasilnya sebesar 60° yang merupakan nilai sudut Q4.
Pada soal yang lain, yaitu soal no 3a dari buku matematika (lihat latihan soal buku matematika soal no 3, lampiran 6) antara guru dengan subjek dilakukan pembahasan secara bersama-sama menggunakan perhitungan sifat sudut berpelurus. Pada soal diperlihatkan gambar seperti yang tampak pada gambar 5. 12 di bawah ini. Dalam soal ditanyakan besar sudut a.
(Gambar 5.12 Gambar sudut pada soal di LKS)
Guru menanyakan hubungan yang terjadi antara sudut 3a dengan sudut a kepada para subjek. Subjek A bersama dengan subjek lain menyatakan hubungan di antara kedua sudut itu saling berpelurus. Subjek A mengikuti dan mengamati
P Q A B 1 1 2 3 4 2 3 4 A 3a0 D B C a0
langkah-langkah perhitungan yang dilakukan guru dengan menggunakan sifat hubungan sudut berpelurus untuk menentukan besar sudut yang ditanyakan. Guru membimbing dan menuliskan langkah-langkah perhitungan seperti tampak pada gambar di bawah ini:
(Gambar 5.13 langkah-langkah perhitungan)
Subjek A memperoleh pengetahuan bahwa dari penghitungan yang dilakukan guru menggunakan sifat sudut berpelurus. Sudut 3α dan sudut α merupakan sudut yang saling berpelurus dengan besar sudut 180°. Ditulis dalam bentuk persamaan, diperoleh bahwa nilai 3α dan nilai α jika dijumlah nilainya menjadi 4α. Untuk mencari besarnya α, maka dilakukan pembagian nilai sudut berpelurus terhadap banyaknya α. 180 dibagi 4 dan diperoleh nilai a, yaitu sebesar 45. Maka dari perhitungan ini diperoleh nilai sudut α yaitu sebesar 45°.
Dari hasil evaluasi dapat dilihat kemampuan untuk menentukan besar sudut menggunakan sifat sudut berpelurus, yaitu terlihat pada proses pengerjaan soal nomer 9 dan nomer 10. Subjek A mampu melakukan perhitungan untuk mencari besar sudut x dan y yang ditanyakan pada soal evaluasi no 9. Diketahui dalam soal seperti terlihat dalam gambar 5. 14 di bawah ini.
(Gambar 5.14 Gambar sudut soal no 9)
3a + a = 180 4a = 180 a = 180/4 a = 45 r p 130° x y x q
Subjek menggunakan sifat sudut berpelurus untuk mengurangkan besar sudut yang diketahui terhadap besar sudut berpelurus. Subjek mampu menjawab pertanyaan soal dengan benar, yaitu dengan melakukan penghitungan untuk sudut x = 180° - 130° = 50°, dan sudut y = 180° - 50° = 130°.
g. Perkembangan kemampuan mempelajari sudut dalam berseberangan
Perkembangan subjek mempelajari sudut dalam berseberangan dimulai dari subjek memperoleh pengetahuan mengenai sudut dalam berseberangan dari penjelasan guru hingga subjek mampu menentukan sudut dalam berseberangan yang lain yang ditanyakan guru. Subjek memperoleh pengetahuan mengenai sudut dalam berseberangan pada gambar perpotongan garis yang membentuk sudut yang dibuat oleh guru di papan tulis (lihat gambar 5. 9 hal 142). Dari gambar tersebut, guru menyebutkan pasangan sudut dalam berseberangan. Pasangan sudut dalam berseberangan yang disebutkan guru adalah sudut A2 dengan B4 dan pasangan sudut A3 dengan sudut B1. Ketika pembahasan soal pada LKS YPL nomer 1, diperlihatkan gambar sudut seperti yang terlihat pada gambar 5. 15 di bawah ini.
(Gambar 5. 15 Gambar sudut pada soal di LKS)
Dari gambar soal ini, guru menanyakan pasangan sudut dalam berseberangan yang nampak pada gambar soal. Subjek A bersama subjek yang
A l k B 1 2 3 4 1 2 4 3 g
lain mampu menyebutkan pasangan sudut yang saling dalam berseberangan yaitu sudut A4 dengan sudut B2.
Pada kegiatan evaluasi, kemampuan subjek untuk menentukan sudut dalam berseberangan nampak pada proses pengerjaan soal nomer 8. Dalam soal disajikan gambar sudut seperti tampak pada gambar 5. 16 berikut ini.
(Gambar 5.16 Gambar sudut soal no 8)
Dari gambar sudut itu, salah satunya dipertanyakan sudut-sudut dalam berseberangan. Subjek A mampu menentukan sudut dalam berseberangan dengan menuliskan jawaban benar yaitu sudut dalam berseberangan adalah sudut RQS dengan WRQ.
h. Perkembangan kemampuan mempelajari sudut luar berseberangan
Perkembangan subjek mempelajari sudut luar berseberangan dimulai dari subjek memperoleh pengetahuan mengenai sudut luar berseberangan dari penjelasan guru hingga subjek mampu menentukan sudut luar berseberangan yang lain yang ditanyakan guru.
Subjek memperoleh pengetahuan mengenai sudut luar berseberangan pada gambar perpotongan garis yang membentuk sudut yang dibuat oleh guru di papan tulis (lihat gambar 5. 9 hal 142). Dari gambar tersebut, guru menyebutkan pasangan sudut luar berseberangan. Pasangan sudut luar berseberangan yang disebutkan guru adalah sudut A1 dengan B3. Ketika pembahasan soal pada LKS,
U S R Q P W T 2 1 3 4 1 2 1
guru menanyakan pasangan sudut luar berseberangan yang nampak pada gambar soal (lihat gambar 5.15, hal 148) dan subjek A mampu menyebutkan pasangan sudut luar berseberangan yaitu sudut A1 dengan sudut B3. Subjek juga mampu menunujukkan sudut luar berseberangan yang lain yaitu sudut P1 luar berseberangan dengan sudut Q3 dengan besar sudutnya 120°.
i. Perkembangan kemampuan mempelajari sudut dalam sepihak
Dengan mengamati gambar sudut seperti yang terlihat pada gambar 5. 9 (hal 142), guru menyebutkan pasangan sudut dalam sepihak, yaitu sudut A3 dengan sudut B4. Dari gambar tersebut guru juga menanyakan pasangan sudut dalam sepihak yang lain, subjek menjawab pertanyaan guru dengan menyatakan bahwa sudut A2 dengan B1 merupakan sudut dalam sepihak. Namun ketika membahas soal pada LKS, subjek mengalami kesalahan dalam menjawab pertanyaan dari guru. Dalam soal diperlihatkan gambar sudut seperti yang terlihat pada gambar 5.15 (hal 148). Dari gambar sudut seperti yang terlihat pada gambar 5.15, guru menanyakan jenis dari pasangan sudut A3 dengan sudut B2, subjek menjawab bahwa kedua sudut itu saling berpelurus. Guru kembali menunjukkan pasangan sudut yang dimaksud dan menanyakan jenis sudutnya. Subjek yang lain, yaitu subjek C dan subjek D menjawab pertanyaan guru dengan memberikan jawaban bahwa sudut A3 dengan sudut B2 merupakan sudut dalam sepihak. Guru membenarkan jawaban tersebut sehingga subjek A mengetahui kesalahannya dan mengetahui jenis sudut A3 dengan sudut B2 merupakan sudut dalam sepihak.
Pada kegiatan evaluasi, kemampuan subjek untuk menentukan sudut dalam sepihak nampak pada proses pengerjaan soal nomer 8. Dalam soal disajikan gambar sudut seperti tampak pada gambar 5.16 (hal 149). Dari gambar sudut itu, salah satunya dipertanyakan sudut-sudut dalam sepihak. Subjek A mampu menentukan sudut sepihak dengan memberikan jawaban benar, yaitu subjek menjawab sudut sepihak adalah sudut TQR dengan WRQ.
j. Perkembangan kemampuan mempelajari sudut dalam sehadap
Perkembangan kemampuan subjek mempelajari sudut sehadap dimulai ketika membahas soal pada lembar kerja siswa, subjek A bersama dengan subjek yang lain, mengalami kesalahan menyatakan pasangan sudut sehadap.
(Gambar 5.17 Gambar sudut pada soal di LKS)
Dari gambar sudut seperti yang terlihat pada gambar 5. 17 di atas, subjek A bersama dengan subjek yang lain menyatakan bahwa sudut P1 dan Q4 sebagai sudut sehadap. Jawaban ini belum tepat, sehingga karena kesalahan tersebut, guru memberikan penjelasan mengenai sudut sehadap dengan menggunakan gambar sudut sebelumnya, yaitu tampak pada gambar 5. 9 (hal 142) dengan menunjukkan yang dimaksud sudut sehadap adalah sudut A1 dengan sudut B1, sehingga subjek A memperoleh pengetahuan mengenai pasangan sudut sehadap dan dapat menyebutkan pasangan sudut sehadap pada gambar 5.17, yaitu sudut P1 dan Q1.
P Q A B 1 1 2 3 4 2 3 4
Pada kegiatan evaluasi, kemampuan subjek untuk menentukan sudut sehadap nampak pada proses pengerjaan soal nomer 8. Dalam soal disajikan gambar sudut seperti tampak pada gambar 5. 16 (hal 149). Dari gambar sudut itu, salah satunya dipertanyakan sudut-sudut dalam sehadap. Subjek belum mampu menentukan sudut-sudut sehadap dari gambar soal, karena subjek menjawab sudut sehadap adalah sudut TQP dengan WRU, dalam hal ini jawaban subjek belum tepat, sudut TQP dengan WRU bukan merupakan sudut sehadap.