• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menghitung kebutuhan pekerja dan Jam Kerja

BAB IV : Pembahasan

4.5 Menghitung kebutuhan pekerja dan Jam Kerja

dibawah task biaya tidak langsung > klik kanan (Indent)> letakkan pointer pada task biayatidak langsung > Assign Resources (Alt+F10) > pilih biaya tidak langsung > unit (1)

Secara otomatis Microsoft project akan mengakumulasikan besar biaya tidak langsung.

Dari proses ini selanjutnya diketahui durasi untuk menyelesaikan proyek adalah 75 hari dengan biaya RP 25.106.605.670,00

Kofisien tenaga kerja

a. Pekerja : 0,7843 b. Tukang : 1,3725 c. Mandor : 0,0980 Mencari Kebutuhan Pekerja

Kebutuhan Pekerja : Koefesien Pekerja x Volume sisa Durasi Crash

a. Pekerja : 0,7843 x 615,35 / 5 : 96,52 b. Tukang : 1,3725 x 615,35/ 5 : 168,91 c. Mandor : 0,0980 x 615,35 / 5 : 12,06

Hasil perhitungan kebutuhan pekerja dengan penambahan tenaga kerja dan jam kerja 0 jam lembur dapat di lihat pada lampiran 05.

Selanjutnya melakukan penginputan hasil analisa metode percepatan kebutuhan tenaga kerja ke Microsoft Project, maka biaya item pekerjaan akan berubah secara otomatis.

Setelah melakukan penginputan hasil analisa metode percepatan kebutuhan tenaga kerja ke Microsoft Project, menghasilkan biaya tambahan sebesar Rp 23.386.463.928,00 dan durasi pekerjaan yang baru yaitu 63 hari kerja sehingga durasi pekerjaan sudah berada pada keadaan normal.

b. Penambahan Tenaga Kerja dan Jam Kerja 1 Jam lembur (Skenario 2) Untuk mengetahui biaya penambahan tenaga kerja dan jam kerja 1 jam maka perlu di analisis terlebih dahulu kebutuhan pekerja untuk selanjutnya diinput ke dalam aplikasi ms project.

Contoh perhitungan Analisa metode percepatan bahan dan kebutuhan tenaga kerja dengan penambahan jam lembur selama 1 jam.

Nama item pekerjaan : Beton mutu sedang f'c 30 MPa lantai Jembatan

Volume sisa : 615,35 m3 Crash durasi : 5 hari Kofisien tenaga kerja

a. Pekerja : 0,7843 b. Tukang : 1,3725 c. Mandor : 0,0980

Kebutuhan pekerja :

Koefisien Pekerja x (KP harian – KP Lembur)

a. Pekerja : 0,7843 x (123,07 – 12,31) : 86,87 b. Tukang : 1,3725 x (123,07 – 12,31) : 152,02 c. Mandor : 0,0980 x (123,07 – 12,31) : 10,85

Hasil perhitungan kebutuhan pekerja dengan penambahan tenaga kerja dan jam kerja 1 jam dapat di lihat pada lampiran 06.

Setelah mengetahui kebutuhan pekerja dan bahan, maka selanjutnya dilakukan analisa jumlah jam lembur (overtime work) dan jumlah total jam kerja (total work) selama pelaksanaan pekerjaan.

Dibawah ini adalah contoh perhitungan jumlah jam lembur dan jumlah jam kerja

Overtime work = jam lembur (jam) x jumlah pekerja x durasi metode percepatan

Pekerja : 1 x 86,87 x 5 : 434,36 jam Tukang : 1 x 152,02 x 5 : 760,11 jam Mandor : 1 x 10,85 x 5 : 54,270 jam Total Work = Work + Ovt. Work

Pekerja : 3474,86 + 434,36 : 3909,21 jam Tukang : 6080,89 + 760,11 : 6841,00 jam Mandor : 434,19 + 54,27 : 488,46 jam

Hasil perhitungan overtime work total work tenaga kerja dan jam kerja 1 jam dapat di lihat pada lampiran 07.

Selanjutnya melakukan penginputan jumlah jam lembur (overtime work) dan jumlah total jam kerja (total work) kebutuhan tenaga kerja dengan penambahan jam lembur selama 1 jam ke Microsoft Project, maka biaya item pekerjaan akan berubah secara otomatis.

Setelah melakukan penginputan hasil analisa metode percepatan kebutuhan tenaga kerja ke Microsoft Project, menghasilkan biaya sebesar Rp 24.074.510.663,00 untuk item pekerjaan yang berada pada jalur kritis yang telah dilakukan metode percepatan dan durasi pekerjaan yang baru yaitu 63 hari kerja sehingga durasi pekerjaan sudah berada pada keadaan normal.

c. Penambahan tenaga kerja dan jam kerja 2 jam lembur (Skenario 3)

Untuk mengetahui biaya penambahan tenaga kerja dan jam kerja 2 jam maka perlu dianalisis terlebih dahulu kebutuhan pekerja untuk selanjutnya diinput ke dalam aplikasi ms project.

Contoh perhitungan Analisa metode percepatan bahan dan kebutuhan tenaga kerja dengan penambahan jam lembur selama 2 jam.

Nama item pekerjaan : Beton mutu sedang f'c 30 MPa lantai Jembatan

Volume sisa : 615,35 m3 Crash durasi : 5 hari Kofisien tenaga kerja :

a. Pekerja : 0,7843 b. Tukang : 1,3725 c. Mandor : 0,0980 Kebutuhan pekerja :

Koefisien Pekerja x (KP harian – KP Lembur)

a. Pekerja : 0,7843 x (123,07 – 19,69) : 81,08 b. Tukang : 1,3725 x (123,07 – 19,69) : 141,89 c. Mandor : 0,0980 x (123,07 – 19,69): 10,13

Hasil perhitungan kebutuhan pekerja dengan penambahan tenaga kerja dan jam kerja 2 jam dapat di lihat pada lampiran 08.

Setelah mengetahui kebutuhan pekerja dan bahan, maka selanjutnya dilakukan analisa jumlah jam lembur (overtime work) dan jumlah total jam kerja (total work) selama pelaksanaan pekerjaan.

Dibawah ini adalah contoh perhitungan jumlah jam lembur dan jumlah jam kerja

Overtime work = jam lembur (jam) x jumlah pekerja x durasi metode percepatann

Pekerja : 2 x 81,08 x 5 : 810,80 jam Tukang : 2 x 141,89 x 5 : 1418,87 jam Mandor : 2 x 10,13 x 5 : 101,31 jam Total Work = Work + Ovt. Work

Pekerja : 3243,20 + 810,80 : 4054,00 jam Tukang : 5675,50 + 1418,87 : 7094,37 jam Mandor : 405,24 + 101,31 : 506,560 jam

Hasil perhitungan overtime work total work tenaga kerja dan jam kerja 2 jam dapat di lihat pada lampiran 09.

Selanjutnya melakukan penginputan jumlah jam lembur (overtime work) dan jumlah total jam kerja (total work) kebutuhan tenaga kerja dengan penambahan jam lembur selama 2 jam ke Microsoft Project, maka biaya item pekerjaan akan berubah secara otomatis.

Setelah melakukan penginputan hasil analisa metode percepatan kebutuhan tenaga kerja ke Microsoft Project,

menghasilkan biaya sebesar Rp 24.005.857.771 untuk item pekerjaan yang berada pada jalur kritis yang telah dilakukan metode percepatan dan durasi pekerjaan yang baru yaitu 63 hari kerja sehingga durasi pekerjaan sudah berada pada keadaan normal.

d. Penambahan tenaga kerja dan jam kerja 3 jam lembur (Skenario 4) Untuk mengetahui biaya penambahan tenaga kerja dan jam kerja 3 jam maka perlu di analisis terlebih dahulu kebutuhan pekerja untuk selanjutnya di input ke dalam aplikasi ms project. Contoh perhitungan Analisa metode percepatan bahan dan kebutuhan tenaga kerja dengan penambahan jam lembur selama 3 jam.

Nama item pekerjaan : Beton mutu sedang f'c 30 MPa lantai Jembatan

Volume sisa : 615,35 m3 Crash durasi : 5 hari Kofisien tenaga kerja

a. Pekerja : 0,7843 b. Tukang : 1,3725 c. Mandor : 0,0980 Kebutuhan pekerja :

Koefisien Pekerja x (KP harian – KP Lembur)

a. Pekerja : 0,7843 x (123,07 – 23,50) : 78,10 b. Tukang : 1,3725 x (123,07 – 23,50) : 136,67 c. Mandor : 0,0980 x (123,07 – 23,50) : 9,76

Hasil perhitungan kebutuhan pekerja dengan penambahan tenaga kerja dan jam kerja 3 jam dapat di lihat pada lampiran 10.

Setelah mengetahui kebutuhan pekerja dan bahan, maka selanjutnya dilakukan analisa jumlah jam lembur (overtime work) dan jumlah total jam kerja (total work) selama pelaksanaan pekerjaan. Dibawah ini adalah contoh perhitungan jumlah jam lembur dan jumlah jam kerja

Overtime work = jam lembur (jam) x jumlah pekerja x durasi metode Percepatann

Pekerja : 3 x 78,10 x 5 : 1171,45 jam Tukang : 3 x 136,67 x 5 : 2050,00 jam Mandor : 3 x 9,76 x 5 : 146,370 jam Total Work = Work + Ovt. Work

Pekerja : 3123,86 + 1171,45 : 4295,31 jam Tukang : 5466,66 + 2050,00 : 7516,65 jam Mandor : 390,330 + 146,370 : 536,710 jam

Hasil perhitungan overtime work total work tenaga kerja dan jam kerja 3 jam dapat di lihat pada lampiran 11.

Selanjutnya melakukan penginputan jumlah jam lembur (overtime work) dan jumlah total jam kerja (total work) kebutuhan tenaga kerja dengan penambahan jam lembur selama 3 jam ke Microsoft Project, maka biaya item pekerjaan akan berubah secara otomatis.

Setelah melakukan penginputan hasil analisa metode percepatan kebutuhan tenaga kerja ke Microsoft Project, menghasilkan biaya sebesar Rp 23.970.499.788,00 untuk item pekerjaan yang berada pada jalur kritis yang telah dilakukan metode percepatan dan durasi pekerjaan yang baru yaitu 63 Hari kerja sehingga durasi pekerjaan sudah berada pada keadaan normal.

d. Penambahan tenaga kerja dan jam kerja 4 jam lembur (Skenario 5) Untuk mengetahui biaya penambahan tenaga kerja dan jam kerja 4 jam maka perlu di analisis terlebih dahulu kebutuhan pekerja untuk selanjutnya di input ke dalam aplikasi ms project. Contoh perhitungan Analisa metode percepatan bahan dan kebutuhan tenaga kerja dengan penambahan jam lembur selama 4 jam.

Nama item pekerjaan : Beton mutu sedang f'c 30 MPa lantai Jembatan

Volume sisa : 615,35 m3 Crash durasi : 5 hari Kofisien tenaga kerja

a. Pekerja : 0,7843 b. Tukang : 1,3725 c. Mandor : 0,0980 Kebutuhan pekerja :

Koefisien Pekerja x (KP harian – KP Lembur)

a. Pekerja : 0,7843 x (123,07 – 24,61) : 77,22

b. Tukang : 1,3725 x (123,07 – 24,61) : 135,13 c. Mandor : 0,0980 x (123,07 – 24,61) : 9,650

Hasil perhitungan kebutuhan pekerja dengan penambahan tenaga kerja dan jam kerja 4 jam dapat di lihat pada lampiran 12.

Setelah mengetahui kebutuhan pekerja dan bahan, maka selanjutnya dilakukan analisa jumlah jam lembur (overtime work) dan jumlah total jam kerja (total work) selama pelaksanaan pekerjaan.

Dibawah ini adalah contoh perhitungan jumlah jam lembur dan jumlah jam kerja

Overtime work = jam lembur (jam) x jumlah pekerja x durasi metode percepatann

Pekerja : 4 x 77,22 x 5 : 1544,38 jam Tukang : 4 x 135,13 x 5 : 2702,62 jam Mandor : 4 x 9,650 x 5 : 192,970 jam Total Work = Work + Ovt. Work

Pekerja : 3088,76 + 1544,38 : 4633,14 jam Tukang : 5405,23 + 2702,62 : 8107,85 jam Mandor : 385,950 + 192,970 : 578,920 jam

Hasil perhitungan overtime work total work tenaga kerja dan jam kerja 4 jam dapat di lihat pada lampiran 13.

Selanjutnya melakukan penginputan jumlah jam lembur (overtime work) dan jumlah total jam kerja (total work) kebutuhan tenaga kerja

dengan penambahan jam lembur selama 4 jam ke Microsoft Project, maka biaya item pekerjaan akan berubah secara otomatis.

Setelah melakukan penginputan hasil analisa metode percepatan kebutuhan tenaga kerja ke Microsoft Project, menghasilkan biaya sebesar Rp 23.960.087.429,00 untuk item pekerjaan yang berada pada jalur kritis yang telah dilakukan metode percepatan dan durasi pekerjaan yang baru yaitu 63 hari kerja sehingga durasi pekerjaan sudah berada pada keadaan normal.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Dari hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan ms. Project pada proyek penanganan longsoran kayulangi batas Provinsi Sulawesi Tengah dan akses Malili dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Adapun biaya penambahan jam kerja dan tenaga kerja masing-masing, hingga berada pada kondisi normal, yaitu:

a. Penambahan tenaga kerja + 0 jam kerja lembur didapatkan biaya sebesar Rp 23.386.463.928,00.

b. Penambahan penambahan tenaga kerja + 1 jam kerja lembur didapatkan biaya sebesar Rp 24.074.510.663,00.

c. Penambahan tenaga kerja + 2 jam kerja lembur didapatkan biaya sebesar Rp 24.005.857.77,00.

d. Penambahan tenaga kerja + 3 jam kerja lembur didapatkan biaya sebesar Rp 23.970.499.788,00.

e. Penambahan tenaga kerja + 4 jam kerja lembur didapatkan biaya sebesar Rp 23.960.087.429,00

2. Sehingga biaya terendah percepatan yang dilakukan yaitu dengan penambahan tenaga kerja + 0 jam kerja lembur yaitu sebesar Rp 23.386.463.928,00. dan dianggap menguntungkan dengan selisih Rp 1.826.528.072,00 dari biaya normal sebesar Rp 25.106.249.154,00.

Dokumen terkait