NO URAIAN ANGGARAN
8 Meningkatnya Derajat Kesehatan Masyarakat
BAB II CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH| II-77
kriteria Sangat Tinggi.
Untuk memperoleh “Indeks Kesehatan” dengan Formulasi Perhitungan sebagai berikut:
Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan oleh BPS Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan sebagaimana formulasi di atas diperoleh Indeks Kesehatan Tahun 2020 yaitu 77,55 dimana hasil ini menunjukkan sama dengan target yang telah ditetapkan yaitu 77,55.
b. Perbandingan antara realisasi kinerja tahun 2020 dengan tahun-tahun sebelumnya
Adapun perbandingan realisasi Tahun 2020 dengan tahun lalu dan tahun sebelumnya dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 3.38
Perbandingan Realisasi Kinerja 3 (tiga) Tahun terakhir
No Indikator Kinerja 2018 2019 2020
1 Indeks Kesehatan 77,05 77,58 77,55
Indeks Kesehatan cenderung meningkat dari tahun ke tahun, pada Tahun 2018 Indeks Kesehatan adalah 77,05 meningkat menjadi 77,58 di Tahun 2019 akan tetapi pada Tahun 2020 agak menurun menjadi sebesar 77,55.
c. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis dan standar nasional.
Perbandingan realisasi Tahun 2020 dengan target jangka menengah dan target nasional dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 3.39
Perbandingan Realisasi Kinerja 2020, Jangka Menengah dan Nasional No Indikator Kinerja
Realisasi Target 2020 Target Jangka
Menengah
Target Nasional
1 Indeks Kesehatan 77,55 77,03 78,98
d. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/Penurunan Kinerja serta Solusi yang Telah Dilakukan.
Penilaian Indeks Kesehatan merupakan representatif dari Indikator Umur Harapan Hidup (UHH), meningkatnya UHH pada suatu wilayah otomatis juga memberikan nilai ungkit terhadap indeks kesehatan di wilayah tersebut.
Beberapa faktor pendukung pencapaian kinerja ini, antara lain:
1) Adanya dukungan Pemerintah baik berupa penyiapan anggaran, Penyiapan Sumber Daya Manusia Kesehatan yang memiliki kompetensi dan penyiapan sarana prasarana akses pelayayanan kesehatan, maupun kebijakan/regulasi dalam hal standarisasi pelayanan kesehatan baik di tingkat pelayanan primer maupun di tingkat pelayanan rujukan
2) Adanya peningkatan kegiatan promotif dan kuratif dengan mendorong Kabupaten/Kota agar menjadikan PHBS dan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sebagai program prioritas.
3) Tersedianya sarana pelayanan kesehatan Pemerintah dan swasta yang bermitra dengan BPJS yang diharapkan dapat mendukung terlaksananya pelaksanaan kesehatan secara merata dan mampu menciptakan akses pelayanan khususnya di daerah terpencil, kepulauan dan perbatasan.
4) Aktifnya kader Posyandu dan kader-kader UKBM (Upaya kesehatan berbasis masyarakat) dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat.
5) Meningkatnya kualitas dan mutu tenaga kesehatan dengan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui Pelatihan-pelatihan teknis dan perbaikan manajemen SDM.
BAB II CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH| II-79
6) Meningkatnya teknologi di bidang informasi berimbas kepada meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
7) Adanya Komitmen bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam menyiapkan Dana Sharing untuk Pembiayaan Pelaksanaan Program Integrasi Jamkesda ke JKN yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 13 Tahun 2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Pelayanan Kesehatan Gratis di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2008 Nomor 15), sehingga dapat mengakomodir kendala pembiaayaan jaminan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
8) Sinergitas lintas program/sektor terkait dalam perencanaan dan pelaksanaan program/kegiatan pembangunan kesehatan
9) Pendayagunaan tenaga Kesehatan secara professional dan proporsional serta advokasi ke Pemerintah Kab/Kota, agar tenaga Kesehatan yang telah dilatih dapat difungsikan secara maksimal.
e. Analisis Atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Anggaran yang ditetapkan pada APBD TA 2020 untuk mendukung pencapaian sasaran ini terdiri dari 6 Program sebesar Rp33.123.104.377 dengan realisasi sebesar Rp24.112.165.349 atau 72,79%. Dibandingkan dengan capaian kinerja sasaran sebesar 100%, berarti tingkat efisiensi yang mendukung sasaran ini adalah sebesar 27,21%.
Tabel 2.40
Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
NO URAIAN ANGGARAN
TA 2020 REALISASI % 1 Program Pembangunan Rumah
Sakit Regional 4.218.331.350 756.804.273 17,94 2
Program Pengembangan Spesialisasi dan Kualitas Layanan Rumah Sakit
249.970.400 31.220.400 12,49
3
Program Pengembangan Spesialisasi dan Kualitas Layanan Rumah Sakit Sayang Rakyat
100.000.000
99.113.099
99,76
NO URAIAN ANGGARAN
TA 2020 REALISASI % 4
Program Pengembangan Spesialisasi dan Kualitas Layanan Rumah Sakit ST.
Fatimah
13.100.000
13.100.000
97,07
5 Program Pelayanan 1000 Hari
Pertama Kehidupan (Hpk) 7.845.310.900 6.259.489.402
79,79 6
Program Promosi Kesehatan, Bina Gizi Dan Kesehatan Ibu Dan Anak
20.696.391.727 16.952.438.175 81,91 Jumlah 33.123.104.377 24.112.165.349 72,79 Sumber: Laporan Keuangan TA. 2020 Unaudited
f. Analisis Program dan Kegiatan yang menunjang keberhasilan/kegagalan pencapaian pernyataan Kinerja
Program dan kegiatan yang mendukung pencapian sasaran diatas adalah:
1) Program pembangunan rumah sakit regional, dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, program ini didukung 4 (empat) Kegiatan;
2) Program pengembangan spesialisasi dan kualitas layanan rumah sakit, dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, program ini didukung 1 (satu) Kegiatan;
3) Program pengembangan spesialisasi dan kualitas layanan rumah sakit, dilaksanakan oleh UPT RSUD Sayang Rakyat, program ini didukung 1 (satu) Kegiatan;
4) Program pengembangan spesialisasi dan kualitas layanan rumah sakit, dilaksanakan oleh UPT RSKID ST. Fatimah, program ini didukung 1 (satu) Kegiatan;
5) Program pelayanan 1000 Hari pertama kehidupan (HPK), dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, program ini didukung 2 (dua) Kegiatan;
6) Program promosi kesehatan, bina gizi dan kesehatan ibu dan anak, dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, program ini didukung 26 (dua puluh enam) Kegiatan.
BAB II CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH| II-81
Sasaran strategis ini merupakan salah satu upaya mencapai mencapai misi ke-5 sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2018-2023 yaitu ”Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing Produk Sumber” dan tujuan ”Mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam secara berdaya saing tanpa mengabaikan kelestarian, daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup”. Sasaran ini didukung oleh Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Perkebunan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral. Untuk mengukur sasaran tersebut terdapat 1 (satu) indikator kinerja dengan analisis pencapaian sebagai berikut:
a. Perbandingan Antara Target dan Realisasi
Perbandingan antara target dan realisasi untuk indikator kinerja
“Produktivitas Total Daerah (Rp/Angkatan Kerja)” dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.41
Perbandingan Antara Target dan Realisasi
No Indikator Kinerja Target Kinerja Realisasi Capaian (%) 1 Produktivitas Total Daerah
(Rp/Angkatan Kerja) 80.719.198,89 76.913.142,88 95,28
Berdasarkan pengukuran pencapaian Sasaran Strategis 9 yaitu
“Meningkatnya Produktivitas dan Daya Saing Produk Sektor Perekonomian Berbasis Sumber Daya Alam“, realisasicapaian kinerja yaitu 95,28%, sehingga capaian kinerja Sasaran Strategis 9 tercapai dengan kriteria Sangat Tinggi.
Untuk memperoleh “Produktivitas Total Daerah (Rp/Angkatan Kerja)”
dengan Formulasi Perhitungan sebagai berikut:
SASARAN
9 Meningkatnya Produktivitas dan Daya Saing Produk