• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II II. LAPORAN EVALUASI DIRI

B. Profil Institusi

C.4 Sumber Daya Manusia 1. Latar Belakang

6 Meningkatnya sumber daya manusia yang

profesional dalam sistem tata kelola institute 70% 75% 80% a) Identifikasi akar Masalah

1) Tidak semua dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe tamatan dayah atau perguruan tinggi islam.

2) kurangnya informasi dan sosialisasi mengenai seminar karya ilmiah dan publikasi karya ilmiah (jurnal dan proceeding) bereputasi dan terakreditasi di tingkat Nasional maupun Internasional Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe

3) Kurangnya sosialisai mengenai HAKI ke dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe.

4) Kuota dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe yang minim dalam program desa binaan, safari ramadhan di daerah terpencil dan perbatasan, sehingga tidak semua dosen bisa terlibat pada program tersebut.

5) Masih minimnya tenaga kependidikan Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe yang mengikuti pendidikan dan pelatihan.

6) Minimnya kegiatan magang/pelatihan mewujudkan kinerja pelayanan prima.

7) Masih kurangnya kemampuan berbahasa asing pada dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe

Masih kurangnya kerja sama secara nasional dan internasional Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dengan perguruan tinggi lainnya baik itu nasional dan internasional yang menyebabkan dosen dan tenaga kependidikan Institusi Agama Islam

Negeri (IAIN) Lhokseumawe susah mendapatkan akses untuk mengikuti program short course, postdoktoral , magang, pertemuan ilmiah, secara nasional maupun internasional serta program magang, Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), secara nasional maupun internasional

b) Analisis keberhasilan

1) Terlibatnya dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dalam berbagai aktivitas keagamaan baik internal maupun eksternal. 2) Partisipasi aktif tenaga kependidikan Institusi Agama Islam Negeri

(IAIN) Lhokseumawe dalam berbagai aktivitas keagamaan baik internal maupun eksternal.

3) Peningkatan kualifikasi akademik dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe sesuai bidangnya masing-masing.

4) Keaktifan dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dalam seminar dan publikasi karya ilmiah (jurnal dan proceeding) bereputasi dan terakreditasi di tingkat Nasional maupun Internasional 5) Terlibatnya dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe

dalam program desa binaan, safari ramadhan di daerah terpencil dan perbatasan.

6) Partisipasi aktif tenaga kependidikan Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dalam kegiatan pendidikan, pelatihan baik formal maupun non-formal.

7) Partisipasi aktif dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dalam pengkajian, karya seni islami dan penelitian ilmiah

8) Pelibatan tenaga kependidikan Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dalam magang/pelatihan mewujudkan kinerja pelayanan prima.

9) Partisipasi aktif dosen dalam program short course, post doktoral, magang, pertemuan ilmiah, secara nasional maupun internasional. 10) Partisipasi aktif tenaga kependidikan dalam program magang,

Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), secara nasional maupun internasional

c) Faktor Pendukung

1) Surat Keputusan (SK) mengajar dalam rumpun ilmu Al Qur’an dan keislaman.

2) Mendapatkan undangan dan sertifikat sebagai narasumber dalam rumpun ilmu Al Qur’an dan keislaman

3) Dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe mengajar sesuai mata kuliah yang diampu.

4) Meningkatnya jumlah dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe yang berkualifikasi S3 dan mempunyai jabatan akademik lektor kepala.

Lhokseumawe dalam seminar karya ilmiah dan publikasi karya ilmiah (jurnal dan proceeding) bereputasi dan terakreditasi di tingkat Nasional maupun Internasional

6) Meningkatnya HAKI pada karya dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe.

7) Meningkatnya partisipasi dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dalam program desa binaan, safari ramadhan di daerah terpencil dan perbatasan.

8) Meningkatnya kualifikasi pendidikan, pangkat dan golongan pada dosen dan tenaga kependidikan Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe.

9) Tenaga kependidikan Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe mendapatkan undangan dan sertifikat pendidikan dan pelatihan.

10) Meningkatnya forum kajian ilmiah dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe.

11) Meningkatnya karya penelitian dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dari hasil kompetitif di dalam dan luar institusi. 12) Meningkatnya publikasi bereputasi dan terakreditasi di tingkat Nasional

maupun Internasional;

13) Meningkatnya karya-karya seni islami dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe.

14) Meningkatnya tenaga kependidikan Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe yang mengikuti magang/pelatihan mewujudkan kinerja pelayanan prima.

15) Meningkatnya dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe yang mengikuti program short course, postdoktoral, magang, pertemuan ilmiah, secara nasional maupun internasional 16) Meningkatnya tenaga kependidikan Institusi Agama Islam Negeri

(IAIN) Lhokseumawe dalam program magang, Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), secara nasional maupun internasional

d) Analisis Ketidakberhasilan

1) Masih ada dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe yang belum terlibatnya dalam berbagai aktivitas keagamaan baik internal maupun eksternal.

2) Masih kurangnya partisipasi aktif tenaga kependidikan Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dalam berbagai aktivitas keagamaan baik internal maupun eksternal.

3) Masih kurang keaktifan dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dalam seminar dan publikasi karya ilmiah (jurnal dan proceeding) bereputasi dan terakreditasi di tingkat Nasional maupun Internasional

4) Masih ada dosen yang belum terlibatnya dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dalam program desa binaan, safari

ramadhan di daerah terpencil dan perbatasan.

5) Masih kurangnya partisipasi aktif tenaga kependidikan Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dalam pendidikan, pelatihan baik formal maupun non-formal.

6) Masih kurangnya partisipasi aktif dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dalam pengkajian, karya seni islami dan penelitian ilmiah

7) Masih belum optimalnya keterlibatan tenaga kependidikan Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dalam magang/pelatihan mewujudkan kinerja pelayanan prima.

8) Masih kurangnya partisipasi aktif dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dalam program short course, post doktoral, magang, pertemuan ilmiah, secara nasional maupun internasional. 9) Masih kurangnya partisipasi aktif tenaga kependidikan Institusi Agama

Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dalam program magang, Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), secara nasional maupun internasional

e) Faktor Penghambat

1) Tidak semua dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe mampu mengajar dalam rumpun ilmu Al Qur’an dan keislaman.

2) Masih ada dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe yang ilmunya terbatasnya pada ilmu Al Qur’an dan keislaman.

3) Minimnya info mengenai seminar karya ilmiah dan publikasi karya ilmiah (jurnal dan proceeding) bereputasi dan terakreditasi di tingkat Nasional maupun Internasional di Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe

4) Masih kurangnya HAKI pada karya dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dikarenakan masih adanya dosen yang beranggapan HAKI sesuatu yang tidak diwajibkan.

5) Minimnya partisipasi dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dalam program desa binaan, safari ramadhan di daerah terpencil dan perbatasan, dikarenakan kuota dalam program tersebut tidak bisa menampung banyak dosen.

6) Masih minimnya tenaga kependidikan Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe yang mendapatkan undangan dan sertifikat pendidikan dan pelatihan.

7) Tidak semua tenaga kependidikan Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe yang mengikuti magang/pelatihan mewujudkan kinerja pelayanan prima.

8) Masih minimnya dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe yang mengikuti program short course, postdoktoral, magang, pertemuan ilmiah, secara nasional maupun internasional. 9) Masih minim tenaga kependidikan Institusi Agama Islam Negeri (IAIN)

Pelatihan (Diklat), secara nasional maupun internasional f) Tindak Lanjut yang akan dilakukan

1) Memberikan pendidikan tambahan kepada dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dibidang ilmu Al Qur’an dan keislaman.

2) Memaksimalkan informasi mengenai seminar karya ilmiah dan publikasi karya ilmiah (jurnal dan proceeding) bereputasi dan terakreditasi di tingkat Nasional maupun Internasional, serta memberikan support serta apresiasi kepada dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe agar setiap dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dapat mengikuti seminar karya ilmiah dan publikasi karya ilmiah (jurnal dan proceeding) bereputasi dan terakreditasi di tingkat Nasional maupun Internasional

3) Memberian sosialisai mengenai HAKI kedosen dalam bentuk workshop di lingkungan Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe. 4) Meningkatkan Kuota dosen dalam program desa binaan, safari

ramadhan di daerah terpencil dan perbatasan, sehingga semua dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe bisa terlibat pada program tersebut.

5) Mengadakan pendidikan dan pelatihan tenaga kependidikan didalam lingkungan Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dengan mengundang tenaga ahli yang kompeten dibidangnya.

6) Bekerja sama dengan bidang yang dapat memberikan kegiatan magang/pelatihan mewujudkan kinerja pelayanan prima kepada tenaga kependidikan.

7) Memberikan pelatihan berbahasa asing kepada dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe.

8) Menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi lainnya baik secara local, nasional dan internasional sehingga dosen dan tenaga kependidikan Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe mendapatkan akses untuk mengikuti program short course, postdoktoral, magang, pertemuan ilmiah, secara nasional maupun internasional

9) Membangun kerjasama tingkat lokal, nasional, dan internasional antara Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dan perguruan tinggi atau lembaga lainnya di tingkat local, nasional, dan internasional untuk pengembangan dan peningkatan kualitas tenaga kependidikan sehingga tenaga kependidikan dapat ikut serta program magang, Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), secara nasional maupun internasional

10) Memotivasi dan memberikan dukungan penuh kepada dosen yang sedang menempuh pendidikan S3 untuk segera menyelesaikan studinya, dan mendorong dosen yang berpredikat master untuk melanjutkan pendidikan ke tahap yang lebih tinggi (S3).

tenaga kependidikan secara merata untuk mendapatkan pelatihan dan pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan yang sesuai dengan keahlian dan profesinya serta kepangkatan akademik.

12) Mengajukan dosen dan tenaga kependidikan yang berprestasi kepada rektor IAIN Lhokseumawe untuk dipertimbangkan untuk mendapatkan penghargaan setiap tahun.

13) Meningkatkan kualitas layanan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

14) Meningkatkan layanan dan informasi pengembangan SDM melalui bantuan studi lanjut, bimbingan studi lanjut, layanan diklat di luar, magang, seminar dan workshop.

Memberikan sosialisasi mengenai perkembangan pengajuan jabatan fungsional akademik dan sertifikikasi dosen berdasarkan ketentuan yang berlaku