BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
MENTERI DALAM NEGERI:
Terima kasih Ketua.
Kalau kami tentu senang-senang saja, tetapi inikan sudah ditunjuk oleh Presiden yang mewakili pemerintah. Karena itu, kami sarankan kalau bisa dipembahasan yang terkait dengan tiga menteri tersebut barangkali bisa dimintakan pendapatnya menteri-menteri tersebut. Kami juga akan berkoordinasi dengan ketika menteri tersebut.
Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Terima kasih.
Ampresnya begitu Ibu Nurul, amanat Presidennya sudah seperti itu. ada lagi? 44
F.PKS (HERMANTO, SE, MM):
Terima kasih Ketua.
Menanggapi usulan dari DPD, saya melihat memang ada urgensinya bahwa pandangan-pandangan DPD ini juga perlu diserap ya ke dalam pembahasan-pembahasan di Pansus ini, tentu tetap kita memperhatikan koridor yang ada itu Tata tertib dan juga undang-undang yang tersedia,. Namun demikian, memang ada ruang ya untuk DPD bisa memberikan pandangan-pandangannya dalam pembahasan RUU Pemerintahan Daerah atau pun juga tentang desa ya. saya merujuk kepada RUU tentang Jogja begitukan, nah inikan DPD juga diikutsertakan, barangkali kita merujuk ke sana dan soal DIM barangkali untuk sekedar untuk memberikan sumbangan pemikiran saya pikir kita terima saja DIM-nya begitu. Demikian Pak Ketua.
KETUA RAPAT:
Terima kasih.
Jadi begini, menjawab pertanyaan Pak Wayan tadi, jadi kitasesuai dengan Undang-Undang Dasar saja dan MD3 harus tetap kita pakai meskipun Pak Suhud tadi, kita tidak perlu kaku-kaku betul bagaimana teknis pelibatan di dalam proses pembikinan undang-undang akan kita selesaikan di intern fraksi-fraksi Pak begitu Pak. Jadi Bapak jangan ngambil kesimpulan bahwa kami sudah diizinkan oleh Pimpinan Pansus ini-ini tidak, nanti akan kita kasih tahu Pak biar enak. Kita sudah tahu ini-ininya maksud baik dari teman-teman DPD, tetapi kita juga tidak mau melampau kewenangan Pimpinan DPR RI Pak. Saya hanya kopral Pak di sini, jadi tidak ambil keputusan Pak Wayan ya? jadi itu Saudara-saudara sekalian, pemerintah mohon bisa disepakati mekanisme yang sudah kita bagi kepada Bapak-bapak, apakah masih ada yang protes Pak Muqowam?
F.PPP (Drs. H. AKHMAD MUQOWAM):
Ya soal mekanisme saya kira sudah standart itu, saya kira ya soal jadual ini, ini bukan teknis, tetapi soal bagi waktu ini.
KETUA RAPAT:
Mohon maaf Pak, kalau jadual intern Pansus Pak.
F.PPP (Drs. H. AKHMAD MUQOWAM):
Bukan, kaitannya dengan desa ini sekaligus. Bagaimana bapak itu?
KETUA RAPAT:
Oh bukan Pemda doang ini?
F.PPP (Drs. H. AKHMAD MUQOWAM):
Tidak, kan Anggotanya sama inikan sebetulnya apa namanya kembar siam saja, kepalanya duakan? Rencana ini pukul 10.00 sampai pukul 13.00 ini dua undang-undang. Satu saja sudah pukul 14. 45 menit dan Pak Menteri nanti ke PKS bukan partai ya Pak, tetapi penyelesaian konflik dan sengketa itu, apa penanganan konflik sosial. Lah inikan pasti mundur lagi. kita sepakat bahwa secara internal ini undang-Undang Pemda dan Desa inikan seiring sejalan, tetapi Pemda selangkah lebih maju begitukan. Lah inikan mempengaruhi keseluruhan jadual. Karena itu, usul konkrit saya adalah hari ini Pemda selesai, Desa kita tunda, tunda untuk hari Rabu. Hari Rabu itu mestinya adalah jawaban dari pemerintah atas fraksi dan DPD, sehingga mundur lagi, sehingga hari Rabu itu adalah khusus Pansus Desa, kemudian setelah itu pertemuan berikutnya adalah tanggal berapa itu ya? itu adalah jawaban pemerintah atas RUU Pemda pagi dan siangnya adalah desa. Ya tanggal 9 saya kira, jadi mundurnya satu itu karena memang begitu.
45
Kemudian setelah itu kalau belum ada reses, maka Pemda boleh ada RDP, desa akan ada RDPU karena memang untuk desa saya informasikan bahwa sudah antri ini Pak Mendagri yang masukan ini. Soal Pemda kan saya kira juga ada, tetapi desa itu sangat ekslusif itu yang ingin memberi masukan. Jadi konkritnya begitu Ketua, hari ini kita tutup, desanya hari Rabu, kemudian forum pertama setelah itu adalah pemerintah menjawab atas RUU Pemda dan yang kedua adalah pemerintah menjawab desa setelah itu baru kita nanti menyesuaikan. Karena itu, kita tidak perlu detail jadual ini fleksible sajalah, walaupun kadang-kadang yang kaku itu bisa lebih masuk duluan, tetapi fleksible lebih baik saya kira. Saya kira demikian Pak.
KETUA RAPAT:
Terima kasih atas koreksinya Pak Muqowam.
Jadi untuk hari ini cukup untuk pandangan pemerintah RUU Pemda, kemudian hari Rabu tanggal 4 jawaban pemerintah atas RUU Pemda, kemudian pada tanggal ...
F.PPP (Drs. H. AKHMAD MUQOWAM):
Tanggal 4 penjelasan Pak untuk desa Pak, kemudian setelah itu baru nanti jawaban pemerintah atas pandangan fraksi dan DPD terhadap Pemda dan desa.
KETUA RAPAT:
Baik, berarti tanggal 4 adalah pandangan pemerintah tentang RUU Desa, kemudian hari Senin berikutnya Pak Muqowam dan Bapak-bapak sekalian itu pandangan pemerintah atas tanggapan fraksi-fraksi terhadap atau jawaban pemerintah terhadap pandangan-pandangan fraksi-fraksi dan DPD terhadap Rancangan Undang-Undang Pemda dan Desa. Jadi pada hari Senin yang akan datang itu, satu forum ya kita break dalam beberapa saat untuk membedakan forum yang satunya. itu saja, jadi kira-kira itu tadi yang direvisi sedikit. Pemerintah setuju Pak ya? pemerintah hari Rabu dan hari Senin depan.
MENTERI DALAM NEGERI:
Pak Ketua, saya setuju saja dengan usulan itu, hanya yang tanggal 9 itu kalau mungkin ditinjau lagi karena ini sudah ada janji acara di Jawa Timur ya mengenai penyerahan hasil kabupaten yang sudah selesai E-KTP-nya. Apa bisa digeser sedikit begitu?
KETUA RAPAT:
Terima kasih Saudara Mendagri.
Jadi kalau hari Senin tidak bisa, hari Selasa kita rapat paripurna ya bisanya lagi hari Rabu lagi Pak atau kalau Bapak Senin sore tidak mungkin Pak ya?
MENTERI DALAM NEGERI:
Tidak mungkin tanggal 11 April ya Pak.
KETUA RAPAT:
Kita hari Rabu tanggal 11 April terima kasih. Oh masih ada lagi Pak Suhud?
F.PDI P (NURSUHUD):
Nanti hari Rabu RUU Desa ya? hari Rabu ini, jadi supaya memang alasannya juga tepat. Jadi saya setuju sama Pak Muqowam tentang jadual yang tertib begitu, saya suka sekali, hanya kan mesti jangan sampaikan jadual itu penentunya satu pihak tidak boleh itu dan jangan-jangan Pak Muqowam hari ini ada
46
acara juga kan? Lihat rapihnya hari ini, saya menduga dia akan memanfaatkan Saudara Menteri ada acara berikutnya dia ikutkan, padahal kita tidak ada acara sama Pak Ibnu Munzir sampai sore nantikan? Justru hari Rabu kita berfikir ulang padat tidak kita begitu. Mungkin itu penting, jadi tidak mesti usulan Ketua Pansus kita akomodir biar tidak didikte jadual kita itu penting itu, tetapi yang juga penting lagi Pak Umam bagaimana nanti efektifitas rapat mulai kita latih dalam tradisi berpolitik kita begitu saja. jadi sangat tidak efektif rapat kita itu bagaimana biar efektif silakan kan Saudara Pimpinan mulai mengatur berlatih rapat efektif.
Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Terima kasih Saudara Nursuhud.
Ya mohon maaf karena ini senior-senior semua yang saya pimpin, jadi saya tidak enak juga, ada perasaan tidak enak kan, tetapi begini, memang saya tidak membatasi waktu itu tradisi Pimpinan Pansus membatasi waktu dengan harapan tadi, DPD sedikit ya tenggang rasa, sehingga perdebatan ini lebih panjang daripada pembacaan teks yang diusulkan. Mau saya begitu, tetapi sebagai orang Jawa saya tidak perlu membatasi dianggap orang otoriter ya teman-teman tahu diri. Tadinya begitu perasaan saya. Ke depan saya batasi Pak Suhud waktunya dengan tegas.
Demikian para Anggota Pansus RUU Pemda, pemerintah, DPD yang saya hormati, mudah-mudahan tidak ada yang interupsi lagi. mekanisme yang tadi kita bacakan bisa disepakati dengan beberapa catatan-catatan yang secara teknis, nanti akan kita sampaikan. Bisa disepakati?