• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menurut Usry Hammer dalam bukunya Cost Accounting

Dalam dokumen (STUD! KASUS PADA PT. TRITAMA TEXINDORAYA) (Halaman 61-77)

pengertian perencanaan adalah sebagai berikut:

"Planning is the process of sensing external opportunities and

threats, determining desirable objectives, and employing

recources to accomplish the objectives (7:3) Sedangkan pengertian perencanaan menurut Stephen P.

Robbins dalam bukunya Management adalah :

Planning encompasses defining the organization's objectives or goals, establishing an overall strategy for achieving these goals, and developing a comprehensive hierarchy of plan to integrate and coordinate activities. It is concerned, then, with ends (what is to be done) as well as with means (how to be done). (14 :187) Dan pengertian perencanaan menurut Joseph W. Wilkinson, yang dialih bahasakan oleh Agus Maulana dalam bukunya Sistem Informasi Akuntansi jilid 1,

"memutuskan (a) altematif rangkaian tindakan mana yang seharusnya dijalankan dalam menyelesaikan suatu masalah dan (b) bagaimana melaksanakan tindakan yang dipilih." (23 : 108 ) Dari ketiga pengertian perencanaan tersebut dapat disimpulkan , bahwa pengertian perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dari altematif yang tersedia dengan

mengkoordinasikan aktivitas guna pemanfaatan sumber daya secara optimal untuk pencapaian tujuan organisasi.

2.2.1.2. Jenis-jenis Perencanaan

Menurut Stephen P. Robbins dalam bukunya Management jenis-jenis perencanaan adalah sebagai berikut:

1) Strategic versus Operational plans

Plans that apply to the entire organization, that establish the organization's overall objectives, and that seek to position the organization In term of Its environment are called strategic plans. Plans that specify the details of how the overall objectives are to be achieve are called operational plans. Stateglc and Operational plans differ In their time frame, their scope, and whether or not they Include a know set of organizational objectives.

2) Short - Term versus Long Term Plans

Financial analysts traditionally describe Invesment returns as shorts, Intermediate, and long term. The short term covers less than one year. Any time frame beyond five years Is classified as longbterm. The Intermediate

them cover the perlode In beetwen.

3) Specific versus Directional Plans

It seems Intuitively correct that specific plans are always preferable to directional, or loosely guided plans. Specific Plan have clearly defined objectives. There Is no ambiguity, no problem with misunderstandings.

Directional plans Identify general guidelines. They provide focus but do not lock management Into specific objectives or specific courses of action. ( 14 : 190 ) Sedangkan jenis-jenis perencanaan menurut T. Hani Handoko dalam bukunya Manajemen diklasifikasikan sebagai

berikut:

I) Bidang fungsional, mencakup rencana produksi, pemasaran, keuangan, dan personalia. Setiap factor memerlukan tipe-tipe perencanaan yang berbeda.

Misal, rencana produksi akan meliputi perencanaan kebutuhan bahan, scheduling produksi, jadwal pemeliharaan mesin dan sebagainya. Sedang rencana pemasaran berisi target penjualan, program promosi,

dan sebagainya.

2) Tingkatan organisasional, termasuk keseluruhan organisasi atau satuan-satuan kerja organisasi.

Teknik-teknik dan isi perencanaan berbeda untuktingkatan yang berbeda pula.

3) Karakteristik-karakteristik (sifat) rencana, meliputi factor-faktor kompleksitas, fleksibilitas, keformalan, kerahasiaan, biaya reasionalitas, kuantitatif dan kualitatif. Misal rencana pengembangan produkbiasanya bersifat rahasia; rencana produksi lebih bersifat kuantitatif dibandingkan rencana

personalia.

4) Waktu,menyangkut rencana jangka pendek, menengah

dan jangka panjang.

5) Unsur-unsur rencana, daiam wujud anggaran,

program, prosedur, kebijakan, dan sebagainya.

(20 : 84-85)

Jadi dari penjabaran tersebut perencanaan dapat diklasifikasikan berdasarkan bidang fungsional, tingkatan organisasi, sifat, waktu serta unsur-unsur rencana tergantung

bagaimana perencanaan itu dilakukan dan menentukan isi rencana

tersebut.

2.2.2. Proses Produksi

2.2.2.1. Pengertian Proses Produksi

Sebelum membahas mengenai pengertian proses produksi, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu arti dari kata proses dan produksi itu sendiri. Yang dimaksud dengan proses adalah cara.

Seiring dengan berkembangnya perusahaan, maka pada tahun 1993 PT. Ratna Sutera Alam merubah namanya menjadi FT. Tritama Texindoraya. Perubahan nama perusahaan ini dikarenakan adanya perubahan di dalam kepemilikan saham terbesar. Hingga kini PT. Tritama Texindoraya berada dalam naungan PT. Panasia Group Bandung.

Dalam menjalankan usahanya PT. Tritama Texindoraya memproduksi berbagai macam kain, seperti : Kain Doubel Fujitex, Kain Katun, Kain Thick dan Thin, Kain Mowe Creppe, Kain Santana, Kain Tissue velvet, Kain Georgette, Kain Heavy Georgette, dan Kain Viskin.

Hingga kini PT. Tritama Texindoraya telah mempunyai pangsa pasar yang cukup iuas, baik dalam negeri maupun dalam negeri. Untuk penjualan lokalnya tersebar di Surabaya, Jakarta, Semarang, dan Pekalongan, sedangkan penjualan untuk di luar negeri adalah seperti

Hongkong, Dubai, Paris, Malaysia, Singapur dan sekitar tahun 1996/1997 diekspor juga ke New York.

Perusahaan yang didirikan di atas tanah seluas kurang lebih 9 hektar ini mempunyai tujuan pendiriannya sebagai berikut:

1) Mendirikan dan menjalankan usaha perusahaan di bidang perindustrian, terutama industri tekstil berikut segala perlengkapan dan hal-hal lain yang berhubungan dengannya.

2) Melakukan perdagangan dalam arti kata yang seluas-luasnya, baik perdagangan lokal maupun eksport dari segala macam jenis barang

dagangan.

3) Meningkatkan keuntungan untuk mempertahankan kelangsungan hidup

perusahaan.

3.1.2. Struktur Organisasi

Struktur organisasi atau susunan organisasi menunjukan pola hubungan keija serta lalu lintas wewenang dan tanggung jawab dari masing-masing unit dalam organisasi. Dalam menjalankan usahanya PT.

Tritama Texindoraya mempunyai struktur organisasi yang jelas dan membagi-bagi kegiatannya dalaxn satuan unit keija yang mempunyai tugas

dan wewenang, yaitu:

1) Direktur

Direksi mempunyai tanggung jawab sebagai berikut;

(a) Bertanggung jawab dan mempunyai wewenang dalam keseluruhan kegiatan pelaksanaan pekeqaan dalam perusahaan

(b) Lingkup tugas mencakup perkiraan tentang potensi perusahaan,

menyusun kebijaksanaan perusahaan

2) Kepala Departemen Marketing

Kepala Departemen Marketing mempunyai wewenang dan tugas

sebagai berikut:

(a) Membawahi langsung Kepala Bagian Sales. Kepala Bagian

Logistik, dan Kepala Bagian Gambar.

(b) Membantu Direktur dalam mengkoordinir, mengawasi serta mengarahkan aktivitas yang berkaitan dengan penjualan, persediaan bahan baku dan design gambar.

(c) Bertanggung jawab terhadap pemasaran seluruh hasil produksi dan

strategi pemasaran yang dijalankan.

(d) Memilih dan memonitor pelanggan, sehingga penjualan dan pembayarannya dapat beijalan dengan lancar

3) Kepala Departemen Accounting, Keuangan dan Umum

Kepala Departemen Accounting, Keuangan dan Umum mempunyai

tugas dan wewenang sebagai berikut:

(a) Membawahi langsung Kepala Bagian General Accounting, Kepala Bagian Cost Accounting, Kepala Bagian Keuangan dan Kepala

Bagian Personalia.

(b) Bertugas membantu Direktur dalam menentukan rencana dan

kebijakan keuangan perusahaan, serta pengawasan terhadap operasi

serta harta perusahaan.

(c) Bertugas dalam mengarahkan bidang pengembangan sumber daya manusia, tata tertib dan ketenagakerjaan.

4) Kepala Departemen Produksi

Kepala Departemen Produksi mempunyai wewenang dan tugas sebagai

berikut:

(a) Membawahi langsung Kepala Bagian Weaving, Kepala Bagian Dying /finishing, Kepala Bagian Printing, Kepala Bagian Research

>■>

and Development, Kepala Bagian Pembelian dan Kepala Bagian

Utility Maintenance.

(b) Membantu Direktur dalam mengkoordinir, mengawasi serta mengarahkan aktivitis yang berhubungan dengan produksi.

(c) Bertanggung jawab terhadap tercapainya target produksi yang telah ditetapkan, serta kualitas produksi.

(d) Bertanggung jawab atas pemakaian bahan, spare parts, tenaga keija dan biaya lainnya seeflsien mungkin.

5) Kepala Bagian MPC {Marketing Planning Control) Kepala Bagian MPC mempunyai tugas sebagai berikut:

(a) Membuat estimasi Grey, Printing, dan pengiriman berdasarkan

Order Sheet.

(b) Membuat ^//ow up order, sehingga dapat diketahui apakah order yang diturunkan sudah dijalankan sesuai estimasi yang

direncanakan.

(c) Memberikan Process Card ke Bagian Produksi bila proses

produksi hendak dimulai.

(d) Bertanggung Jawab atas pemesanan Grey.

6) Kepala Bagian EDP {Entry Data Processing)

Kepala Bagian EDP mempunyai tugas sebagai berikut:

(a) Menangani semua masalah yang berhubungan dengan teknis software dan hardware.

(b) Membuat program untuk mempermudah semua proses yang

berhubungan dengan komputer.

(c) Melakukan control atas keseluruhan programming development.

(d) Melakukan pelatihan pada tenaga keija yang berhubungan dengan komputer (Data Entry Operator).

(e) Menangani pemesanan komputer.

7) Kepala Bagian PPIC {Production Planning and Inventory Control) Kepala Bagian PPIC mempunyai tugas sebagai berikut:

(a) Membuat rencana produksi berdasarkan target dan kapasitas

mesm.

(b) Mengontrol apa yang ditugaskan kepada Bagian Produksi masing-masing untuk mengendalikan kelancaran proses produksi

dan mutu yang dihasilkan.

(c) Memeriksa estimasi trace dan proof yang dibuat oleh Technical

Marketing.

(d) Membuat Intersheet yang merupakan surat perintah turun Grey.

(e) Memberikan masukan atau informasi kepada Bagian Produksi masing-masing setiap mendapatkan gangguan dalam proses

produksi.

8) Kepala Bagian Sales

Kepala Bagian Sales mempunyai tugas sebagai berikut:

(a) Membawahi secara langsung Staff Lokal, Staff Sales Ekspor

dan administrasi dokumen lokal dan ekspor.

Dalam dokumen (STUD! KASUS PADA PT. TRITAMA TEXINDORAYA) (Halaman 61-77)