B. Faktor-faktor sosial
3. Menyempitnya lapangan kerja di daerah asal
Lapangan kerja yang lebih terbatas pada sektor pertanian saja, yang mana pada saat ini sektor pertanian yang ada di Desa Pepandungan sudah tidak lagi menguntungkan bagi masyarakat. Selain itu karena tidak semua masyarakat di Desa Pepandungan memiliki lahan garapan yang memadai, sementara untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga lainnya, sebagian besar di antara
mereka memutuskan untuk merantau kedaerah lain. Daerah-daerah itu yang mereka anggap dapat memberikan harapan kepada mereka untuk mengumpulkan uang banyak. Hal ini memberikan gambaran bahwa rata-rata masyarakat Desa Pepandungan melakukan perantauan karena faktor ekonomi yang disebapkan berkurangnya lapangan kerja dan meningkatnya harga kebutuhan hidup (kebutuhan makan, sandang, papan, pendidikan anak dan kesehatan) ditambah tidak adanya alternatif pekerjaan lain yang bisa mereka lakukan karena rendahnya pendidikan mereka. Setiap keluarga harus mencukupi nafkah keluarganya, oleh karena itu mereka sadar bahwa tidak mungking bisa mengcukupi kebutuhan tersebut kalau hanya tinggal didesa yang hanya mengggantungkan hidup dari pekerjaan yang tidak menentu adanya, selain itu juga mereka menginnginkan adanya perubahan taraf hidup mereka menjadi lebih baik.
Oleh karena itu hasil penelitian ini secara umum menjelaskan bahwa masyarakat di Desa Pepandungan yang melakukan kegiatan merantau adalah merupakan sebuah bentuk usaha di dalam menjaga kebutuhan ekonomi keluarga, hal ini dapat di lihat dari banyaknya jumlah masyarakat Desa Pepandungan yang melakukan kegiatan merantau ini cukup tinggi, mereka berkeyakinan bahwa pada saat merantau perubahan pasti ada.
63 A. Kesimpulan
Berdasarkan deskripsi dan analisis data yang diperoleh mengenai Popularitas Merantau Sebagai Solusi Mendapatkan Kehidupan Yang Layak (Studi Deskriptif Perantau di Desa Pepandungan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang ), maka di dalam penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut yaitu :
1. Alasan masyarakat di Desa Pepandungan memilih untuk merantau karena di zaman reformasi saat ini memang banyak hal yang menjadi pertimbangan setiap individu atau masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari karena banyaknya kebutuhan yang harus di penuhi, di samping itu kebutuhan semakin hari semakin bertambah mahal, hal inilah mejadi faktor yang mendorong banyak masyarakat di Desa Pepandungan lebih memilih merantau. Namun pada dasarnya motifasi masyarakat Desa Pepandungan memilih merantau, lebih banyak karena dipaksa kondisi ekonomi keluarga dan keterbatasan lapangan kerja yang ada di daerah asalnya. Kemudian masyarakat di Desa Pepandungan meyakini bahwa kegiatan merantau ini sesunguhnya merupakan suatu upaya untuk membuat sesuatu yang awalnya buruk menjadi lebih baik dalam hal ini di Desa Pepandungan, pada dasarnya sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu, akan tetapi dengan adanya kegiatan merantau ini para
perantau di desa pepandungan sudah bisa menghidupi anggota keluarganya dari hasil jerih payah perantauan.
2. Adapun kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Pepandungan yang memilih untuk merantau berdasarkan analisis data yang di peroleh adalah masyarakat perantau yang ada di Desa Pepandungan sampai saat ini meyakin bahwa kegiatan merantau ini masih cukup menjanjikan untuk menghidupi kebutuhan keluarga sehari-hari dengan mengambil pekerjaan sebagai penambak di Kalimantan, bertani Kakao, Lada, dan cengkeh di Sulawesi Tenggara (Kolaka). Bahkan sebagian dari keluarga mereka sudah menetap di daerah perantauan karena di daerah rantau kehidupan mereka menjadi lebih baik dalam hal permasalahan perekonomian jika di bandingkan dengan keadaan mereka pada saat masih tinggal di kampung halamannya. Bisa di simpulkan bahwa rata-rata masyarakat perantau yang ada di Desa Pepandungan sukses di daerah rantauannya masing-masing, karena mereka menganggap bahwa ketika sudah bisa menghidupi kebutuhan keluarga sehari-hari itu sudah di kategorikan sukses.
B. Saran
Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan penelitian ini, maka peneliti memberikan beberapa saran yang diharapkan nantinya akan dapat memberikan manfaat yaitu :
1. Kepada para peratau masyarakat Desa Pepandungan yang telah sukses kiranya agar dapat membiayai keluarga yang masih sekolah agar bisa melanjutkan pendidikan sejauh mungkin.
2. Kepada para orang tua agar kiranya mempertimbangkan matang-matang sebelum menyuruh anak-anaknya untuk merantau, bukan hanya merantau satu-satunya cara untuk memperbaiki masalah perekonomian keluarga , dengan menuntut ilmu pun nantinya akan sukses, karena banyak keluarga yang sejahtera karena pendidikan yang baik.
3. Kepada Pemerintah setempat khusunya di Desa Pepandungan agar memperhatikan masyarakatnya yang merantau terutama mengenai kelengkapan data-data keluarga yang pergi merantau.
65
Barthos, B. 2009. Menejemen Sumber Daya Manusia. Edisi ke III, Jakarta: Bumi Aksara.
Cillessen, A. 2010. Kecerdasan Sosial Popularitas Remaja. Yogyakarta: DIVA prees.
De, Haas. 2008. Merantau Kembali sebagai Kegagalan dari Keberhasilan.
Jakarta: Pustaka Publisher.
Hartini, Kartasapoetra. G. 1992. Kamus Sosiologi dan Kependudukan. Jakarta:
Balai Pustaka.
Hamid, L. 2001. Sejarah Perantauan Orang Simpou ke Ambon. Jakarta: Kencana.
Howard, Jones. 2009. Teori Kesejahteraan Sosial. Jakarta: Erlangga.
Kato, Tsuyoshi. 2005. Adat Minangkabau dan Merantau dalam Prespektif Sejarah. Jakarta: Balai Pustaka
Kesuma. 2004. Tradisi Migrasi Etnis Madura. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Lucas, dkk. 1995. Pengantar Kependudukan. Yogyakarta: Gajahmada University Prees.
Machmud, Andi Tendri. 2009. Merantau ke Luar Negeri: Perubahan Sosial pada Komunitas Desa di Pantai Wakatobi Sulawesi Tenggara. (Jurusan Sosiologi). Makassar : Universitas Negeri Makassar
Mardalis. 2007. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara
Musa, La. 2003. Masyarakat Pedesaan dan Kota. Jakarta: Rineka Cipta.
Midgley, J . 2000. Instruction: Social Policy and Social Walfare. Jakarta: Balai Pustaka
Naim, Mochtar. 2013. Merantau, Pola Migrasi Suku Minangkabau. Edisi III.
Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Nimmo, D. 2008. Komunikasi Politik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Nuranisa, Andi. 2014. “Dinamika Kelompok Masyarakat Perantau Kasus Anggota Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Rumpun Sirappe dikota Bau-Bau”. (Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik). Makassar:
Universitas Hasanuddin.
Poerwadarminta. 2006. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Jakarta: Balai Pustaka.
Pius A, Partanto. 2001. Kamus Ilmiah Populer. Yogyakarta: Arkola Surabaya Suharto, S. 2006. Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial. Yogyakarta: Pustaka
Belajar.
Suud, Muhammad. 2006. Orientasi Kesejahteraan Sosial. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.
Soyoto, Agustinus. 2004. Konsep Keluarga Kreatif Sebagai Alternatif Perwujudan Keluarga yang Sejahtera. Edisi ke II, Jakarta: Erlangga.
Zain, Harun. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Edisi ke III. Jakarta:
PT. Balai Pustaka.
Literatur lain.
http://massenrengpulu.wordpres.com/pertama/sejarah-kab-enrekang/.
http://id.m.wikipedia.org/wiki/sejarah-perantau-org-bugis.
www.e-jurnal.com>2016/04/kontruksi-makna-budaya-merantau-di.html?m=1 www.academia.edu>jurnal-Nasional.com
tanggal 16 Desember 1993. Anak pertama dari lima bersaudara dan merupakan buah kasih sayang dari pasangan Hafid dan Nurhayati. Penulis menempuh pendidikan Sekolah Dasar di SDN 82 Dante Koa Desa Pepandungan, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang mulai tahun 2000 sampai tahun 2006.
Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di MTS Guppi Dante Koa Desa Pepandungan, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang dan tamat pada tahun 2009. Kemudian Tahun 2009 hingga tahun 2012 penulis melanjutkan pendidikan di MA Muhammadiyah Malua Kabupaten Enrekang.
Kemudian pada tahun 2012 penulis melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH) program Strata Satu (S1) Jurusan Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan penulis menyelesaikan studinya di Universitas Muhammadiyah Makassar Tahun 2017
No Aspek-Aspek yang di Obsevasi
1 Bagaimana respon masyarakat tentang kegiatan merantau ?
2 Apakah di keluarga anda sebelumnya sudah memang ada yang pergi merantau ?
3 Apa alasan anda sehingga memilih kegiatan merantau ini ?
4 Bagaimana perekonomian keluarga anda sebelum pergi merantau ? 5 Bagaimana respon anda terhadap pekerjaan yang di lakukan sebelum
merantau ?
6 Apakah karena di paksa kebutuhan keluarga sehingga masyarakat banyak yang pergi merantau ?
7 Apakah di daerah anda merantau penghasilan anda cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga ?
8 seringkah anda mengirimkan hasil anda di perantauan untuk keluarga di kampung halaman (isti/orang tua/anak) anda ?
9 Bagaimana pendapat anda tentang keluarga yang anda tinggalkan pada saat pergi merantau ?
10 Jika di bandingkan bagaimana pendapat anda mengenai perekonomian keluarga sebelum dan setelah anda merantau?
Nama :
Umur :
Jenis Kelamin :
Daerah Merantau :