• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. PROSES PRODUKSI TEH HITAM

3.3. Mesin dan Peralatan

bawah pinggir sebelah kiri peti mirip. Tiap-tiap corong diberi label sesuai dengan grade agar proses pengemasan tidak tercampur antara satu bubuk dengan bubuk lainnya.

Bubuk teh yang keluar dari corong akan dibawa ke tea bulker melalui conveyor. Pengemasan dilakukan apabila bubuk teh yang ditampung pada peti miring sudah mencapai 1 chop atau 20 kemasan papersack. Terdapat dua jenis pengemas yang digunakan di pabrik yaitu papersack (untuk ekspor luar negeri) dan karung plastik (untuk pemasaran dalam negeri). Kemasan papersack ini tersusun dari 4 lapisan berupa

alumunium foil atau craft laminate (paling dalam), high performance craft, weth

strength auto play dan ply standard.

3.3.Mesin dan Peralatan

Komponen mesin dan peralatan produksi merupakan hal yang sangat berpengaruhi terhadap produk akhir yang dihasilkan. Mesin merupakan alat yang memberi tenaga atau daya pakai secara mekanis dimana terdapat komponen yang dapat diatur secara mekanis misalnya memperbesar tenaga yang bekerja, mengubah arah gerak atau bahkan mengubah suatu gerak menjadi tenaga lain. Peralatan merupakan alat yang dijalankan secara manual oleh manusia atau dijalankan secara mekanis oleh mesin untuk melakukan pekerjaan. Berikut berbagai jenis mesin dan peralatan yang digunakan untuk mengolah teh hitam.

3.3.1. Pelayuan

Pada tahap pelayuan terdapat beberapa peralatan yang dipakai yaitu:

Withering Through (Palung Pelayuan)

Withering Through digunakan untuk menghamparkan pucuk daun teh pada prsoes

pelayuan sehingga fisik daun menjadi lemas dan mudah untuk digiling. Prinsip kerja WT yaitu mengalirkan udara segar dan udara panas yang berasl dari heat exchanger menggunakan blower dan dialiri dibawah hamparan pucuk teh segar. Daun dihampar dengan ketebalan 30-40 cm dari vishing net.

Spesifikasi teknis: Kapasitas : 1200 kg

Jumlah : 15 unit di ruang pelayuan, namun hanya 13 unit yang beroperasi.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 8. Withering Through

Cellular Tubular Heater (Tungku Pemanas)

Cellular Tubular Heater merupakan tungku pembakaran berbahan bakar kayu yang

menghasilkan udara panas. Udara panas yang dihasilkan, akan dialiri melalui cerobong menuju WT, sedangkan polusi asap akan dialiri melalui cerobong menuju luar pabrik. Suhu pemanas untuk pelayuan yaitu 60oC.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 9. Cellular Tubular Heater

Blower (Kipas Angin)

Blower berfungsi untuk menghembuskan udara segar dalam proses pelayuan. Biasanya

juga digunakan untuk mengalirkan udara segar yang bercampur dengan udara panas yang berasal dari Cellular Tubular Heater ke dalam withering trough. Terdapat 15 unit

blower di ruang pelayuan, namun hanya 13 unit yang beroperasi.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

32

Termometer

Alat ini digunakan sebagai pengukur suhu dan kelembapan. Berfungsi untuk mengukur dan mengontrol suhu di dalam withering trough.

Monorail

Monorail adalah alat transportasi di dalam pabrik. Alat ini diberfungsi untuk

mengangkut waring berisi pucuk teh dari ruang terima pucuk ke ruang pelayuan.

Kontering

Kontering berfungsi untuk mengantungkan waring berisi pucuk teh, kontering biasanya terletak mengantung pada monorail.

Waring

Waring adalah keranjang berbentuk jaring dengan kapasitas 20-30 kg, umumnya 25 kg. Berfungsi sebagai wadah pucuk daun teh dari kebun dan untuk mengangkut pucuk teh menuju ruang penggilingan pada saat proses turun layu.

3.3.2. Penggulungan, Penggilingan dan Sortasi Basah (Pengolahan Basah)

Pada tahap pengolahan basah terdapat beberapa peralatan yang dipakai yaitu:

Open Top Roller (OTR)

Mesin OTR berfungsi menggulung sekaligus memperkecil lembaran pucuk layu. Prinsip kerja mesin OTR disebut Single Action karena bagian atas lumbung berputar namun bagian bawah tidak, yang digerakkan oleh suatu elektromotor melalui as enngkol.

Spesifikasi teknis:

Diameter silinder : 1.183 mm

Kapasitas : 350-375 kg/proses Kecepatan putaran : 42-45 rpm

Jumlah : 3 unit, namun

hanya 2 unit yang beroperasi setiap harinya.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Press Cup Roller (PCR)

Mesin ini kegunaan sama dengan OTR, hanya saja pada mesin PCR dilengkapi alat untuk menekan bubuk sehingga dapat menggulung lebih kecil dan dapat mengeluarkan cairan sel dari dalam daun.

Spesifikasi teknis: Kapasitas : 300 kg

Jumlah : 3 unit, namun hanya 1 unit yang beroperasi setiap harinya.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 12. Press Cup Roller

Rotor Vane (RV)

Rotor Vane berfungsi untuk menghancurkan bubuk teh sehingga diperoleh bubuk

dengan ukuran yang lebih halus. Pada mesin ini, terdapat pisau yang berfungsi menyobek partikel teh yang berukuran besar menjadi lebih kecil.

Spesifikasi teknis:

Diameter :15 inches Kapasitas :300 kg/jam Kecepatan putaran : 28-32 rpm

Jumlah : 2 unit, namun

hanya 1 unit yang beroperasi setiap harinya.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 13. Rotor Vane

Rotary Roll Breaker (RRB)

Mesin RRB berfungsi untuk memisahkan bubuk basah yang halus dan yang kasar sesuai ukuran mesh pada mesin. Mesin RRB digunakan untuk mensortasi bubuk teh dari RV. Terdapat 3 lubang pada mesin RRB yang mempunyai ukuran mesh 6,6,7.

Spesifikasi teknis: Kapasitas : 300 kg

34

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 14. Rotary Roll Breaker

DIBN (Double Indiana Ball Breaker Nasortir) DIBN adalah mesin penayak yang

digunakan untuk mengayak bubuk teh yang telah melalui OTR dan PCR. Terdapat 1 unit di ruang penggulungan.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 15. Double Indiana Ball Breaker Nasortir

Conveyor

Conveyor berguna untuk memindahkan bubuk teh secara kontinyu dari satu mesin ke

mesin yang lain. Terdapat 5 unit di ruang pengulungan.

Gerobak Dorong

Gerobak dorong berfungsi untuk mengangkut bubuk teh hasil gilingan dari satu mesin ke mesin lainnya.

3.3.3.Fermentasi

Beberapa peralatan yang digunakan dalam proses fermentasi teh yaitu:

Humidifyer

Humidifyer berguna untuk menjaga kelembaban dan suhu udara, mengeluarkan kabut

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 16. Humidifyer

Misty Cool

Alat pendingin yang berfungsi untuk menghilangkan panas bubuk teh setelah produksi.

Rak Fermentasi

Alat bagian fermentasi yang digunakan sebagai alat pemindah bahan yang terdiri dari baki fermentasi dan rak besi sebagai penyangganya. Rak fermentasi terbuat dari pipa besi dilengkapi dengan 4 buah roda sehingga mempermudah pengangkutan bubuk teh dari ruang sortasi basah ke ruang fermentasi dan dari ruang fermentasi ke ruang pengeringan.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 17. Rak Fermentasi

Baki Fermentasi

Berfungsi untuk menghamparkan bubuk hasil dari sortasi basah yang akan dioksidasi secara enzimatis. Baki fermentasi ini terbuat dari alumunium yang anti karat.

Hygrometer dan Thermometer

Hygrometer adalah alat yang berfungsi untuk mengetahui kelembaban ruangan dan

thermometer untuk mengetahui suhu ruang fermentasi.

3.3.4.Pengeringan

Pada tahap pengeringan terdapat beberapa peralatan yang dipakai yaitu:

Mesin Pengering ECP (Endles Chain Pressure)

Mesin pengering ECP memiliku 2 tahap proses (Two Stage Dryer) yaitu menghentikan proses fermentasi dan mengurangi kadar air (2,5-3%) bubuk teh. Bagian-bagian dryer:

36

- Tray : wadah atau tempah bubuk teh saat dikeringkan.

- Spider : bagian pengatur ketebalan hamparan bubuk teh pada tray.

- Termometer inlet : pengukur suhu masuk pada mesin pengering. - Termometer outlet : pengukur suhu yang keluar dari mesin pengering.

- Klep udara panas : mengatur udara panas agar udara panas tersebar merata pada bagian atas maupun pada bagian bawah tray.

- Tungku api satu berfungsi untuk memproduksi udara panas yang akan digunakan untuk proses pengeringan. Spesifikasi teknis:

Kapasitas : 230 kg

Jumlah : 3 unit

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 18. Mesin Pengering ECP (Endles Chain Pressure)

Hopper

Hopper merupakan tempat penampungan bubuk teh yang telah kering sebelum masuk

ke proses sortasi kering. Spesifikasi teknis: Kapasitas : 800 kg

Jumlah : 2 unit, 1 unit untuk tempat bubuk I, II, III, sedangkan 1 unit lainnya untuk tempt bubuk IV dan badag.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 19. Hopper

Conveyor

Conveyor berfungsi membawa bubuk kering ke tempat penampungan (hopper).

Pada tahap sortasi kering terdapat beberapa peralatan yang dipakai yaitu:

Buble Tray

Buble tray berfungsi memisahkan antara

bubuk halus dan bubuk kasar. Spesifikasi mesin:

Kapasitas : 300 kg/jam Jumlah : 2 unit Putaran : 1400 rpm

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 20. Buble Tray

Vibro Blank

Bubuk teh halus yang lolos ayakan dari

buble tray akan masuk ke vibro blank.

Mesin vibro blank digunakan untuk memisahkan tulang dan serat yang masih bercampur dengan bubuk teh hitam.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 21. Vibro Blank

Drug Roll

Drug roll berfungsi menghancurkan (memperkecil) ukuran partikel bubuk hasil ayakan

vibro blank. Pada mesin ini, fraksi bubuk diperkecil dengan cara menggilas pada roll

yang dilapisi karet.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 22. Drug Roll

38

Indian sortir bertujuan untuk

memisahkan bubuk teh hitam menurut besarnya partikel atau sesuai dengan ukuran masing-masing grade.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 23. Indian Sortir

Winnowing

Fungsi Winnowing yaitu sortasi bubuk berdasarkan berat jenis serta pemisahan serat dan tulang pada bubuk teh. Proses dalam winnowing memanfaatkan tiupan angin yang berasal dari brower di dalam

winnowing.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 24. Winnowing

Vibro Mesh

Vibro mesh merupakan mesin pengayak terakhir. Guna mesin ini yaitu sortasi bubuk

jadi berdasarkan ukuran mesh tiap-tiap jenis mutu teh.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 25. Vibro Mesh

Crusserberfungsi untuk menghancurkan bubuk teh menjadi partikel yang lebih halus.

Gerakan menggilas atau menggerus bubuk teh menyebabkan partikel teh yang masih kasar menjadi remuk.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 26. Crusser

Chota Sifter

Fungsi chota sifter mirip dengan fungsi mesin indian sorter, yang digunakan untuk sortasi bubuk teh berdasarkan ukuran partikel. Namun pada chota

sifter untuk mensortir bubuk merah

yang terdiri dari bubuk IV dan Badag.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 27. Chota Sifter

Conveyor : perantara untuk memindahkan bubuk teh dari mesin satu ke mesin

lainnya.

Gentong Plastik : wadah menampung hasil ayakan dan ampas teh.

3.3.6. Pengemasan

Pada tahap pengemasan terdapat beberapa peralatan yang dipakai yaitu:

Peti Miring (Tea Bin)

Tea bin merupakan tempat untuk

menyimpan bubuk teh kering hasil sortasi sebelum masuk proses pengepakan.

40

Sumber: Dokumentasi Pribadi Gambar 28. Tea Bin

Tea Bulker

Tea Bulker berfungsi sebagai tempat

pencampuran beberapa jenis teh, baik potongan maupun terasan.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gamabr 29. Tea Bulker

Tea Packer

Tea packer berfungsi untuk

memasukkan bubuk teh yang berasal dari tea bulker ke dalam paper sack dengan kepadatan merata sesuai dengan yang diinginkan.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 30. Tea Packer

Vibrator (Penggetar)

Vibrator berfungsi untuk memadatkan dan meratakan bubuk teh yang telah dikemas

dengan paper sack.

Pallet: alas untuk meletakkan teh kering yang sudah dikemas, baik paper sack

Dokumen terkait