• Tidak ada hasil yang ditemukan

METEDOLOGI PENELITIAN Pendekatan Penelitian

Dalam dokumen Vol.17 No.2 Oktober 2016 (Halaman 89-98)

EDWAR M NUR

METEDOLOGI PENELITIAN Pendekatan Penelitian

Pada penelitian ini penulis menggunakan pen-

dekatan asosiatif. Menurut Juliandi (2013: 14) pe-

nelitian asosiatif adalah penelitian yang berupaya

untuk mengkaji bagaimana suatu variabel memi-

liki keterkaitan atau berhubungan dengan variabel lain, atau apakah suatu variabel dipengaruhi oleh variabel lainnya,atau apakah suatu variabel men-

jadi sebab perubahan variabel lainnya.

Alasan peneliti memilih penelitian asosiatif

sebagai metode penelitian disebabkan dalam pe-

nelitian ini mempunyai hubungan antar variabel dengan variabel yang lain.

Defenisi Operasional Variabel

Deinisi operasional bertujuan untuk melihat sejauh mana variasi dari suatu faktor berkaitan dengan variasi dari faktor lainnya. Defenisi opera-

sioanal variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Loyalitas Pelanggan.

Loyalitas pelanggan adalah suatu perilaku konsumen untuk memilih alternatif penyedia

produk/jasa yang terbaik dan menetapkan komit-

men mereka secara mendalam dan positif di-

tunjukan dengan pembelian berulang dari salah satu penyedia produk/jasa berdasarkan pada unit pengambilan keputusan pembelian dalam waktu panjang.

Dalam Griin (2005: 105) menyebutkan pel-

anggan yang loyal memiliki beberapa karakteris-

tik yaitu sebagai berikut:

1. Melakukan pembelian ulang secara teratur 2. Melakukan pembelian diluar lini produk atau

jasa

3. Merekomendasikan produk lain

4. Menunjukkan kekebalan dari daya tarik produk sejenis dari pesaing

Populasi

Menurut Sugiyono (2012: 115) populasi ada-

lah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/

subjek yang mempunyai kualitas dan karakteris-

tik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Target populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang mengkonsumsi produk

minuman Pulpy Minute. Peneliti menggunakan

populasi ini dikarenakan konsumen PT. Coca Cola Amatil Indonesia Medan tidak dapat diketahui atau tidak dapat di ukur jumlahnya.

Sampel

Menurut Juliandi (2013: 54) “sampel adalah wakil-wakil dari populasi.” Dikarenakan populasi tidak dapat diketahui, maka penulis mengguna-

kan Quota Sampling (cara quota) yaitu perwaki-

lan dari jumlah populasi dan penulis menentukan jumlah sampel sebanyak100 orang responden. Untuk pengambilan sampel menggunakan teknik sampling acsidental atau sampel kebetulan yaitu penentuan sample berdasarkan kebetulan, dimana siapa saja yang secara kebetulan bertemu degan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. Bila di-

pandang orang yang kebetulan itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono 2012, hal 122). Dengan demikian populasi yang diambil adalah seluruh pelanggan PT. Coca Cola Amatil-Indonesia

Teknik pengumpulan data

Untuk memperoleh data yang lengkap dan teliti dalam penelitian ini, maka penelitian meng-

gunakan teknik pengumpulan data dengan meng-

gunakan:

1. Wawancara (Interview)

Wawancara adalah tanya jawab kepada kepala

bagian yang mempunyai wewenang untuk mem-

berikan data-data yang dibutuhkan dalam peneli-

tian ini.

2. Angket (quisioner)

Yaitu suatu cara pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden dengan harapan responden akan memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut, dengan menggunakan skala likert den-

gan bentuk checklist (√).

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data ini merupakan jawaban dari rumusan masalah yang akan meneliti apakah

masing-masing variabel bebas (kualitas produk dan citra merek) tersebut berpengaruh terhadap variabel terikat loyalitas pelanggan baik secara parsial maupun simultan. Berkaitan adalah teknik

analisis data yang digunakan untuk menjawab ru-

musan masalah dalam penelitian ini: 1. Uji Validitas Instrumen

a. Uji Validitas

Uji validitas instrumen penelitian dilakukan untuk memastikan bahwa instrumen sebagai alat

ukur yang digunakan untuk mengukur (mendapat-

kan data) adalah valid. Prinsip validitas adaalah kecermatan dan ketelitian. Instrumen dinyatakan valid kalau mampu mengungkapkan data dengan tepat dan juga memberikan gambaran yang cermat mengenai data tersebut.

Validitas berkenaan dengan tingkat kecerma-

tan suatu instrumen penelitian. Untuk mengukur validitas setiap butir pernyataan, maka digunakan teknik korelasi product moment, yaitu:

(Sugiyono, 2012: 248) Dimana :

= banyaknya pasangan pengamatan = jumlah pengamatan X = jumlah pengamatan Y

= jumlah kuadrat pengamatan variabel X = jumlah jumlah pengamatan variabel Y = kuadrat jumlah pengamatan variabel X = kuadrat jumlah pengamatan variabel Y = jumlah hasil kali variabel X dan Y

rxy = besarnya korelasi antara kedua variabel

X dan Y

Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas item. Ketentuan apakah sua-

tu item instrumen valid atau tidak adalah melihat

nilai probabilitas koefesien korelasinya, uji signii-

kansi dilakukan membandingkan dengan

jika lebih besar dari dan

nilai positif maka item atau pernyataan indikator tersebut dinyatakan valid.

b. Uji Reliabilitas

Rebilitas merupakan adanya ketepatan data yang didapat dari waktu ke waktu. Reliabilitas

berkenan dengan tingkat keandalan suatu instru-

men penelitian tersebut. Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah instrument/indikator

yang digunakan dapat dipercaya atau handal se-

bagai alat ukur variabel. Rumus Cronbach Alpha.

(Arikunto dalam Juliandi, 2013: 86) Dimana :

= Reliabilitas instrumen = Banyaknya butir pernyataan

= Jumlah varians butir = Varians total 2. Regresi linier berganda

Dari Tabel 1 di bawah, terlihat bahwa hasil yang penulis dapat dari SPSS menunjukkan bahwa nilai regresi untuk pengaruh Kualitas Produk dan Citra Merek terhadap Loyalitas pelanggan adalah:

Y= 4.227 + 0.359X1+ 0.284X2

Nilai konstanta sebessar 4,227 menunjukkan bahwa variabel independen yaitu kualitas produk dan citra merek dalam keadaan konstan tidak men-

galami perubahan (sama dengan 0). maka loyali-

tas pelanggan (Y) adalah sebesar 4.227 Sehingga interpretasinya adalah: setiap kenaikan variabel X1 (Kualitas Produk) sebanyak 1 kali (1%), akan meningkatkan nilai Y (Loyalitas Pelanggan) sebe-

sar 0.359 (35.9%). Berartti hubungan antara Kual-

Tabel 1 Coeicientsa Model

Unstandardized Coeicients Standardized Coeicients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 4.227 2.471 1.711 .090

k. produk .359 .069 .432 5.187 .000

c. merek .284 .071 .331 3.977 .000

itas Produk dengan Loyalitas Pelanggan positif. Dan setiap kenaikan variabel X2 (Citra Merek) sebanyak 1 kali (1%), akan meningkatkan nilai Y (Loyalitas Pelanggan) sebesar 0.284 (28.4%). Itu berarti, hubungan antara Citra Merek dengan Loy-

alitas Pelanggan dalam model regresi ini adalah positif.

3. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Menurut Gujarati dkk dalam Juliandi dkk (2014:160) Pengujian normalitas data dilakukan

untuk melihat apakah dalam model regresi, vari-

abel dependen dan independennya memiliki dis-

tribusi normal atau tidak. Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka model regresi memiliki asumsi normalitas.

Gambar 2. Normalitas

Gambar diatas mengidentiikasikan bahwa

model regresi telah memenuhi asumsi yang telah dikemukakan sebelumnya, sehingga data dalam

model regresi penelitian cendrung normal atau merapat ke garis.

b. Multikolinearitas

Digunakan untuk menguji apakah pada regresi ditemukan korelasi yang kuat/tinggi diantara vari-

abel independen. Apabila terdapat korelasi antara viriabel bebas, maka terjadi multikolinieritas, de-

mikian juga sebaliknya. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Pengujian multikolinieritas dilaku-

kan dengan melihat VIF (Variance Inglasi Fac- tor) antar variabel independen dan nilai tolerance. Batasan yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinieritas adalah nilai tolence < 0,10 sama dengan Vif > 10.

Kedua variabel independen yakni X1 dan X2 memiliki nilai VIP dalam batas toleransi yang tel-

ah ditentukan (tidak melebihi 5) sehingga tidak terjadi multikolinearitas dalam variabel indepen-

den penelitian ini. c. Heterokedastisitas

Menurut Gujarati dkk dalam Juliandi dkk

(2014:161) Heterokedastisitas digunakan un-

tuk menguji apakah dalam model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari suatu pengamatan yang lain. Jika varians residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedastisitas, dan jika varians berbeda disebut heterokedastisitas. Model yang baik adalah tidak terjadi heterokedastisitas.

Dasar pengambilan keputusannya adalah jika pola tertentu, seperti titik-titik (poin-poin) yang ada membentuk suatu tertentu teratur, maka ter-

jadi heterokedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas menyebar dibawah dan di atas angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterokedastisitas.

Tabel 2 Multikolinearitas

Coeicientsa

Model

Correlations Collinearity Statistics

Zero-order Partial Part Tolerance VIF

1 (Constant) k. produk c. merek .502 .422 .466 .374 .422 .324 .956 .956 1.046 1.046

Gambar 3. Scatterplot

Gambar diatas memperlihatkan titik-titik me-

nyebar secara acak, tidak membentuk pola yang jelas/teratur serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Dengan demikian tidak terjadi heterokedastisitas pada model regresi. 4. Uji signiikan parsial (Uji t)

Untuk penyederhanaan uji statistik t diatas pe-

nulis menggunakan pengolahan data SPSS 16.0 for windows, maka dapat diperoleh hasil uji t sep-

erti terlihat pada Tabel 3.

Untuk kriteria Uji t dilakukan pada tingkat dengan dua arah (0,025). Nilai t untuk df n-2, df = 100-2 adalah 1,984 (ttabel).

a. Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Loyalitas Pelanggan

Dari Tabel 3 diperoleh nilai sebagai berikut :

t

hitung= 5,187 sedangkan ttabel = 1,984 Dengan kriteria pengambilan keputusan : H0 diterima jika : thitung<ftabel

Ha diterima jika : 1. thitung> 1,984

2.- thitung< -1,984

Berdasarkan hasil pengujian secara parsial pengaruh Kualitas Produk terhadap Loyalitas Pel-

anggan diperoleh thitung sebesar 5,187 >ttabel sebesar 1,984 dan mempunyai angka signiikan sebesar 0.000<0.05, Berarti Ha diterima (H0 ditolak), hal

ini menunjukkan bahwa ada pengaruh signiikan antara Kualitas Produk terhadap Loyalitas pelang-

gan pada PT. Coca Cola Amatil Indonesia.

b. Pengaruh Citra Merek Terhadap Loyalitas Pel-

anggan

Dari Tabel 3 diperoleh nilai sebagai berikut:

t

hitung = 3,977 sedangkan ttabel = 1,984 Dengan kriteria pengambil keputusan: H0 diterima jika : 1,984

Ha diterima jika : 1. thitung > 1,984

2. thitung < 1,984

Berdasarkan hasil pengujian secara persial pengaruh citra merek terhadap loyalitas pelang-

gan diperoleh nilai thitung sebesar 3,977 > ttabel 1,984 dan mempunyai angka signiikan sebesar 0.000 < 0.05,berdasarkan kriteria pengambilan keputu-

san, dapat di simpulkan bahwa Ha diterima (H0

ditolak), hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh

yang signiikan antara citra merek terhadap loy-

alitas pelanggan pada PT. Coca Cola Amatil In-

donesia. 5. Uji F

Dari Tabel 5 diperoleh nilai F hitung sebesar 26.903>3,09 ftabel dengan tingkat signiikan 0.000. Karena probabilitas signiikan 0.000 lebih ke-

cil dari 0.05 atau 5%, maka dapat diketahui atau dapat dikatakan bahwa kualitas produk dan citra merek secara bersama-sama dan signiikan ber-

pengaruh terhadap Loyalitas Pelanggan. 6. Koeisien Determinasi

Dari data di atas, hasil dari proses program software SPSS sebagai memperlihatkan nilai R

Square adalah 0.357 Atau 35.7% Interpretasinya

adalah kontribusi kualitas produk dan citra merek sebesar 35.7 % terhadap hasil loyalitas pelanggan. Artinya ada 64.3 % dipengaruhi faktor lain yang tidak terangkum dalam penelitian ini.

a. Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Loyalitas Pelanggan

Secara parsial hasil penelitian ini menunjuk-

kan bahwa Kualitas Produk terhadap Loyalitas pelanggan berdasarkan hasil dari analisis Uji t pada tabel IV.11, menunjukkan bahwa thitung sebe-

sar 5,187 > ttabel 1,984 dengan signiikan sebesar 0.000<0,05. Berarti Ha diterima (H0 ditolak), hal

ini menunjukkan bahwa ada pengaruh positif Kualitas produk terhadap Loyalitas Pelanggan

Tabel 3 Hasil Uji t Coeicientsa Model

Unstandardized Coeicients Standardized Coeicients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 4.227 2.471 1.711 .090

k. produk .359 .069 .432 5.187 .000

c. merek .284 .071 .331 3.977 .000

Sumber : Hasil pengelolaan SPSS. 2015

Tabel 4

ANOVAb

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 219.840 2 109.920 26.903 .000a

Residual 396.320 97 4.086

Total 616.160 99

a. Predictors: (Constant), c. merek, k. produk b. Dependent Variable: loyalitas pelanggan

Sumber: Hasil Pengelolaan SPSS, 2015

Tabel 5

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .597a .357 .344 2.02133

a. Predictors: (Constant), c. merek, k. produk b. Dependent Variable: loyalitas pelanggan

Sumber : Hasil Pengelolaan SPSS, 2015

kasikan bahwa Kualitas Produk dipertimbangkan oleh pelanggan dalam meningkatkan loyalitas PT. Coca Cola Amatil Indonesia.

Hal ini menjelaskan bahwa kualitas produk merupakan salah satu strategi pemasaran yang efektif dalam meningkatkan loyalitas pelanggan. Dengan demikian kualitas produk merupakan salah satu strategi pemasaran yang dapat mening-

katkan loyalitas pelanggan untuk tetap mengkon-

sumsi minuman pulpy minute pada PT.Coca Cola Amatil Indonesi.

b. Pengaruh Citra Merek Terhadap Loyalitas Pel-

anggan

Secara parsial hasil penelitian ini meninjukkan bahwa pengaruh Citra Merek terhadap Loyalitas Pelanggan berdasarkan hasil dari analisis Uji t pada Tabel 3, menunjukkan bahwa thitung sebesar 3,977 > ttabel 1,984 dan mempunyai angka signii-

kan sebesar 0.000<0.05, Berarti Ha diterima (H0

ditolak), hal ini menunjukkan bahwa ada pen-

garuh yang signiikan citra merek terhadap loyali-

tas pelanggan pada PT. Coca Cola Amatil Indone-

sia. Hasil ini mengindikasikan bahwa citra merek

yang dikeluarkan perusahaan untuk meningkat-

kan kualitas produk dapat meningkatkan loyalitas pelanggan PT. Coca Cola Amatil Indonesia.

Hasil menjelaskan bahwa citra merek meru-

pakan salah satu strategi pemasaran yang efektif dalam menentukan loyalitas pelanggan dalam menggunakan produk PT. Coca Cola Amatil In-

donesi. Hasil ini menunjukkan bahwa citra merek

memiliki reputasi baik dimata pelanggan dan se-

lalu diingat oleh pelanggan, memberikan nilai positif terhadap citra merek sehingga dapat men-

ciptakan loyalitas pelanggan pada PT. Coca Cola Amatil Indonesia.

c. Pengaruh Kualitas Produk dan Citra Merek Terhadap Loyalitas Pelanggan

Dari hasil pengujian yang dilakukan peneliti menghasilkan nilai Fhitung 26,903 > Ftabel sebesar 3,09 dengan nilai signiikan 0.000 yang berarti

dibawah 0.05 atau 5% itu menjelaskan bahwa H0

ditolak, hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh dan kualitas produk dan citra merek secara simul-

tan dan signiikan terhadap loyalitas pelangga. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh

kualitas produk dan citra merek terhadap loyalitas pelanggan secara simultan, jadi dapat disimpul-

kan bahwa kualitas produk dan citra merek ber-

pengaruh secara simultan dan signiikan terhadap loyalitas pelanggan pada PT. Coca Cola Amatil Indonesia.

Nilai R-Square yang diperoleh adalah sebesar 0.357 (35,7%) variabel loyalitas pelanggan dapat dijelaskan oleh variabel kualitas produk dan citra merek atau secara praktis dapat dikatakan bahwa kontribusi kualitas produk dan citra merek sebesar 35.7%, dari sisanya 64,3% dipengaruhi variabel lain yang telah diteliti.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan dari penelitian mengenai pengaruh kualitas produk dan citra merek (brand image) terhadap loyalitas pelanggan pada PT. Coca Cola Amatil Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Berdasarkan peneletian yang dilakukan ter-

hadap PT. Coca Cola Amatil Indonesia, dapat disimpulkan ada pengaruh kualitas produk se-

cara signiikan terhadap loyalitas pelanggan pada PT. Coca Cola Amatil Indonesia.

2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ter-

hadap PT. Coca Cola Amatil Indonesia, dapat disimpulkan ada pengaruh citra merek secara signiikan terhadap loyalitas pelanggan pada PT. Coca Cola Amatil Indonesia.

3. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terha-

dap PT. Coca Cola Amatil Indonesia, dapat di-

simpulkan ada pengaruh kualitas produk dan citra merek secara serempak dan signiikan terhadap loyalitas pelanggan PT. Coca Cola Amatil Indonesia.

SARAN

Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, maka saran yang dapat penu-

lis yang diberikan adalah:

1. PT. Coca Cola Amatil Indonesia harus selalu meningkatkan kualitas produk pulpy minute untuk dapat dipasarkan dimana saja, apabila kualitas produk semakin di tingkatkan maka

pelanggan akan terus setia mengkonsum-

si pulpy minute, Oleh karena itu PT. Coca Cola harus semakin meningkatkan kualitas produknya.

2. PT. Coca Cola Amatil Indonesia harus terus meningkatkan citra merek yang memberikan kesan yang baik kepada masyarakat luas. Citra yang baik akan meningkatkan loyalitas pel-

anggan terhadap merek perusahaan.

3. Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk melakukan penelitian yang serupa perlu di-

lakukan penelitian lebih lanjut terhadap faktor- faktor selain kualitas produk dan citra merek yang berpengaruh terhadap loyalitas pelang-

gan, karena penelitian ini belum memasukkan variabel atas aspek lain yang mungkin dapat dipengaruhi dan menyempurnakan hasil pe-

REFERENSI

Agustina Retno Purwaningsih dan Imam Murtono Soendhaji, (2012) Pengaruh Kualitas Produk dan Tingkat Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan Pada produk Sepeda Motor Merek Honda Mahasiswa Fakultas Ekonomi universitas Gunadarma.

Assauri, Sofjan. (2010). Strategic Marketing, Depok: PT. Rajagraindo Pesada Assauri, Sofjan. (2012). Strategic Marketing, Depok: PT. Rajagraindo Pesada

Etta Mamang dan Sopiah. (2013). Prilaku Konsumen, Yogyakarta: C.VAndi Oiset

Fandy Tjiptono. (2008). Strategi Pemasaran, Yogyakarta C.V Andi Oiset

Fandy Tjiptono, Gregorios Chandra. (2012). Strategi Pemasaran, Yogyakarta C.V Andi Oiset

Kotler, Oliver dalam Huriyati, Morais, Griin. (2005). Perilaku Konsumen, C.V Andi Oiset

Muhammad Rizan, dkk (2012), Pengaruh Brand Image dan Brand Trust Terhadap Brand Loyalist The

Botol Sosro, Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia (JRMSI) Fakultas Ekonomi Universitas Neg-

eri Jakarta Vol. 31 No. 1, 2012

Ogi Sulistina, (2011). Pengaruh Citra Merek (Brand Image) Terhadap Loyalitas Konsumen Produk Oli

pelumnas PT. Pertamina (Persero) Enduro 4 T di Makasar Fakultas Ekonomi Universitas Hasanudin Makasar, Tidak Dipublikasikan

Philip dan Keller, Kevin Lane. (2009). Manajemen Pemasaran, Jilid 1 Jakarta : Penerbit Erlangga

Rambat Lupiyoadi. (2013). Manajemen Pemasaran Jasa, Jakarta : Salemba Empat

Dalam dokumen Vol.17 No.2 Oktober 2016 (Halaman 89-98)