Analisis data dilakukan dengan cara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk mengetahui gambaran mengenai aspek-aspek yang dikaji dalam analisis kelayakan usaha pembesaran ikan hias air tawar Arifin Fish Farm yang dijelaskan secara deskriptif. Aspek-aspek tersebut meliputi aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, dan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.
Analisis kuantitatif dilakukan untuk mengetahui kelayakan finansial usaha pembesaran ikan hias air tawar Arifin Fish Farm berdasarkan dengan kriteria kelayakan investasi. Data kuantitatif dikumpulkan, kemudian diolah dengan menggunakan komputer software microsoft excel yang akan ditampilkan dalam bentuk tabulasi sehingga dapat dijelaskan secara deskriptif.
4.3.1 Analisis Aspek Pasar
Analisis aspek pasar dikaji dengan cara deskriptif untuk mengetahui berapa besar potensi pasar untuk masa yang akan datang. Untuk keperluan ini perlu diketahui tingkat permintaan pasar pada masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang. Dan berapa bagian dari keseluruhan potensi pasar yang dapat diserap oleh perusahaan Arifin Fish Farm serta strategi pemasaran yang digunakan untuk mencapai market share yang telah diterapkan.
4.3.2 Analisis Aspek Teknis
Analisis aspek teknis berhubungan dengan input proyek (penyediaan) dan (produksi) berupa barang-barang nyata dan jasa-jasa. Aspek teknis berpengaruh terhadap kelancaran usaha terutama kelancara proses produksi. Analisis ini dikaji secara kualitatif untuk mengetahui gambaran pengenai lokasi usaha pembesaran ikan hias air tawar, besarnya skala operasi atau luas produksi, peralatan dan perlengkapan yang digunakan serta proses kegiatan produksi yang dilakukan dalam usaha pembesaran ikan hias air tawar pada Arifin Fish Farm.
4.3.3 Analisis Aspek Manajemen
Aspek manajemen dikaji secara deskriptif untuk mengetahui sumberdaya manusia dalam menjalankan jenis-jenis pekerjaan pada usaha pembesaran ikan hias air tawar di Arifin Fish Farm. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam aspek tersebut diantaranya adalah bentuk badan usaha yang digunakan, struktur organisasi yang berguna dalam menentukan garis kerja untuk mengatur pelaksanaan operasional perusahaan serta sistem ketenagakerjaan yang diterapkan oleh pihak manajemen.
4.3.4 Analisis Aspek sosial, Ekonomi dan Lingkungan
Analisis aspek sosial, ekonomi dan lingkungan dikaji secara deskriptif untuk mengetahui yang ditimbulkan oleh adanya kegiatan usaha pembesaran ikan hias air tawar di Arifin Fish Farm terhadap kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan masyarakat sekitarnya maupun manfaat-manfaat yang timbul secara menyeluruh dari usaha ini. Analisis aspek sosial, ekonomi dan lingkungan tersebut berfungsi untuk mengetahui dampak pada pencemaran lingkungan yang disebabkan bau tidak sedap yang keluar dari usaha ini.
4.3.5 Analisis Finansial
Analisis finansial dikaji dengan kuantitatif melalui analisis biaya dan manfaat, analisis laba rugi, analisis kriteria investasi, yaitu meliputi net present value (NPV), internal rate return (IRR), net benefit cost ratio (Net B/C), payback pariod (PP), dan analisis sensitifitas. Analisis biaya manfaat dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai biaya yang dikeluarkan serta keseluruhan manfaat yang diterima selama proyek dijalanakan. Dari hasil analisis biaya dan manfaat diolah sehingga dapat menghasilkan analisis laba rugi.
Analisis laba rugi akan menghasilkan komponen pajak yang merupakan pengurangan dalam cashflow perusahaan. Setelah diketahui pajak maka dilakukan penyusunan cashflow sebagai dasar perhitungan kriteria investasi. Kriteria investasi akan menunjukan layak tidaknya usaha dari sisi finansial. Sehingga untuk menilai suatu kegiatan investasi usaha sensitif atau tidak terhadap perubahan yang akan terjadi.
1) Net Present Value (NPV)
Net Present Value atau manfaat bersih adalah nilai sekarang dari arus pendapatan yang ditimbulkan oleh penanaman investasi. Nilai NPV dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
NPV =
∑
=+
−
n t ti
Ct
Bt
1(1 )
)
(
Dimana:
Bt = Manfaat pada tahun t Ct = Biaya pada tahun t n = Umur proyek i = Suku bunga (DR/%) t = Tahun kegiatan bisnis Dengan kriteria :
NPV > 0 → maka secara finansial usaha layak untuk dilaksanakan karena manfaat yang diperoleh lebih besar dari biaya.
NPV < 0 → maka secara finansial usaha tersebut tidak layak untuk dilaksanakan, karena manfaat yang diperoleh lebih kecil dari biaya atau cukup untuk menutup biaya yang dikeluarkan.
NPV = 0 → maka secara finansial usaha tidak menguntungkan dan juga tidak rugi, karena manfaat yang diperoleh hanya cukup untuk menutupi biaya yang dikeluarkan.
2) Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C)
Ratio manfaat dan biaya diperoleh bila nilai sekarang arus manfaat dibagi dengan nilai sekarang arus biaya. Net B/C menunujukan tingkat tambahan manfaat pada setiap sebesar satu rupiah. Proyek layak dilaksanakan apabila nilai Net B/C lebih dari satu. Secara matematis Net Benefit-Cost Ratio dapat dirumuskan sebagai berikut :
Net B/C =
∑
∑
= = = = + − + − n t t t n t t t i Bt Ct i Ct Bt 1 1 ) 1 ( ) ( ) 1 ( ) ( --- 0 ) ( 0 ) ( < − > − Ct Bt Ct Bt Keterangan :Bt = Penerimaan (benefit) yang disebabkan adanya investasi pada tahun ke-t
Ct = Biaya tahunan yang disebabkan adanya investasi pada tahun ke-t i = Tingkat suku bunga (%)
t = Umur proyek suatu usaha (t = 1,2,3,..., n)
t i) 1 (
1
Dengan kriteria :
Net B/C > 1 → maka usaha layak dilaksanakan Net B/C < 1 → maka usaha tidak layak dilaksanakan 3) Incremental Net Benefit
Incremental Net Benefit (manfaat bersih tambahan) adalah manfaat bersih dengan bisnis (net benefit with business) dikurangi dengan manfaat bersih tanpa bisnis (net benefit without business). Hal ini dikarenakan ada faktor-faktor produksi yang sebelumnya tidak tergunakan atau tidak terpakai ataupun belum termanfaatkan sehingga pada saat ada bisnis apakah faktor ini memberikan manfaat/benefit atau tidak bagi bisnis yang dijalankan (Nurmalina et al. 2009). Secara matematis Incremental Net Benefit dapat ditulis sebagai berikut :
Incremental Net Benefit = Manfaat bersih dengan – Manfaat bersih tanpa bisnis 4) Internal Rate of Return (IRR)
Internal Rate Return (IRR) adalah tingkat rata-rata keuntungan intern tahunan yang dinyatakan dalam satuan persen. Jika diperoleh nilai IRR lebih besar dari tingkat diskonto yang berlaku (discount rate), maka proyek dinyatakan layak untuk dijalankan. Sebaliknya jika nilai IRR lebih kecil dari suku bunga yang berlaku maka proyek tersebut tidak layak untuk dijalankan. Secara matematis IRR dapat dirumuskan sebagai berikut :
Keterangan :
i’ = Tingkat suku bunga yang menghasilkan nilai NPV positif i” = Tingkat suku bunga yang menghasilkan NPV negatif NPV- = NPV pada tingkat bunga i’
NPV+ = NPV pada tingkat bunga i” Kriteria yang berlaku :
IRR > i ; maka usaha layak dilanjutkan
IRR < i ; maka usaha tidak layak dilanjutkan atau lebih baik dihentikan 5) Payback Period (PP)
Payback Period atau masa pembayaran kembali adalah suatu jangka waktu (periode) kembalinya keseluruhan jumlah investasi yang ditanamkan, dihitung
⎥ ⎦ ⎤ ⎢ ⎣ ⎡ − − + = ' + − − x(i" i') NPV NPV NPV i IRR
mulai dari permulaan proyek sampai dengan arus netto produksi tambahan, sehingga mencapai jumlah keseluruhan investasi modal yang ditanamkan dengan menggunakan aliran kas. Secara matematis payback period dapat dirumuskan sebagai berikut : PP = Ab I Keterangan:
PP = Jumlah waktu (tahun/periode) yang diperlukan untuk mengembalikan modal investasi.
I = Jumlah modal investasi.
Ab = Hasil bersih per tahun/periode atau laba bersih rata-rata per tahun. 6) Analisis sensitivitas
Analisis sensitivitas merupakan salah satu perlakuan terhadap ketidakpastian. Analisis sensitivitas dilakukan dengan cara mengubah besarnya variabel-variabel yang penting, masing-masing dapat terpisah atau beberapa dalam kombinasi dengan suatu persentase tertentu yang sudah diketahui atau diprediksi. Kemudian dinilai seberapa besar sensitivitas perubahan variabel-variabel tersebut berdampak pada hasil kelayakan, niali besarnya nilai NPV, IRR, dan nilai Net B/C (Gittinger 1986).
4.4 Konsep Pengukuran dan Asumsi-asumsi dalam Cashflow
1) Lahan yang digunakan usaha Arifin Fish Farm tanpa pengembangan seluas 500 m2 tahun 2009.
2) Lahan yang digunakan untuk rencana pengembangan usaha dengan penambahan lahan seluas 300 m2 dan penambahan kapasitas produksi pada tahun 2010.
3) Modal yang digunakan pada usaha Arifin Fish Farm tanpa pengembangan adalah modal sendiri.
4) Sumber modal yang digunakan oleh Arifin Fish Farm untuk rencana pengembangan usaha adalah pinjaman dari Bank BRI sebesar 50 persen sebesar Rp 250.000.000,00 dengan angsuran pinjaman selama lima tahun.
5) Tingkat suku bunga (diskonto) yang digunakan dalam lahan 800 m2 adalah 10,25%, ini merupakan rata-rat bunga pinjaman Bank BRI sebesar 14% dengan suku bunga deposito sebesar 6,5%.
6) Biaya yang dikeluarkan terdiri dari biaya investasi dan biaya operasional. Biaya investasi dan oprasional dikeluarkan pada tahun pertama dan biaya investasi yang dikeluarkan untuk peralatan-peralatan yang sudah habis umur ekonomisnya. Biaya operasional terdiri dari biaya tetap dan variabel. Yang termasuk biaya tetap adalah abodemen telepon dan listrik, gaji, THR, pimpinan dan karyawan, serta pembelian pakan induk ikan hias. Sedangkan yang termasuk biaya variabel yaitu pembelian ovaprim, isi gas oksigen, pembelian plastik, karet, tali rapia, garam, obat-obatan, pakan artemia, pakan cacing untuk benih ikan hias, pembayaran listrik dan telpon, serta pembelian bensin dan solar.
7) Wadah pemelihara yang digunakan adalah akuarium dan bak semen serta dilengkapi dengan aerasi, aerasi berfungsi untuk saluran udara.
8) Lamanya pemeliharaan ikan hias sampai siap dijual, untuk Black Ghost lama pemeliharaan tiga minggu dengan ukuran 1½ inci, Ctenopoma lama pemeliharaan empat dengan ukuran 1½ inci, dan Patin lamanya pemeliharaan tiga minggu dengan ukuran 1 inci.
9) SR untuk ikan jenis Black Ghost sebesar 70%, Ctenopoma acutirostre sebesar 70%, sedangkan Patin sebesar 75%.
10) HR untuk ikan Black Ghost, Ctenopoma acutirostre dan Patin sebesar 70%. 11) Survival Rate (SR) merupakan tingkat kemampuan hidup ikan.
12) Hatching Rate (HR) merupakan derajat penetasan telur pada ikan.
13) Hasil produksi per tahun yang diperoleh Arifin Fish Farm tanpa pengembangan adalah Black Ghost sebesar 9.975 ekor, Ctenopoma sebesar 98.000 ekor, dan Patin sebesar 4.284.000 ekor.
14) Hasil produksi per tahun yang diperoleh Arifin Fish Farm rencana pengembangan adalah Black Ghost sebesar 3.570 ekor, Ctenopoma sebesar 53.900 ekor, dan Patin sebesar 2.409.750 ekor.
15) Harga jual ikan berlaku saat ini adalah untuk Black Ghost dengan harga Rp 1.500 per ekor, Ctenopoma dengan harga Rp 800 per ekor dan Patin dengan harga Rp 80 per ekor.
16) Penerimaan yang diperoleh pada usaha tanpa pengembangan adalah berasal dari hasil penjualan Black Ghost sebesar Rp 14.962.500,00, Ctenopoma sebesar Rp 78.400.000,00 dan Patin Rp 342.720.000,00. Total penerimaan yang diperoleh adalah Rp 436.082.500,00
17) Penerimaan yang diperoleh pada usaha tanpa pengembangan adalah berasal dari hasil penjualan Black Ghost sebesar Rp 5.355.000,00, Ctenopoma sebesar Rp 43.120.000,00 dan Patin Rp 192.780.000,00. Total penerimaan yang diperoleh adalah Rp 241.255.000,00.
18) Pajak yang digunakan sebesar 28% per tahun berdasarkan UU No 38 tahun 2009 tentang tarif umum pph wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap.
19) Umur proyek ditentukan sepuluh tahun hal ini berdasarkan dengan umur ekonomis yang paling lama yaitu bangunan akuarium dan bak semen.
20) Nilai sisa pada akhir proyek diperoleh dari barang investasi yang masih tersisa pada umur usaha telah habis (tidak terpakai).
21) Cashflow adalah arus manfaat tambahan yang diperoleh selama usaha berjalan, dengan mengurangi biaya-biaya tambahan kedalam total penerimaan tambahan setiap tahun proyek, dinyatakan dalam rupiah.
22) Analisis Sensitivitas yang digunakan penurunan harga jual ikan sebesar 20% dan 30%.
23) Penurunan harga ikan hias sebesar 20% dan 30% merupakan persentase penurunan harga jual yang masih bisa ditolelir oleh Arifin Fish Farm pada kondisi layak. Artinya apabila terjadi penurunan harga yang persentasenya lebih kecil dari nilia tersebut, maka jadi tidak layak.
V. GAMBARAN UMUM
5.1 Sejarah PerusahaanArifin Fish Farm merupakan suatu usaha budidaya ikan hias air tawar khususnya ikan Black Ghost, Ctenopoma acutirostre, dan Patin (Pangasius sutchi). Usaha yang telah berjalan sekitar sebelas tahun ini merupakan usaha perorangan yang dimiliki oleh Bapak Arifin sebagai pemilik sekaligus kepala perusahaan di Arifin Fish Farm.
Pada awalnya Arifin Fish Farm berlokasi di Bandung dengan spesialisasi pada pembesaran ikan Patin (Pangasius sutchi). Usaha ini dimulai pada bulan Juni tahun 1997 dengan modal kerja sebesar Rp 3.000.000,00 untuk menjalankan usaha dan dana cadangan sebesar Rp 4.000.000,00 yang digunakan untuk mengantisipasi kegagalan usaha. Fasilitas usaha yang dimiliki saat itu berupa bak semen untuk pembesaran dengan ukuran 3 m x 1,5 m x 0,25 m yang berjumlah enam unit.
Pengembangan usaha dilakukan pada awal tahun 1998 dengan melalukan pemindahan lokasi usaha ke Kota Bogor serta investasi yang dikeluarkan sebesar Rp 12.000.000,00. Pada tahun 1999 Arifin Fish Farm melakukan diversifikasi usahanya dengan bangunan seluas 500 m2 termasuk rumah tinggal merangkap kantor (160 m2) ; mess karyawan (30 m2) ; ruang pengepakan (30 m2) ; gudang (30 m2) ; sumur (3,14 m2 x 60 mc2 x 1.000 cm2) ; 7 unit bak penampungan air (6 m x 6 m x 6 m) ; tempat pemeliharaan ikan dengan luas lahan 250 m2 termasuk didalamnya 24 bak semen yang digunakan untuk pembesaran ikan patin (180 cm x 100 cm x 45 cm) ; 116 rak dan akuarium digunakan untuk ikan blak ghoad dan ctenopoma (100 cm x 50 cm x 35 cm).
5.2 Lokasi
Pemilihan lokasi di Kampung Tarikolot, No 001, RT/RW 001/004, Desa Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor dengan pertimbangan sumber pasokan air yang memadai, suhu udara yang sesuai untuk budidaya ikan, dekat dengan eksportir, dekat dengan pusat kota dan fasilitas transportasi yang mendukung untuk pemasaran ikan hias air tawar. Arifin Fish Farm tergabung dalam kelompok pembudidaya Batar Mina Sejahtera dan Bapak Arifin
Wangsadiredja selaku ketua kelompok pembudidaya ikan tersebut. Pada tahun 2008 kelompok pembudidaya Batar Mina Sejahtera pendapat juara pertama se-Jawa Barat dalam katagori kekompakan pembudidaya.
5.3 Struktur Organisasi Perusahaan
Arifin Fish Farm menggunakan struktur organisasi berbentuk garis dan cukup sederhana. Bapak Arifin Wangsadiredja sebagai pemilik dan juga sebagai pimpinan serta manajer perusahaan yang membawahi bagian produksi dan pemasaran. Keuangan dipegang langsung oleh pemimpin perusahaan. Bagian produksi dan pemasaran dipegang oleh satu orang, yaitu Ibu Sri Handayani yang merupakan istri dari Bapak Arifn Wangsadiredja. Bagian produksi I, produksi II, dan produksi III berkewajiban untuk merencanakan, menjalankan, mengawasi dan melaporkan proses produksi.
Arifin Fish Farm memiliki lima orang pegawai termasuk satu pimpinan dan pemiliki perusahaan. Pegawai Arifin Fish Farm terdiri dari dua pegawai perempuan dan tiga pegawai laki-laki. Struktur organisasi Arifin Fish Farm dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Struktur Organisasi Arifin Fish Farm Sumber Arifin Fish Farm (2009)
Struktur organisasi garis memiliki keuntungan; yaitu memudahkan pengendalian kegiatan-kegiatan perusahaan dan mempermudahkan sistem pengupahaan, motivasi dan pengendalian yang sederhana dan informal.
Pimpinan Perusahaan
Kepala Produksi dan Pemasaran
Produksi II Black Ghost Produksi III Patin Produksi I Ctenopoma
Sedangkan kekurang dari struktur organisasi ini adalah sangat tergantung pada pimpinan perusahaan, sehingga pimpinan menanggung beban pekerjaan yang cukup besar dan kegiatan-kegiatan lebih terpusat pada operasi harian.
Arifin Fish Farm dalam kegiatan pengeluaran dan penerimaan tidak melakukan pencatatan baik terhadap penerimaan maupun pengeluaran, sehingga tidak ketahui secara pasti penurunan atau peningkatan produksi tiap tahunnya. Biaya yang dikeluarkan, jumlah ikan hias yang dijual dan keuntungan yang diperoleh dari proses produksi juga tidak dilakukan pencatatan, sehingga perusahaan sulit untuk melakukan analisis tingkat keuntungan dari masing-masing jenis ikan hias yang diproduksi.
Waktu kerja yang dimiliki oleh tenaga kerja Arifin Fish Farm adalah dari pukul 07.00-16.00 WIB dengan satu jam waktu istirahat, dari pukul 12.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB. Pemberian pakan dilakukan tiga kali sehari antara lain pada pukul 07.00 WIB, pukul 12.00 WIB, dan pukul 16.00 WIB. Masing-masing karyawan mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap pekerjaannya, pukul 07.00-12.00 WIB waktu yang digunakan untuk membersihkan akuarium dan bak dari kotoran ikan dan sisa-sisa pakan, kemudian pergantian air, pemberian pakan, pemberian obat jika ada ikan yang terserang penyakit, menyediakan sarana untuk persiapan pemijahaan dan mengontrol keadaan ikan, setelah jam istirahat karyawan memberian pakan ke dua, serta menyiapkan ikan kedalam akuarium khusus untuk ikan pesanan yang akan dikirim ke eksportir maupun ke pedagang pengumpul dan pukul 16.00 WIB pemberian pakan ke tiga untuk ikan hias.
Jika ada pemesanan ikan untuk dikirim, satu orang karyawan yang mengerjakannya untuk pengepakan walaupun karyawan tersebut punya tanggung jawab untuk membersihkan akuarium dan pemberian pakan itu bisa digantikan dengan karyawan lain setelah karyawan tersebut telah selesai mengerjakan pekerjaannya dan bisa membagi waktunya. Namun jika ada permintaan yang banyak maka jam kerja dapat ditambah, walaupun pada malam hari. Perusahaan tidak memberikan upah lembur , hal ini dikarenakan sudah dianggap sebagai kewajiban karyawan. Karyawan tidak mendapatkan hari libur kecuali hari raya atau meminta cuti.
Gaji yang diberikan pada pimpinan perusahaan adalah sebesar Rp 3.000.000,00/bulan. Gaji yang diberikan pada bagian produksi dan pemasaran adalah sebesar Rp 2.000.000,00/bulan. Sedangkan gaji karyawan yang diberikan adalah sebesar Rp 1.000.000,00/bulan. Proyeksi gaji pada usaha ikan hias air tawar di Arifin Fish Farm dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Proyeksi Gaji pada Usaha Ikan Hias Air Tawar Di Arifin Fish Farm 2009. No Keterangan Jumlah Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp/Tahun) 1 Gaji Pimpinan 1 3.000.000 36.000.000
2 Bagian Produksi & Pemasaran 1 2.000.000 24.000.000
3 Karyawan 3 1.000.000 24.000.000
Jumlah 84.000.000
Sumber : Data Arifin Fish Farm (2009)
5.4Fasilitas Budidaya Ikan Hias
Fasilitas merupakan fasilitas yang penting dalam kegiatan produksi. Fasilitas produksi yang digunakan dalam usaha budidaya ikan hias air tawar pada Arifin Fish Farm antara lain : bak semen, akuarium, bak pengampungan air, dan Wadah Penetesan artemia.
5.4.1 Peralatan Produksi 1. Blower
Blower digunakan untuk memberikan oksigen atau aerasi pada air akuarium. Gelembung-gelembung udara dalam akuarium ini dihasilkan oleh blower. Blower yang digunakan oleh Arifin Fish Farm yaitu dua jenis dengan ukuruan 275 watt, dengan harga Rp 1.200.000,00 per unit. Umur ekonomis 10 tahun.
2. Tabung Oksigen
Tabung oksigen digunakan untuk menyimpan oksigen yang akan digunakan untuk proses pengepakan pada saat ikan dikirim ke pembeli, harga tabung oksigen dengan harga Rp 1.500.000,00 per unit. Dengan umur ekonomis 10 tahun.
3 s e 4 P e p p e 5 p p y u 3. Freezer Freez sudah dibek ekonomis 10 4. Generato Gene PLN mati. S energi listrik produksi, m penerangan, ekonomis 10 5. Pompa A Pomp penampunga penampunga yang diguna umur ekonom zer digunak kukan, harga 0 tahun. or Set erator set be Sumber ener k dari PLN. meliputi pe harga dari g 0 tahun. Air pa air digun an air atau d an ke dalam akan sebany mis 10 tahun Gambar 3 kan untuk m freezer sebe erfungsi seba rgi utama ya . Energi list engoperasian genset ini se Gam nakan untuk disebut deng m akuarium, b yak 3 unit de n 3. Tabung O Sumber : menyimpan esar Rp 10.0 agai cadang ang digunaka trik tersebut n pompa, ebesar Rp 2. mbar 4. Gen Sum mengalirka gan bak tand
bak semen p engan harga Oksigen (O2) Arifin Fish pakan alam 000.000,00 p an energi li an untuk akt digunakan blower, da 000.000,00 p nset mber : Arifin an air dari da don serta me pemeliharaan a Rp 250.00 Farm (2009) mi berupa ca per unit. De strik ketika tivitas produ untuk kegia an sekaligu per unit. De n Fish Farm alam sumur engalirkan a n ikan hias. 00,00 per un ) acing yang ngan umur listrik dari uksi adalah atan proses us sebagai engan umur (2009) r ke tempat air dari bak Pompa air nit. Dengan
6. Centong
Centong digunakan untuk proses penyortiran ikan hias pada waktu pengepakan (packing) sebanyak 4 buah, dengan harga per buah sebesar Rp 5.000,00, dan umur ekonomis 2 tahun.
7. Ember
Ember memiliki beberapa fungsi antara lain digunakan untuk wadah pakan, pemanenan, dan penyortiran dengan harga 17.500,00 per buah. Arifin Fish Farm memiliki ember sebanyak 5 buah. Umur ekonomis 2 tahun.
8. Serokan
Serokan digunakan untuk menangkap ikan, mengambil kotoran, mengambil pakan alami, serta menampung sementara ikan hias, harga serokan ini sebesar Rp 7500,00 per unit dengan ukuran besar, sedangkan ukuran kecil dengan harga Rp 5000,00 per unit. Umur ekonomis 5 tahun.
9. Pakis
Pakis digunakan untuk tempat telur. Tekstur permukaannya merupakan tempat yang baik untuk telur balck ghost degan harga Rp 2.000,00 per buah, AFF memiliki sebanyak 10 buah. Umur ekonomis 2 tahun.
Gambar 5. Pakis Tempat Bertelur Ikan Black Ghost. Sumber : Arifin Fish Farm (2009).
10. Selang Aerasi
Selang aerasi berfungsi untuk menyalurkan udara dari paralon ke akuarium atau bak. Selang aerasi dan selang air yang digunakan pada usaha ini adalah sebanyak 3 rol m dengan harga Rp 125.000 per rol. Umur ekonomis 5 tahun.
11. Selang Air
Selang air digunakan untuk mengisi air apabila akuarium baru dibersihkan dan airnya diganti, selain itu juga selang ini berfungsi untuk menyifon akuarium
dan bak. Selang yang digunakan pada usaha AFF ini sebanyak 3 rol, dengan harga Rp 52.500 per rol. Umur ekonomis 5 tahun.
12. Paralon
Paralon digunakan untuk mengaliskan udara dari blower dan menarik air dari dalam sumur. Paralon yang digunakan sebanyak 60 m dengan ukuran ½ inci. Harga paralon ini Rp 12.000,00 per m, usaha ini memliki 60 meter. Umur ekonomis 5 tahun.
13. Sendok Plastik/ Sendok Bebek
Sendok plastik digunakan untuk menyotir ikan pada saat ikan akan dimasukkan ke dalam plastik (packing) Sendok plastik sebanyak 1 lusin dengan harga Rp 15.000,00 per lusin. Umur ekonomis 2 tahun.
14. Lampu
Lampu digunakan sebagai penerangan ruang, jika kegiatan produksi dilakukan pada malam hari. Lampu yang digunakan sebanyak 4 buah dengan harga Rp 23.000,00 per buah. Umur ekonomis 2 tahun.
5.4.2 Fasilitas Pendukung
Fasilitas pendukung yang terdapat di Arifin Fish Farm antara lain : banguan, bak semen, mess karyawan, gudang tempat pakan, kamar mandi, dapur dan sumur.
5.5 Proses Produksi
Proses produksi ikan hias air tawar pada Arifin Fish Farm melalui beberapa tahap mulai dari persiapan wadah sampai panen. Berikut adalah tahapan proses produksi ikan hias air tawar.
1) Persiapan Wadah
Pemijahan adalah suatu proses pembuahan telur oleh sperma yang terjadi