• Tidak ada hasil yang ditemukan

J. Metodologi Pene ne l litian

7. Metode Analisis Data

Pada penelitian ini, tahap analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul. Data yang terkumpul berupa data kuantitatif.

maka metode pepenngumpulalann dad ta dilakukan dengan menggunakan kuisioioner atau angket (Kriyantono, 20006:6:92).

Kuisioner addalalaha ddafaftat r pep rtanyaan yanang g harus diisi oleh responondedenn (Kriyantono, 2000066:9393).). KKuiusioner yang g peneliti bua ad

a alah kkuiuisiioner yang bersifat tterertutup, ddimimanana peneelilti sudah m

menyediakan jawaban sehingga respondenhanyah a tinnggggalal mennjaj wab dengan cara mencentang (√) pada jawaban yaangn sesesuauai i menuuru responden.

b. Sekunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh secaraa tiddaak langsungng ddarari i sumbernya. DDalalamam hhal ini peneliti titiddak seecacar langsung mengambmbilil datataa ddari sumbernya melainkan memanfafaatatkkan dokumen atau data yang dihasilkan pihak-pihak lain. DaDatata ssekekununde di

didadapapatktkanan ddarrii bubukuku,, liliteterarattur, mmauaupupunn ininteternrnetet yanng g rrelevan de

dengngan permasalalahan yangng akan diteliititi. CoC nttohhnynya dadata kampu dan mahasiswi FIISIP UAJYY juga data perusahaan TRANS7. 7. Metode Analisis Datta

Pada penelitiann ini,ttahap analisis data dilakukan setelah semu data terkumpul. Data yanngg terkumpul berupa data kuantitatif.

43 a. Uji Validitas

Uji validitas penting untuk dilakukan dalam setiap penelitian kuantitatif. Hal ini dilakukan agar peneliti mendapat hasil yang tepat dan tidak melenceng dari kenyataan yang ada. Validitas adalah ukuran ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu alat ukur dikatakan memiliki validitas tinggi apabila mampu memberikan hasil ukur sesuai dengan tujuan penelitian (Azwar, 1997:5). Uji validitas akan dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows. Rumus yang berlaku dengan menggunakan syarat jika r hitung ≥ r tabel dengan taraf signifikansi 95% maka instrument tersebut dinyatakan valid, namun jika r hitung ≤ r tabel dengan taraf signifikansi 95% maka instrument tersebut dinyatakan tidak valid (Sugiyono, 2006:213). b. Uji Reliabilitas

Apabila suatu alat pengukuran telah dinyatakan valid, maka tahap selanjutya adalah menguji reliabilitas alat tersebut. Reliabilitas adalah ukuran kepercayaan suatu alat ukur dalam menjalankan fungsi ukurnya. Hasil pengukuran dapat dipercaya jika dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran diperoleh hasil yang relatif sama (Azwar 1997:4). Uji reliabilitas dilakukan dengan melihat jawaban responden pada kuisioner yang disebarkan. Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS. Pada

Uji validitatass penting ununtutuk dilakukan dalam setiap penelitian kuanntitittatif. Hal ini dilakukan agar peenen liti mendapat hasil yang tepat dan tidak k memelel ncnceneng g dadari kenyataan yyang ada. Validita adalahah uukukuran kek tepatan dad n n kekececermrmataan suatu alalat ukur dalam me

m lakukakann fungsi ukurnya. Suatatuu alat ukukurr didikak takan n memilik va

validitas tinggi apabila mampu memberirikak n hah sisil l ukukur ssesua dengan tujuan penelitian (Azwar, 1997:5). UjUi vavalilididtas akakan dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windowws. RuRumumus s yanng berlaku dengan menggunakan syarat jika r hitung ≥rr tabebell dengngann taraf signifikansi 95% maka instrument tersebut dinyyatakann vallidd namun n jijikaka rr hhitung ≤ r tabel dedengnganan taraf signifikansnsii 995% mamakka instrument tersebutt didinyyatatakan tidak valid (Sugiyono, 2006:21313)). b. Uji Reliabilitas

Ap

Apababilila suuatatu u alalatat ppenenggukkurarann tetelalahh didinynyatatakakan vvalalidid, maka ta

tahahap selanjutyaya adalah h menguji rereliliabililititas aalalatt tersebut Reliabilitas adallah ukurann kepercayaan suatu alat ukur dalam menjalankan funggsi ukurnyaya. Hasil pengukuran dapat dipercaya jika dalam beberapa kalali pelaaksanaan pengukuran diperoleh hasil yang relatif sama (Azwar 1997:4). Uji reliabilitas dilakukan dengan

44 program SPSS, pengujian ini dilakukan dengan menggunakan metode Cronbanch Alpha. Apabila Cronbanch Alpha yang diperoleh dari pengujian ini lebih besar dari 0,60 maka kuisioner dinyatakan reliabel sebaliknya jika nilai alpha menunjukkan hasil lebih kecil dari 0,60 maka kuisioner dinyatakan tidak reliabel. c. Analisis Korelasi

Teknik ini bertujuan untuk mengetahui derajat kekuatan hubungan antara hubungan variabel X dengan variabel Y serta membuktikan hipotesis hubungan antar variabel. Rumus atau teknik statistik yang akan digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi atau derajat kekuatan hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan antara variabel/data/skala interval dengan interval lainnya adalah Pearson’s Corellation (Product Moment) (Kriyantono, 2006:173):

Ket:

r = nilai korelasi antara X dan Y

X = variabel terikat (terpaan tayangan Warna Trans7) Y = variabel bebas (sikap mahasiswi FISIP UAJY) N = jumlah sampel

metode Cronbabannchh AlAlphphaa. Apabila Cronbanch Alpha yang dipeerorolleh dari pengujian ini lebih bessarar dari 0,60 maka kuisione dinyatakan reliaiabeell ses babaliliknknyaa jjika nilai alphhaa menunjukkan hasi lebih h kekecic lldari 00,60 maka kkuisisiononererddininyyatakan tidak k rer liabel. c

c. AnA alisis KKoorelasi

Teknik ini bertujuan untuk mengeetatahui deerarajajat t kekuk atan hubungan antara hubungan variabel X dengann varriaiabebel Y seert membuktikan hipotesis hubungan antar variabel. Ruumus sattauautekniik statistik yang akan digunakan untuk mengetahui koeefifsienn korelelasas atau derajat kekuatan hubungan dan membuktikkan hipipoteesii hubungngananaantntarara variabel/data/a/skskalalaa ininterval dengan innteterrval lainnnnyya adalah Pearson’s CCorrelelllation (Product Moment) (Kriyayantntonono 2006:173):

Ket:

r = nilai korelasi antarra X daann Y

45 Berikut ini adalah pedoman interpretasi koefisien korelasi (Sugiyono, 2006:216): 0,00 –0,25 : sangat lemah 0,20 –0,399 : lemah 0,40 –0,599 : sedang 0,60 –0,799 : kuat 0,80 –1,00 : sangat kuat

Penelitian ini selain menggunakan uji korelasi produk moment juga menggunakan uji korelasi parsial karena di dalamnya terdapat variabel kontrol. Korelasi parsial adalah pengukuran hubungan antara dua variabel, dengan mengontrol atau menyesuaikan efek dari satu atau lebih variabel lain (variable kontrol).

Berikut adalah rumus korelasi parsial (Dajan 1986:333) :

Keterangan:

rij. K : Korelasi antara variabel bebas (X) dengan variabel terikar (Y) yang dikontrol oleh variable control (Z).

i : Variabel terikat (Y). j : Variabel bebas (X). k : Variabel control (Z) 2006:216): 0,000 ––0,25 : sangat lemah 0,20 –0,399 : lemmahah 0,40 –0,0,59999 : sedang 0, 0,6060 –0,7999 :kuat 0,800 –1,00 : sangat kuat P

Penelitian ini selain menggunakan uji korelasi ppror duk k mooment jjug mennggunakan uji korelasi parsial karena di dalamnya teterdappatat variabbe koontrol. Korelasi parsial adalah l pengukuran hubungan antaraa duaa vvarariabeb l d

dengan mengontrol atau menyesuaikan efek dari satu atau lebihh variabelel laiainn (

(variable kontrol).

Berikut adalah rumus korelasisipparrsisiaal (Dajan 1986:333) :

Ke

Keteterrangnganan:

rij. K : Korelassi antara vaariabel bebas (X) dengan variabel terika (Y) yangg dikontrol oleh variable control (Z).

i : Variabel tterikatt (Y). j : Variabel bebbaas (X).

Dokumen terkait