• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian

C. Penerapan Belanja daerah Berbasis Kinerja

3.6 Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik kuesioner yaitu memberi seperangkat pernyataan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab yang kemudian dikumpulkan. Kuesioner dalam penelitian ini bersifat kuantitatif, oleh karena itu bentuk pertanyaan tertutup untuk pengukuran responden. Kuesioner ini menghasilkan data interval dengan menggunakan skala Likert dengan penilaian rentang skor dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi yaitu 1 sampai 5 terhadap tingkat setuju atau ketidaksetujuan. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tertentu tentang fenomena sosial.

3.6.1 Analisis Deskriptif

Statistik ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai responden yang menunjukkan tingkat pendidikan, dan lamanya bekerja. Sedangkan analisis ini berguna untuk memberikan deskriptif tentang variabel-variabel penelitian yang digunakan.

3.6.2 Uji Kualitas Datas 3.6.2.1 Uji Validitas

Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat validitas atau kesahihan suatu instrumen, sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang ingin diukurnya (Ancok, 1998 : 120).. Faktor-faktor yang mengurangi validitas data antara lain kepatuhan responden mengikuti petunjuk pengisian kuosioner dan tidak tepatnya formulasi alat pengukur yaitu bentuk dan isi kuesioner (Hakim : 1999 dalam widyastuti : 2000). Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan alat bantu program statistik, dengan kriteria sebagai berikut :

1) Jika r hitung positif dan r hitung > r tabel, maka butir pertanyaan tersebut valid

2) Jika r hitung negatif atau r hitung < r tabel, maka butir pertanyaan tersebut tidak valid

3) r hitung dapat dilihat pada kolom Corrected Item Total Corelation Nilai r tabel dapat diperoleh melalui df (degree of freedom) = n-k,

n = Jumlah responden

k = merupakan jumlah butir pertanyaan dalam suatu variable 3.6.2.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas menurut Riyadi (2000) dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh hasil pengukuran tetap konsisten apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama. Untuk melihat reliabilitas masing-masing instrumen yang digunakan, peneliti menggunakan koefisien cronbach alpha. Suatu instrumen dikatakan reliabel jika nilai cronbach alpha lebih besar dari 0,5 (Nunnally, 1967 : 120). Langkah-langkah melakukan uji reliabilitas terhadap suatu konstruk variabel sama dengan melakukan uji validitas. Output SPSS untuk uji reliabilitas akan dihasilkan secara bersama-sama dengan hasil uji validitas.

3.6.3 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik adalah persyaratan statistik yang dilakukan untuk analisis linear regresi yang bertujuan untuk menghitung nilai pada variabel tertentu. Sebelum melakukan pengujian hipotesis, diperlukan pengujian asumsi klasik yang terdiri dari : uji normalitas, multikolinieritas, dan heteroskedastisitas.

3.6.3.1 Uji Normalitas

Uji normalitas data bertujuan untuk menguji apakah dalam variabel dependen dengan variabel independen mempunyai distribusi

normal atau tidak. Proses uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov. Distribusi data dapat dilihat dengan dengan kriteria sebagai berikut :

1)Nilai sig atau signifikan atau profitabilitas > 0,05 maka distribusi data dikatakan normal.

2)Nilai sig atau signifikan atau profitabilitas < 0,05 maka distribusi data dikatakan tidak normal.

3.6.3.2 Uji Multikolinieritas

Uji multikolonieritas bertujuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya hubungan antar independen dalam model regresi. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara independen. Pengujian multikolonieritas dapat dilakukan dengan cara : 1) Nilai R2 pada estimasi model regresi.

2) Menganalisis matrik korelasi variabel – variabel independen. 3) Menggunakan variance inflation factor (VIF) dan nilai tolerance. 4) Multikolinieritas terjika VIF > 10 dan nilai tolerance < 0,10. 3.6.3.3 Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi telah terjadi ketidaksamaan varian dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lainnya. Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki persamaan variance residual atau homokedastisitas. Untuk melihat ada tidaknya heteroskedastisitas

dapat dilakukan dengan melihat grafik Scatterplot. Cara memprediksi pola gambar Scatterplot adalah dengan :

1)Titik data menyebar diatas dan dibawah atau disekitar angka 0. 2)Titik data tidak mengumpul hanya diatas atau dibawah saja.

3)Penyebaran titik-titik data tidak boleh membentuk pola bergelombang melebar.

4)Penyebaran titik-titik data sebaiknya tidak berpola. 3.7 Pengujian Hipotesis

Model penelitian ini menggunakan model regresi linear berganda. Model regresi linear berganda adalah model regresi yang memiliki lebih dari satu variabel independen. Model regresi linear berganda dikatakan model yang baik jika model tersebut memiliki asumsi normalitas data dan terbebas dari asumsi-asumsi klasik statistik baik multikolinieritas, autokorelasi dan heteroskedastisitas.

3.7.1 Uji Regresi Linier Berganda

Uji regresi linear berganda untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara bersama-sama dapat dihitung melalui suatu persamaan regresi berganda.

Persamaan regresi linier berganda yaitu :

Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + ε

Keterangan :

Y = Akuntabilitas Kinerja

X2 = Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja X3 = Penerapan Belanja Daerah Berbasis Kinerja

α = Konstanta ε = Error

β1, β2, β3 = Koefisien regresi yang menunjukkan perubahan variabel

dependen berdasarkan pada variabel independen. 3.7.2 Uji Parsial (t-test)

Uji parsial t disebut juga sebagai uji signifikansi individual. Uji ini digunakan untuk menguji seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Hipotesis statistik yang diajukan adalah :

H0 : b1, b2, b3, = 0, artinya suatu variabel independen secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

H1 : b1, b2, b3, ≠ 0, artinya suatu variabel independen secara parsial berpegaruh terhadap variabel dependen.

Kriteria yang digunakan dalam menerima atau menolak hipotesis adalah :

1) H1 diterima atau H0 ditolak apabila thitung > ttabel, pada α = 5% dan nilai probabilitas < sebesar 0,05.

2) H1 ditolak atau H0 diterima apabila thitung < ttabel, pada α = 5% dan nilai

3.7.3 Uji Simultan (f-test)

Uji f dilakukan untuk menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model regresi berganda mempunyai pengaruh secara bersama–sama terhadap variabel dependen. Hipotesis yang akan diuji adalah sebagai berikut :

H0 : b1, b2, b3, = 0, artinya variabel independen secara simultan tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

H1 : b1, b2, b3, ≠ 0, artinya suatu variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen.

Kriteria yang digunakan dalam menerima atau menolak hipotesis adalah :

1) H1 diterima atau H0 apabila Fhitung > Ftabel, pada α = 5% dan nilai

probabilitas < 0,05.

2) H1 ditolak atau H0 apabila Fhitung < Ftabel, pada α = 5% dan nilai

probabilitas > 0,05. 3.7.4 Adjusted R2

Pengujian adjusted R2 digunakan untuk mengukur proporsi atau presentase sumbangan variabel independen yang diteliti terhadap variasi naik turunnya variabel dependen. adjusted R2 berkisar antara nol sampai dengan 1

(0 ≤ adjusted R2 ≤ 1). Hal ini berarti apabila adjusted R2 = 0 menunjukkan tidak adanya pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen, bila adjusted R2 semakin besar mendekati 1, menunjukkan semakin kuatnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dan bila

adjusted R2 semakin kecil mendekati 0, maka dapat dikatakan semakin kecilnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait