• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS KONTROL

VI. METODE DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN Model : Pembelajaran Konvensional

Metode : Ceramah, latihan Soal

VII. KEGIATAN PEMBELAJARAN

No. Kegiatan Alokasi

Waktu 1. Kegiatan Awal ( Pendahuluan)

a. Salam pembuka dan guru memeriksa kehadiran siswa

b. Guru menghubungkan materi yang dipelajari dengan fenomena yang ada di sekitar

c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

15 menit

2. Kegiatan inti Eksplorasi

a. Guru menjelaskan tentang kelarutan (pengertian, rumus, satuan dan contoh soal)

b. Guru menjelaskan tentang Ksp (pengertian dan contoh soal)

c. Guru menjelaskan tentang hubungan kelarutan dan hasil kali kelarutan

Elaborasi

d. Guru memberikan latihan soal untuk dikerjakan oleh siswa di kelas

e. Guru meminta siswa untuk maju mengerjakan soal tersebut di depan kelas.

f. Guru dan siswa membahas bersama soal-soal yang

telah dikerjakan

g. Guru memberikan koreksi jawaban atau tambahan informasi jika diperlukan

Konfirmasi

h. Menyamakan persepsi tentang hubungan kelarutan kelarutan dan hasil kali kelarutan

3. Kegiatan Akhir (Penutup)

a. Guru dan siswa membuat simpulan tentang materi yang telah dipelajari

b. Guru memberikan pekerjaan rumah secara individu c. Guru mengingatkan materi yang akan dibahas pada

pertemuan berikutnya.

d. Guru menutup pelajaran dengan salam.

VIII. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media : whiteboard, spidol, penghapus., lembar diskusi Sumber Belajar :- Anshory, Irfan dan Hiskia Ahmad. 2002. Kimia SMA

untuk kelas 2. Jakarta : Erlangga.

- sudarmo, Unggul. 2004. Kimia untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga

- Purba, Michael. 2007. Kimia Untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Penerbit Erlangga.

IX. PENILAIAN a. Aspek Kognitif

1. Jenis tagihan : Latihan Soal dan Pekerjaan Rumah (PR) 2. Bentuk Instrumen : uraian

1. Prosedur : Observasi Langsung 2. Bentuk Instrumen : Lembar Pengamatan

X. EVALUASI

 Latihan Soal

1. Jelaskan istilah- istilah berikut : a. Kelarutan

b. Tetapan hasil kali kelarutran c. Larutan jenuh

2. Jika 7,4 gram Ca(OH)2 larut dalam 500 mL air , tentukan kelarutan Ca(OH)2 dalam molar ! ( Ar Ca = 40, O = 16, H = 1)

3. Tentukan persamaan tetapan hasil kali kelarutan ( Ksp ) garam berikut.

a. BaSO4 d. CaCO3

b. CaF2 e. Al(OH)3

c. Mg(OH)2

4. Apabila kelarutan dilambangkan dengan s, tulislah hubungan kelarutan dengan tetapan hasil kali kelarutan untuk senyawa berikut :

a. Ba(OH)2 b. Ag2CrO4

Pekerjaan Rumah

1. Jelaskan istilah- istilah berikut : a. Larutan jenuh

b. Larutan belum jenuh c. Larutan lewat jenuh

2. Kelarutan timbal kromat (PbCrO4) dalam air adalah 1,34 mol L-1. Berapa gram timbal kromat dapat larut dalam 200 mL air ?

(Ar Cr = 52, O = 16, Pb = 206)

3. Tentukan tetapan hasil kali kelarutan pada persamaan di bawah ini untuk senyawa berikut :

a. BaSO4 c. CuBr e. Fe(OH)3 g. Ag2CO3 b. Sn(OH)4 d. Ca3(PO4)2 f. CdS h. SrCrO4

XI. KUNCI JAWABAN

Latihan Soal

1. a. Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat larut dalam sejumlah tertentu pelarut

b. tetapan hasil kali kelarutan adalah Tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) adalah hasil kali konsentrasi ion-ion dari larutan jenuh garam yang sukar larut dalam air, setelah masing-masing konsentrasi dipangkatkan dengan koefisien reaksi ionnya.

c. larutan jenuh adalah adalah larutan yang tidak lagi dapat melarutkan zat 2. Diketahui : gram Ca(OH)2 dalam air = 7,4 gram

V air = 500 mL Ditanya : kelarutan Ca(OH)2 (s)….?

Jawab : dalam larutan jenuh Ca(OH)2 terdapat kesetimbangan sebagai berikut :

Ca(OH)2 Ca2+ + 2OH s s 2s s =

= 0,2 M

Jadi kelarutan Ca(OH)2 dalam 500 mL air sebesar 0,2 molar. 3. Ksp dari garam : a. BaSO4 Ba2+ + SO4 2-Ksp = [Ba2+][SO42-] b. CaF2 Ca2+ + 2F -Ksp = [Ca2+][F-]2 c. Mg(OH)2 Mg2+ + 2OH -Ksp = [Mg2+][OH-]2 d. CaCO3 Ca2+ + CO3 2-Ksp = [Ca2+][CO32-] e. Al(OH)3 Al3+ + 3OH

-Ksp = [Al3+][OH-]3

4. a. Kesetimbangan Ba(OH)2 Ba(OH)2 Ba2+ + 2OH

s s 2s

Ksp Ba(OH)2 = [Ba2+].[OH-]2 = s . (2s)2 = 4s3

Jadi hubungan kelarutan dengan Ksp adalah Ksp = 4s3 b. Kesetimbangan Ag2CrO4

Ag2CrO4 2Ag+ + CrO4 s 2s s

Ksp Ag2CrO4 = [Ag+]2. [CrO42-] = (2s)2 . s

= 4s3

Jadi hubungan kelarutan dengan Ksp adalah Ksp = 4s3

Pekerjaan Rumah

1. a. larutan jenuh adalah adalah larutan yang tidak lagi dapat melarutkan zat

b. larutan belum jenuh adalah larutan yang masih dapat melarutkan zat terlarut.

c. larutan lewat jenuh adalah larutan yang sudah tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut, sehingga menyebabkan terbentuknya endapan

2. Diketahui : s PbCrO4 dalam air = 1,34 mol L -Mr PbCrO4= 322

V air = 200 mL Ditanya : gram PbCrO4 ….?

Jawab : dalam larutan jenuh PbCrO4 terdapat kesetimbangan sebagai berikut

PbCrO4 Pb2+ + CrO4 s s s

1,34 =

gr = 86,3 gram

jadi gram timbal kromat yang dapat larut dalam 200 mL air adalah 86,3 gram

3. Ksp untuk senyawa elektrolit: a. BaSO4= s2 b. Sn(OH)4 = 256s5 c. CuBr = s2 d. Ca3(PO4) 2 = 108s5 e. Fe(OH)3 = 27s4 f. CdS = s2 g. Ag2CO3 = 4s3 h. SrCrO4 =s2 Karangtengah, April 2011

Guru Mata Pelajaran Praktikan

Mustajab, S.Pd Dwi Ari Santi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS KONTROL

Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Atas Mata Pelajaran : Kimia

Kelas / Semester : XI / II Tahun Pelajaran : 2010/2011

Pokok Materi : Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Pertemuan : 2

Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (2 jam pelajaran)

I. STANDAR KOMPETENSI

Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran dan terapannya.

II. KOMPETENSI DASAR

Memprediksikan terbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan prinsip kelarutan dan hasil kali kelarutan.

III. INDIKATOR

a. Menghitung kelarutan suatu elektrolit yang sukar larut berdasarkan data harga Ksp atau sebaliknya.

b. Menjelaskan pengaruh penambahan ion senama dalam kelarutan.

IV. TUJUAN

a. Siswa dapat menghitung kelarutan suatu elektrolit yang sukar larut berdasarkan data harga Ksp atau sebaliknya.

V. ANALISIS MATERI

Menentukan Nilai Ksp Berdasarkan Kelarutan

Kelarutan zat-zat yang sukar larut dapat ditentukan berdasarkan harga Ksp zat tersebut. Demikian pula harga Ksp dapat ditentukan jika konsentrasi ion-ion zat terlarut diketahui.

Contoh soal :

1. Hitung kelarutan garam AgCl dalam air, jika Ksp AgCl = 8,1.10-9. Penyelesaian:

Misal kelarutan AgCl = s mol L1 AgCl(s) Ag+(aq) + Cl(aq) s s s

KspAgCl = [Ag+][Cl] 8,1.10-9= s x s = s2 s = 9.10-5mol L1

Kelarutan AgCl = 9.10-5 mol L1.

2. Sebanyak 100 mL larutan jenuh magnesium fluorida MgF2 pada 18oC diuapkan dan diperoleh 7,6 mg MgF2 padat. Berapakah Ksp MgF2 pada 18oC? (Ar Mg = 24 ; F = 19) MgF2(s) Mg2+(aq) + 2F-(aq) s s 2s Ksp MgF2 = [Mg2+][F-]2 = s (2s)2 = 4s3 = 4 (0,0012)3 = 6,9 x 10-9

Pengaruh ion senama terhadap kelarutan

Apakah yang terjadi, jika dalam suatu larutan elektrolit terdapat ion senama (sejenis)? Agar dapat menemukan jawabannya, perhatikan larutan jenuh AgCl. Pada saat AgCl dilarutkan dalam air, maka akan terbentuk reaksi kesetimbangan, yaitu:

AgCl (s) Ag+(aq) + Cl-(aq)

Adanya penambahan larutan AgNO3 akan memperbesar konsentrasi ion Ag karena AgNO3 juga akan terionisasi dan menghasilkan ion Ag. Reaksi yang terjadi yaitu:

AgNO3(aq) Ag+ (aq) + NO3(aq)

Sementara itu, penambahan ion sejenis (Ag+) akan menggeser kesetimbangan ke kiri. Pergeseran ke kiri menyebabkan kelarutan AgCl berkurang, tetapi tidak memengaruhi harga tetapan hasil kali kelarutan, jika suhu tidak berubah.

Pahamilah penerapannya dalam contoh soal berikut. Contoh soal :

Diketahui Ksp Ag2CrO4 = 2,56 x 10-10, tentukan kelarutan Ag2CrO4 dalam larutan AgNO3 0,1 M !

Jawab:

Reaksi kesetimbangan Ag2CrO4 : Ag2CrO4(s) 2 Ag+(aq) + CrO42-(aq) s 2s s AgNO3(aq) Ag+ (aq) + NO3- (aq) 0,1 M 0,1 M 0,1 M Di dalam sistem terdapat : [CrO42-] = s

[Ag+] = (2s + 0,1) M = (2s + 0,1) mol/Liter

Karena [Ag+] yang bersal dari Ag2CrO4 sangat sedikit dibandingkan [Ag+] yang berasal dari AgNO3, maka [Ag+] dari Ag2CrO4 dapat diabaikan, sehingga [Ag+] = 0,1 mol/L, oleh karena itu :

Ksp [Ag2CrO4] = [Ag+]2[ CrO42-] 2,56 x 10-10 = (0,1)2 x s

s = 2,56 x 10-8 mol/L

Kelarutan Ag2CrO4 dalam larutan AgNO3 0,1 M adalah 2,56 x 10-8 mol/L. Jadi, penambahan ion sejenis Ag+ akan memperkecil kelarutan Ag2CrO4. VI. METODE DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model : Pembelajaran Konvensional Metode : Ceramah, latihan soal VII. KEGIATAN PEMBELAJARAN

No. Kegiatan Alokasi

Waktu 1. Kegiatan Awal ( Pendahuluan)

a. Guru membuka pelajaran dengan salam dan memeriksa kehadiran siswa

b. Guru mempersilahkan siswa menyiapkan buku catatan masing- masing.

c. Guru meminta siswa mengumpulkan pekerjaan rumah d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

10 menit

2. Kegiatan inti Eksplorasi

a. Guru menjelaskan bagaimana menghitung kelarutan suatu elektrolit yang sukar larut berdasarkan data harga Ksp atau sebaliknya melalui contoh soal

b. Guru menjelaskan tentang pengaruh penambahan ion senama pada kelarutan

Elaborasi

c. Guru memberikan latihan soal untuk dikerjakan oleh siswa di kelas

d. Guru memberi waktu kepada siswa untuk mengerjakan latihan soal.

e. Guru meminta siswa untuk maju mengerjakan soal tersebut di depan kelas.

f. Guru bersama siswa membahas jawaban di papan tulis g. Guru memberikan koreksi jawaban atau tambahan informasi

jika diperlukan Konfirmasi

h. Menyamakan persepsi tentang Ksp dan pengaruh ion senama

3. Kegiatan Akhir (Penutup)

a. Guru dan siswa membuat simpulan tentang materi yang telah dipelajari

b. Guru memberikan pekerjaan rumah secara individu

c. Guru mengingatkan materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya.

d. Guru menutup pelajaran dengan salam.

VIII. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media : whiteboard, spidol, penghapus.

Sumber Belajar : - Anshory, Irfan dan Hiskia Ahmad. 2002. Kimia SMA untuk kelas 2. Jakarta : Erlangga.

- sudarmo, Unggul. 2004. Kimia untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga

- Purba, Michael. 2007. Kimia Untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Penerbit Erlangga.

51. PENILAIAN a. Aspek Kognitif

1. Jenis tagihan : Latihan Soal dan Pekerjaan Rumah (PR) 2. Bentuk Instrumen : uraian

b. Aspek Afektif

1. Prosedur : Observasi Langsung 2. Bentuk Instrumen : Lembar Pengamatan 52. EVALUASI

Latihan Soal

1. Berapakah kelarutan garam PbCl2 jika KspPbCl2 = 1,08.10-4 !

2. Kelarutan kalsium oksalat adalah 0,0061 mol L1 larutan. Hitung berapa harga Ksp CaC2O4 (ArCa = 40, C = 12, O = 16).

3. Jika KspPbI2 = 5.10-10 Hitung: a. kelarutan PbI2 dalam air, b. kelarutan PbI2 dalam 0,1 M KI, c. kelarutan PbI2 dalam 0,2 M Pb(NO3)2!

Pekerjaan Rumah

1. Jika diketahui Ksp Mg(OH)2 pada suhu 250C adalah 1,8 × 10-11, maka tentukan besarnya kelarutan larutan jenuh Mg(OH)2.

2. Kelarutan Ca(OH)2 dalam 100 cm3 air = 222 mgram. Jika Ar Ca = 40, O =16, dan H = 1, berapakah Ksp dari Ca(OH)2 tersebut?

3. Jelaskan manakah yang lebih besar kelarutan AgCl dalam air murni ataukah kelarutan AgCl dalam larutan NaCl?

4. Jika Ksp Ag2CrO4 = 2,4 x 10-12 dan kelarutan Ag2CrO4 dalam air murni = 8,43 x 10-5 mol/L ,Tentukan :

b. Kelarutan dalam AgNO3 0,2 M, c. Kelarutan dalam K2CrO4 0,1 M ! XI. KUNCI JAWABAN

 Latihan Soal

1. Diketahui : KspPbCl2 = 1,08. 10-4 Ditanya : kelarutan PbCl2(s) …?

Jawab : dalam larutan jenuh PbCl2 terdapat kesetimbangan sebagai berikut: PbCl2 Pb2+ + 2Cl- s s 2s Ksp = [Pb2+]. [Cl-]2 1,08. 10-4 = s. (2s)2 1,08. 10-4 = 4s3 s = 3 x 10-2

jadi kelarutan PbCl2 adalah 3 x 10-2.

2. Diketahui : kelarutan CaC2O4 (s) = 0,0061 mol L1

Ditanya : Ksp CaC2O4 …?

Jawab : dalam larutan jenuh CaC2O4 terdapat kesetimbangan sebagai berikut : CaC2O4 Ca2+ + C2O4 s s s 6,1 x 10-2 6,1 x 10-2 6,1 x 10-2 Ksp CaC2O4 = [Ca2+].[ C2O42-] = 6,1 x 10-2 x 6,1 x 10-2 = 3,721 x 10-3

Jadi harga Ksp CaC2O4 adalah 3,721 x 10-3 3. Diketahui : KspPbI2 = 5x10-10

Ditanya : a. kelarutan PbI2 dalam air, b. kelarutan PbI2 dalam 0,1 M KI, c. kelarutan PbI2 dalam 0,2 M Pb(NO3)2

Jawab :

PbI2 Pb2+ + 2I s s 2s Ksp PbI2 = [Pb2+]. [I-]2 5x10-10= s x (2s)2 5x10-10 = 4s3 s = 5 x 10-4

kelarutan PbI2 dalam air = 5 x 10-4 mol L-1

b. PbI2 Pb2+ + 2I s s 2s KI K+ + I- 0,1 0,1 0,1 Ksp PbI2 = [Pb2+]. [I-]2 5x10-10 = s x (0,1)2 s = 5 x 10-8

kelarutan PbI2 dalam 0,1 M KI = 5 x 10-8 mol L-1 c. PbI2 Pb2+ + 2I s s 2s Pb(NO3)2 Pb2+ + 2NO3 -0,2 0,2 0,4 Ksp PbI2 = [Pb2+]. [I-]2 5x10-10 = 0,2 x (2s)2 s = 2,5 x 10-5

kelarutan PbI2 dalam 0,2 M Pb(NO3)2 2,5 x 10-5 mol L-1

Pekerjaan Rumah

1. Diketahui : Ksp Mg(OH)2 =1,8 × 10-11 Ditanya : kelarutan Mg(OH)2 (s) …? Jawab : kesetimbangan Mg(OH)2

Mg(OH)2 Mg2+ + 2OH s s 2s Ksp Mg(OH)2 = [Mg2+]. [OH-]2

1,8 × 10-11 = ( s ). ( 2s)2 1,8 × 10-11 = 4s3

s = 1,65 x 10-4

jadi kelarutan Mg(OH)2 adalah 1,65 x 10-4 2. Diketahui : V air = 100 cm3

massa Ca(OH)2 = 222 mgram Mr Ca(OH)2 = 74

Ditanya : Ksp Ca(OH)2 ?

Jawab : kesetimbangan Ca(OH)2 CaOH)2 Ca2+ + 2OH s s 2s

Ksp Ca(OH)2 = [Ca2+]. [OH-]2 = ( s ). ( 2s)2

= 4s3

= 4 x (0,03)3 = 1,08 x 10-4

Jadi Ksp CaOH)2 tersebut adalah 1,08 x 10-4

3. Kelarutan AgCl dalam air murni lebih besar daripada kelarutan AgCl dalam larutan NaCl, karena ion senama akan memperkecil larutan sehingga AgCl dalam NaCl kelarutannya semakin kecil.

4. Diketahui : Ksp Ag2CrO4 = 2,4 x 10-12

Kelarutan dalam air murni = 8,43 x 10-5 mol/L Ditanya : a. Kelarutan Ag2CrO4 dalam AgNO3 0,1 M,

d. Kelarutan Ag2CrO4 dalam AgNO3 0,2 M,

e. Kelarutan Ag2CrO4 dalam K2CrO4 0,1 M

Jawab :

a. Ag2CrO4 2Ag+ + CrO4 s 2s s

AgNO3 Ag+ + NO3 0,1 M 0,1 M 0,1 M Ksp Ag2CrO4 = [Ag+]2.[ CrO42-] 2,4 x 10-12 = (0,1)2.(s) 2,4 x 10-12 = 10-2 s s = 2,4 x 10-10

jadi kelarutan Ag2CrO4 dalam AgNO3 0,1 M adalah 2,4 x 10-10 b. AgNO3 Ag+ + NO3

-0,2 M 0,2 M 0,2 M Ksp Ag2CrO4 = [Ag+]2.[ CrO42-] 2,4 x 10-12 = (0,2)2.(s) 2,4 x 10-12 = 2 x 10-2 s s = 1,2 x 10-10

jadi kelarutan Ag2CrO4 dalam AgNO3 0,2 M adalah 1,2 x 10-10 c. K2CrO4 2K+ + CrO4

2-0,1 M 0,1 M 0,1 M Ksp Ag2CrO4 = [Ag+]2.[ CrO42-] 2,4 x 10-12 = (2s)2.(0,1) 2,4 x 10-12 = 10-1 x 4s2 s = 2,45 x 10-6

jadi kelarutan Ag2CrO4 dalam K2CrO4 0,1 M adalah 2,45 x 10-6 Karangtengah, April 2011

Guru Mata Pelajaran Praktikan

Mustajab, S.Pd Dwi Ari Santi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS KONTROL

Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Atas Mata Pelajaran : Kimia

Kelas / Semester : XI / II Tahun Pelajaran : 2010/2011

Pokok Materi : Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Pertemuan : 3

Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (2 jam pelajaran)

I. STANDAR KOMPETENSI

Memahami sifat-sifat asam-basa, metode pengukuran dan terapannya. II. KOMPETENSI DASAR

Memprediksikan terbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan prinsip kelarutan dan hasil kali kelarutan.

III. INDIKATOR

a. Menjelaskan pengaruh pH terhadap kelarutan dan hasil kali kelarutan b. Memperkirakan terbentuknya endapan berdasarkan harga Ksp.

IV. TUJUAN PEMBELAJARAN

a. Siswa dapat menjelaskan pengaruh pH terhadap kelarutan dan hasil kali kelarutan

V. ANALISIS MATERI

Hubungan Ksp dengan pH

Harga pH sering digunakan untuk menghitung Ksp suatu basa yang sukar larut. Sebaliknya, harga Ksp suatu basa dapat digunakan untuk menentukan pH larutan.

Contoh soal:

Hitunglah kelarutan Mg(OH)2 dalam larutan yang memiliki pH = 12. (Ksp Mg(OH)2 = 1,5 x 10-11)

Penyelesaian:

pOH = 2 maka [OH] = 10-2 mol L1 Ksp Mg(OH)2 = [Mg2+][OH]2 1,5.10-11 = [Mg2+][10-2]2 [Mg2+] = 1,5.10-7

Kelarutan Mg(OH)2 pada pH = 12 adalah = 1,5.10-7 mol L1

 Reaksi Pengendapan

AgCl dapat larut dalam air, meskipun dalm jumlah yang sangat sedikit, artinya ion Ag+ dan Cl- dapat berada bersama-sama dalam larutan hingga larutan jenuh yaitu sampai hasil kali kelarutan [Ag+][Cl-] sama dengan nilai Ksp AgCl. Apabila penambahan ion Ag+ dilanjutkan hinggahasil kali [Ag+][Cl-]> Ksp [Ag+][Cl-], maka kelebihan ion Ag+ dan Cl- akan bergabung membentuk endapan AgCl. Jadi, pada

penambahan larutan Ag+ ke dalam larutan Cl- dapat terjadi tiga hal sbb: Jika [Ag+][Cl-] < Ksp [Ag+][Cl-], larutan belum jenuh.

Jika [Ag+][Cl-] = Ksp [Ag+][Cl-], larutan tepat jenuh.

Jika [Ag+][Cl-] > Ksp [Ag+][Cl-], larutan lewat jenuh maka akan mengendap.

Contoh Soal:

Jika dalam suatu larutan terkandung Pb(NO3)2 0,05 M dan HCl 0,05 M, dapatkah terjadi endapan PbCl2? (Ksp PbCl2 = 6,25 x 10-5) Jawab:

[Pb2+] = 0,05 M [Cl-] = 0,05 M [Pb2+][Cl-]2 = [0,05][0,05]2

= 1,25 x 10-4

Oleh karena [Pb2+][Cl-]2 > Ksp PbCl2, maka PbCl2 dalam larutan itu akan mengendap.

VI. METODE PEMBELAJARAN

Dokumen terkait