BAB III METODOLOGI PENELITIAN
C. Metode dan Prosedur Penelitian
Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran secara utuh terhadap
Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Permata Cendikia dengan menggunakan metode kualitatif. Moleong (2010:6) menjelaskan mengatakan bahwa Penelitian kualitatif adalah penelitianyang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dll, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan metode alamiah. karena penelitian kualitatif memiliki ciri- ciri berikut ini: 1) peneliti sebagai instrument utama langsung mendatangi sumber data, 2) data yang dikumpulkan cenderung berbentuk kata-kata dari pada angka-angka, 3) penelitian lebih menekankan proses, bukan semata- mata pada hasil,4) peneliti melakukan analisis induktif cenderung mengungkapkan makna dari keadaan yang diamati, 5) pedekatan peneliti dengan responden sangat penting dalam penelitian. Beberapa ciri penelitian kualitatif tersebut mampu untuk menjawab tujuan penelitian ini.
Norman K. Denzim dan Yvonna S. Lincoln (2011:3-4) mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai berikut:
Penelitian kualitatif merupakan satu aktivitas yang bertempat yang menempatkan pengamat di dalam dunia. Penelitian kualitatif terdiri atas serangkaian praktek material interpretif yang membuat dunia bisa disaksikan. Praktek tersebut mengubah dunia menjadi serangkaian representasi, meliputi catatan lapangan, wawancara, percakapan, foto, rekaman dan memo tentang diri. Di tingkat ini, penelitian kualitatif mencakup pendekatan naturalistik interpretif terhadap dunia. Hal ini berarti bahwa para peneliti kualitatif mempelajari benda-benda di dalam setting alamiahnya, berupaya memahami, atau menginterpretasikan, fenomena berdasarkan makna-makna yang dilekatkan manusia kepadanya.
Berdasarkan ungkapan di atas, dapat dijelaskan bahwa penelitian kualitatif memberikan tekanan terhadap makna yaitu fokus penelaahan terpaut langsung dengan masalah kehidupan manusia. Penelaahan dilakukan terhadap praktek pelaksanaan kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Permata Cendikia.
Penelitian ini menggunakan model studi kasus (case study). Moleong (2010:3) mengutip pernyataan Bogdan dan Bikken (1982), Bahwa ada beberapa istilah yang digunakan untuk penelitian kualitatif, yaitu penelitian atau inkuiri naturalistik atau alamiah, etnografi, interaksionis simbolik, perspektif ke dalam, etnometodologi, fenomenologis, studi kasus, interpretatif, ekologis dan deskriptif). Penelitian kualitatif model studi kasus dianggap sesuai digunakan dalam penelitian ini karena penelitian ini bermaksud untuk memperoleh pemahaman yang utuh dan terintegrasi mengenai interrelasi berbagai fakta dan dimensi tentang kurikulum 2013 yang berlaku di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Permata Cendikia. Penelitian ini juga mengungkapkan perilaku kolektif anggota lembaga pendidikan di SDIT Permata Cendikia. Selanjutnya hasil akhir yang ingin diperoleh adalah menjelaskan keunikan kasus yang dikaji yaitu berupa Implementasi Kurikulum mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai salah satu keunggulan sikap spiritual dan sosial, serta pengetahuan dan keterampilan yang terjadi pada diri peserta didik.
Denny (1978) dalam Guba dan Lincon mendefinisikan studi kasus sebagai" pemeriksaan intensif atau lengkap dari segi, isu, atau mungkin peristiwa geografis dari waktu ke waktu”. (Egon G. Guba and Yvonna S. Lincon, 1981: 370).
Stake (2006: 3)mengatakan dalam uraianya sebagai berikut:
…The researcher tries to capture the experience of that activity. He or she may be unable to draw the line marking where the case ends and where its environment begins, but boundedness, contexts, and experience are useful concepts for specifying the case. (peneliti mencoba untuk menangkap pengalaman dari sebuah aktivitas. Dia mungkin tidak dapat menarik garis untuk menandai mana kasus berakhir dan dimana lingkungannya dimulai, tapi pembatasan, konteks, dan pengalaman adalah konsep yang berguna untuk menentukan kasus tersebut).
Berdasarkan keterangan Stake tersebut, peneliti mencoba untuk menangkap pengalaman yang ditemukan kegiatan penelitian itu. Selanjutnya memiliki kebebasan untuk membatasi kasus yang diteliti berdasarkan kontek
permasalahan yang ada dan berdasarkan fakta dilapangan pula kasus dimulai dan berakhir. Oleh karenanya menurut Masganti (2011:160) studi kasus dibatasi yang berkenaan ruang dan waktu. Selanjutnya hampir senada dengan ungkapan Lincoln dan Guba (1985) dalam Al Wasilah (2003:274) berikut ini: Peneliti harus menentukan kapan laporan harus berhenti.Ia harus memiliki komitmen terhadap tulisannya, bahwa pada batas waktu tersebut interpretasi, kesimpulan dan saran dianggap tuntas, dan tidak akan diubah lagi. Itulah upaya maksimal anda.Peneliti bergaya informal.Tugas peneliti adalah menampilkan sudut pandang emik sebagaimana dipersepsi responden-bagaimana fenomena dikonstruksi oleh responden.Peneliti hanya menterjemahkan.Peneliti harus membuat catatan audit (audit trail). Inilah cara yang paling meyakinkan untuk menjamin keterpercayaan laporan penelitian. Seorang auditor harus dengan mudah menelusuri laporan anda dengan data lapangan pendukungnya.
Yin (1996:18) mendefenisikan studi kasus adalah studi yang melibatkan kita dalam penyelidikan yang lebih mendalam dan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap tingkah laku seseorang individu. Penelitian terhadap latar belakang dan kondisi dari individu, kelompok, atau komunitas tertentu dengan tujuan untuk memberikan gambaran lengkap mengenai subyek atau kejadian yang diteliti.Penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci, dan mendalam terhadap suatu organisme, lembaga atau gejala tertentu.
Prosedur Penelitian Kualitatif model studi kasus maka langkah- langkah yang akan ditempuh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Melakukan pengumpulan data, salah satu sarananya dengan melakukan wawancara terhadap Informan Kunci (Key Informan). Sarosa, (2012:120) mengatakan bahwa kunci sukses wawancara dalam Case Study adalah mencari Informan Kunci (Key Informan). Informan kunci adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan paling baik dan mendalam mengenai suatu topik dalam organisasi/lembaga dan memiliki kewenangan di dalam area yang diteliti), yaitu Kepala Sekolah, ditambah para guru Pendidikan Agama Islam serta siswa/siswi terpilih di Sekolah Dasar Islam Terpadu Permata Cendekia. Penelitian ini dilakukan sampai pada tingkat kejenuhan data dan selama itu pula dilakukan kategorisasi dalam tema-tema untuk menemukan konsepsi
tematis tentang kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Permata Cendikia; (2) Melakukan interpretasi terhadap data sehingga ditemukan data otentik atas implementasi kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Permata Cendikia; (3) Menyimpulkan temuan yang telah dilakukan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Permata Cendikia tentang Implementasi Kurikulum 2013.