BAB IV. UPAYA PENINGKATAN PEMBINAAN IMAN BAGI PARA
B. METODE DAN SARANA PEMBINAAN IMAN DI RUMAH
Sarana adalah alat-alat bantu yang berfungsi untuk mendukung kelancaran dalam berkatekese misalnya: gambar, alat tulis, Kitab Suci, teks lagu/nyanyian. Komunikasi sosial seperti; TV, media cetak, VCD, rekaman tape dapat juga digunakan sebagai sarana berkatekese (CT, art 46). Dalam arti lain sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan dalam suatu kegiatan. (Suhardiyanto, 2004).
Dalam pembinaan iman, sarana mempunyai peranan yang cukup penting untuk mencapai maksud dan tujuan pembinaan iman. Karena tanpa sarana, maka pembinaan iman yang dilaksanakan akan terasa membosankan, monoton, kaku dan kurang menarik. Karena sarana mempunyai peranan yang cukup penting maka perlu diadakan atau diciptakan sedemikian rupa sehingga sungguh-sungguh dapat membantu umat untuk dapat lebih memahami pembinaan iman yang diikutinya.
Penggunaan sarana dalam pembinaan iman akan lebih menarik apabila pembina memiliki ketrampilan yang cukup terutama dalam hal ketrampilan menggunakan berbagai macam metode. Oleh Karena itu sarana sangat berkaitan erat dengan metode yang akan digunakan dalam pembinaan iman. Beberapa metode dan sekaligus sarana yang mendukung yang dapat digunakan dalam pembinaan iman:
1. Metode Bercerita
Metode bercerita adalah cara menyajikan bahan pelajaran, memperlihatkan, memberitahu dan menerangkan sesuatu yang bersifat fiktif atau nonfiktif kepada
66
peserta untuk mencapai tujuan pelajaran. Latar belakang manfaat dari metode bercerita adalah:
a. Kekuatan Cerita
Rahasia sebuah cerita adalah bahwa orang tidak merasa diajar, “digurui” atau diindoktrinasi, melainkan diajak berpikir, memahami, merasakan dan menyampaikan cerita tersebut. Cerita sarat dengan “nilai-nilai”. Melalui cerita, orang diajak “masuk dalam dunia cerita” dan berhadapan dengan cerita tersebut secara keseluruhan.
b. Teknik Bercerita
1) Menyiapkan cerita dengan sungguh-sungguh, melatih cerita sendiri secara berulang-ulang sebelum bercerita di hadapan peserta, tidak menganggap “enteng” saja tentang cerita tersebut sehingga perlu disiapkan dengan sungguh-sungguh.
2) Cara bercerita dengan hidup dan menarik. Hidup karena cerita tersebut dibawakan dengan sungguh-sungguh dan diungkapkan sesuai dengan situasi menyeluruh dalam cerita tersebut. Menjadi hidup bagi pendengarnya bila masalahnya juga menarik. Menarik karena isi, sifat dan bentuk cerita tersebut sesuai atau berdekatan dengan situasi pendengarnya.
Sarana yang dapat digunakan dalam metode bercerita adalah cerita bergambar, cerita rakyat, boneka, alat tulis, gambar-gambar Yesus dan karya-Nya serta gambar-gambar kudus dan lain-lain, sesuai dengan tema atau isi cerita yang akan disampaikan kepada peserta dalam rangka pembinaan iman.
67
2. Metode Sosiodrama
Drama berarti karya sastra/tulis yang bertujuan menggambarkan kehidupan, penderitaan, kebahagiaan, perjuangan hidup dan segala seluk-beluk kehidupan lewat tingkah laku, gerak, ekspresi dan dialog pemain. Dalam drama kegiatannya penuh dengan aktifitas seperti akting, bermain, berpura-pura, menarik dialog. Hal ini sesuai dengan situasi kejiwaan peserta. Tujuan drama adalah; peserta belajar mengendalikan diri dalam hal emosi dan kejiwaannya, belajar memupuk sifat untuk menjadi baik, penggerak untuk berimajinasi. Dalam bermain drama peserta langsung terlibat dalam kegiatan, belajar mengalami menjadi tokoh dan semua yang ada dalam diri tokoh. Dengan keterlibatan/partisipasi langsung, peserta akan banyak belajar kehidupan dari tokoh-tokoh yang pernah mereka mainkan. Dengan demikian peserta semakin mengerti dan mendalami makna hidupnya, dan merubah hidupnya menjadi lebih baik.
Sarana yang dapat digunakan dalam metode sosiodrama adalah; topeng, teks drama, alat tulis, kain, dan lain sebagainya sesuai dengan tema dan isi dari drama yang akan dimainkan.
4. Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah cara lisan menyajikan bahan untuk mencapai tujuan pengajaran. Metode ini akan sangat efektif bila dipadukan dengan metode yang lain seperti; ceramah, kerja kelompok, demonstrasi, dll. Metode tanya jawab berfungsi sebagai alat untuk mengetahui apa yang dipahami peserta berkaitan
68
dengan bahan yang diberikan, menarik perhatian peserta, penguasaan peserta terhadap bahan. Tipe-tipe pertanyaan yang baik adalah:
a. Pertanyaan yang menuntut fakta (mengembangkan daya ingatan)
b. Pertanyaan menuntut perbandingan-perbandingan (mengembangakan daya pengenalan, daya pikir).
c. Pertanyaan yang menuntut analisa terhadap sesuatu (mengembangkan daya analisa)
d. Pertanyaan yang menuntut pengira-iraan (mengembangkan daya pikir dan perasaan).
Sarana yang dapat digunakan dalam metode tanya jawab ini adalah; warles agar volume suara lebih jelas, teks pertanyaan.
5. Metode Audio Visual
Metode Audio Visual adalah cara menyajikan bahan/materi dengan mempertunjukkan sebuah tayangan yang dapat dilihat secara langsung dan menyentuh perasaan peserta yang melihatnya. Dalam menggunakan metode ini harus berhubungan dengan tema dan situasi peserta sehingga mereka tertarik.
Sarana yang dapat digunakan dalam metode ini adalah; VCD, TV, Player.
6. Metode Transparansi
Metode Transparansi adalah cara menyajikan bahan/materi dengan menggunakan kertas transparansi dan OHP agar dapat dilihat secara langsung oleh
69
peserta, misalnya hendak menunjukkan sebuah gambar atau tulisan kepada peserta bisa dilihat secara langsung pada layar yang telah disiapkan.
Sarana yang dapat digunakan dalam metode ini adalah; kertas transparansi, OHP, layar dan spidol.
Berdasarkan hasil penelitian, sarana-sarana pembinaan iman yang ada di Rumah Sakit rehabilitasi kusta di Naob Keuskupan Atambua-NTT adalah:
a. Kapel
Kapel adalah merupakan sarana yang digunakan untuk doa bersama, perayaan ekaristi dan pembinaan iman. Sarana ini sangat membantu berbagai macam kegiatan rohani terutama pembinaan iman bagi para penderita kusta di Rumah Sakit rehabilitasi kusta Naob ini. Sarana ini bermanfaat karena memuat banyak orang dan tempatnya cukup luas sehingga terasa nyaman dan sejuk.
b. Kitab Suci
Kitab Suci adalah merupakan sarana yang menjadi sumber utama dalam pembinaan iman bagi para penderita kusta. Sebagai sumber utama, Kitab Suci selalu digunakan setiap kali mengadakan pembinaan iman. Dari sumber utama inilah, peserta yang adalah penderita kusta diajak dan dibantu untuk menjadikan Yesus Kristus sebagai pusat hidup mereka dan mereka semakin mengenal Yesus Kristus melalui Kitab Suci ini sehingga iman mereka semakin dikuatkan untuk tetap percaya dan berharap sekalipun menghadapi pengalaman yang sulit dipahami.
70
c. Televisi
Televisi adalah merupakan sarana yang digunakan untuk menyaksikan berbagai macam acara yang ditayangkan. Televisi ini juga bisa digunakan untuk menyaksikan berbagai macam tayangan rohani dilengkapi dengan alat player dan VCD yang membantu peserta untuk menyaksikan secara langsung sehingga hatinya tersentuh dan dapat belajar dari tayangan yang disajikan secara positif. Tetapi dalam pembinaan iman, sarana ini amat jarang digunakan.
d. Buku Nyanyian
Buku nyanyian adalah merupakan kumpulan lagu-lagu yang selalu digunakan setiap kali ada pembinaan iman. Dengan adanya buku nyanyian dapat membantu tim pembina untuk memuji dan memuliakan Tuhan dengan berbagai macam nyanyian yang bervariasi. Dengan nyanyian yang bervariasi, suasana pembinaan iman menjadi lebih hidup dan menarik.
C. PROSES DAN ISI PEMBINAAN IMAN