Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 75 BAB. V METODE ALIGNMENT.
Banyak metode untuk melakukan alignment, agar berhasil mendapatkan hasil yang akurat dengan waktu cepat. Namun semua itu sangat bergantung kepada tersedianya alat dan kemampuan sumberdaya manusia. Jadi peningkatan kemampuan alat dan kemampuan harus selalu ditingkatkan. Perlu membuat Standard Instruksi Kerja, manual dan spesikasi alignment setiap mesin dan histori alignment atau catatan penting mengenai alignment / vibrasi. A Persiapan sebelum melakukan alignment
Membuat persiapan secara matang sangat menentukan keberhasilan melakukan alignment. Persiapan2 meliputi :
1. Identifikasi mesin dan mencari informasi yang relevan tentang mesin yang akan di-alignment. Informasi2 penting al. tentang mesin (Machine Data Sheet), komponent mesin, kopling, bearing. Apakah mesin berubah posisi dari kondisi dingin ke operasi? Berapa suhu operasi? Berapa kompensasi, muai-nya? Apakah memelukan peralatan spesial?
2. Inspeksi pondasi mesin dan base-plate untuk mengidentifikasi kerusakan atau masalah. Jika perlu diperbaiki , rencanakan sewaktu mesin shut-down. Histori vibrasi, analisa / diagnosa masalah yang pernah terjadi.
3. Mempersiapkan peralatan yang diperlukan atau sesuai dengan metode yang akan dipilih misal : dial indicator, braket, shim, jackscrew, alat angkat , micrometer, alat alignment lacer, alat tulis dan kertas perhitungan, catatan spesifikasi atau alignment record/history .
4. Mempersiapkan sipelaksana yang akan melakukan, seharusnya menguasai :
metode alignment yang sesuai
menggunakan semua peralatan alignment cara melakukan alignment secara akurat, cara mengukur soft-foot, run-out, sag prosedur memindahkan posisi mesin, memeriksa perpindahan statis dari casing,
melakukan kalkulasi perubahan posisi, pemuaian akibat perubahan suhu.
Menggunakan atau kalkulasi toleransi yang diijinkan. Mengetahui target alignment yang harus dicapai. Dan catatan2 lain yang diperlukan.
Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 76 Persiapan Keselamatan Kerja
Safety First / Utamakan keselamatan.
Di semua Instalasi Industri atau Pabrik umumnya memiliki “Prosedur Keselamatan Kerja”, yang mengharuskan setiap orang yang akan melakukan suatu pekerjaan maintenance harus meminta “Permit Kerja”. Memiliki permit berarti unit sudah diamankan untuk siap dilakukan pekerjaan pemeliharaan, tujuannya yaitu untuk menjaga keselamatan orang yang melakukan pekerjaan.
Beberapa Cara a.l :
Lock-out system : setelah di matikan mesin harus di-isolasi dengan cara di rantai & dikunci di semua valve/kerangan, breaker motor. Biasanya penguncian dilakukan oleh pihak yang melakukan pekerjaan dan bagian yang memberikan pekerjaan. Tag system : cara ini mirip dengan cara tsb. diatas tetapi tidak
melakukan penguncian, melainkan hanya memasang Tag. yang bertuliskan jangan dibuka, jangan dioperasikan, atau jangan di ganggu atau sejenisnya. Tag adalah kertas tebal yang ber tuliskan dan di tandatangai oleh yang berwenang misal: kerangan “jangan dioperasikan” atau DON’T OPERATE dsb. Cara kombinasi , yaitu melakukan penguncian dan memasang
tag atau tulisan tanda larangan. Langkah Pra-alignment
Urutan pekerjaan secara singkat sbb:
Melepaskan kopling-hub, berilah tanda untuk memasang kembali pada pasangan tempat yang sama. Cobalah apakah driver dan driven mudah diputar. Dalam hal ini mesin yang akan di alignment sudah dalam keadaan baik.
Chek awal : run-out, soft-foot, bearing apakah baik, fondasi & baut fondasi apakah baik, base-plate apakah baik, tarikan pipa / pipe strain baik,
Lakukan bacaan alignment beberapa kali untuk mendapatkan data yang akurat dan catat data. Analisa apakah hasil bisa diterima atau harus melakukan koreksi ?
Langkah Alignment.
Jika data yang diambil menunjukan bahwa mesin dalam kondisi mis-alignment, maka buatlah kalkulasi untuk menentukan perubahan posisi mesin ( kemana dan berapa jauh) . Buatlah target yang harus
Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 77
dicapai berapa harga cold & hot alignment: kemudian merubah posisi mesin vertikal, lateral dan aksial.
Memeriksa ulang alignment , kalkulasi lagi perpindahan yang dibutuhkan dan ulang prosedur ini sampai mendapatkan harga alignmant mesin dalam batas toleransi yang diijinkan.
Hasil
Chek kekencangan baut pondasi dan ambil data alignment yang terachir.
Pasang kembali kopling (matching tanda sewaktu membongkar), coba apakak mudah diputar, kemudian pasang kembali tutup kopling.
Setelah pekerjaan selesai dan system permit dibuka, operasikan mesin untuk memastikan pekerjaan berhasil baik. Perhatikan selama mesin dioperasikan dan ambil data : suhu bearing, vibrasi dan parameter lainnya.
Pantau dan catat selama waktu kira2 1 jam, hasil sudah dapat disiimpulkan apakah alignment berhasil baik.
Daftar urutan kerja /chek list
Kita dapat membuat instruksi, misal check list yang memuat sbb: Inspeksi visual.
Periksa hanger atau support pipa apakah terpasang dengan benar.
Pastikan jika pipa bergerak atau memuai dapat bergerak bebas dan tidak membebani (tarik, dorong, geser) mesin.
Periksa baut flange dari pipa apakah ada yang longgar.
Periksa dudukan pondasi apakah ada yang retak atau kerusakan.
Periksa dan kencangkan baut pondasi yang longgar.
Periksa shim, dibersihkanlah dan jika rusak/karat harus diganti. Periksa “jack-bolt” , apakah ada yang rusak atau lepas, karena
untuk merubah posisi mesin tidak dibenarkan dengan cara memukul kaki mesin. Menggeser posisi mesin yang terbaik ialah dengan pertolongan jack-bolt.
Memilih metode kerja dan perlatan , siapkan prosedure/instruksi kerja yang sesuai dan spesifikasi mesin yang diperlukan.
Tersedianya tools atau peralatan yang ada. Pengadaan peralatan tentu selalu berhubungan dengan nilai ekonomi. Misal: jika kita hanya mempunyai beberapa mesin maka mungkin
Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 78
cukup disediakan dial indicator. Tetapi jika banyak mesin akan lebih baik jika di sediakan Alat Alignment Laser. Sedangkan yang paling sederhana yaitu memakai penggaris besi straigt edge Kemampuan sumber-daya manusia atau pelaksana. Tetapi hal
ini dapat di tingkatkan dengan training dan latihan2 , atau belajar sendiri dengan membacaca berbagai buku panduan teknik. Cara, tools dan kemampuan sangat berpengaruh langsung
terhadap hasil yang dapat dicapai. Hal ini harus selalu diperhatikan oleh para Supervisor atau Manager Pemeliharaan. Peralatan lengkap dan canggih nya, tetapi jika sumber-daya
manusianya kurang menguasai, maka akan sia2 peralatan tsb. Metode Alinment.
Metode kasar
Metode dial indicator
Metode laser/ optical
Cerita lama.
Jangan heran jika kita suatu saat berkunjung kesebuah pabrik dan bertanyalah kepada seorang mekanik menanyakan tentang alignment.
Dia dengan bangga mengatakan sbb: “ saya sudah puluhan tahun berpengalaman dan menangani mesin dengan alat ini (sebuah penggaris) untuk me-alignment dan tidak apa2”.
Contoh pandangan seperti inilah yang harus diubah , bahkan ada yang mengandalkan filling mata.
Mata kita bukanlah alat ukur yang akurat .
Apakah cara ini dibenarkan ? Oh tentu tidak !
Gb:62
Apakah ketelitian mata dapat terukur dan dapat dipertanggung jawabkan? Jawabnya ada pada anda sendiri.
Sudahkah ? alignment
Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 79 B. Metode kasar.
Metode yang paling kuno, paling sederhana , paling kasar ini hasilnya tentu untung2an , mungkin hasilnya baik tapi bisa juga kerusakan fatal. Peralatan yang dipakai al: penggaris logam/metal, taper gage, feeler gage atau inside mircometer.
Keuntungan :
Kopling tidak perlu diputar
Alat cukup sederhana , murah harganya Cara sangat sederhana , cepat dan mudah
mengerjakannya . Kerugian2 :
Tidak kurang teliti/akurat.
Hasil kurang dapat dipertanggung-jawapkan.
Tidak direkomendasikan untuk mesin2 kapasitas besar, putaran tinggi,
Sulit dibuat perhitungan2 dan catatan yang akurat.
Hanya untuk kopling yang mempunyai toleransi sangat tinggi.
Metode penggaris
Menggunakan penggaris untuk menentukan parallel gap. Cara ini dapat dilakukan hanya jika diameter hub-kopling sama, atau langsung menggunakan penggaris pasa poros jika diameter poros juga sama.
Prinsipnya : dengan mengandalkan ketelitian mata untuk menentukan penyimpangan alignment seperti terlihat gambar dibawah ini.
Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 80
Langkah2 alignment :
Pilihlah mesin yang mudah direposisi misal motor listrik Gb.63 Untuk menentukan apakah motor harus naik atau turun, letakan
penggaris pada bagian atas kopling.
Ukurlah parallel gap X misal 10 mils dengan feeler gage , mesin B kurang naik 10 mils.
Tambahkanlah shim 10 mils di empat kaki motor.
Selanjutnya letakan penggaris pada sisi kiri atau kanan kopling untuk mengetahui apakah motor harus digeser kekiri atau kekanan.
Pada contoh ini diansumsikanm motor perlu digeser kekanan sebesar Y.
Setelah mengadakan reposisi berdasarkan pengukuran tsb, sebaiknya di chek lagi seperti langkah awal.
Jika pengechekan masih belum alignment, kita harus melakukan reposisi lagi.
Ketelitian merupakan kunci untuk medapatkan hasil terbaik dengan waktu lebih singkat
.
(
Gb : 63 Cara alignment dengan penggaris X Parallel A B A B Dinaikan Pada keempat kakinya 10 motor pompa
Motor harus dinaikan sebesar X agar sumbu mesin A segaris dengan sumbu mesin B
(dilihat dari atas)
Motor harus digeser kekanan sebesar Y agar sumbu mesin A segaris dengan sumbu mesin B (dilihat dari samping)
Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 81 Metode Feeler Gage
Feeler dipakai untuk mengukur aksial gap kopling yang sempit, sbb: Ukurlah gap pada empat posisi (jam 12,3,6,9 ) untuk
mendapatkan gambaran posisi mesin, buatlah catatan.
Selisih harga jam 12 (atas) dan 6 (bawah) merupakan harga untuk perhitungan koreksi reposisi dengan menambah atau mengurangi shim.
Selisih harga jam 9 (kiri) dan 3 (kanan) merupakan harga untuk perhitungan koreksi reposisi dengan menggeser kaki depan atau belakang mesin.
Setelah selesai mereposisi mesin, harus di chek lagi seperti langkah awal. Dan jika perlu harus di koreksi ulang
A A
Pengukuran atas bawah kopling Pengukuran kiri-kanan kopling
Gb: 64 b Gb 64,c
Sumbu B digeser keatas agar berimpit dengan sumbu A dengan menaikan kedua kaki ( bagian belakang motor lebih banyak dibanding kaki depan)
Sumbu B digeser kekanan agar berimpit dengan sumbu A dengan megeser kedua kaki ( bagian belakang motor lebih banyak dibanding kaki depan.
Untuk parallel alignment Check lah kemudian dengan penggaris.
Feeler gage mengukur Axial gap B B Gb 64 a 9 2 8 3 6
Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 82 Metode Feeler Gage
Jika jarak agak lebar diukur memakai taper gage atau insite micrometer, langkah lengkap sbb :
Cara pengukuran dengan taper-gage atau insite-micrometer. Ini sebagai cara mudah & agak teliti untuk melihat berapa penunjukan. Cara & pelaksanaanya persis sama dengan cara diatas ( feeler gage).
Gb; 65 Cara alignment taper-gage & insite-micrometer.
Hubungan antara diameter kopling jarak dan tinggi
Rumusan ini dipakai dasar untuk perhitungan cara tsb diatas
Taper gage Insite micrometer y X’ IB OB H A HHT B X’ y
F /H = x/B = y/A
x = F.B / H.
y = F.A / H
F IB OBPedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 83 Perhitungan praktis :
Posisi poros seperti gambar ;
Axial : Penunjukan atas 15 mils , bawah 3 mils , Jadi F = 15 – 3 = 12 mils
Penunjukan kiri –kanan, 10 mils – 2 mils = 8 mils Misal diamater kopling H = 4 inch ,
jarak kopling ke kaki IB = B = 10 inch , jarak kopling ke kaki OB = A = 20 inch hitungan untuk reposisi naik turun :
x = F.B / H. = 12 MILS. 10 INCH /4.INCH = 30 MILS y = F.A / H. = 12 MILS. 20 INCH /4.INCH = 60 MILS kaki OB harus ditambah shim 60 mils
kaki IB harus ditambah shim 30 mils
Hitungan untuk reposisi kekiri kanan dengan cara yang sama: Melakukan reposisi.
Tujuan mereposisi,yaitu merubah posisi dua mesin atau lebih yang di kopel agar sumbu2nya segaris.
Untuk melakukan reposisi harus dilakukan secara akurat, dihindarkan coba2 atau trial-error, karena akan memakan waktu yang lama dan hasil nya pasti untung2an. Untuk mendaptakan hasil yang akurat pakailah cara2 perhitungan : grafis, analitis atau dengan alat optic alignment, laser.
Kita harus bisa menggambarkan posisi mesin setelah mengetahui hasil pengukuran dengan alat apapun.
Melakukan perhitungan2 dan menentukan besarnya reposisi di setiap kaki.
Angular misalignment.
Bagaimana jika posisi poros contoh diatas seperti gambar ;
Penunjukan gap/jarak kopling antara kiri dan kanan, atas dan bawah berbeda maka selisih itulah yang harus dikoreksi :
Gb: 68
Pompa
motor
Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 84
Kaki depan dari mesin IB harus dinaikan dengan menambah shim x kaki belakang OB sesar y , agar posisi menjadi sejajar dan sama tinggi.
Cara menggeser :
Kendorkan baut fondasi 2,4 naikan dengan jackbollt atau hydrolik jack , tetap di monitor dengan dial,
Masukan shim sebanyak X ( dari hasil hitungan) , dan kencangkan kembali bautnya.
Lakukan yang sama untuk kaki 1, 3
Untuk mengangkat/menggeser pakailah “jack-bolt”, harus dihindari cara mengangakat/menggeser dengan memukul kaki2 mesin dengan hamer besi, karena dapat menyebabkan pecah, retak atau penyok.
Ukur lagi apakah gap kopling sudah sejajar, atas-bawah, samping kiri-kanan sama.
Jika belum tercapai alignment harus di ulangi lagi seperti awal.
Gb: 69
Mesin B harus digeser pada kaki depan lebih banyak dari kaki belakang.
Cara menggeser :
Baut 1 tidak dikendurkan ,
Kemudian kendorkan baut fondasi 2,3,4
Pasang dial di 2 atau 3 untuk memantau gerakan dorong Lakukan reposisi , memutar / mendorong jackbolt
Untuk menggeser pakailah “jack-bolt”, harus dihindari cara menggeser dengan memukul kaki2 mesin dengan hamer besi, karena dapat menyebabkan pecah, retak atau penyok.
Kemudian kencangkan semua baut..
Setelah selesai pengubahan posisi, harus di chek ulang apakah sudah “align”, jika belum harus dikoreksi/dialign ulang seperti langkah awal.
B
A B 1 2 3 4Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 85
Gb: 66 Parallel misalignment
Cara menggeser dengan mengendorkan baut pondasi kemudian : Usahakan menggeser dengan “jack-bolt”, dihindari cara
menggeser dengan memukul kaki2 mesin, karena dapat menyebakan pecah, retak atau penyok.
Mengurangi shim , harus dihindari mengungkit dengan linggis, tetapi pakailah “jack-pump” atau cara lain dengan menghindari pemaksaan.
Setelah selesai pengubahan / reposisi, harus di chek ulang apakah sudah “align”, jika belum harus dikoreksi/dialign ulang seperti langkah awal
Parallel misalignment dilihat dari atas mesin bisa terjadi seperti gambar dibawah, maka dengan cara menggeser posisi horizontal kekiri atau kekanan akan mendapatkan kondisi alignment.
Cara reposisi horizontal.
Pompa motor
Diturunkan Pada keempat kakinya
Gb: 67
Contoh, parallel mis-alignment,motor
pompa
Geser baut depan belakang
Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 86