• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

2. Metode Pencatatan Persediaan

Metode fisik yaitu harga pokok persediaan akhir dan harga pokok penjualan dihitung dan dicatat pada akhir periode akuntansi.Harga pokok persediaan dihitung dengan menentukan kuantitas barang yang ada digudang pada akhir periode, kemudian dikali dengan biaya per unit.

b. Metode Perpetual

Metode Perpetual yaitu harga pokok persediaan dan harga pokok penjualan dihitung pada saat terjadinya penjualan. Dengan metode ini, jumlah persediaan dapat diketahui tanpa harus melakukan perhitungan fisik digudang dengan cara menyediakan kartu persediaan untuk setiap barang. Dalam kartu tersebut dicatat

5

jumlah satuan dan biaya barang yang dibeli maupun dijual (Lestari, 2020: 50).

Perhitungan harga pokok penjualan dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Persediaan awal Rp xxx

Pembelian netto Rp xxx (+) Tersedia untuk dijual Rp xxx Persediaan barang akhir Rp xxx (-) Harga pokok penjualan Rp xxx 3. Jurnal Pencatatan Persediaan

Berikut adalah jurnal transaksi untuk metode fisik dan perpetual

Tabel 2.1 Jurnal Metode Fisik dan Metode Perpetual

Jenis Transaksi Metode Fisik Metode Perpectual Pembelian tunai Pembelian xxx

Kas xxx Persediaan xxx

Kas xxx

Retur pembelian tunai Kas xxx

Retur pembelian xxx Kas xxx Persediaan xxx Pembelian kredit Pembelian xxx

Utang dagang xxx Persediaan xxx Utang dagang xxx Retur pembelian kredit Utang dagang xxx

Retur pembelian xxx Utang dagang xxx Persediaan xxx Pembayaran utang

dengan potongan

Utang dagang xxx

Kas xxx

Pot. Pembelian xxx

Utang dagang xxx

Kas xxx

Persediaan xxx

Penjualan tunai Kas xxx

Penjualan xxx

Kas xxx

Penjualan xxx

HPP xxx

Persediaan xxx Retur penjualan tunai Retur penjualan xxx

Kas xxx

Retur penjualan xxx

Kas xxx

Persediaan xxx

HPP xxx

Penjualan kredit Piutang dagang xxx Penjualan xxx

Piutang dagang xxx Penjualan xxx

HPP xxx

Persediaan xxx Retur penjualan kredit Retur penjualan xxx Retur penjualan xxx

Lanjutan

Piutang dagang xxx Piutang dagang xxx Persediaan xxx

HPP xxx

Penerimaan kas dari piutang dengan potongan

Kas xxx

Pot. Penjualan xxx Piutang dagang xxx

Kas xxx

Pot. Penjualan xxx Piutang dagang xxx Penerimaan kas dari

piutang tanpa potongan Kas xxx

Piutang dagang xxx Kas xxx

Piutang dagang xxx Sumber : Lestari (2020: 51-53)

4. Pengertian Harga Pokok Persediaan

Dasar utama dalam akuntansi persediaan adalah harga pokok (cost) yang dirumuskan sebagai harga yang dibayarkan untuk memperoleh suatu aset. Dalam hubungannya dengan persediaan, harga pokok barang adalah jumlah seluruh biaya yang dikeluarkan yang terkait dengan perolehan, persiapan dan penempatan persediaan agar dapat dijual. Perumusan harga pokok sangat sulit dijalankan prakteknya sehingga terjadi penyimpangan dimana harga pokok barang terdiri dari harga faktur ditambah biaya angkut, sedangkan biaya-biaya yang lain diperlakukan sebagai biaya waktu (period cost) yang dibebankan pada periode yang bersangkutan (Baridwan, 2014:156).

5. Metode Penilaian Persediaan

Menurut Hery (2015:174) didalam akuntansi, ada 3 (tiga) metode yang digunakan untuk menghitung nilai persediaan akhir, yaitu :

a. Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP)/First In First Out (LIFO)

Dalam menggunakan metode MPKP, harga pokok barang pertama kali dibeli adalah yang akan diakui pertama kali sebagai harga pokok penjualan. Dalam hal ini bukan berarti bahwa barang yang pertama kali dibeli adalah barang yang pertama kali dijual. Jadi penekanannya di sini bukan kepada unit barang melainkan kepada harga pokoknya. Dengan menggunakan metode MPKP, yang akan

7

menjadi nilai persediaan akhir adalah harga pokok dari barang yang terakhir kali dibeli.

b. Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama (MTKP)/Last in First Out (LIFO)

Dalam menggunakan metode MTKP, harga pokok barang yang terakhir kali dibeli adalah yang akan diakui pertama kali sebagai harga pokok penjualan. Sama hal nya dengan metode MPKP, yang jadi penekanannya disini bukan unit barang melainkan harga pokoknya. Dengan menggunakan metode MTKP, yang akan menjadi nilai persediaan akhir adalah harga pokok dari barang yang pertama kali dibeli

c. Metode Biaya Rata-rata (Average Cost Method)

Sedangkan dengan menggunakan metode biaya rata-rata, harga pokok penjualan per unit dihitung berdasarkan rata-rata harga perolehan per unit dari barang yang tersedia untuk dijual.

Menurut Hery (2015:175) jika perusahaan menggunakan metode MPKP dalam menilai dalam persediaan akhirnya dan asumsi bahwa telah terjadi peningkatan harga barang. Maka akan menghasilkan nilai persediaan akhir yang paling besar, harga pokok penjualan yang paling kecil, dan laba kotor serta laba bersih yang paling besar. Sebaliknya jika menggunakan metode MTKP akan menghasilkan nilai persediaan akhir yang paling kecil, harga pokok penjualan yang paling besar, dan laba kotor serta laba bersih yang paling kecil. Sedangkan jika menggunakan metode biaya rata-rata akan menghasilkan nilai persediaan akhir, harga pokok penjualan, dan laba kotor serta laba bersih yang berada di antara hasil MPKP dan MTKP.

6. Kartu Persediaan

Menurut Khadijah (2019) kartu persediaan adalah kolom-kolom yang berfungsi untuk mencatat perubahan persediaan dalam suatu perusahaan.

Tabel 2.2 Kolom-kolom yang Terdapat di Kartu Persediaan

Tanggal Masuk Keluar Saldo

Unit Harga Total Unit Harga Total Unit Harga Total Saldo

Sumber : Khadijah (2019)Awal

7. Dampak Kesalahan Pencatatan

Kesalahan pencatatan persediaan akan berdampak ke harga pokok penjualan yang menyebabkan kesalahan pada laporan keuangan. Jika persediaan akhir terlalu rendah, maka harga pokok penjualan terlalu tinggi dan menghasilkan laba bersih yang terlalu rendah.

8. Penyajian didalam Laporan Keuangan a. Neraca

Neraca melaporkan nilai aset, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham pada suatu tanggal tertentu. Neraca menyediakan informasi mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham, neraca dijadikan sebagai dasar untuk mengevaluasi tingkat likuiditas, struktur modal, dan efisiensi perusahaan, serta menghitung tingkat pengembalian aset atas laba bersih (Hery, 2015: 86).

Tabel 2.3 Kolom Neraca Neraca

31 Desember 20xx ASETAset Lancar :

Kas xxx

Piutang Usaha xxx

Persediaan Barang Dagang xxx Sumber : Hery (2015: 259)

9

b. Laporan Laba Rugi

“Laporan laba rugi adalah laporan yang menyajikan ukuran keberhasilan operasi perusahaan selama periode tertentu. Lewat laporan laba rugi, investor dapat mengetahui besarnya tingkat profitabilitas yang dihasilkan investasi. Lewat laba rugi, kreditor juga dapat mempertimbangkan kelayakan kredit debitor.

Penetapan pajak yang nantinya akan disetorkan ke kas negara juga diperoleh berdasarkan jumlah laba bersih yang ditunjukkan lewat laporan laba rugi’. (Hery, 2015: 66)

Tabel 2.4 Kolom Laba Rugi PT. XXX Laporan Laba Rugi

Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 20xx Penjualan bersih xxx

Harga Pokok Penjualan xxx

-Laba Kotor xxx

Sumber : Hery, 2015: 75)

B. Hasil Penelitian Terdahulu

Berikut beberapa penelitian sebelumnya dengan pembasan yang sama.

Tabel 2.5 Hasil Penelitian Terdahulu

Aspek Johana

Christinawati(2020)

Sendang Cahya Bening Rosari

(2021)

Arini Yuliyanti (2022)

Judul Analisis Penerapan

Metode Pencatatan dan Penilaian Terhadap Persediaan Barang Dagang Menurut PSAK No.

14 Pada PT. Garuda Mas Transindo Tegal

Pencatatan dan Penilaian Persediaan Barang Dagang Menggunakan Metode Masuk Pertama-Keluar Pertama (MPKP) Pada Apotek Sukma Sari Banjarmasin EMKM Pada Toko Obat Mawaddah Banjarmasin

Institusi yang

Diteliti PT. Garuda Mas

Transindo Tegal Apotek Sukma Sari

Banjarmasin Toko Obat

Mawaddah Banjarmasin Periode Analisis Juni 2019 Januari 2021 Juni 2022 Rumusan Masalah “Bagaimana

penerapan pencatatan “Bagaimana Pencatatan

dan Penilaian Persediaan “Bagaimana

membuat pencatatan persediaan

Lanjutan

dan penilaian persediaan barang yang ada pada PT.

Garuda Mas

Transindo Tegal?”

Barang Dagang Dengan Menggunakan Metode

Tujuan Penelitian Untuk mengetahui penerapan pencatatan dan penilaian persediaan barang pada PT. Garuda Mas Transindo Tegal.

Mempelajari lebih lanjut tentang pencatatan dan penilaian persediaan barang dagang dengan menggunakan metode masuk pertama-keluar pertama pada Apotek Sukma Sari Banjarmasin

Untuk membuat pencatatan persediaan barang dagang dengan menggunakan metode MPKP pada

Toko Obat

Mawaddah Banjarmasin Metode Penelitian Menggunakan metode

Penelitian Deskriptif metode Kualitatif dan Penelitian Lapangan berupa wawancara dan dokumentasi Hasil Penelitian Hasil persediaan

akhir pada 30 Juni

2019 adalah

Rp347.157.000 dan

Harga Pokok

Penjualan sebesar Rp346.157.383

Hasil persediaan akhir 10 jenis obat periode 31 Januari 2021 adalah Rp2.864.100 dan Harga Pokok Penjualan 1 Januari sebesar Rp11.525.150

Sumber : Christinawati (2020) dan Rosari (2021)

Berdasarkan tabel hasil penelitian tersebut dapat dilihat bahwa penelitian tersebut secara umum memiliki persamaan topik yang dibahas, yaitu persediaan barang dagang.

Dan berdasarkan pada tabel hasil penelitian tersebut juga memiliki perbedaan, yaitu : judul, objek penelitian, dan periode penelitian.

11

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian secara umum terbagi tiga jenis peneltian yaitu, penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif, dan kombinasi atau gabungan penelitian kualitatif dan kuantitatif .

a. Penelitian Kualitatif bertujuan untuk menyusun teori dan melihat hasil proses induksi dari pengamatan terhadap kumpulan informasi sebagai teori.

b. Penelitian Kuantitatif bertujuan untuk membuktikan sebuah teori, dan menjadikan teori sebagai landasan dalam penemuan dan pemecahan masalah. (Indriantoro & Supomo, 2018)

c. Penelitian Kombinasi adalah penelitian yang menggabungkan penelitian kualitatif dan kuantitatif.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa penulis menggunakan penelitian kualitatif dikarenakan jenis penelitian tersebutlah yang paling sesuai dengan kegiatan penelitian yang penulis lakukan.

2. Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian meliputi pendekatan eksploratif, deskriptif dan pengujian hipotesis.

a. Pendekatan Eksploratif

“Pendekatan eksploratif pada dasarnya untuk memahami karakteristik fenomena atau masalah yang diteliti karena belum banyaknya literatur hasil penelitian yang membahas masalah tersebut atau masalah sejenis.” (Indriantoro & Supomo, 2018: 85)

b. Pendekatan Deskriptif

“Pendekatan deskriptif menjelaskan karakteristik suatu fenomena yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah-masalah bisnis.” (Indriantoro & Supomo, 2018: 85)

c. Pengujian Hipotesis

“Bertujuan untuk menguji hipotesis (hypotheses testing) umumnya merupakan penelitian yang menjelaskan fenomena dalam bentuk hubungan antar variabel.” (Indriantoro & Supomo, 2018: 87)

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa penulis menggunakan pendekatan deskriptif dikarenakan jenis pendekatan tersebutlah yang paling sesuai dengan kegiatan penelitian yang penulis lakukan.

B. Variabel Penelitian

“Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek, organisasi, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”

(Sugiyono, 2016:68).

Penelitian ini melibatkan beberapa variabel, seperti :

1. Persediaan barang dagang yaitu barang yang dibeli untuk dijual kembali.

2. Persediaan menurut SAK EMKM yaitu aset untuk dijual dalam kegiatan normal, dalam proses untuk kemudian dijual atau dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.

3. Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP), dalam metode ini biaya perolehan barang per unit yang dibeli pertama kali (masuk pertama) digunakan sebagai dasar untuk menentukan besarnya nilai barang yang pertama kali dijual (keluar pertama) sebagai beban pokok penjualan.

Besarnya biaya perolehan barang dagang akhir periode dianggap berasal dari biaya perolehan per unit barang dagang yang terakhir dibeli. Untuk menghitung besarnya biaya perolehan persediaan barang akhir periode dilakukan dengan mengalikan perhitungan jumlah fisik barang dagang akhir dengan biaya perolehan barang per unit yang terakhir dibeli.

(Purwaji et al., 2016: 102)

4. Metode perpetual adalah metode persediaan yang dapat melacak perubahan yang terjadi pada rekening persediaan secara terus menerus.

13

C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data

Menurut Sugiyono (2015) jenis data dibagi menjadi 2 (dua), yaitu kualitatif dan kuantitatif.

a. Data Kualitatif adalah data yang berbentuk kata, skema dan gambar.

b. Data Kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data yang diangkakan.

Penulis mendapatkan data kualitatif berupa Surat Keterangan Tempat Usaha (SKTU) dan data kuantitatif berupa data yang berhubungan dengan transaksi penjualan dan pembelian barang.

2. Sumber Data

Menurut Sugiyono (2015) sumber data dibagi menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder.

a) Data Primer adalah sumber data yang langsung diberikan oleh narasumber kepada pengumpul data.

b) Data Sekunder adalah sumber data yang tidak langsung diberikan oleh narasumber kepada pengumpul data.

Penulis mendapatkan data primer berupa sejarah singkat perusahan, sedangkan data sekunder penulis tidak mendapatkannya karena entitas tidak menyimpan bukti-bukti transaksi.

D. Metode Pengumpulan Data 1. Wawancara

Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data dengan cara berhadapan secara langsung dengan narasumber. Wawancara dilakukan oleh Penulis dengan Pemilik Perusahaan.

2. Dokumentasi

Dokumentasi yaitu pengumpulan data-data berupa dokumen, baik itu berupa tulisan ataupun berupa gambar.. Dokumen yang bisa dikumpulkan yaitu berupa nota dari pembeli jika pembeli menginginkan bukti transaksi.

E. Teknik Analisis Data

Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah :

1. Mengumpulkan data yang terkait seperti data persediaan barang awal, transaksi pembelian dan penjualan di Toko Obat Mawaddah Banjarmasin.

2. Membuat kartu persediaan awal dari data transaksi pembelian dan penjualan pada periode Juni 2022 dengan metode MPKP Perpetual berdasarkan SAK EMKM.

3. Menentukan hasil perhitungan Persediaan Akhir Barang Dagang dengan metode MPKP Perpetual.

4. Memasukkan data persediaan ke dalam laporan keuangan berupa neraca sebagian.

5. Memasukkan data Harga Pokok Penjualan ke dalam Laporan Laba Rugi Sebagian.

6. Membuat kesimpulan dari hasil penelitian.

15

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian

1. Sejarah Singkat Toko Obat Mawaddah Banjarmasin

Toko Obat Mawaddah Banjarmasin adalah usaha yang bergerak dibidang perdagangan obat-obatan. Toko Obat Mawaddah Banjarmasin sendiri memulai usahanya sejak tahun 2008. Toko Obat Mawaddah ini di dirikan oleh Bapak Syahrudian. Tujuan didirikannya usaha ini tidak lain adalah sebagai pintu rezeki untuk beliau dan keluarga serta mempermudah masyarakat sekitar memperoleh pengobatan, dan di harapkan sejak awal pendirian toko obat ini mendapatkan laba/keuntungan semaksimal mungkin. Toko Obat Mawaddah Banjarmasin ini beralamatkan di Jalan Kuin Utara, Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, yang berada di Depan Makam Sultan Suriansyah Banjarmasin.

2. Struktur Organisasi

Berikut merupakan struktur organisasi yang terdapat di Toko Obat Mawaddah Banjarmasin :

Bagan 4.1 Struktur Organisasi Toko Obat Mawaddah Banjarmasin Sumber : Dibuat Oleh Penulis

Berikut ini merupakan penjelasan tugas dan tanggung jawab pegawai Toko Obat Mawaddah Banjarmasin :

PIMPINAN

KARYAWAN

a. Pimpinan

Pimpinan atau pemilik toko memiliki tugas yaitu pemilik berkoordinasi dengan karyawan dalam pelaksanaan operasional toko dalam menentukan anggaran modal toko serta melakukan jalannya aktifitas terhadap toko.

b. Karyawan

Karyawan memiliki tugas menjalankan operasional toko dengan melayani pelanggan dan mengecek barang dagangan yang ada di toko, serta melaporkan hasil penjualan kepada pimpinan.

3. Sistem Pencatatan Persediaan

Selama ini Toko Obat Mawaddah Banjarmasin belum melakukan pencatatan mutasi persediaan yang ada di gudang, baik itu pembelian atau penjualan sehingga jika ingin mengetahui nilai persediaan yang tersisa dan kemungkinan terjadi penyelewengan atau pencurian persediaan bisa saja terjadi karena tidak adanya pencatatan terhadap jumlah fisik persediaan di gudang, harus melakukan perhitungan terhadap fisik barang (stock opname). Oleh karena itu, sebaiknya Toko Obat Mawaddah Banjarmasin menggunakan pencatatan persediaan dengan menggunakan kartu persediaan (perpetual) agar lebih memudahkan untuk mengetahui mutasi dari persediaan barang dan dapat menghindari resiko terhadap kehilangan persediaan di gudang.

B. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Metode Pencatatan Persediaan pada Toko Obat Mawaddah Banjarmasin Toko Obat Mawaddah Banjarmasin belum melakukan pencatatan persediaan barang dagang sehingga jika ingin mengetahui persediaan barang akhir, harus melakukan perhitungan fisik persediaan. Tidak adanya pencatatan persediaan ini juga dapat beresiko kehilangan unit persediaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan tidak adanya pencatatan persediaan maka harga pokok yang dijual tidak dapat diketahui sewaktu-waktu.

17

2. Evaluasi Terhadap Sistem Pencatatan Persediaan Barang Dagang

Berdasarkan evaluasi terhadap sistem pencatatan persediaan pada Toko Obat Mawaddah Banjarmasin selama ini, yaitu dengan tidak adanya pencatatan persediaan barang dagang, sehingga rentan terhadap pencurian atau terjadi kehilangan terhadap persediaan barang dagang.

Dalam kartu persediaan dengan pencatatan perpetual antara lain terdapat kolom tanggal transaksi, jumlah penjualan, jumlah pembelian serta saldo akhir persediaan. Setiap terjadi transaksi penjualan dan pembelian barang dagang akan dicatat pada kartu persediaan sehingga dengan cepat dapat diketahui persediaan akhirnya. Sistem pencatatan perpetual memiliki pencatatan persediaan yang dilakukan setiap terjadi transaksi yang mempengaruhi persediaan. Saldo perkiraan persediaan akan menunjukan saldo persediaan yang sebenarnya.

Penulis menggunakan rumus biaya yang lebih sesuai berdasarkan kondisi persediaan obat yang dimiliki Toko Obat Mawaddah Banjarmasin yaitu rumus biaya Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP) Perpetual. Rumus biaya MPKP Perpetual ini tepat karena sesuai dengan kondisi perputaran atau mutasi persediaannya yang cepat tanpa harus melakukan perhitungan dari rata-rata harga pokoknya seperti pada rumus biaya rata-rata tertimbang dan pada identifikasi khusus.

Berikut adalah data persediaan awal, data pembelian dan penjualan pada Toko Obat Mawaddah Banjarmasin.

Tabel 4.1 Persediaan Awal Toko Obat Mawaddah Banjarmasin

Periode 1 Juni 2022

No Nama Barang Unit Satuan Harga/Unit Jumlah

1 Lodecon Forte 8 Strip Rp 4.500,00 Rp 36.000,00 2 Hufagripp Forte 10 Strip Rp 4.200,00 Rp 42.000,00 3 Anaton Kaplet 6 Strip Rp 5.000,00 Rp 30.000,00

4 Flucadex 6 Strip Rp 7.000,00 Rp 42.000,00

Lanjutan

5 Demacolin 10 Strip Rp 4.500,00 Rp 45.000,00

6 Farsifen 7 Strip Rp 3.200,00 Rp 22.400,00

7 Fasidol Paracetamol 6 Strip Rp 2.500,00 Rp 15.000,00

8 Lexacrol 4 Strip Rp 2.400,00 Rp 9.600,00

9 Farmacrol Forte 5 Strip Rp 9.000,00 Rp 45.000,00

10 Promag 4 Strip Rp 7.000,00 Rp 28.000,00

66 Rp315.000,00

Sumber : Dibuat Oleh Penulis

Tabel 4.2 Daftar Pembelian Toko Obat Mawaddah Banjarmasin

Periode 1 Juni s.d 30 Juni 2022

Tanggal Nama Barang Unit Harga/Unit Jumlah

02-06-2022

Lodecon Forte 40 Rp 4.500,00 Rp 180.000,00

Farsifen 30 Rp 3.200,00 Rp 96.000,00

Lexacrol 60 Rp 2.400,00 Rp 144.000,00

Promag 36 Rp 7.000,00 Rp 252.000,00

Jumlah Rp 672.000,00

03-06-2022 Fasidol Paracetamol 40 Rp 2.500,00 Rp 100.000,00 Farmacrol Forte 20 Rp 9.000,00 Rp 180.000,00

Jumlah Rp 280.000,00

04-06-2022

Hufagripp Forte 40 Rp 4.200,00 Rp 168.000,00 Anaton Kaplet 30 Rp 5.000,00 Rp 150.000,00

Flucadex 30 Rp 7.000,00 Rp 210.000,00

Demacolin 30 Rp 4.500,00 Rp 135.000,00

Jumlah Rp 663.000,00

08-06-2022 Anaton Kaplet 30 Rp 5.000,00 Rp 150.000,00

09-06-2022 Hufagripp Forte 40 Rp 4.500,00 Rp 180.000,00 Fasidol Paracetamol 50 Rp 2.500,00 Rp 125.000,00 Farmacrol Forte 20 Rp 9.500,00 Rp 190.000,00

19

Lanjutan

Jumlah Rp 495.000,00

12-06-2022

Flucadex 40 Rp 7.000,00 Rp 280.000,00

Farsifen 40 Rp 3.200,00 Rp 128.000,00

Promag 72 Rp 7.000,00 Rp 504.000,00

Jumlah Rp 912.000,00

13-06-2022 Demacolin 40 Rp 4.500,00 Rp 180.000,00

14-06-2022 Lexacrol 60 Rp 2.400,00 Rp 144.000,00

16-06-2022 Anaton Kaplet 40 Rp 5.000,00 Rp 200.000,00

18-06-2022 Hufagripp Forte 40 Rp 4.500,00 Rp 180.000,00

20-06-2022 Farmacrol Forte 20 Rp 9.500,00 Rp 190.000,00

21-06-2022 Farsifen 30 Rp 3.200,00 Rp 96.000,00

22-06-2022 Flucadex 40 Rp 7.000,00 Rp 280.000,00

23-06-2022 Lodecon Forte 40 Rp 4.500,00 Rp 180.000,00

24-06-2022

Demacolin 40 Rp 4.500,00 Rp 180.000,00

Fasidol Paracetamol 50 Rp 2.500,00 Rp 125.000,00

Jumlah Rp 305.000,00

27-06-2022

Hufagripp Forte 30 Rp 4.500,00 Rp 135.000,00

Lexacrol 45 Rp 2.500,00 Rp 112.500,00

Jumlah Rp 247.500,00

29-06-2022

Anaton Kaplet 30 Rp 5.000,00 Rp 150.000,00

Farsifen 30 Rp 3.500,00 Rp 105.000,00

Jumlah Rp 255.000,00

30-06-2022 Farmacrol Forte 20 Rp 9.500,00 Rp 190.000,00 Sumber : Dibuat Oleh Penulis

Tabel 4.3 Daftar Penjualan

Toko Obat Mawaddah Banjarmasin Periode 1 Juni s.d 30 Juni 2022

Tanggal Nama Barang Unit Harga/Unit Jumlah

01-06-2022

Lodecon Forte 3 Rp 6.000,00 Rp 18.000,00 Hufagripp Forte 3 Rp 6.000,00 Rp 18.000,00 Anaton Kaplet 2 Rp 6.500,00 Rp 13.000,00

Flucadex 1 Rp 8.000,00 Rp 8.000,00

Demacolin 2 Rp 6.000,00 Rp 12.000,00

Farsifen 1 Rp 5.000,00 Rp 5.000,00

Fasidol Paracetamol 2 Rp 4.000,00 Rp 8.000,00

Lexacrol 2 Rp 5.000,00 Rp 10.000,00

Farmacrol Forte 1 Rp 10.000,00 Rp 10.000,00

Promag 2 Rp 7.500,00 Rp 15.000,00

Jumlah Rp 117.000,00

02-06-2022

Lodecon Forte 2 Rp 6.000,00 Rp 12.000,00 Hufagripp Forte 4 Rp 6.000,00 Rp 24.000,00 Anaton Kaplet 2 Rp 6.500,00 Rp 13.000,00

Flucadex 2 Rp 8.000,00 Rp 16.000,00

Demacolin 2 Rp 6.000,00 Rp 12.000,00

Farsifen 4 Rp 5.000,00 Rp 20.000,00

Fasidol Paracetamol 2 Rp 4.000,00 Rp 8.000,00

Lexacrol 3 Rp 5.000,00 Rp 15.000,00

Farmacrol Forte 2 Rp 10.000,00 Rp 20.000,00

Promag 3 Rp 7.500,00 Rp 22.500,00

Jumlah Rp 162.500,00

03-06-2022

Lodecon Forte 5 Rp 6.000,00 Rp 30.000,00 Hufagripp Forte 3 Rp 6.000,00 Rp 18.000,00

Anaton Kaplet 1 Rp 6.500,00 Rp 6.500,00

Flucadex 3 Rp 8.000,00 Rp 24.000,00

Demacolin 4 Rp 6.000,00 Rp 24.000,00

Farsifen 5 Rp 5.000,00 Rp 25.000,00

Fasidol Paracetamol 4 Rp 4.000,00 Rp 16.000,00

21

Lanjutan

Lexacrol 5 Rp 5.000,00 Rp 25.000,00

Farmacrol Forte 3 Rp 10.000,00 Rp 30.000,00

Promag 2 Rp 7.500,00 Rp 15.000,00

Jumlah Rp 213.500,00

04-06-2022

Lodecon Forte 6 Rp 6.000,00 Rp 36.000,00 Hufagripp Forte 5 Rp 6.000,00 Rp 30.000,00 Anaton Kaplet 3 Rp 6.500,00 Rp 19.500,00

Flucadex 2 Rp 8.000,00 Rp 16.000,00

Demacolin 2 Rp 6.000,00 Rp 12.000,00

Farsifen 3 Rp 5.000,00 Rp 15.000,00

Fasidol Paracetamol 7 Rp 4.000,00 Rp 28.000,00

Lexacrol 7 Rp 5.000,00 Rp 35.000,00

Farmacrol Forte 3 Rp 10.000,00 Rp 30.000,00

Promag 4 Rp 7.500,00 Rp 30.000,00

Jumlah Rp 251.500,00

05-06-2022

Lodecon Forte 3 Rp 6.000,00 Rp 18.000,00 Hufagripp Forte 5 Rp 6.000,00 Rp 30.000,00 Anaton Kaplet 5 Rp 6.500,00 Rp 32.500,00

Flucadex 5 Rp 8.000,00 Rp 40.000,00

Demacolin 3 Rp 6.000,00 Rp 18.000,00

Farsifen 4 Rp 5.000,00 Rp 20.000,00

Fasidol Paracetamol 3 Rp 4.000,00 Rp 12.000,00

Lexacrol 8 Rp 5.000,00 Rp 40.000,00

Farmacrol Forte 3 Rp 10.000,00 Rp 30.000,00

Promag 3 Rp 7.500,00 Rp 22.500,00

Jumlah Rp 263.000,00

06-06-2022

Lodecon Forte 5 Rp 6.000,00 Rp 30.000,00 Hufagripp Forte 8 Rp 6.000,00 Rp 48.000,00 Anaton Kaplet 8 Rp 6.500,00 Rp 52.000,00

Flucadex 4 Rp 8.000,00 Rp 32.000,00

Demacolin 3 Rp 6.000,00 Rp 18.000,00

Lanjutan

Farsifen 2 Rp 5.000,00 Rp 10.000,00

Fasidol Paracetamol 5 Rp 4.000,00 Rp 20.000,00

Lexacrol 4 Rp 5.000,00 Rp 20.000,00

Farmacrol Forte 2 Rp 10.000,00 Rp 20.000,00

Promag 5 Rp 7.500,00 Rp 37.500,00

Jumlah Rp 287.500,00

07-06-2022

Lodecon Forte 4 Rp 6.000,00 Rp 24.000,00 Hufagripp Forte 6 Rp 6.000,00 Rp 36.000,00 Anaton Kaplet 6 Rp 6.500,00 Rp 39.000,00

Flucadex 5 Rp 8.000,00 Rp 40.000,00

Demacolin 4 Rp 6.000,00 Rp 24.000,00

Farsifen 5 Rp 5.000,00 Rp 25.000,00

Fasidol Paracetamol 6 Rp 4.000,00 Rp 24.000,00

Lexacrol 5 Rp 5.000,00 Rp 25.000,00

Farmacrol Forte 3 Rp 10.000,00 Rp 30.000,00

Promag 2 Rp 7.500,00 Rp 15.000,00

Jumlah Rp 282.000,00

08-06-2022

Lodecon Forte 6 Rp 6.000,00 Rp 36.000,00 Hufagripp Forte 7 Rp 6.000,00 Rp 42.000,00 Anaton Kaplet 2 Rp 6.500,00 Rp 13.000,00

Flucadex 2 Rp 8.000,00 Rp 16.000,00

Demacolin 5 Rp 6.000,00 Rp 30.000,00

Farsifen 4 Rp 5.000,00 Rp 20.000,00

Fasidol Paracetamol 4 Rp 4.000,00 Rp 16.000,00

Lexacrol 7 Rp 5.000,00 Rp 35.000,00

Farmacrol Forte 4 Rp 10.000,00 Rp 40.000,00

Promag 4 Rp 7.500,00 Rp 30.000,00

Jumlah Rp 278.000,00

09-06-2022

Lodecon Forte 6 Rp 6.000,00 Rp 36.000,00 Hufagripp Forte 3 Rp 6.000,00 Rp 18.000,00 Anaton Kaplet 7 Rp 6.500,00 Rp 45.500,00

23

Lanjutan

Flucadex 2 Rp 8.000,00 Rp 16.000,00

Demacolin 2 Rp 6.000,00 Rp 12.000,00

Farsifen 1 Rp 5.000,00 Rp 5.000,00

Fasidol Paracetamol 5 Rp 4.000,00 Rp 20.000,00

Lexacrol 5 Rp 5.000,00 Rp 25.000,00

Farmacrol Forte 2 Rp 10.000,00 Rp 20.000,00

Promag 5 Rp 7.500,00 Rp 37.500,00

Jumlah Rp 235.000,00

10-06-2022

Lodecon Forte 2 Rp 6.000,00 Rp 12.000,00 Hufagripp Forte 7 Rp 6.000,00 Rp 42.000,00 Anaton Kaplet 4 Rp 6.500,00 Rp 26.000,00

Flucadex 3 Rp 8.000,00 Rp 24.000,00

Demacolin 4 Rp 6.000,00 Rp 24.000,00

Farsifen 2 Rp 5.000,00 Rp 10.000,00

Fasidol Paracetamol 3 Rp 4.000,00 Rp 12.000,00

Lexacrol 4 Rp 5.000,00 Rp 20.000,00

Farmacrol Forte 1 Rp 10.000,00 Rp 10.000,00

Promag 3 Rp 7.500,00 Rp 22.500,00

Jumlah Rp 202.500,00

11-06-2022

Lodecon Forte 2 Rp 6.000,00 Rp 12.000,00 Hufagripp Forte 4 Rp 6.000,00 Rp 24.000,00 Anaton Kaplet 6 Rp 6.500,00 Rp 39.000,00

Flucadex 5 Rp 8.000,00 Rp 40.000,00

Demacolin 5 Rp 6.000,00 Rp 30.000,00

Farsifen 3 Rp 5.000,00 Rp 15.000,00

Fasidol Paracetamol 5 Rp 4.000,00 Rp 20.000,00

Lexacrol 6 Rp 5.000,00 Rp 30.000,00

Farmacrol Forte 2 Rp 21.000,00 Rp 21.000,00

Promag 6 Rp 7.500,00 Rp 45.000,00

Jumlah Rp 276.000,00

Lanjutan

12-06-2022

Lodecon Forte 3 Rp 6.000,00 Rp 18.000,00 Hufagripp Forte 6 Rp 6.000,00 Rp 36.000,00 Anaton Kaplet 3 Rp 6.500,00 Rp 19.500,00

Flucadex 2 Rp 8.000,00 Rp 16.000,00

Demacolin 3 Rp 6.000,00 Rp 18.000,00

Farsifen 4 Rp 5.000,00 Rp 20.000,00

Farsifen 4 Rp 5.000,00 Rp 20.000,00

Dokumen terkait