Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain Studi Kasus yang bersifat Deskriptif (Nursalam, 2015). Penelitian ini mendeskripsikan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan CKD Di Ruang Rawat Inap Penyakit dalam RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang Tahun 2017.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian telah dilakukan pada dua orang pasien dengan CKD di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang Tahun 2017. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Juni 2017. Waktu untuk studi kasus selama 2 minggu yaitu tanggal 15-25 Mei 2017, maing-masing pasien dirawat lima hari.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi dalam penelitian adalah subjek (misalnya manusia yaitu klien) yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan (Nursalam, 2015). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pasien dengan diagnosa medis CKD di Ruangan Penyakit Dalam RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang Tahun 2017.
2. Sampel
Sampel terdiri dari bagian populasi yang dapat dipergunakan sebagai subjek penelitian melalui sampling (Nursalam, 2015). sampel dalam penelitian ini adalah dua orang pasien dengan diagnosa medis CKD di Ruangan Penyakit Dalam. Pengambilan sampel dilakukan secara purpusive sampling bagi yang memenuhi kriteria. Jika terdapat lebih dari dua orang pasien dengan CKD di Ruangan Penyakit Dalam RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang, maka digunakan metode random sampling diantaranya simple random sampling. Cara pengambilan sampel yang dilakukan secara acak sehingga setiap kasus atau elemen memiliki kesempatan yang sama besar untuk dipilih sebagai sampel penelitian (Suyanto, 2011).
Poltekkes Kemenkes Padang Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini antara lain :
a. Inklusi
Kriteria inklusi yaitu pasien CKD yang bersedia menjadi responden dan merupakan target utama untuk diteliti tanpa ada yang menghambat.
1) Klien bersedia menjadi responden
2) Pasien dengan diagnosa CKD yang dirawat dan menjalani hemodialisa
3) Pasien laki-laki dan perempuan dengan diagnosa medis CKD b. Eklusi
Kriteria ekslusi adalah pasien CKD yang dirawat kurang dari 5 hari dengan menghilangkan atau mengeluarkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi karena berbagai sebab.
D. Metode pengumpulan data 1. Wawancara
Proses memperoleh penjelasan untuk mengumplkan informasi dengan mengunakan cara tanya jawab baik secara langsung maupun melalui media telekomunikasi antara pewawancara dengan orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa mengunakan pedoman. Agar wawancara efektif maka tahapan yang dilalui yaitu mengenalkan diri, menjelaskan maksud kedatangan, menjelaskan materi wawancara dan mengajukan pertanyan (Surjaweni.W, 2014).
Dalam penelitian metode wawancara digunakan peneliti untuk mendapatkan data pengkajian atau anamnesa. Peneliti melakukan wawancara kepala keluarga pasien yaitu anak dan istri pasien.
2. Observasi
Observasi merupakan suatu kegiatan mendapatkan informasi yang diperlukan untuk menyajikan gambar riil suatu peristiwa atau kejadian untuk menjawab pertanyaan penelitian, untuk membantu mengerti perilaku manusia dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran
33
Poltekkes Kemenkes Padang tersebut. Hasil observasi berupa aktivitas, kejadian, peristiwa, objek, kondisi atau suasana tertentu (Surjaweni. W, 2014).
Dalam penelitian metode observasi digunakan peneliti untuk mengamati tindakan perawat ruangan dalam proses keperawatan, pengkajian, diagnosa yang ditegakkan, intervensi, implementasi dan evaluasi serta mengamati perkembangan pasien tiap harinya.
3. Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi meruapakan metode pengumpulan data kualitatif sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar data berbentuk surat, catatan harian, arsip foto dan sebagainya. Data jenis ini merupakan sifat utama tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga bisa dipakai untuk menggali informasi yang terjadi dimasa silam (Surjaweni. W, 2014).
Dalam penelitian metode studi dokumentasi digunakan peneliti melihat catatan perkembangan pasien, arsip dan foto rontgen.
E. Instrumen Penelitian
Alat dan instrumen yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah format asuhan keperawatan (pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi), alat perlindungan diri, alat pemeriksaan fisik yang terdiri dari (Tensi meter, Termometer, stetoskop, timbangan, arloji dengan detik, penlight).
F. Teknik Pengumpulan data
Teknik pengumpulan data menggunakan multi sumber bukti (triangulasi) artinya teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang ada. Triangulasi teknik berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama. Peneliti melakukan anamnesa, pemeriksaan fisik, observasi langsung, dan studi dokumentasi untuk sumber data yang sama secara serempak (Sugiyono, 2014).
1. Peneliti meminta izin penelitian dari institusi asal peneliti yaitu Poltekkes Kemenkes Padang.
Poltekkes Kemenkes Padang 3. Meminta izin ke Kepala RS TK. III. Dr. Reksodiwiryo Padang
4. Meminta izin ke Kepala Ruangan Rawat Inap RS TK. III. Dr. Reksodiwiryo Padang
5. Melakukan pemilihan sampel dengan populasi pasien CKD sebanyak 2 orang
6. Mendatangi responden dan menjelaskan tentang tujuan penelitian 7. Informed Consent diberikan kepada responden
8. Responden menandatangani Informed Consent, peneliti meminta waktu responden untuk melakukan asuhan keperawatan, dan kemudian peneliti pamit dan meninggalkan Ruangan Rawat Inap RS TK. III. Dr. Reksodiwiryo Padang
G. Jenis-Jenis Data 1. Data Primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung dari pasien seperti pengkajian kepada pasien, meliputi: Identitas pasien, riwayat kesehatan pasien, pola aktifitas sehari-hari dirumah, dan pemeriksaan fisik terhadap pasien (Nursalam, 2015).
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh langsung dari keluarga, rekam medis dan Ruang Rawat Inap penyakit Dalam RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang Tahun 2017. Data sekunder umumnya berupa bukti, data penunjang, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip yang tidak dipublikasikan.
H. Rencana Analisis
Analisis terhadap proses keperawatan yang dilakukan peneliti meliputi pengkajian keperawatan, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan pada pasien CKD. Hasil tindakan dinarasikan dan dibandingkan antara pastisipan 1 dan pastipan 2 kemudian dianalisis semua dengan teori keperawatan. Analisa yang dilakukan berguna untuk menentukan apakah ada
35
Poltekkes Kemenkes Padang BAB IV
DESKRIPSI KASUS DAN PEMBAHASAN