• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang mengambil fakta berdasarkan pemahaman subyek peneliti yang mengetengahkan hasil pengamatan secara rinci. Penelitian ini lebih kepada kedalaman dan cakupan informasi dan berusaha membangun tentang unit analisis yang diteliti. Penelitian kualitatif tersebut melihat bentuk partisipasi yang terjadi di dalam peristiwa berdasarkan subyek penelitian. Kerangka konseptual yang dibangun peneliti menjadi pengarah agar hasil penelitian sesuai dengan tujuan penelitian.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus yaitu menyoroti beberapa kasus dengan melakukan wawancara, pengamatan yang berperan serta terbatas dan menganalisis dokumen yang berkaitan dengan aktifitas pertemuan rapat di kelompok gizi masyarakat. Studi kasus merupakan salah satu metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif. Studi kasus adalah penelitian tentang status subyek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas. Subyek penelitian tersebut dapat berupa individu yang terkait pada kegiatan kelompok baik berasal dari kader posyandu, anggota masyarakat, petugas kesehatan serta aparatur pemerintah. Studi kasus yang peneliti pelajari secara lebih mendalam dapat menggali latar belakang serta melakukan interaksi terhadap unit-unit sosial yang menjadi subyek penelitian. Tujuan studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara detail tentang latar belakang, sifat serta karakter yang khas dari suatu kasus, dan sifat khas tersebut dapat dijadikan sebagai sesuatu hal yang bersifat umum (Kriantono 2010).

Metode studi kasus memiliki keunikan atau keunggulan tersendiri dalam kancah penelitian sosial. Studi kasus memberikan akses atau peluang yang luas kepada peneliti untuk menelaah secara mendalam, detail, intensif, dan menyeluruh terhadap unit sosial yang diteliti. Studi kasus dapat memasuki unit sosial terkecil seperti kelompok, himpunan, maupun bentuk unit sosial lainnya. Studi kasus bersifat komprehensif, mendalam, serta diupayakan untuk menelaah masalah atau fenomena yang kontemporer dalam khasanah metodologi penelitian.

Yin dan Mudzakir (2002) studi kasus adalah inkuiri empiris yang menyelidiki fenomena dalam konteks kehidupan nyata, dengan menggunakan multi sumber bukti yang digunakan untuk mempertegas sebuah kasus atau konteks. Keunggulan dari metodologi ini adalah sebagai berikut: (1) Studi kasus memberikan informasi penting mengenai hubungan antar variabel serta proses yang memerlukan penjelasan dan pemahaman yang lebih luas; (2) Studi kasus memberikan kesempatan untuk memperoleh wawasan mengenai sebuah konsep dasar perilaku manusia dengan melakukan penyelidikan yang intensif sehingga ditemukan karakteristik dan hubungan-hubungan yang tidak diduga sebelumnya; (3) Studi kasus menyajikan data dan temuan yang berguna sebagai dasar untuk membangun latar permasalahan bagi perencanaan penelitian yang lebih besar untuk pengembangan ilmu sosial.

Studi kasus merupakan desain yang tidak kaku namun menawarkan keluwesan dan fleksibel dengan perkembangan kondisi di lapangan yang unik dan penting sesuai dengan fakta empiris yang dicermati. Sebuah fenomena sosial merupakan buruan dari penelitian kualitatif karena bersifat dinamis dan unik dimana tidak diciptakan menurut kehendak (Bungin 2003).

Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan mempertimbangkan antara lain: (1) Pertanyaan penelitian berkenaan dengan “Bagaimana” dan

“Mengapa”; (2) Penelitian memberikan peluang besar bagi peneliti untuk mengembangkan gejala sosial sebagaimana adanya; (3) Peristiwa atau gejala sosial terhubung dengan konteks kehidupan nyata. Studi kasus bermanfaat untuk mengembangkan teori bukan untuk menghitung frekuensi. Studi kasus berfungsi sebagai pendukung atau instrumen untuk membantu peneliti dalam memahami suatu permasalahan sehingga digunakan studi kasus bersifat instrumental. Studi kasus instrumental adalah studi atas kasus untuk alasan eksternal, kasus hanya dijadikan sebagai sarana untuk memahami hal lain di luar kasus seperti untuk membuktikan suatu teori yang sebelumnya sudah ada (Herdiansyah 2010).

Tempat dan Waktu Kajian

Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Pulo Kerto, Kecamatan Gandus Kota Palembang. alasan lokasi penelitian ini diambil adalah: (1) Wilayah Pulokerto sering sekali memperoleh proyek program pemerintah dan dianggap telah berhasil semisal adalah PNPM, P2KP dan sebagainya, sehingga peneliti tertarik untuk melihat proses jalannya salah satu program yang peneliti ambil kasusnya di wilayah tersebut; (2) Wilayah tersebut memiliki kekerabatan yang masih alami dari penduduk asli pinggiran Kota Palembang yang berasal dari suku Komering, dan Enim; (3) Sebagian besar mata pencaharian penduduk adalah nelayan, tani dan buruh bangunan; (4) Penghasilan penduduk yang minim berada di bawah upah minimum Kota Palembang; (5) Kemudahan peneliti untuk dapat masuk kedalam wilayah tersebut melalui jaringan kelembagaan kesehatan dan personal yang dibangun melalui hubungan yang intens selama peneliti hidup. Waktu pengumpulan data hingga proses penulisan sampai dengan pembimbingan berupa konsultasi kepada promotor komisi pembimbing dilakukan pada Juni 2010 - Juli 2012.

Jenis teknik Pengumpulan Data

Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang secara langsung diperoleh melalui sebuah penelitian yang berupa kata-kata atau tindakan. Sedangkan data sekunder adalah data yang berasal dari kepustakaan dan sumber yang berada di luar sumber utama. Data yang digali adalah data yang sesuai dengan tujuan yang ingin di jawab peneliti.

Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara: (1) Bertemu dan mewawancarai dengan partisipan rapat yang mengikuti kegiatan Kelompok Gizi Masyarakat; (2) Mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh aktor secara partisipasi berperan serta terbatas dalam beberapa kegiatan antara lain sosialisasi, rapat kerja, dan pelaksanaan kegiatan; (3) Melakukan cross check kembali jawaban- jawaban yang diberikan oleh responden peneliti lalu menarik kesimpulan sementara dan mengujinya kembali dengan verifikasi data yang telah diamati; (4) Selama melakukan penggalian data peneliti juga melakukan reduksi data terhadap informasi yang di dapat dari responden dan menampilkannya dalam bentuk

laporan serta melakukan verifikasi dalam setiap tujuan penelitian yang akan dijawab.

Teknik pengumpulan data tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. Wawancara Mendalam

Taknik wawancara digunakan peneliti untuk menggali data menjawab tujuan dari penelitian, teknik wawancara langsung adalah merupakan bagian dari data primer. Wawancara yang dilakukan bersifat luwes, terbuka dan tidak berstruktur serta tidak kaku. Teknik ini dilakukan dengan berulang kali secara langsung antara peneliti dan tineliti. Peneliti melakukan wawancara dengan beberapa informan yang terlibat dalam satuan peristiwa dan menanyakan sesuai dengan panduan pertanyaan yang telah dirancang peneliti. Setelah itu peneliti menyalinnya dalam bentuk catatan lapangan dan melakukan pengkodesasian yang sesuai dengan unit analisis atau dikenal dengan proses reduksisasi. Pada kegiatan wawancara peneliti menggunakan media MP3 sebagai alat perekam, buku tulis sebagai alat pencatat dan kamera sebagai dokumentasi.

2. Pengamatan Berperan Serta Terbatas (Observasi)

Pengamatan berperan serta terbatas atau observasi dilakukan peneliti dengan melihat, merasakan dan memaknai kehidupan beserta ragam peristiwa dan gejala sosial di dalamnya sebagaimana subyek peneliti melihat, merasakan dan memaknainya sehingga memungkinkan pembentukan pengetahuan secara bersama dengan masyarakat. Peneliti melakukan wawancara mendalam sekaligus berperanserta dalam beberapa kegiatan dalam program. Peneliti mengikuti rapat-rapat bersama dengan masyarakat dan membantu dalam pemberian penyuluhan.

3. Penulusuran Analisis Data Sekunder

Data sekunder diperoleh dengan menganalisis dan melakukan kajian pustaka terhadap berbagai literatur yakni skripsi, tesis, disertasi, jurnal serta data dari media massa yang terkait dengan topik penelitian. Kajian literatur membantu peneliti dalam menyimpulkan data di lapangan. Beberapa data sekunder yang dapat diperoleh di lapangan adalah dokumentasi foto, serta menelusuri portal website yang berkenaan informasi tentang program kelompok gizi

masyarakat ataupun artikel di majalah dan koran lokal yang memberitakan tentang program kelompok gizi masyarakat di suatu wilayah.

Adapun peristiwa kasus serta informasi data dan teknik yang digunakan tersaji dalam Tabel 3.

Tabel 3 Teknik pengumpulan data dalam satuan peristiwa

Peristiwa Informasi Data Metode Jenis Data Pembentukan Kelompok Gizi Masyarakat Komunikasi Partisipasi, Karakteristik Personal, Dinamika Kelompok Wawancara dan Observasi Primer dan Sekunder Rapat Kerja Kelompok Gizi Masyarakat Komunikasi Partisipasi, Karakteristik Personal, Dinamika Kelompok Wawancara dan Observasi Primer dan Sekunder Pelaksanaan Program Kerja Kelompok Gizi Masyarakat Komunikasi Partisipasi, Karakteristik Personal, Dinamika Kelompok Wawancara dan Observasi Primer dan Sekunder Sosialisasi kegiatan KGM Komunikasi Partisipasi, Karakteristik Personal, Dinamika Kelompok Wawancara dan Observasi Primer dan Sekunder

Sumber Data dan Validitas Data

Sumber data dalam penelitian ini disesuaikan dengan fokus dan tujuan penelitian. Dalam penelitian kualitatif, sampel sumber data dipilih, dan mengutamakan perspektif emik, artinya mementingkan pandangan informan, yakni bagaimana mereka memandang dan menafsirkan dunia dari pendiriannya. Tidak bisa memaksakan kehendak untuk mendapatkan data yang diinginkan.

Sumber data primer penelitian adalah informasi yang diperoleh dari informan. Penentuan informan dilakukan dengan prinsip convenience (kemudahan). Ruslan (2003) menyatakan bahwa penentuan informan dengan cara ini berdasarkan kemudahan dalam memilih unsur populasi (orang atau peristiwa) yang datanya berlimpah dan mudah diperoleh oleh peneliti. Artinya, memiliki kebebasan untuk memilih sumber informasi yang paling cepat, mudah dan murah.

Berdasarkan definisi di atas, maka batasan subyek penelitian yang dapat diambil adalah :

1. Masyarakat yang terlibat dan yang terkena dampak dari program gizi khususnya progran kelompok gizi masyarakat.

2. Tokoh masyarakat yang memberikan dukungan terhadap program gizi yang mampu memberikan inspirasi untuk dapat berpartisipasi.

3. Pengurus kelompok gizi masyarakat yang mampu menjelaskan pertanyaan dari peneliti mengenai program kerja yang partisipasi dari program yang berjalan. 4. Aparatur pemerintah yang memberikan arahan dan pendampingan kepada

kelompok.

5. Fasilitator yang mendampingi kelompok gizi selama program berlangsung. Sumber data yang dipilih dari penulusuran di lapangan adalah sebagai berikut:

Tabel 4 Sumber data informan penelitian

Nama

Jenis Kelamin

/Umur Pekerjaan Alasan Pemilihan

Zamira (Zr) Perempuan/ 36 thn

Pegawai Negeri Sipil-Puskesmas Gandus

Penanggung Jawab Progam KGM Kecamatan Gandus- penyuluh kesehatan Kecamatan Gandus

Andi (Ad) Laki-laki/ 27 Thn

Fasilitator Program Perbaikan Gizi

Fasilitator pendamping dalam program perbaikan gizi di Kecamatan Gandus Madri (Md) Laki-laki/ 43 Thn Tokoh Masyarakat/ Ketua RT 19 Kelurahan Pulokerto

Tokoh masyarakat yang aktif dan terlibat dalam program perbaikan gizi dan kelompok gizi

Hindun (Hd) Perempuan/ 42 Thn

Ibu Rumah Tangga dan Ketua Pokja PKK Kelurahan

Pulokerto

Aktivis perempuan di Kelurahan Pulokerto yang terlibat dalam kegiatan program perbaikan gizi dan kelompok gizi masyarakat

Anita (An) Perempuan/ 42 thn

Ibu Rumah Tangga dan kader posyandu

Aktivis kesehatan di lingkungan Kelurahan Pulokerto dan terlibat dalam kepanitiaan program perbaikan gizi dan kelompok gizi masyarakat

Validitas data adalah proses teknik pengambilan data dengan menggunakan teknik triangulasi data dan sumber. Teknik validitas dilakukan untuk mengetahui keabsahan data yang diambil sehingga dapat diterima keautentikannya. Menguji kredibilitas penelitian kualitatif digunakan triangulasi. Triangulasi meliputi triangulasi sumber dan teknik pengumpulan data. Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Data yang telah dianalisis menghasilkan suatu kesimpulan, selanjutnya dimintakan kesepakatan (member check) dengan sumber-sumber data tersebut. Pengecekan dilakukan dengan diskusi kelompok kepada informan pada saat disela-sela sebelum pertemuan berlangsung. Triangulasi teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengecek kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Teknik yang digunakan berupa wawancara atau pengamatan. Selain itu, perlunya melakukan realibilitas pada penelitian kualitatif yang biasa disebut dependabilitas. Suatu penelitian dikatakan dependable apabila dapat mengulang/mereplikasi kembali proses penelitian tersebut (Herdiansyah 2010).

Pengolahan dan Analisis Data

Penelitian ini bersifat deskriptif, maka data yang diperoleh dianalisis menurut kenyataan yang ada dan didasarkan pada teori konstruksi sosial yang digunakan tanpa mengabaikan prinsip-prinsip komunikasi pembangunan dalam arti luas, kemudian diperbandingkan dengan kasus yang terjadi dalam unit analisis. Data yang diperoleh diolah dengan mengelompokkan berdasarkan teori yang digunakan oleh peneliti. Teori yang digunakan dihubungkan antar data, untuk kemudian disusun kesimpulan yang menjelaskan data.

Prinsip analisis data yang digunakan adalah dialogik atau dialektikal yang mengembangkan terjadinya dialog dan dialektika antara peneliti dan sumber data. Data yang diperoleh dari pendekatan penelitian kualitatif diolah secara tiga tahap analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan/ verifikasi dengan menggunakan model interaktif dari Huberman. Ketiga kegiatan analisis yang dilakukan merupakan proses siklus dan interaktif yang berlangsung secara simultan (Miles & Huberman 1992). Sebagai mana digambarkan pada Gambar 2.

Gambar 2 Proses analisis data 1. Reduksi Data

Reduksi data merupakan proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data yang muncul dari catatan lapang. Proses mereduksi data dilakukan sejak pengambilan data di lapangan sampai pada proses penulisan. Data tersebut ditampilkan dalam bentuk uraian singkat maupun menggolongkannya dalam bentuk yang lebih luas.

2. Penyajian Data

Penyajian data merupakan sekelompok informasi yang tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.

3. Penarikan Kesimpulan

Kesimpulan merupakan temuan baru atas objek penelitian yang telah diverifikasi selama penelitian berlangsung dengan memikirkan ulang secara penulisan, meninjau ulang secara catatan lapangan dan berdiskusi dengan rekanan yang memahami kasus tersebut untuk mengembangkan kesepakatan intersubjektif serta menempatkan salinan temuan dalam suatu seperangkat tulisan dalam penelitian.

Pengumpulan Data Penyajian Data Simpulan atau Verifikasi Reduksi Data 1 2 3

Dokumen terkait