7. Asas Rukun, Patut, dan Laras
1.8 Metode Penelitian
Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Jadi ilmu merupakan pengetahuan yang didapatkan lewat metode ilmiah. Karena ideal dari ilmu adalah untuk memperoleh interrelasi yang sistematis.39
a. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum empiris. Penelitian hukum sosologis/empiris menurut Soerjono Soekanto meliputi penelitian terhadap identifikasi hukum (hukum tidak tertulis) dan penelitian terhadap efektivitas hukum.40Metode penelitian hukum empiris adalah suatu metode penelitian hukum yang berfungsi untuk
38 I Wayan Koti Cantika, 2010, op.cit, h. 105.
39 Bambang Sunggono, 2007, Metodelogi Penelitian Hukum, PT. Raja Grafindo, Jakarta, h. 44.
40 Soerjono Soekanto, 1984, Pengantar Penelitian Hukum, UI Press, Jakarta, (selanjutnya disingkat Soerjono Soekanto V), h. 51.
30
melihat hukum dalam arti nyata dan meneliti bagaimana bekerjanya hukum di lingkungan masyarakat.
b. Jenis Pendekatan
Didalam penelitian ini menggunakan pendekatan pendekatan fakta (The Fact Approach), yaitu pendekatan masalah yang disasarkan pada fakta-fakta yang terjadi dilapangan yang ada kaitanya dengan permasalahan yang di bahas. Adapun fakta yang ditemukan adalah larangan berburu burung di Desa Pakraman Kayubihi yang dituangkan dalam awig-awig Desa Pakraman Kayubihi. Mengingat banyaknya kasus perburuan liar yang menyebabkan tidak seimbangnya ekosistem, maka perlu disadari bahwa peran-peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya perlestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
c. Sifat Penelitian
Penelitian Hukum empiris menurut sifatnya dibedakan menjadi penelitian eksploratif, deskriptif, eksplanatoris, dan verifikatif. Penelitian ini bersifat deskriptif yang bertujuan menggambarkan secara tepat sifat-sifat suatu individu, keadaan, gejala atau kelompok tertentu, atau untuk menentukan penyebaran suatu gejala, atau untuk menentukan gejala dengan gejala lain dalam suatu masyarakat yang dalam penelitian ini sungguh erat kaitanya dengan keberadaan Hukum Adat yang hidup dan berkembang di lingkungan Masyarakat.
31 d. Data dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.
1. Data Primer
Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh langsung dari sumber pertama dilapangan baik responden maupun informan.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang bersumber dari penelitian kepustakaan, yaitu data yang diperoleh tidak secara langsung dari sumber pertamanya, melainkan bersumber dari data-data yang sudah terdokumenkan dalam bentuk bahan-bahan hukum.41Bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier.42
Bahan-bahan hukum yang dipergunakan dalam penelitian ini meliputi: a) Bahan hukum primer yaitu bahan-bahan hukum yang mengikat,
dalam penelitian ini terdiri dari perundang-undangan yaitu:
- Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya
- Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
- Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 1994 tentang Perburuan Satwa Buru
41 Bambang Sunggono, op.cit. h.44.
32
- Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa
- Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 18 Tahun 2010 tentang Surat Izin Berburu dan Tata Cara Permohonan Surat Izin Berburu
- Peraturan Menteri kehutanan Nomor 69 Tahun 2014 tentang Penetapan Musim Berburu Satwa Buru.
- Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2001 tentang Desa Pakraman b) Bahan hukum sekunder berupa semua publikasi tentang hukum yang
bukan merupakan dokumen-dokumen resmi. Publikasi tentang hukum meliputi buku-buku teks, kamus-kamus hukum, jurnal-jurnal hukum, dan komentar-komentar atas putusan hukum. Dalam penelitian ini bahan hukum sekunder yang terutama adalah buku teks karena buku teks berisi mengenai prinsip-prinsip dasar ilmu hukum dan perundang-undangan klasik para sarjana yang mempunyai kualifikasi tinggi. e. Teknik Pengumpulan Data
Dalam tehnik pengumpulan data, pengambilan data primer yaitu data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti (atau petugas-petugasnya ) dari sumber pertamanya. Disamping data primer terdapat data sekunder yang seringkali diperlukan oleh peneliti. Data sekunder itu biasanya tersusun dalam bentuk dokumen-dokumen, misalnya data mengenai keadaan demografis suatu daerah, data mengenai produktivitas suatu perguruan tinggi, data mengenai
33
persediaan pangan di suatu daerah, dan sebagainya.43 Sesuai dengan jenis data yang dicari, maka teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara :
1. Data lapangan diperoleh dengan cara wawancara langsung dengan informan tentang hal-hal yang berkaitan dengan masalah yang dibahas, seperti wawancara baik dengan tokoh-tokoh masyarakat maupun prajuru adat. Wawancara dilakukan dengan pedoman wawancara yang disusun sedemikian rupa bertujuan untuk memperoleh jawaban-jawaban yang relevan dengan permasalahan yang diteliti (terstruktur). Wawancara merupakan salah satu teknik yang sering digunakan untuk memperoleh keterangan secara lisan guna mencapai tujuan tertentu, dan tujuan ini dapat bermacam-macam, antara lain untuk diagnose dan treatment seperti yang biasa dilakukan oleh dokter, atau untuk keperluan mendapat berita seperti yang dilakukan wartawan dan untuk melakukan penelitian dan lain-lain.44 Isi/materi wawancara pada dasarnya sudah tersurat dalam pedoman wawancara (interview guide) yang dibawa oleh pewawancara.45
2. Study dokumentasi yaitu dengan meneliti bahan-bahan pustaka yang berkaitan dengan topik masalah yang dibahas ini seperti buku-buku, laporan penelitian, awig-awig maupun perarem Desa Pakraman Kayubihi. f. Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Teknik pengolahan dan analisa data dalam skripsi ini dilakukan dengan cara analisis kualitatif, maka keseluruhan data yang terkumpul baik
43 Sumadi Suryabrata, 2004, Metodologi Penelitian, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta, h. 39.
44 Burhan Ashshofa, 2007, Metode penelitian Hukum, Rineka Cipta, Jakarta, hal. 95. 45 Bambang Waluyo, 2008, Penelitian Hukum Dalam Praktek, Sinar Grafika, Jakarta, hal. 62.
34
dari data primer maupun data sekunder, akan diolah dan di analisis dengan cara menyusun data secara sistematis, digolongkan dalam pola dan tema, diklasifikasikan, dihubungkan antara satu data dengan data yang lainya, dilakukan inteprestasi untuk mengetahui makna dalam situasi sosial, dan dilakukan penafsiran dari perspektif peneliti setelah memahami keseluruhan kualitas data.