• Tidak ada hasil yang ditemukan

H.1. Jenis Penelitian

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode studi kasus yang masuk dalam rumpun penelitian kualitatif. Robert K. Yin berpendapat bahwa studi kasus adala sebuah cerita yang unik, spesial atau menarik. Cerita kasus ini dapat berfokus pada suatu individu, organisasi, proses, lingkungan sekitar, institusi atau kejadian sekitar. Hal yang dikaji melalui desain studi kasus ini yaitu penjelasan mengapa sesuatu yang menarik itu bisa terjadi, bagaimana implementasinya dan apa yang dihasilkan dari sesuatu yang menarik itu.30

Menurut Bogdan dan Bikien studi kasus merupakan pengujian secara rinci terhadap satu latar atau satu orang subjek atau satu tempat penyimpanan dokumen atau satu peristiwa tertentu. Surachrnad membatasi pendekatan studi kasus sebagai suatu pendekatan dengan memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan rinci. SementaraYin memberikan batasan yang lebih bersifat teknis dengan penekanan pada ciri-cirinya. Ary, Jacobs, dan Razavieh menjelasan bahwa dalam studi kasus hendaknya peneliti berusaha menguji unit atau individu secara mendalarn. Para peneliti berusaha menernukan sernua variabel yang penting.31

Mengetahui strategi pemenangan yang dilakukan Partai Gerindra di Provinsi Riau dalam Pemilihan Legislatif 2014 tentunya sangat cocok apabila menggunakan metode studi kasus. Peneliti beranggapan kehadiran Gerindra

30 Robert K. Yin. 2003. Case Study Research (Design and Methodes, 3rd ed). London: Sage Publication.

Hlm. 12

31 Sotirius Sarantakos. 1993. Social Research. Australia: Machmillan Education Australia PTY LTD. Hlm.

263.

sebagai partai baru dan mampu menyaingi kekuatan partai lama di Bumi Lancing Kuning merupakan suatu yang unik dan khas. Ditambah lagi, partai besutan Prabowo Subianto ini perolehan suaranya hampir merata di semua daerah. Dimensi strategi pemenangan merupakan fokus pada penelitian ini. Penelitian ini diharapkan dapat mengeksplorasi secara mendalam dan menyeluruh untuk menjawab rumusan masalah pada penelitian ini.

H.2. Jenis dan Sumber Data

Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan dua jenis data, yakni:

1. Data Primer

Data primer merupakan data yang dihimpun langsung dari sumber data. Data ini biasanya digali dengan wawancara maupun observasi mendalam kepada narasumber-narasumber yang terkait dengan judul penelitian ini. Data primer biasanya juga bersifat subyektif dikarenakan berasal dari sudut pandang narasumber. Data primer akan digali melalui wawancara dengan pengurus DPD Partai Gerindra Provinsi Riau beserta para calon anggota legislatif/anggota legislatif Partai Gerindra yang duduk di parlemen.

2. Data Sekunder.

Data sekunder merupakan data yang berasal dari berbagai dokumen maupun literatur yang dianggap terkait dengan judul penelitian. Data sekunder cenderung lebih obyektif. Dokumen maupun literatur dapat berupa video, majalah maupun buku-buku yang berkaitan dengan Gerindra.

Mengenai sumber data, maka data dalam penelitian ini diambil dari:

1. Orang (person)

Sumber data langsung diperoleh melalui orang-orang yang terkait dengan penelitian ini. Orang-orang tersebut dapat bersal dari kalangan pimpinan Partai Gerindra DPD Provinsi Riau, Anggota Partai Gerindra Provinsi Riau, Anggota DPRD Provinsi, Caleg-Caleg Gerindra yang ikut berkompetisi dalam Pemilihan Legislatif, Tim Sukses Gerindra, KPU Provinsi Riau dan lain sebagainya yang dianggap penting untuk dimintai data yang terkait dengan penelitian ini.

2. Tempat (place).

Tempat penelitian diperolehnya data adalah Kantor DPD Gerindra Provinsi Riau dan Kantor KPU Provinsi Riau serta tempat-tempat lainnya yang berkenaan dengan sumber data dalam penelitian ini.

3. Paper/Dokumen

Studi kepustakaan yaitu dengan menggali literatur-literatur yang ada. Literatur tersebut dapat berupa buku, makalah dan hal-hal lain yang bersifat cetak.

Literatur dapat berupa AD/ART Gerindra, buku-buku maupun majalah yang membahas Partai Gerindra, maupun buku-buku lain yang membahas mengenai dunia partai dan strategi politik.

H.3. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, ada dua teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan guna menghimpun data. Teknik pengumpulan data tersebut adalah:

1. Wawancara mendalam

Wawancara mendalam merupakan teknik utama dalam mengumpulkan data.

Peneliti berusaha melakukan wawancara mendalam dengan orang-orang yang dianggap penting untuk dimintai keterangan. Yang dilakukan pertama sekali adalah melakukan pemetaan mengenai siapa saja orang akan dijadikan narasumber. Hal ini sangat penting karena narasumber haruslah orang yang tepat untuk menjawab berbagai pertanyaan penelitian agar penelitian dapat akurat dan efisien.

Dalam wawancara mendalam, peneliti juga berusaha membangun kepercayaan (trust) dengan narasumber sehingga data pun di dapat dengan jelas dan lengkap.

Kepercayaan juga merupakan faktor kunci dalam menggali data kepada narasumber. Wawancara mendalam dengan pengurus DPD Gerindra Riau dan calon anggota legislatif/anggota legislatif di DPR-RI, DPRD Provinsi maupun Kab/Kota merupakan sumber data utama dalam penelitian ini.

2. Studi Kepustakaan

Peneliti mencari berbagai literatur-literatur yang terkait dengan penelitian ini.

Peneliti akan mencari buku-buku yang terkait dengan penelitian ini sehingga data menjadi lebih lengkap. Data seperti AD/ART Partai dan hal lain yang berkenaan dengan Gerindra terutama terkait strategi pemenangan Gerindra di Provinsi Riau akan menjadi data yang sangat penting.

H.4. Teknik Analisa Data

Data-data yang sudah terkumpul terlebih dahulu di kelompokkan berdasarkan sumber data yakni mana yang berasal dari wawancara dan studi literatur. Data yang berasal dari studi literatur dapat menjadi data pelengkap (pelengkap data wawancara). Data wawancara merupakan data primer yang kemudian akan dirangkai dan dianalisis.

Selanjutnya, data-data yang ada mulai dirangkai atau dihubungkan antara satu bagian dengan bagian yang lain sehingga terjadi keteraturan antar data yang satu dengan yang lain. Setelah di rangkai dengan sempurna, tentunya dapat ditarik kesimpulan dari data-data yang sudah terangkai. Dengan itu maka penelitian ini menjadi penelitian yang baik dan mudah dicerna pembaca.

I. Sistematika Penulisan

1. Bab I : Pendahuluan

Bab ini terdiri dari latar belakang permasalahan, rumusan masalah, tujuan, review literatur, kerangka teori, defenisi konseptual, defenisi operasional, metode penelitian dan sistematika penulisan.

2. Bab II : Perjalanan Gerindra Memenangkan Pemilu

Bab ini membahas mengenai perjalanan Gerindra dalam memenangkan Pemilu 2014. Bab ini menceritakan tentang peran DPD Gerindra Riau pada Pemilu 2014, pengalaman Gerindra di Pemilu 2009, Perihal Bappilu, Persiapan Gerindra menghadapi Pemilu 2014 dan pembekalan caleg.

3. Bab III : Hasil yang Diperoleh Gerindra Pada Pemilu 2014 di Riau

Bab ini mengeksplorasi mengenai hasil yang diperoleh Gerindra pada Pemilu 2014 di Riau. Bab ini berisikan perolehan kursi dan suara secara lengkap dari level DPRD Kab/Kota, DPRD Provinsi dan DPR RI. selanjutnya dijelaskan juga mengenai persaingan partai, konflik internal dan rintangan yang dihadapi Gerindra pada Pemilu 2014.

4. Bab IV : Strategi Pemenangan Partai Gerindra

Bab ini membahas perihal strategi politik yang dilakukan oleh Gerindra. Bab ini mengacu pada political marketing yang menjadi kerangka teori dalam penelitian ini

5. Bab V : Kesimpulan

Bab ini berisikan kesimpulan dan implikasi teori dari pembahasan pada bab-bab sebelumnya.

Dokumen terkait