Metode penelitian pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif. Bahwa penelitian hukum normatif merupakan penelitian hukum yang berfokus pada kaidah-kaidah atau asas-asas dalam arti hukum dikonsepkan sebagai norma atau kaidah yang bersumber dari peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, maupun doktrin dari para pakar hukum terkemuka.66 Dengan demikian dalam penelitian ini menganalisis dan mengkaji mengenai kaidah-kaidah normatif dan penelitian terhadap asas-asas hukum yang terkandung dalam undang-undang yang terdapat dalam penelitian ini.
2. Pendekatan Masalah
Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan perundang-perundang-undangan adalah pendekatan dengan menggunakan legislasi dan regulasi.67 Yakni penelitian yang mengutamakan bahan hukum yang berupa peraturan perundang-undangan sebagai bahan acuan dasar dalam melakukan penelitian.
Karena pendekatan perundang-undang yang dipergunakan, maka yang akan di teliti adalah Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang
66Bachtiar, Metode Penelitian Hukum (Tangerang Selatan: UNPAM PRESS, 2018), hlm.
57
67Peter Mahmud Marzuki, Penelitian Hukum Edisi Revisi (Jakarta: Kencana, 2017), hlm.
Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Pasal 26 Ayat 1 Poin c Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dalam hal ini dapat diharapkan menyelesaikan persoalan Dispensasi Nikah dalam perundang-undangan.
3. Sumber Bahan Hukum
Penelitian ini menggunakan penelitian normatif, maka untuk memperoleh penelitian yang digunakan untuk mengkaji ialah menggunakan bahan hukum. Bahan hukum sebagai bahan penelitian diambil dari bahan kepustakaan yang berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier.
a. Bahan hukum primer, adalah bahan hukum yang mempunyai kekuatan mengikat secara umum (perundang-undangan) atau mempunyai kekuatan mengikat bagi pihak-pihak berkepentingan.68 Bahan hukum primer dalam penulisan ini terdiri dari: 1) Pasal 7 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. 2) Pasal 26 Ayat 1 Poin c dan Pasal 82 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.
b. Bahan hukum sekunder yaitu bahan hukum yang dapat memberikan penjelasan terhadap bahan hukum primer, bahan hukum yang terdiri dari Undang-Undang Tentang Perkawinan, Undang-Undang Tentang
Perlindungan Anak, Kompilasi Hukum Islam dan data yang diperoleh dari bahan kepustakaan bahan hukum yang terdiri dari buku-buku yang ditulis para ahli hukum yang berpengaruh, jurnal-jurnal hukum, pendapat para sarjana, dan kasus-kasus hukum.69
c. Bahan Hukum Non-hukum atau Tersier adalah bahan hukum yang memberi penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder.70 Adapun dalam penelitian ini penulis menggunakan bahan non-hukum yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Kamus Hukum, Kamus Bahasa Arab-Indonesia dan Ensiklopedia
4. Prosedur Pengumpulan Bahan Hukum
Adapun prosedur pengumpulan bahan hukum dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Studi dokumen, yaitu penulis mengumpulkan bahan hukum Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang-Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.
b. Studi kepustakaaan, yaitu melakukan penelusuran bahan-bahan hukum dengan cara membaca, melihat, mendengarkan, mengutip buku-buku serta menelaah Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan
69Mukti Fajar dan Yulianto Achmad, Dualisme Penelitian Hukum Normatif & Empiris, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2010). hlm. 157
Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dokumen maupun informasi yang ada hubungnnya dengan penelitian ini yang sekarang banyak dapat dilakukan penelusurannya dengan melalui internet. Prosedur pengumpulan bahan hukum ini penulis lakukan untuk menghimpun bahan hukum sekunder yang dijadikan bahan penunjang dalam penelitian.
5. Pengolahan dan Analisis Bahan Hukum
a. Pengolahan Bahan Hukum
Setelah bahan hukum terkumpul, selanjutnya dilakukan pengolahan bahan hukum dengan melalui beberapa tahapan sebagai berikut:
1) Editing, yaitu penulisan meneliti kembali terhadap bahan hukum yang diperoleh sehingga kelengkapan dapat dilengkapi apabila ditemukan bahan hukum yang belum lengkap serta memformulasikan bahan hukum yang penulis temukan ke dalam kalimat yang lebih sederhana.
2) Sistematisasi, yaitu penulis melakukan seleksi terhadap bahan hukum, kemudian melakukan klasifikasi menurut penggolongan bahan hukum dan menyusun data hasil penelitian tersebut secara sistematis yang dilakukan secara logis, artinya ada hubungan dan keterkaitan antara bahan hukum satu dengan bahan hukum lain.
3) Deskriptif, yaitu penulis menggambarkan hasil penelitian berdasarkan bahan hukum yang diperoleh kemudian menganalisisnya.71
b. Analisis Bahan Hukum
Setelah bahan hukum diolah, kemudian dilanjutkan dengan analisis bahan hukum dengan menggunakan analisis kualitatif yaitu melakukan pembahasan terhadap Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang telah didapat dengan mengacu kepada landasan teori yang ada, selanjutnya menarik kesimpulan dari penelitian ini.
I. Sistematika Penulisan
Dalam pembuatan skripsi yang sistematis dan sesuai dengan yang diharapkan, maka penulis menggunakan beberapa urutan, sebagai berikut:
BAB I: PENDAHULUAN, yang meliputi Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Signifikasi Penelitian, Definisi Operasional/Batasan Istilah, Kajian Pustaka/Penelitian Terdahulu, Landasan Teori (Dispensasi Nikah dan Upaya Pencegahan Perkawinan Anak), Metode Penelitian, Sistematika Penulisan
71Soejono Soekamto, Pengantar Penelitian Hukum, ( Jakarta: Pustaka Pelajar, 1992), hlm.
BAB II: DESKRIPSI UMUM, yang meliputi deskripsi umum tentang Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak
BAB III: ANALISIS (PEMBERLAKUAN DISPENSASI NIKAH DALAM