• Tidak ada hasil yang ditemukan

=

METODE PENELITIAN

Desain, Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di industri konveksi Agustin Collection, Jakarta Selatan. Pemilihan lokasi penelitian ini ditentukan secara purposive dengan pertimbangan jenis hasil produksi homogen. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan, Juni hingga Juli 2007.

Jumlah dan Cara Pengambilan Contoh

Jumlah pekerja di perusahaan Agustin Collection sebanyak 45 orang, terdiri dari 39 orang wanita dan 6 orang pria. Kriteria contoh adalah: wanita dengan rentang usia 20-40 tahun, dapat berkomunikasi dengan baik, bersedia menjadi contoh penelitian, tidak sedang hamil atau menyusui, bekerja di bagian produksi, tidak menderita penyakit kronis.

Jumlah populasi yang memenuhi kriteria sebanyak 39 orang dan dari populasi tersebut dipilih secara acak sederhana (Simple Random Sampling) (Singarimbun & Effendi 1989). Jumlah contoh ditentukan berdasarkan rumus Slovin (1973) diacu dalam Umar (2003) adalah sebagai berikut:

Keterangan:

n : jumlah contoh (35 orang) N : jumlah populasi (39 orang) e : margin error/standar (0,05)

Hasil perhitungan jumlah contoh (n) berdasarkan rumus Slovin tersebut adalah 35 orang.

Jenis dan Cara Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung dan wawancara dengan alat bantu kuesioner. Data primer meliputi:

a. Data karakteristik contoh (usia, berat badan, tinggi badan, pendidikan, pendapatan, masa kerja, dan besar keluarga). Data usia, pendidikan, pendapatan, masa kerja, dan besar keluarga contoh diperoleh melalui wawancara langsung dengan alat bantu kuesioner. Berat badan dan tinggi badan contoh diperoleh melalui pengukuran secara langsung. Alat ukur yang

digunakan untuk mengukur berat badan contoh yaitu Bathroom Scale dengan kapasitas 150 kg dan ketelitiannya 0,1 kg. Tinggi badan diukur dengan alat pengukur tinggi badan (microtoise) berkapasitas 200 cm dengan ketelitian 0,1 cm.

b. Data konsumsi pangan contoh, diperoleh melalui metode recall 2 x 24 jam pada hari kerja.

c. Data aktivitas fisik contoh, diperoleh melalui metode recall 2 x 24 jam pada hari kerja.

Data sekunder meliputi gambaran umum perusahaan, sistem penggajian, insentif, dan sistem penyediaan makanan. Data sekunder tersebut diperoleh dari perusahaan.

Tabel 4 Variabel, kategori, jenis, cara dan alat yang digunakan dalam pengumpulan data

No. Variabel Kategori Jenis

Data Cara Pengumpulan Data Alat yang digunakan 1. Usia (Tahun) a. 20-29

b. 30-40 Primer Wawancara Kuesioner

2. Berat badan (kg) SD) X ( BB c. SD) X ( BB SD) X ( b. SD) X ( BB a. + > + < Primer Pengukuran Kuesioner dan bathroom scale 3. Tinggi badan (cm) SD) X ( BB c. SD) X ( BB SD) X ( b. SD) X ( BB a. + > + <

Primer Pengukuran Kuesioner dan microtoise

4. Pendapatan (Rp/bln) SD) X ( BB c. SD) X ( BB SD) X ( b. SD) X ( BB a. + > + <

Primer Wawancara Kuesioner

5. Pendidikan a. SD b. SMP c. SMA d. Perguruan Tinggi e. Tidak sekolah f. Lainnya

Primer Wawancara Kuesioner

6. Masa kerja (Tahun) SD) X ( BB c. SD) X ( BB SD) X ( b. SD) X ( BB a. + > + <

Primer Wawancara Kuesioner

7. Besar keluarga

(BKKBN 1998)

a. ≤4 orang

b. 5-7 orang

c. >7 orang

Primer Wawancara Kuesioner

8. Kebutuhan energi

(Harris Benedict)

AMB = 655 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB) – (4,7 x U)

Kebutuhan Energi Total = AMB x FA Primer - Kuesioner

9. Kebutuhan protein

(Almatsier 2004) 10% dari kebutuhan energi total Primer - Kuesioner

10.

Kecukupan Fe, Vit. A, Vit. B1, dan Vit. C

- Primer - AKG 2004

11.

Konsumsi energi dan zat gizi contoh

Tabel 4 Variabel, kategori, jenis, cara dan alat yang digunakan dalam pengumpulan data (lanjutan)

No. Variabel Kategori Jenis

Data Cara Pengumpulan Data Alat yang digunakan 12. Tingkat kecukupan energi dan protein terhadap kebutuhan energi dan protein contoh (Depkes 1996)

a. Defisit tingkat berat (<70% angka kebutuhan) b. Defisit tingkat sedang

(70-79% angka kebutuhan) c. Defisit tingkat ringan

(80-89% angka kebutuhan) d. Normal

(90-119% angka kebutuhan) e. Di atas angka kebutuhan

(≥120% angka kebutuhan)

Primer Recall 2 x 24

jam Lembar recall

13.

Tingkat kecukupan Fe, Vit. A, Vit. B1, Vit. C terhadap kecukupan Fe, Vit. A, Vit. B1, Vit. C contoh (Gibson 2005)

a. Kurang (<77% angka kecukupan)

b. Cukup (≥77% angka kecukupan)

Primer Recall 2 x 24

jam Lembar recall

14. Aktivitas fisik - Primer Recall 2 x 24

jam Lembar recall

15. Produktivitas Kerja

a. Rendah (Produktivitas kerja < X)

b. Tinggi (Produktivitas kerja ≥ X) Primer

Wawancara dan Pengamatan

-

Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan Data

Data karakteristik contoh yang meliputi usia, berat badan, tinggi badan, pendapatan, pendidikan, besar keluarga, dan masa kerja dianalisis secara statistik deskriptif. Data konsumsi pangan yang disajikan di perusahaan dan dari luar perusahaan dikonversikan ke dalam energi dan zat gizi dengan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) dan Daftar Kandungan Gizi Makanan Jajanan (DKGJ). Zat gizi yang dimaksud yaitu protein, zat besi, vitamin A, vitamin B1, dan vitamin C.

Kebutuhan energi contoh dihitung dengan menggunakan rumus Kebutuhan Energi Total, yaitu:

Kebutuhan Energi Total (kkal/hari) = AMB x FA Keterangan:

AMB = Angka Metabolisme Basal (kkal/hari) FA = Faktor Aktivitas

Angka Metabolisme Basal (AMB) dihitung dengan menggunakan persamaan Harris-Bennedict, yaitu:

Keterangan:

BB = berat badan (kg) TB = tinggi badan (cm) U = usia (tahun)

Faktor Aktivitas (FA) dihitung berdasarkan aktivitas fisik yang dilakukan contoh selama dua hari kerja dengan menggunakan metode recall 2 x 24 jam. Faktor aktivitas dibedakan menjadi tiga yaitu faktor aktivitas total, faktor aktivitas di dalam perusahaan, dan faktor aktivitas di luar perusahaan. Aktivitas fisik yang dilakukan contoh dikelompokkan berdasarkan jenis kegiatan dan untuk setiap kegiatan dihitung alokasi waktu yang digunakan. Alokasi waktu dari aktivitas fisik selama dua hari kemudian dihitung rata-rata. Rata-rata alokasi waktu tersebut dikalikan dengan pengeluaran energi menurut jenis kegiatan kemudian dibagi 24 jam untuk faktor aktivitas total, sedangkan faktor aktivitas di dalam perusahaan dibagi 8 jam, dan faktor aktivitas di luar perusahaan dibagi 16 jam. Tabel 5 memberikan informasi data pengeluaran energi menurut jenis kegiatan untuk wanita.

Tabel 5 Perkiraan pengeluaran energi untuk berbagai aktivitas

Kategori Aktivitas Faktor Aktivitas Istirahat

Tidur, berbaring 1,0

Sangat ringan

Aktivitas duduk dan berdiri, mengecat, menyetir, pekerjaan laboratorium, mengetik, menjahit, menyetrika, memasak, bermain kartu, bermain musik

1,5 Ringan

Berjalan dengan kecepatan 2,5-3,0 mil/jam; membersihkan rumah; mengasuh anak; golf; berlayar; tenis meja; bekerja di restaurant; pekerjaan permesinan

2,5 Sedang

Berjalan 3,5-4 mil/jam; mencangkul; membawa beban; Bersepeda; bermain sky; tenis; menari

5,0 Berat

Berjalan dengan beban yang berat, menebang pohon, menggali, bermain basket, panjat tebing, sepak bola, soccer

7,0

Sumber: Durnin dan Passmore (1967) dan WHO (1985) diacu dalam Subcommitte of the RDAs (1989)

Kebutuhan protein contoh dihitung dari 10% kebutuhan energi total (Almatsier 2004). Perhitungan kecukupan zat besi, vitamin A, vitamin B1, dan vitamin C contoh berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan dalam Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi (WKNPG) tahun 2004 dengan memperhatikan umur, berat badan, dan tinggi badan masing-masing contoh.

Tingkat kecukupan energi dan zat gizi terhadap kebutuhan energi dan zat gizi dihitung dengan membandingkan jumlah energi dan zat gizi yang dikonsumsi dengan kebutuhan energi dan zat gizi contoh. Tingkat kecukupan energi dan zat gizi contoh dinyatakan dalam persen. Klasifikasi tingkat kecukupan energi dan zat gizi disajikan pada Tabel 6.

Tabel 6 Klasifikasi tingkat kecukupan energi dan zat gizi

Energi dan Zat Gizi Klasifikasi Tingkat Kecukupan Energi dan proteina) a. Defisit tingkat berat

(<70% angka kebutuhan) b. Defisit tingkat sedang (70-79% angka kebutuhan) c. Defisit tingkat ringan (80-89% angka kebutuhan) d. Normal

(90-119% angka kebutuhan) e. Di atas angka kebutuhan

(≥120% angka kebutuhan) Zat besi, Vitamin A, Vitamin B1,

dan Vitamin C b)

a. Kurang (<77% angka kecukupan) b. Cukup (≥77% angka kecukupan) Sumber: a) Depkes (1996), b) Gibson (2005)

Status gizi contoh di nilai berdasarkan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT=BB/TB2). Kategori ambang batas IMT untuk Indonesia disajikan pada Tabel 7.

Tabel 7 Kategori ambang batas IMT (kg/m2) untuk Indonesia

Kategori IMT Kurus Kekurangan berat badan tingkat berat <17,0

Kekurangan berat badan tingkat ringan 17,0–18,5

Normal >18,5–25,0

Gemuk Kelebihan berat badan tingkat ringan >25,0–27,0 Kelebihan berat badan tingkat berat >27,0 Sumber: Depkes (1994) diacu dalam Supariasa et al. (2002)

Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 13.0 for Windows.

1. Deskriptif (persentase dan rata-rata)

a. Peubah karakteristik contoh (usia, berat badan, tinggi badan, pendidikan, pendapatan, dan besar keluarga), serta masa kerja.

b. Konsumsi energi dan zat gizi contoh. c. Kecukupan energi dan zat gizi contoh.

d. Tingkat kecukupan energi dan zat gizi contoh.

2. Uji Kolerasi Pearson untuk melihat hubungan antar variabel, yaitu:

b. Menganalisis hubungan karakteristik contoh (usia dan pendidikan), masa kerja, status gizi, tingkat kecukupan energi dan zat gizi, serta aktivitas fisik dengan produktivitas kerja.

Definisi Operasional

Aktivitas fisik contoh adalah seluruh kegiatan contoh yang melibatkan fisik (tubuh) dan diperoleh melalui metode Recall 2 x 24 jam selama dua hari kerja.

Contoh adalah pekerja wanita dengan rentang usia 20-40 tahun yang bekerja di perusahaan Agustin Collection, dapat berkomunikasi dengan baik, tidak sedang hamil atau menyusui, bekerja di bagian produksi, tidak memiliki penyakit kronis, dan bersedia menjadi responden.

Karakteristik contoh adalah identitas diri contoh yang meliputi usia, berat badan dan tinggi badan, besar keluarga, pendapatan per bulan, dan pendidikan. Kebutuhan energi adalah jumlah energi minimal yang diperlukan seseorang

agar dapat hidup sehat.

Kebutuhan protein adalah jumlah protein minimal yang diperlukan seseorang agar dapat hidup sehat.

Konsumsi energi dan zat gizi adalah jumlah energi dan zat gizi (protein, zat besi, vitamin A, vitamin B1, dan vitamin C) yang dikonsumsi oleh contoh yang dapat menggambarkan keadaan gizi seseorang dan dapat diketahui melalui metode recall 2 x 24 jam.

Makanan dari luar perusahaan adalah makanan yang dikonsumsi contoh dan diperoleh dari luar perusahaan.

Makanan dari perusahaan adalah makanan yang dikonsumsi contoh dari makanan yang disediakan oleh perusahaan.

Masa kerja adalah lamanya contoh bekerja pada bagian produksi di perusahaan Agustin Collection yang dinyatakan dalam tahun.

Pendidikan terakhir contoh adalah jenjang pendidikan formal terakhir yang telah ditempuh contoh.

Pola konsumsi pangan contoh adalah frekuensi, jenis dan jumlah pangan yang dikonsumsi oleh contoh selama dua hari, meliputi makanan yang disediakan oleh perusahaan dan makanan dari luar perusahaan.

Produktivitas kerja adalah hasil kerja contoh yang diukur dalam jumlah produksi pakaian per minggu selama lima hari kerja.

Status gizi adalah keadaan tubuh seseorang sebagai hasil dari konsumsi zat-zat gizi yang terdapat pada pangan yang dikonsumsi dan dapat ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) yaitu BB/TB2 (kg/m2).

Tingkat kecukupan energi dan zat gizi adalah perbandingan jumlah energi dan zat gizi yang dikonsumsi contoh dari makanan yang diperoleh dari dalam dan luar perusahaan dengan kecukupan energi dan zat gizi contoh dan dinyatakan dalam persen.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait