• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain Cross sectional study untuk mencapai tujuan penelitian. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 27 Bekasi dan wilayah Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive, dengan pertimbangan banyaknya anak-anak keluarga pemulung yang bersekolah di SMP Negeri 27 dan lokasinya yang berdekatan dengan TPA Bantar Gebang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2012.

Jumlah dan Cara Penarikan Contoh

Populasi sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri keluarga pemulung yang terdapat di SMP Negeri 27 dengan usia 13-15 tahun. Metode penarikan contoh dilakukan secara purposive sampling. Kriteria inklusi yang digunakan adalah 1) siswi SMP Negeri 27 Bekasi, 2) pekerjaan orang tua sebagai pemulung, 3) bertempat tinggal di wilayah Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang Bekasi, 4) bersedia menandatangani surat pernyataan ikut serta (informed consent) dalam penelitian, 5) sudah mengalami menstruasi, 6) tidak dalam keadaan sakit, dan 7) tidak sedang mengonsumsi obat-obatan. Jumlah contoh ditentukan dengan menggunakan asumsi power of study 95%, presisi 10%, dan prevalensi anemia pada remaja putri 32.4%, dengan menggunakan rumus study cross sectional menurut Lemeshowb dan David (1997) sehingga didapatkan 50 orang. Berikut ini adalah perhitungan sampel :

n Keterangan :

n = jumlah sampel minimal yang diperlukan

α = derajat kepercayaan (α = 0.05 = 1.96)

Z = nilai pada distribusi normal standar p = prevalensi anemia remaja putri 32.4% q = 1 – p

d = presisi/batas kevalidan yang diinginkan pada populasi N = jumlah populasi remaja putri keluarga pemulung 122 orang

Pemilihan contoh dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada seluruh siswi putri kelas VIII di lokasi penelitian. Populasi remaja putri keluarga

pemulung adalah 122 orang dan didapatkan minimal sampel sebanyak 50 orang. Berdasarkan kriteria inklusi yang digunakan didapatkan 72 orang remaja putri keluarga pemulung yang bersedia menandatangani informed consent dan ikut serta dalam kegiatan penelitian sampai dengan selesai.

Jenis dan Cara Pengumpulan Data

Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara dengan menggunakan kuesioner dan pengamatan secara langsung. Jenis data primer meliputi data karakteristik contoh, pengetahuan gizi, kebiasaan makan, perilaku hidup bersih dan sehat, riwayat penyakit, riwayat kecacingan, dan keadaan lingkungan tempat tinggal. Pengamatan secara langsung dilakukan untuk melihat PHBS, kebiasaan makan dan keadaan lingkungan tempat tinggal contoh. Data sekunder yang digunakan meliputi gambaran umum Kelurahan Sumur Batu yang didapatkan dari Kantor Kelurahan Sumur Batu, gambaran umum SMP Negeri 27 Bekasi, dan himpunan data pribadi siswa. Jenis dan cara pengumpulan data contoh terdapat pada Tabel 2.

Tabel 2 Jenis dan cara pengumpulan data

No Variabel Jenis data Cara pengumpulan data

1 Karakteristik keluarga :

- Pendidikan orang tua - Pekerjaan orang tua - Pendapatan orang tua

Primer dan Sekunder

Data siswa SMP Negeri 27 Bekasi dan wawancara dengan alat bantu kuesioner

2 Karakteristik individu :

- Umur

- Pengetahuan gizi

Primer Wawancara dengan alat

bantu kuesioner

3 Kebiasan makan

- Konsumsi suplemen - Konsumsi susu, teh, kopi - Jajanan

- Heme dan Non heme

Primer Wawancara dengan alat

bantu kuesioner dan pengamatan secara langsung

4 Konsumsi pangan

- Frekuensi pangan - Jenis pangan

Primer Wawancara dengan alat

bantu kuesioner

5 Lingkungan tempat tinggal

- Jenis rumah - Jenis lantai

- Jumlah penghuni rumah

- Jumlah kamar (7 m2/orang)

- Ventilasi udara (15% dari luas lantai)

- Ketersediaan jamban - Penggunaan air bersih

Ketersediaan tempat pembuangan sampah

- Jarak rumah dengan sumber pencemaran (minimal 5 km) - Jarak rumah dengan kandang

Primer Wawancara dengan alat

bantu kuesioner dan pengamatan secara langsung

Tabel 2 Jenis dan cara pengumpulan data (lanjutan)

No Variabel Jenis data Cara pengumpulan data

6

(minimal 10 m)

Perilaku hidup bersih dan sehat - Kebiasaan mencuci tangan - Kebiasaan merokok

- Konsumsi makanan beragam - Kebiasaan penggunaan jamban - Kebiasaan olahraga

Primer Wawancara dengan alat

bantu kuesioner dan pengamatan secara langsung

7 Riwayat penyakit

- Kejadian sakit

- Frekuensi sakit (2 bulan terakhir)

Primer Wawancara dengan alat

bantu kuesioner 8 Lama menstruasi - Frekuensi menstruasi - Durasi menstruasi - Periode menstruasi - Siklus menstruasi

Primer Wawancara dengan alat

bantu kuesioner

9 Status gizi (antropometri)

- Berat badan (kg)

- Tinggi badan (cm)

Primer Pengukuran berat badan

dan tinggi badan secara langsung dengan

menggunakan bedroom

scale dan microtoise

10 Status anemia :

- Hemoglobin

Primer Pemeriksaan darah secara

biokimia di laboratorium

11 Riwayat kecacingan :

- Gatal pada dubur - Cacing pada feses - Kebiasaan BAB - Darah pada feses - Konsumsi obat cacing

Primer Wawancara dengan alat

bantu kuesioner

12 Gambaran umum Kelurahan Sumur

Batu

Sekunder Profil Kelurahan Sumur Batu

- Bekasi

13 Gambaran umum SMP Negeri 27

Bekasi

Sekunder Profil SMP Negeri 27 Bekasi

Data status gizi antropometri diketahui melalui pengukuran tubuh yaitu berat badan dan tinggi badan. Status anemia diketahui berdasarkan kadar Hb (hemoglobin) melalui pengambilan sampel darah yang dilakukan oleh petugas laboratorium Parahita Diagnostic Center. Sampel darah yang didapatkan, dikumpulkan dan dibawa ke laboratorium Parahita Diagnostic Center untuk dilakukan analisis yang kemudian dilakukan pengukuran biokimia darah dengan menggunakan metode Cyanmethemoglobin untuk menentukan konsentrasi hemoglobin. Data jenis, jumlah dan frekuensi konsumsi pangan sumber heme dan non heme diperoleh dengan menggunakan metode kuesioner pangan semikuantitatif (FFQ semikuantitatif) selama satu bulan dengan melalukan wawancara dengan menggunakan alat bantu kuesioner.

Cara Pengolahan dan Analisis Data

Proses pengolahan data meliputi editing, coding, scoring, entry dan analisis. Data yang dikumpulkan, diolah dan dianalisis secara statistik dengan

menggunakan program Microsoft Excel 2007 dan SPSS versi 16.0 for Windows. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi pearson, uji korelasi spearman dan regresi linear. Uji korelasi pearson digunakan untuk melihat hubungan antar karakteristik contoh yaitu kadar hemoglobin contoh, usia menstruasi dan IMT contoh. Uji korelasi spearman untuk melihat hubungan antara kadar hemoglobin terhadap kebiasaan makan, perilaku hidup bersih dan sehat, karakteristik menstruasi, keadaan lingkungan, riwayat kecacingan, tingkat kecukupan zat gizi dan frekuensi konsumsi pangan. Berikut ini adalah jenis dan kategori variabel yang dijelaskan pada Tabel 3.

Tabel 3 Kategori dan variabel

No. Variabel Kategori Sumber

1. Pengetahuan Gizi Kurang jika skor <60%

Sedang jika skor 60%-80% Baik jika skor >80%

Khomsan (2000)

2. Status gizi siswa

berdasarkan IMT/U Sangat kurus (<-3 SD), Kurus (-3 SD ≤ z <-2 SD), Normal (-2 SD ≤ z ≤+1 SD), Overweight (+1 SD < z ≤+2 SD) Obese (>+2 SD). WHO 2007

3. Status anemia Berat <7.0 g/dl

Sedang 7.0-9.9 g/dl Ringan 10.0-11.9 g/dl

Normal ≥12.0 g/dl

AC/SCN 1991

4. Kebiasaan makan Baik (47-53)

Cukup (41-46 Kurang (35-40) Slamet 1993 5. Frekuensi konsumsi pangan

selalu (1 kali sehari sampai dengan lebih dari 1 kali sehari)

kadang-kadang (3-6 kali seminggu) jarang (1 atau 2 kali seminggu) tidak pernah

Gibson (2005)

6. Tingkat kecukupan

energi dan protein

Defisit tingkat berat (<70% kebutuhan) Defisit tingkat sedang (70-79%

kebutuhan)

Defisit tingkat ringan (80-89% kebutuhan) Normal (90-119% kebutuhan)

Lebih (≥ 120% kebutuhan)

Depkes 2010

7. Tingkat kecukupan

Vitamin dan zat besi

Kurang (<77% AKG)

Cukup (≥ 77% AKG)

Depkes 2010

8. Perilaku hidup bersih

dan sehat (PHBS) Rendah (36-42) Sedang (43-49) Baik (50-58) Slamet 1993

9 Keadaan lingkungan Kurang baik (20-23)

Cukup baik (24-27) Baik (28-30)

Slamet 1993

10. Riwayat kecacingan Rendah (6-7)

Sedang (8-9) Baik (10-12)

Slamet 1993

Kuesioner yang digunakan dalam penelitian disusun dalam bentuk correct-answer multiple choice dan pertanyaan dalam bentuk tertutup dengan pilihan jawaban Ya atau Tidak. Pertanyaan dalam bentuk tertutup memiliki nilai 1 untuk jawaban tidak dan nilai 3 untuk jawaban ya. Pertanyaan dalam bentuk correct-answer multiple choice yang memiliki skor 1 untuk opsi jawaban benar dan 0 untuk opsi jawaban salah. Pertanyaan yang berkaitan mengenai PHBS, kebiasaan makan, riwayat kecacingan, menstruasi dan keadaan lingkungan memiliki skor 1 untuk jawaban tidak pernah, nilai 2 untuk jawaban kadang- kadang dan 3 untuk jawaban selalu. Penentuan kategori digolongkan berdasarkan nilai skor dengan menggunakan interval kelas Slamet (1993), dengan cara membandingkan antara nilai tertinggi yang dikurangi dengan nilai terendah kemudian dibagi dengan kategori yang diinginkan. Kategori yang digunakan dilihat berdasarkan nilai skor yang didapatkan. Berikut ini adalah rumus perhitungan interval:

Interval kelas =

Pendidikan orang tua dikategorikan menjadi empat kategori, yaitu SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Pekerjaan orang tua meliputi pemulung, pedagang, IRT, dan lain-lain. Pendapatan orang tua didapatkan dari pendapatan perkapita keluarga kemudian dibandingkan dengan garis kemiskinan Provinsi Jawa Barat 2011. Status anemia diketahui dengan melalui analisis secara biokimia di laboratorium. Kategori anemia pada remaja putri dilihat berdasarkan kadar hemoglobin dibagi menjadi empat golongan, yaitu berat <7.0 g/dl, sedang 7.0-9.9 g/dl, ringan 10.0-11.9 g/dl dan normal ≥12.0 g/dl (ACC/SCN 1991). Pengukuran status gizi dengan metode antropometri dilakukan dengan menimbang berat badan (kg) dan mengukur tinggi badan (m2). Indikator penentuan status gizi berdasarkan IMT/U dihitung menggunakan software WHO anthroplus 2007.

Data jenis dan frekuensi konsumsi pangan sumber heme dan non heme diperoleh dengan menggunakan metode kuesioner pangan semikuantitatif (FFQ semikuantitatif) selama satu bulan. Data kandungan gizi bahan makanan dikonversikan ke dalam energi dan zat gizi dengan menggunakan DKBM (daftar komposisi bahan makanan). Data konsumsi pangan yang didapatkan dihitung kandungan gizi dari setiap bahan pangan dengan menggunakan rumus menurut Hardinsyah dan Briawan (1994) sebagai berikut :

Kgij = (Bij/100) x Gij x BDDj/100) Keterangan :

Kgij : Konsumsi zat gizi i dari bahan makanan j dengan berat B gram Bj : Berat bahan makanan j yang dikonsumsi (gram)

Gij : Kandungan zat gizi i dalam 100 gram BDD bahan makanan j BDDj : Persen bahan makanan j yang dapat dimakan (%BDD)

Perhitungan tingkat kecukupan zat gizi contoh dihitung dengan menggunakan rumus yang terdapat dalam perhitungan AKE (angka kecukupan energi) yang disesuaikan menurut WNPG 2004.

TKG = (BB aktual/BB standar) x AKG Keterangan :

TKG : tingkat kecukupan gizi

BB aktual : berat badan yang sebenarnya/yang mendekati BB standar : berat badan standar berdasarkan umur 13-15 tahun AKG : angka kecukupan gizi yang dianjurkan

Angka kecukupan energi contoh ditentukan menurut Hardinsyah dan Tambunan (2004) dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

AKE = (88,5-61,9 U) + 26,7 B (AkF) + 903 TB + 25 Keterangan :

AKE : angka kecukupan energi sehari U : usia contoh

B : berat badan contoh (kg)

AkF : aktifitas fisik berdasarkan perhitungan kegiatan sehari-hari contoh TB : tinggi badan contoh (m)

Angka kecukupan protein, vitamin A, vitamin C, vitamin D, dan zat besi diacu berdasarkan WNPG 2004. Angka kecukupan protein adalah 57 g/hari (Hardinsyah dan Tambunan 2004), angka kecukupan vitamin A adalah 600 RE/hari (Muhilal dan Sulaeman 2004), angka kecukupan vitamin C adalah 65 mg/hari (Setiawan dan Rahayuningsih 2004), vitamin D adalah 5 g/hari, dan zat besi 26 mg/hari (Kartono dan Soekatri 2004).

Definisi Operasional

Remaja putri adalah siswi SMP Negeri 27 Bekasi yang merupakan keluarga pemulung dengan usia 13-15 tahun yang tinggal di wilayah Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Bantar Gebang Bekasi.

Pendidikan orang tua adalah jenjang pendidkan orang tua contoh yang dikategorikan menjadi SD/sederajat, SMP/sederajat, SMA/sederajat dan perguruan tinggi.

Pekerjaan orang tua adalah pekerjaan yang dilakukan oleh orang tua contoh untuk memenuhi kebutuhan keluarga contoh yang dikategorikan menjadi, pemulung, pedagang, ibu rumah tangga dan lain-lain.

Pendapatan orang tua adalah jumlah pendapatan per kapita per bulan yang diterima oleh orang tua contoh yang kemudian dibandingkan dengan garis kemiskinan Provinsi Jawa Barat 2011 dan dikategorikan menjadi keluarga miskin dan tidak miskin.

Pengetahuan gizi adalah tingkat pengetahuan atau pemahaman contoh terhadap zat gizi, sumber zat gizi, anemia, dan PHBS yang diketahui melalui hasil tes dengan menjawab 20 soal pertanyaan multiple choice. Kebiasaan makan adalah gambaran kebiasaan contoh dalam mengonsumsi

bahan makanan, jajanan dan suplemen yang diketahui dengan pengamatan secara langsung dan wawancara dengan alat bantu kuesioner.

Konsumsi pangan adalah jenis, jumlah dan frekuensi konsumsi pangan sumber heme dan non heme yang dikonsumsi contoh selama satu bulan yang dilihat dengan menggunakan kuesioner pangan semikuantitatif (FFQ semikuantitatif).

Keadaan lingkungan adalah kondisi wilayah tempat tinggal contoh yang meliputi keadaan fisik rumah, jenis lantai, jumlah ventilasi, penggunaan air bersih, ketersediaan tempat sampah, dan ketersediaan jamban.

Perilaku hidup bersih dan sehat adalah kebiasaan remaja putri dalam bersikap untuk menjaga kesehatan dan mencegah risiko penyakit yang diketahui melalui hasil test dengan menjawab 20 pertanyaan yang meliputi kebiasaan mencuci tangan, kebiasaan merokok, penggunaan jamban dan konsumsi makanan yang beragam dan kebiasaan olahraga.

Lama menstruasi adalah lama menstruasi yang dialami remaja putri selama satu bulan yang dilihat berdasarkan frekuensi, durasi, periode menstruasi dan usia pertama kali menstruasi.

Riwayat kecacingan adalah keadaan kecacingan yang pernah dialami oleh remaja putri yang berhubungan dengan kejadian anemia dan dilihat secara fisik seperti rasa gatal pada dubur, adanya cacing pada feses dan adanya darah pada feses.

Riwayat penyakit adalah penyakit yang pernah diderita contoh dalam kurun waktu dua bulan terakhir yang berhubungan dengan kejadian anemia. Status gizi antropometri adalah keadaan contoh yang diakibatkan dari hasil

konsumsi pangan, penyerapan dan penggunaan zat gizi yang ditentukan dengan Indeks Massa Tubuh menurut umur (IMT/U) yang dikategorikan menjadi sangat kurus <-3 SD, kurus -3 SD ≤ z <-2 SD, normal -2 SD ≤ z ≤+1 SD, overweight +1 SD < z ≤ +2 SD dan obese >+2 SD.

Status anemia adalah keadaan contoh berdasarkan kadar hemoglobin dalam darah yang dinyatakan dalam satuan g/dl dan dikategorikan anemia bila kadar hemoglobin darah kurang dari normal < 12 g/dl.

HASIL PEMBAHASAN

Dokumen terkait