Data yang dipergunakan adalah data sekunder dari penelitian Puspitawati et al. (2009) ”Survey Kepuasan Orangtua Terhadap Pelayanan Pendidikan Dasar yang Disediakan oleh Sistem Desentralisasi Sekolah”. Disain yang digunakan adalah cross sectional study, yaitu penelitian yang dilakukan dalam satu waktu. Penelitian dilakukan di empat kecamatan Kabupaten Indramayu yang dipilih secara purposive, yaitu Kecamatan Indramayu, Kecamatan Sindang, Kecamatan Karangampel, dan Kecamatan Kandanghaur. Pemilihan kecamatan dilakuakan dengan pertimbangan memiliki sekolah yang berlokasi dekat dan jauh dari Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Indaramayu. Penelitian dilaksanakan Februari hingga Mei 2009.
Contoh dan Cara Penarikan Contoh
Contoh yang digunakan pada penelitian ”Survey Kepuasan Orangtua Terhadap Pelayanan Pendidikan Dasar yang Disediakan oleh Sistem Desentralisasi Sekolah” sebanyak 400 contoh. Contoh berasal dari 40 sekolah yang dipilih secara purposive, yaitu 10 contoh per sekolah. Contoh adalah siswa Kelas 6 pada Sekolah dasar dan Kelas 3 Sekolah Menengah Pertama. Sementara itu, yang menjadi responden adalah orangtua atau wali siswa. Untuk studi ini, dipilih contoh dengan kriteria orangtua lengkap, yaitu ketika pengisian kuesioner dilakukan oleh ayah dan ibu. Berdasarkan kriteria tersebut, maka contoh yang didapatkan adalah sebanyak 126 siswa dengan 58 siswa SD dan 68 siswa SMP dari 38 sekolah (SD dan SMP) yang bertempat tinggal di Kecamatan Indramayu (38 contoh), Sindang (23 contoh), Karangampel (37contoh) dan Kandanghaur (28 contoh) (Gambar 5). Untuk kepentingan analisis, contoh dikelompokkan berdasarkan tingkat pendidikan contoh (SD dan SMP) dan lokasi tempat tinggal (kota dan luar kota).
Jenis dan Pengumpulan Data
Jenis data yang dikumpulkan meliputi data sekunder yang terdiri dari (1) karakteristik keluarga responden, meliputi status dalam keluarga, jenis kelamin, umur, lama sekolah, jenis pekerjaan, jumlah anggota keluarga dan pendapatan per bulan, (2) persepsi orangtua terhadap pendidikan dasar, (3) tingkat kepuasan orangtua (direct reported satisfaction) (4) tingkat kepentingan orangtua terhadap pelayanan pendidikan dasar, (5) tingkat kenyataan pelayan pendidikan dasar dan (6) ketersediaan dan kondisi fasilitas fisik di sekolah contoh.
Tabel 1 Jenis data dan cara pengumpulannya
No Variabel Cara pengumpulan data
1 Karakteristik keluarga:
Wawancara Status dalam keluarga
Jenis kelamin Umur
Lama sekolah Pekerjaan
Pendapatan per bulan Jumlah anggota keluarga
Persepsi orangtua terhadap pendidikan dasar 2 Tingkat kepuasan orangtua terhadap
pelayanan pendidikan dasar Wawancara
Gambar 4 Kerangka pengambilan contoh.
Kec. Indramayu Kab. Indramayu Kec. Kandanghaur Kec. Karangampel Kec. Sindang • 5 SD • 5 SMP • 6 SD • 6 SMP • 5 SD • 7 SMP 6 SMP • 50 contoh SD • 70 contoh SMP 60 contoh SMP • 60 contoh SD • 60 contoh SMP • 50 contoh SD • 50 contoh SMP • 15 contoh SD
• 23 contoh SMP •• 17 contoh SD 11 contoh SMP
• 26 contoh SD
• 11 contoh SMP 23 contoh SMP
Lanjutan Tabel1.
3 Harapan/ tingkat kepentingan orangtua
terhadap pelayanan pendidikan dasar Wawancara
4 Tingkat kenyataan pelayanan pendidikan
dasar Wawancara
5 Ketersediaan dan kondisi fasilitas fisik sekolah Observasi
Pengolahan dan Analisis Data
Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan Microsoft Excel 2007 for Windows dan SPSS 15.0 for windows. Analisis yang dilakukan meliputi: (1) tabel analisis deskriptif dalam menganalisis hubungan antara dua variabel, (2) analisis korelasi (Pearson) dalam menganalisis dua atau lebih variabel, (3) analisis deskriptif dengan mempergunakan diagram (4 kuadran) dalam menganalisis kepuasan orangtua, (4) analisis perbandingan dengan mempergunakan uji beda t dan (5) analisis regresi untu mengetahui pengaruh karakteristik orangtua dan sekolah terhadap kepuasan pelayanan pendidikan dasar.
Proses penghitungan kepuasan orangtua dilakukan dengan mempergunakan metode Important-Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Metode IPA merupakan suatu teknik penerapan atribut dari tingkat kepentingan dan tingkat kinerja. Tingkat kepentingan diukur dari harapan pelanggan, sedangkan tingkat kinerja diukur dari kenyataan pelaksanaannya. Analisis tingkat kepentingan dan kinerja diukur dengan menggunakan skala Likert 1-5. Tingkat kepentingan dikategorikan sebagai (1) tidak penting, (2) kurang penting, (3) cukup penting, (4) penting dan (5) sangat penting. Sedangkan tingkat kinerja dikategorikan sebagai (1) jelek sekali, (2) kurang baik, (3) cukup baik, (4) baik dan (5) sangat baik. Skor yang digunakan disajikan pada tabel berikut:
Tabel 2 Skor tingkat kepentingan dan tingkat kinerja
Skor Tingkat Kepentingan Skor Tingkat Kinerja
1 Tidak penting 1 Jelek sekali
2 Kurang penting 2 Kurang baik
3 Cukup penting 3 Cukup baik
4 Penting 4 Baik
5 Sangat penting 5 Sangat baik
IPA merupakan diagram dengan menggunakan rataan skor tingkat kepentingan dan kinerja per atribut. Sebagai garis batas atau nilai tengah digunakan rataan skor tingkat kepentingan dan tingkat kinerja seluruh atribut.
Berikut ini adalah rumus cara mencari skor rata-rata tingkat kepentingan dan tingkat kinerja. 1 x x n =
∑
1 x y n =∑
Keterangan:x = rataan skor kinerja y = rataan skor kepentingan n = jumlah responden
Sementara itu, untuk mencari nilai garis batas kepentingan dan kinerja menggunakan rumus sebagai berikut:
n i x x k =
∑
n i x y k =∑
Keterangan:x = batas sumbu x (tingkat kinerja) y = batas sumbu y (tingkat kepentingan) k = banyaknya atribut yang diteliti
Selanjutnya tingkat unsur-unsur tersebut dijabarkan dan dibagi menjadi empat bagian Diagram Kartesius yang menunjukkkan bahwa Kuadran A adalah prioritas utama, Kuadran B adalah pertahankan/ prestasi, Kuadran C adalah prioritas rendah, Kuadran D adalah berlebihan. Keempat kuadran tersebut disajikan pada Gambar 5. Berdasarkan diagram tersebut, strategi untuk meningkatkan kepuasan dapat ditetapkan untuk setiap kuadaran adalah sebagai berikut:
1. Kuadran A (Atributtes to Improve)
Menunjukkan faktor atau atribut yang dianggap mempengaruhi kepuasan pelanggan, termasuk unsur-unsur jasa yang dianggap sangat penting, namun manajemen belum melaksanakannya sesuai keinginan pelanggan, sehingga mengecewakan/tidak puas.
2. Kuadran B (Maintenance Performance)
Posisi ini menunjukkan unsur jasa pokok yang telah berhasil dilaksanakan oleh pasar, untuk itu wajib dipertahankannya. Dianggap sangat penting dan memuaskan.
3. Kuadran C (Berlebihan)
Posisi ini menunjukkan faktor yang kurang penting pengaruhnya bagi pelanggan, akan tetapi pelaksanaannya berlebihan. Dianggap kurang penting tetapi sangat memuaskan dalam pelaksanaannya. Atribut-atribut yang termasuk dalam kuadran ini dapat dikurangi agar perusahaan dapat menghemat biaya.
4. Kuadran D (Atributtes to Maintain)
Posisi ini menunjukkan beberapa atribut kualitas jasa yang kurang penting pengaruhnya bagi pelanggan dan pelaksanaannya oleh pasar biasa-biasa saja. Dianggap kurang penting dan kurang memuaskan. Peningkatan atribut- atribut ini dapat dipertimbangkan kembali karena pengaruhnya terhadap manfaat yang dirasakan oleh pelanggan sangat kecil.
Metode pengukuran kepuasan lain yang digunakan adalah Customer Satisfaction Index (CSI) digunakan untuk menentukan tingkat kepuasan pelanggan secara menyeluruh dengan pendekatan yang mempertimbangkan tingkat kepentingan dari variable-variabel yang diukur. Penghitungan dilakukan beberapa tahap:
Gambar 5 Diagram kartesisus (Important-Performance Analysis)
Penting
Kepentingan
Kurang penting
X
Kurang Baik Kinerja Baik
A Prioritas Utama
B Prioritas Prestasi
D
Prioritas Rendah Berlebihan C
Y
X
1. MIS adalah penilaian rata-rata contoh terhadap tingkat kepentingan dari setiap atribut. MIS =
(
1)
n i Yi n =∑
Keterangan: n = jumlah contohYi = nilai kepentingan atribut ke-i
2. WF, bobot ini merupakan presentase nilai MIS per atribut terhadap nilai MIS, dimana ρ merupakan atribut kepentingan ke ρ dan i atribut ke i.
WF = 1 100% p i MISi x MISi =
∑
3. MSS adalah penilaian rata-rata contoh terhadap tingkat kinerja dari setiap atribut. MSS =
(
1)
n i Xi n =∑
Keterangan: n = jumlah contohXi = nilai kinerja atribut ke-i 4. WS, hasil kali WF dengan MSS
WSi = WFi x MSSi
5. CSI yaitu total WS dibagi dengan panjang selang.
CSI = 1 p i WSi HS =
∑
Keterangan:ρ = atribut kepentingan ke-p
Hs =skala maksimum yang digunakan
Hasil penghitungan, kemudian diklasifikasikan menjadi:
Tabel 3 Kriteria Customer Satisfaction Index (CSI)
No Skor Kriteria 1 0,00 – 0.34 Tidak puas 2 0.35 – 0.50 Kurang puas 3 0.51 – 0.65 Cukup puas 4 0.66 – 0.80 Puas 5 0.81 – 0.10 Sangat puas
Definisi Operasional Contoh adalah siswa kelas 6 SD dan kelas 3 SMP.
Responden adalah orangtua siswa yang terdiri dari ayah dan ibu. Ayah dan ibu diwawancara secara terpisah untuk menjamin kekonsistenan jawaban. Umur adalah usia responden yang dinyatakan dalam tahun, dihitung sejak
responden lahir sampai ke ulang tahun terdekat.
Lama sekolah adalah jumlah tahun yang telah dilalui responden dalam pendidikan formal, seperti tamat SD maka lama sekolahnya adalah 6 tahun.
Pekerjaan adalahsumber mencari nafkah utama yang ditekuni orangtua.
Pendapatan adalah jumlah uang yang didapat oleh seluruh anggota keluarga yang digunakan untuk membiayai kebutuhan anggota keluarga tersebut. Jumlah anggota keluarga adalah jumlah orang yang memiliki hubungan darah
dan tinggal dalam satu atap
Persepsi terhadap pendidikan dasar adalah pandangan responden dalam menilai penting atau tidaknya pendidikan. Persepsi ini dapat dipengaruhi oleh budaya, pengalaman dan kebutuhan responden terhadap pendidikan. Pengukuran persepsi dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan skala Likert (1) tidak setuju, (2) kurang setuju, (3) netral, (4) setuju dan (5) setuju sekali.
Kepentingan pelayanan pendidikan dasar adalah harapan seseorang terhadap atribut yang ingin dihasilkan dari suatu produk. Diukur dengan mneggunakan skala (1) tidak penting, (2) kurang penting, (3) cukup penting, (4) penting dan (5) sangat penting.
Kinerja pelayanan pendidikan dasar adalah kondisi aktual atau kualitas dari atribut-atribut pelayanan pendidikan dasar yang telah diberikan sekolah. Kinerja ini dinilai oleh orangtua dengan menggunakan skala Likert (1) jelek sekali, (2) kurang baik, (3) cukup baik, (4) baik dan (5) sangat baik. Tingkat kepuasan terhadap pelayanan pendidikan dasar adalah tingkat
perasaan seseorang setelah membandingkan hasil yang diharapkan dengan kondisi aktual dilapangan. Pengukuran tingkat kepuasan dilakukan melalui 9 pertanyaan mengenai atribut pelayanan pendidikan dasar dengan menggunakan skala Likert yaitu (1) tidak puas, (2) kurang puas, (3) cukup puas, (4) puas dan (5) sangat puas.
Kondisi Fasilitas fisik adalah penilaian terhadap kuantitas dan kualitas fasilitas fisik yang disediakan sekolah. Diukur dengan menggunakan skala (1) tidak ada/ tidak baik, (2) ada/ kurang baik dan (3) lengkap/ baik sekali. Kelompok contoh kota adalah contoh yang bertempat tinggal di Kecamatan
Indramayu dan Kecamatan Sidang.
Kelompok contoh luar kota adalah contoh yang bertempat tinggal di Kecamatan Karangampel dan Kandanghaur.