BAB I PENDAHULUAN
F. Metode Penelitian
Dalam penyusunan Tugas Akhir ini penulis memerlukan data-data yang mendukung terbentuknya suatu karya ilmiah. Data yang mendukung
commit to user
5
adalah data yang secara langsung dan benar-benar mewakili objek penulisan.
Untuk mendapatkan data yang mendukung maka diperlukan metode penulisan yang sesuai. Adapun metode penulisan yang digunakan oleh penulis yaitu :
1. Desain Penulisan
Dalam penulisan ini penulis menggunakan desain kasus yaitu mendeskripsikan suatu permasalahan tertentu dengan memfokuskan jawaban atas pertanyaan siapa dan bagaimana guna memperoleh jawaban atau kesimpulan.
2. Objek Penulisan
Penelitian yang dilakukan oleh penulis dilaksanakan di Lembaga PAUD Pambudi Luhur yang beralamatkan di Banjarejo Rt 02 / Rw 01, Tuban, Gondangrejo, Karanganyar, Telp. (0271) 7073235 / 0853935655.
3. Jenis dan Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.
Data tersebut diperoleh dari catatan perusahaan, referensi atau sumber-sumber data yang telah tersedia seperti data manajemen yang berkaitan dengan penelitian.
4. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data dalam penulisan ini adalah : a. Wawancara
commit to user
6
Teknik pengambilan dan pengumpulan informasi dengan cara tanya jawab kepada nara sumber yang berkaitan dengan penilitian yang dilakukan.
b. Observasi
Teknik pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan secara langsung pada ( tempat magang ) untuk mengetahui aktivitas perusahaan.
c. Studi Pustaka
Teknik pengumpulan data dengan membaca literatur buku dan sumber bacaan lainnya yang membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan penulisan.
5. Metode Analisis Data
Pada penelitian ini, data yang di peroleh akan analisis menggunakan analisa deskriptif kualitatif yaitu dengan cara mendeskripsikan kegiatan di perusahaan dalam penetapan kebijakan berdasarkan segmentasi pasar, penetapan pasar sasaran, dan penempatan produk jasa terhadap strategi pemasaran serta menginterprestasikan ( membaca, menyimak, membandingkan ) table, grafik ataupun data-data yang ada kemudian melakukan uraian atau penjabaran untuk menarik kesimpulan.
commit to user
7 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pemasaran
1. Pengertian Pemasaran
Setiap perusahaan pasti memiliki strategi pemasaran tersendiri untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, berkembang dan mendapatkan laba yang optimal. Untuk itu dibutuhkan tenaga ahli dibidang pemasaran, produksi, keuangan, maupun dibidang lain supaya perusahaan mampu bersaing dengan perusahaan lain yang sejenis.
Definisi pemasaran menurut Kotler dan Armstrong ( 2001 ) adalah
“ suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain”.
Pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan pada usaha untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran ( Swastha, 1996 ).
2. Fungsi Pemasaran
Menurut Wilson ( 1982 ) “fungsi pokok dari pemasaran adalah mengajukan penawaran usaha dengan cara yang akan menguntungkan perusahaan pensuplai dan sekaligus memungkinkan pembeli menikmati nilai-nilai jasa dengan mengorbankan alternatif penggunaan uang mereka untuk maksud lain”.
commit to user
8 B. Strategi Pemasaran
Dalam mencapai pasar sesuai dengan yang ditargetkan perlu dibuat strategi pemasaran. Strategi pemasaran adalah logika pemasaran, dan berdasarkan itu, unit bisnsis diharapkan untuk mencapai sasaran-sasaran pemasarannya. Strategi pemasaran terdiri dari pengambilan keputusan tentang biaya pemasaran dari perusahaan, bauran pemasaran, dan alokasi pemasaran ( Kotler, 1993 ).
Strategi pemasaran merupakan kegiatan menyeleksi dan penjelasan satu atau beberapa target pasar dan mengembangkan serta memelihara satu bauran pemasaran yang menghasilkan keputusan bersama dengan pasar yang dituju ( Lamb, Hair, Mc Daniel, 2001 ). Pada saat memasarkan suatu produk, perusahaan harus mengetahui strategi pemasaran untuk berkembang dan mendapatkan laba.
C. Jasa
1. Pengertian Jasa
Menurut Kotler dalam Lupiyoadi ( 2009 ) “jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa pun. Produksi jasa berkaitan dengan produk fisik atau sebaliknya”.
Sedangkan menurut Swastha ( 1996 ) “ jasa adalah barang yang tidak kentara ( intangible product ) yang dibeli dan dijual di pasar melalui
commit to user
9
suatu transaksi pertukaran yang saling menguntungkan”. Dari pengertian tersebur dapat diketahui bahwa yang ditawarkan oleh jasa ialah kepuasan, bukan bentuk.
2. Karakteristik Jasa
Produk jasa memiliki karakteristik yang berbeda dengan barang ( produk fisik ). Menurut Griffin dalam Lupiyoadi ( 2009 ) menyebutkan beberapa karakteristik jasa, antara lain :
a. Intangibility ( tidak berwujud )
Jasa tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, didengar, atau dicium sebelum jasa itu dibeli. Nilai penting dari hal ini adalah nilai tak berwujud yang dialami konsumen dalam bentuk kenikmatan, kepuasan, atau kenyamanan.
b. Unstorability ( tidak dapat disimpan )
Jasa tidak mengenal persediaan atau penyimpanan dari produk yang telah dihasilkan. Karakteristik ini disebut juga inseparability ( tidak dapat dipisahkan ), mengingat pada umumnya jasa dihasilkan dan dikonsumsi secara bersamaan.
c. Customization ( kustomisasi )
Jasa sering kali didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Sedangkan karakteristik jasa lembaga pendidikan menurut Lupiyoadi ( 2009 ) adalah bahwa :
commit to user
10
a. Lembaga pendidikan termasuk ke dalam kelompok jasa murni ( pure service ) dimana pemberian jasa yang dilakukan, didukung alat kerja
atau sarana pendukung semata, seperti ruang kelas, kursi, meja, dan buku-buku.
b. Jasa yang diberikan membutuhkan kehadiran pengguna jasa ( siswa ).
Jadi disini pelanggan yang mendatangi lembaga pendidikan tersebut untuk mendapatkan jasa yang diinginkan.
c. Penerimaan jasa adalah orang, jadi merupakan pemberian jasa yang berbasis orang. Pelanggan dan penyedia jasa harus berinteraksi selama proses pemberian jasa berlangsung.
d. Hubungan dengan pelanggan adalah berdasarkan ( member relationship ), dimana pelanggan telah menjadi anggota lembaga
pendidikan tersebut, sistem pemberian jasanya secara terus-menerus dan teratur sesuai kurikulum yang telah ditetapkan.
D. Segmenting ( Segmentasi Pasar ) 1. Pengertian Segmenting
Salah satu kunci kesuksesan perusahaan adalah terletak pada proses segmentasi. Segmentasi pasar menurut Tjiptono ( 2007 ) “proses mengelompokkan pasar keseluruhan yang heterogen menjadi kelompok-kelompok atau segmen-segmen yang memiliki kesamaan dalam hal kebutuhan, keinginan, perilaku dan/atau respons terhadap program pemasaran spesifik”.
commit to user
11
Segmentasi pasar adalah membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang dibedakan menurut kebutuhan, karakteristik, atau tingkah laku, yang mungkin membutuhkan produk yang berbeda ( Lupiyoadi, 2009 ).
2. Tingkatan Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar merupakan suatu usaha untuk meningkatkan ketepatan pemasaran perusahaan. Ada empat tingkatan segmentasi pasar menurut Kotler ( 2000 ) :
a. Pemasaran segmen
Segmen pasar terdiri dari kelompok besar yang dapat diidentifikasi dalam sebuah pasar dengan keinginan, daya beli, lokasi geografis, perilaku pembelian, dan kebiasaan pembelian yang serupa.
Pemasaran segmen menawarkan beberapa manfaat dibandingkan pemasaran masal. Perusahaan dapat menciptakan penawaran produk atau jasa yang lebih selaras dan mengenakan harga yang pantas bagi kelompok sasaran tertentu. Pemilihan saluran distribusi dan saluran komunikasi menjadi jauh lebih mudah. Perusahaan juga mungkin menghadapi lebih sedikit pesaing dalam segmen tertentu.
b. Pemasaran relung / niche
Relung ( niche ) adalah kelompok yang diidentifikasikan secara lebih sempit, khususnya pasar kecil yang kebutuhannya tidak dilayani dengan baik. Relung yang menarik memiliki ciri-ciri sebagai berikut : pelanggan di relung itu memiliki kumpulan kebutuhan yang
benar-commit to user
12
benar berbeda; mereka bersedia membayar harga tambahan ke perusahaan yang paling memuaskan kebutuhan mereka; relung itu tidak mungkin manarik pesaing lain; perusahaan pengisi relung mendapatkan penghematan tertentu melalui spesialisasi; dan relung memiliki ukuran, laba, serta potensi pertumbuhan yang memadai.
c. Pemasaran lokal
Pemasaran sasaran menghasilkan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan kelompok pelanggan lokal ( wilayah perdagangan, lingkungan sekitar, bahkan took individual ).
d. Pemasaran individual
Tingkat segmentasi tertinggi mengarah pada “segmen tunggal”,
“pemasaran sesuai pesanan ( customized marketing )”, atau
“pemasaran satu-lawan-satu”. Kebanyakan pemasaran bisnis-ke-bisnis saat ini dibuat sesuai pesanan, di mana perusahaan manufaktur akan menyesuaikan penawaran, logistik, dan persyaratan keuangan bagi masing-masing pelanggan.
Menurut Swastha dan Irawan ( 1990 ) ada tiga faktor yang harus dipertimbangkan untuk mendapat segmentasi pasar secara efektif, antara lain :
1. Measurability
Measurability adalah tingkat informasi yang ada mengenai sifat-sifat pembeli, sejauh mana sifat-sifat-sifat-sifat tersebut dapat diukur.
commit to user
13 2. Accessibility
Accessibility yaitu tingkat dimana perusahaan itu secara efektif
memusatkan usaha pemasarannya pada segmen yang telah dipilihnya.
3. Substantiality
Substantiality ialah suatu tingkat dimana segmen itu luas dan
cukup menguntungkan untuk melakuukan kegiatan pemasaran itu sendiri.
3. Dasar Segmentasi
Menurut Kotler dan Keller ( 2009 ) variabel segmentasi utama antara lain terdiri dari :
a. Segmentasi Geografis
Segmentasi geografis memerlukan pembagian pasar menjadi berbagai unit geografis seperti negara, negara bagian, wilayah, kabupaten, kota, atau lingkungan sekitar. Perusahaan dapat beroperasi di satu atau beberapa daerah, atau beroperasi di seluruh daerah, sambil tetap memberikan perhatian pada variasi lokal.
b. Segmentasi Demografis
Dalam segmentasi demografis, pasar dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan variabel seperti usia, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, generasi, kebangsaan, dan kelas sosial. Salah satu alasan
commit to user
14
variebel demografis begitu popular bagi pemasar adalah bahwa variabel ini sering terkait erat dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.
c. Segmentasi Psikografis
Psikografis adalah ilmu untuk menggunakan psikologi dan demografi guna lebih memahami konsumen. Dalam segmentasi psikografis, pembeli dibagi menjadi berbagai kelompok berdasarkan sifat psikologis / kepribadian, gaya hidup, atau nilai.
d. Segmentasi Perilaku
Dalam segmentasi perilaku, pemasar membagi pembeli menjadi beberapa kelompok berdasarkan pengetahuan, sikap, penggunaan, atau respons terhadap sebuah produk.
4. Langkah Segmentasi
Menurut Lupiyoadi ( 2009 ) dalam melakukan segmentasi, ada beberapa langkah yang perlu diikuti, yakni :
a. Pendefinisian pasar yang ingin dimasuki
b. Identifikasi dasar / bisnis alternative untuk segmentasi
c. Pengujian basis tersebut dan memilih dasar yang terbaik untuk segmentasi.
d. Identifikasi segmentasi pasar individual, menunjukkan daya tariknya, dan seleksi akan segmen yang menjadi target secara spesifik.
commit to user
15 5. Karakteristik Segmentasi
Agar dapat berguna, segmen-segmen pasar haruslah menilai berdasarkan lima kriteria utama ( Kotler dan Keller, 2009 ), yaitu :
a. Terukur
Ukuran, daya beli, dan karakteristik segmen dapat diukur.
b. Substansial
Segmen cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani. Sebuah segmen harus menjadi kelompok homogen terbesar yang layak dikejar dengan program pemasaran yang disesuaikan.
c. Dapat diakses
Segmen dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
d. Dapat didiferensial
Segmen dapat dibedakan secara konseptual dan mempunyai respons yang berbeda terhadap elemen dan program bauran pemasaran yang berbeda.
e. Dapat ditindaklanjuti
Program yang efektif dapat diformulasikan untuk menarik dan melayani segmen.
commit to user
16 E. Targeting ( Target Pasar )
1. Pengertian Targeting
Targeting adalah kumpulan pembeli dengan kebutuhan atau
karakteristik serupa yang akan dilayani oleh perusahaan ( Kotler dan Armstrong, 1997 ).
Sedangkan menurut Swata dan Irawan ( 1990 ), “targeting adalah keputusan pembelian mengenai segmen atau pasar manakah yang akan dilayani”.
2. Macam Targeting
Menurut Gitosudarmo ( 1999 ) pada dasarnya ada tiga jenis strategi pemasaran dalam pasar sasaran, yaitu :
a. Strategi Satu Sasaran ( single target )
Dalam hal ini pengusaha memilih salah satu segmen yang dipandang paling potensial dan kemudian dijadikannya sebagai sasaran atau target untuk dilayaninya dengan marketing mixnya. Strategi ini disebut concentrated marketing.
b. Strategi Sasaran Ganda ( multy targets )
Disini pengusaha memiliki dua atau beberapa bahkan mungkin semua segmen untuk dilayaninya tetapi dengan cara pelayanan atau strategi marketing mix yang berbeda terhadap segmen yang berbeda. Jadi
dalam hal ini pengusaha melakukan strategi yang berbeda terhadap segmen yang berbeda. Strategi ini sering disebut sebagai differentiated marketing.
commit to user
17
c. Strategi Kombinasi Sasaran ( combine targets )
Dalam hal ini pengusaha mengkombinasikan atau menyatukan beberapa segmen menjadi satu segmen yang lebih luas sebagai sasarannya dan kemudian mengatur strategi untuk segmen pasar yang luas tersebut. Strategi ini sering disebut sebagai undifferentiated marketing.
F. Positioning ( Posisi Pasar ) 1. Pengertian Positioning
Positioning adalah mengembangkan bauran pemasaran spesifik
untuk mempengaruhi keseluruhan persepsi pelanggan-pelanggan potensial terhadap merek, lini produk, atau organisasi secara umum ( Lamb, Hair, Mc Daniel, 2001 ).
Sedangkan menurut Tjiptono ( 2007 ), “positioning adalah cara produk, merek atau organisasi perusahaan dipersepsikan secara relative dibandingkan dengan para pesaing oleh pelanggan saat ini maupun calon pelanggan”.
2. Langkah-langkah Positioning
Menurut Kotler dalam Lupiyoadi ( 2009 ), setidaknya ada tiga langkah dalam melakukan positioning, yakni :
a. Mengenali keunggulan-keunggulan yang mungkin dapat ditampilkan dalam hubungan dengan pesaing.
b. Memilih keunggulan-keunggulan yang paling kuat / menonjol.
commit to user
18
c. Menyampaikan keunggulan itu secara efektif kepada target pasar.
3. Kriteria Positioning
Tidak semua keunggulan merupakan indikator yang bisa ditampilkan ke pasar, tetapi harus diseleksi. Menurut Kotler dalam Lupiyoadi ( 2009 ), sebuah keunggulan yang patut ditampilkan harus memenuhi kriteria :
a. Penting
Keunggulan itu harus merupakan kemampuan yang dianggap sangat penting oleh cukup banyak pembeli.
b. Berbeda
Belum ada pesaing yang menawarkan / memposisikan keunggulan itu atau mereka sudah ada yang menawarkannya namun masih dengan cara yang lebih umum.
c. Unggul ( superior )
Keunggulan itu lebih baik dibanding yang dimiliki produk atau jasa lainnya yang dimiliki pesaing.
d. Dapat dikomunikasikan
Keunggulan itu dapat dikomunikasikan dan menjadi perhatian pembeli atau calon pembeli.
e. Pelopor
Pesaing sulit meniru keunggulan yang dimiliki tersebut.
commit to user
19 f. Harga terjangkau
Pembeli mampu membayar biaya keunggulan yang ditambahkan dalam produk tersebut.
g. Menguntungkan
Perusahaan dapat memperoleh laba dari pemberian keunggulan tersebut.
G. Kerangka Pemikiran
Gambar 2.1. Kerangka Pemikiran PAUD PAMBUDI LUHUR
STRATEGI PEMASARAN
EVALUASI STRATEGI PEMASARAN
POSITIONING TARGETING
SEGMENTING
commit to user
20
Penjelasan Kerangka Pemikiran sebagai berikut :
1. Dalam suatu perusahaan pastinya memiliki tujuan dan target yang jelas terhadap produk yang dihasilkan. Jika perusahaan menginginkan produknya tepat pada sasaran konsumen, maka perusahaan harus menetapkan strategi segmenting, targeting dan positioning untuk mengoptimalkan strategi pemasaran.
2. Segmenting adalah mengidentifikasi dan membentuk kelompok pembeli yang berbeda. Hal ini dapat didasarkan berdasarkan segmentasi geografis, segmentasi demografis, segmentasi psikografis.
3. Targeting adalah memilih satu atau beberapa segmen pasar untuk di masuki. Targeting dapat dilaksanakan secara efektif ketika perusahaan dapat mentargetkan konsumen yang akan menjadi pasar sasarannya.
4. Positioning adalah suatu strategi yang menggunakan informasi untuk menciptakan suatu kesan dalam benak konsumen terhadap produk sesuai dengan keinginan pasar yang dituju.
5. Setelah melalui beberapa tahap yang telah diterapkan, maka perusahaan akan melakukan pengamatan terhadap volume penjualan produk yang ditawarkan. Pengamatan tersebut dilakukan untuk mengukur keuntungan dan kerugian yang dialami oleh perusahaan. Jika strategi pemasaran yang telah digunakan mengakibatkan kerugian perusahaan, maka perusahaan harus mengevaluasi dan merancang ulang strategi tersebut.
commit to user
21 BAB III
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN PEMBAHASAN
A. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 1. Identitas Perusahaan
Saat ini Lembaga PAUD Pambudi Luhur merupakan salah satu PAUD Terpadu di lingkungan kabupaten Karanganyar. PAUD tersebut dikelola secara kelembagaan dan bukan secara yayasan pada umumnya.
Lembaga ini mempekerjakan 10 ( sepuluh ) orang pegawai.
Lembaga ini beralamatkan di Banjarejo Rt 02/Rw 01, Tuban, Gondangrejo, Karanganyar. Meskipun secara geografis tidak terletak di pinggir jalan besar, akses jalan masuk ke PAUD cukup dekat.
2. Sejarah Berdirinya
Awal kegiatan ini di bentuk pada tanggal 25 Desember 2005.
Mulanya kegiatan ini masih bertempat atau berlokasi di rumah pribadi ibu Sutri Ratmini dan keluarga, hal ini di karenakan belum adanya kepemilikan tempat sendiri. Namun setelah berjalan setengah tahun, dibangun suatu bangunan untuk mendukung kegiatan tersebut yang beralamatkan di Banjarejo Rt 02 / 01, Tuban, Gondangrejo, Karanganyar. Sehingga kini tidak lagi bertempat di rumah pribadi Beliau, melainkan di bangunan yang telah disiapkan untuk kegiatan tersebut.
commit to user
22
Memang awalnya kegiatan PAUD ini hanya memiliki sedikit murid atau anak didik. Namun kini jumlah murid didik PAUD sudah mulai bertambah banyak. Karena menurut pandangan orang tua anak didik tersebut biaya di PAUD Pambudi Luhur masih bisa dijangkau oleh mereka-mereka yang berpendapatan sedang. Bahkan selain biayanya terjangkau, kualitas didiknya juga bagus. Saat ini PAUD sendiri telah mengembangkan kegiatan TPA ( Taman Penitipan Anak ) yang keuntungannya sangat menjanjikan. Untuk tempatnya sudah tidak di ragukan lagi, karena selain strategis dan luas, tempatnya juga bersih dan nyaman.
3. Struktur Organisasi
Gambar 3.1 Struktur Organisasi PAUD Pambudi Luhur Sumber : PAUD Pambudi Luhur Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar
Kepala Lembaga
Wakil Kepala Lembaga
Para Pendidik
Sekretaris Bendahara
commit to user
23
Deskripsi pekerjaan masing-masing bagian adalah sebagai berikut : a. Kepala Lembaga
Kepala Lembaga bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup perusahaan serta sebagai pemilik ( owner ) perusahaan.
b. Wakil Kepala Lembaga
Wakil Kepala Lembaga bertanggung jawab langsung kepada Kepala Lembaga untuk memimpin semua bidang dan memberikan laporan langsung kepada Kepala Lembaga.
c. Sekretaris
Sekretaris bertugas untuk mengatur tugas-tugas kesekretariatan.
d. Bendahara
Bendahara mempunyai tanggung jawab membuat laporan keuangan perusahaan dan mengelola keuangan perusahaan.
e. Para Pendidik
Para Pendidik bertanggung jawab memberikan materi dan pengajaran kepada para anak didiknya sesuai dengan kurikulum PAUD Pambudi Luhur. Mereka juga harus menjaga kondusifitas kelas untuk mendukung proses belajar mengajar.
4. Fasilitas Pendidikan
Fasilitas yang dimiliki oleh Kelompok Bermain Pambudi Luhur sebagai pusat PAUD Unggulan, memiliki sarana dan prasarana meliputi hal-hal, sebagai berikut :
commit to user
24
a. Keunggulan kurikulum, dengan mengembangkan menu pembelajaran generik yang diramu dengan menu pembelajaran Pambudi Luhur, sehingga tercipta menu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak.
b. Lingkungan yang mudah dijangkau
c. Pendidik yang sudah berpengalaman menangani pendidikan anak usia dini selama hampir tujuh tahun, dan telah mendapatkan beberapa kali pelatihan baik tingkat lokal maupun tingkat nasional.
d. Pengelola dan Pendidik yang aktif di organisasi pendukung pendidikan anak usia dini baik tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten.
e. Menjadi tempat kegiatan Himpaudi, baik untuk pertemuan maupun pelatihan.
f. Posyandu, kegiatan Posyandu diikuti oleh semua peserta didik setiap tanggal 23. Pada kesempatan ini peserta didik ditimbang berat badan, diukur tinggi badan, dan diberi imunisasi atau vitamin A, apabila bertepatan dengan kegiatan imunisasi atau pemberian vitamin A.
Pada kegiatan ini peserta didik juga dibekali APE yang dapat digunakan oleh anggota Posyandu lain yang bukan peserta didik Pambudi Luhur. Sementara itu, guru ( pendidik KB Pambudi Luhur ) mencatat hasil timbangan berat badan dan hasil pengukuran tinggi badan untuk dilaporkan kepada orang tua peserta didik.
commit to user
25
g. Aktif di Himpaudi. Tujuan aktif mengikuti kegiatan himpaudi baik tingkat kecamatan maupun kabupaten adalah untuk menambah wawasan dan saling bertukar informasi seputar PAUD.
h. Alat Permainan Edukatif ( APE )
5. Kurikulum / Program Pembelajaran
Kelompok Bermain Pambudi Luhur, menggunakan Kurikulum Utama berupa Menu Pembelajaran Generik yang dikeluarkan oleh Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Depdiknas Tahun 2004, serta Kurikulum yang disusun oleh Kelompok Bermain Pambudi Luhur.
a. Prinsip Pengembangan Kurikulum
Perpaduan penggunaan kurikulum yang disusun oleh Depdiknas dengan kurikulum yang dibuat oleh Kelompok Bermain Pambudi Luhur didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut :
1) Relevansi, prinsip relevansi diterapkan agar kurikulum Pendidikan Anak Usia di Kelompok Bermain Pambudi Luhur sesuai dengan tuntutan yang ada yaitu sesuai dengan kebutuhan peserta didik, baik kebutuhan pendidikan maupun kebutuhan belajar serta tuntutan perkembangan anak.
2) Fleksibilitas, Pendidikan Anak Usia Dini memiliki keragaman konteks, oleh karena itu kurikulum dikembangkan sesuai dengan konteks dimana Kelompok Bermain Pambudi Luhur berada.
commit to user
26
3) Kontinuitas, Program Pendidikan Anak Usia Dini bukan merupakan program pendidikan akhir, tetapi masih ada program lanjutan yang akan dilalui oleh peserta didik. Oleh karena itu kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini digunakan dasar bagi kesiapan anak untuk mengikuti jenjang pendidikan dasar maupun kesiapan anak untuk hidup bersama sebagai pribadi dan anggota keluarga maupun anggota masyarakat.
4) Praktis, dengan melihat karakteristik peserta didik maupun pendidik di Kelompok Bermain Pambudi Luhur, maka kurikulum disusun secara praktis sehingga dapat dijadikan pedoman bagi pendidik untuk menerapkannya.
5) Efektifitas, kurikulum Kelompok Bermain Pambudi Luhur disusun dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan visi, misi dan nilai yang dibangun.
b. Aspek Kurikulum
Kurikulum Kelompok Bermain Pambudi Luhur mengacu pada Menu Pembelajaran Generik yang diterbitkan oleh Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Ditjend PLS, dengan memperhatikan 9 aspek kecerdasan ganda. Aspek-aspek yang akan dikembangkan melalui Kelompok Bermain meliputi :
commit to user
27
1) Pengembangan modal dan nilai-nilai agama ( Budi Pekerti dan keyakinan beragama, dengan ajaran Islam sebagai dasar utamanya ).
2) Pengembangan fisik ( Motorik Kasar, Motorik Halus, Ketrampilan dan Jasmani ).
3) Pengembangan bahasa ( Komunikasi aktif dan pasif ).
4) Pengembangan Kognitif ( Berfikir, penalaran, pengetahuan dan pemecahan masalah ).
5) Pengembangan Sosial Emosional ( Kemampuan bermasyarakat, emosi dan disiplin ).
6) Pengembangan seni
c. Prinsip Penyelenggaraan Proses Pembelajaran
Dalam menyelenggarakan proses pembelajaran, akan diterapkan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1) Berorientasi pada kebutuhan anak, dengan mengakomodasi kebutuhan anak terhadap layanan pendidikan, pengembangan modal dan etika perkembangan psikologis, kesehatan dan gizi.
2) Belajar melalui bermain, yang dilaksankaan melalui sentra-sentra.
3) Kreatif dan inovatif, dengan senantiasa mengembangkan kegiatan-kegiatan yang bervariasi sehingga menarik bagi siswa dan orangtua.
commit to user
28
4) Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk terselenggaranya proses pembelajaran yang mampu mengakomodasikan beberapa aspek pengembangan.
5) Menggunakan pembelajaran terpadu, dengan merumuskan dalam bentuk thema-thema pembelajaran yang mampu mengakomodasikan beberapa aspek pengembangan.
6) Menggunakan berbagai media dan sumber belajar yang relevan ( mudah, mudah didapat, aman, terjangkau, dan ramah lingkungan ).
7) Mengembangkan kompetensi siswa berdasarkan prinsip-prinsip
7) Mengembangkan kompetensi siswa berdasarkan prinsip-prinsip