BAGIAN KARYA TULIS ILMIAH
A. Bagian Awal
Bagian awal ini mencakup halaman sampul depan, halaman judul, halaman persetujuan, halaman pengesahan, motto (jika diperlukan), persembahan (opsional), biodata peneliti, abstrak, abstract (bahasa Inggris), kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan daftar lampiran serta arti lambang dan singkatan (opsional). Nomor halaman mulai dihitung dari halaman Judul dan halaman ini diberi nomor romawi i, halaman selanjunya diberi nomor ii, iii, dan seterusnya. Nomor halaman dengan romawi kecil ini dimunculkan di bawah bagian tengah. Daftar tabel dibuat bila terdapat lebih dari satu tabel. Demikian pula halnya gambar dan lampiran hanya perlu dibuatkan daftarnya bila terdapat dua atau lebih gambar dan lampiran dalam karya tulis ilmiah. Penjabaran pada setiap item dapat dilihat di bawah ini: 1. Halaman sampul depan (Cover)
Halaman ini memuat warna sampul skripsi biru tua dibuat dari kertas jenis linen yang dilaminating plastik. Pada sampul dicetak judul skripsi, nama lengkap penulis dengan nomor induk mahasiswa, Lambang/logo Politeknik Kesehatan Kemenkes Pontianak (P=4cm L=4,5cm), Jurusan, Kota dan tahun lulus bukan tahun wisuda. Skripsi dibuat dengan sampul kertas (hard cover) dan diberi cetakan pada punggungnya (lampiran 2).
2. Halaman judul
Penulisan halaman judul sama dengan penulisan halaman sampul depan, nama penulis harus lengkap, tanpa singkatan apapun. Kalimat-kalimat yang ditulis pada halaman judul harus simetris atau ditengah-tengah daerah pengetikan. Jarak antar baris satu spasi dan upayakan judul tidak lebih dari tiga baris dan ditulis dalam bentuk travesium terbalik (lampiran 3). 3. Lembar persetujuan
Pada lembar persetujuan memuat nama mahasiswa, nomor induk mahasiswa, nama program studi, judul proposal/KTI, tanggal persetujuan, nama dan tanda tangan para pembimbing, nama dan tanda tangan ketua program studi (Lampiran 6-9).
4. Lembar pengesahan
Pada lembar pengesahan memuat nama mahasiswa, nomor induk mahasiswa, nama program studi, judul proposal/KTI, nama dan tanda tangan para penguji dengan gelar akademik yang ditulis menyertai nama, nama dan tanda tangan ketua jurusan (Lampiran 10-11).
5. Abstrak
Abstrak merupakan bagian dari skripsi dan ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Abstrak merupakan ulasan singkat mengapa penelitian dilakukan, metode bagaimana penelitian dilaksanakan, hasil-hasil yang penting, dan simpulan utama dari hasil penelitian serta saran. Abstrak disusun dalam beberapa paragraph dan panjangnya tidak lebih dari satu halaman (250 kata) serta diketik dengan spasi satu, termasuk judul. Kata
“ABSTRAK” ditulis dalam huruf capital dan diletakkan ditengah. Nama
lengkap penulis diketik dengan huruf capital dua spasi di bawah judul dan dimulai dari batas kiri, kemudian disusul judul penelitian. Huruf pertama setiap kata pada judul diketik dengan huruf capital kecuali kata depan dan
kata sambung, selanjutnya “dibimbing oleh xxx” (nama lengkap pembimbing, tanpa gelar) yang ditulis dengan huruf capital. Abstrak terletak pada halaman setelah sampul atau halaman persetujuan, dimasukkan sebelum daftar isi (Lampiran 14). Abstrak ditulis dalam 5 paragraf (latar belakang, Tujuan, Metode penelitian, hasil, kesimpulan dan saran/ Rekomendasi*) menurut Per UU.
6. Halaman motto dan persembahan (opsional)
Motto merupakan kalimat pendek yang diungkapkan tentang pandangan hidup yang dapat bersumber dari Al-Qur’an, Al-Hadits, Al-Kitab atau sumber lain. Persembahan memuat kepada siapa skripsi dipersembahkan. Dalam penulisan skripsi tidak wajib mencantumkan motto dan persembahan, tetapi kalau ingin dicantumkan juga boleh.
7. Biodata peneliti
Riwayat hidup penulis dituliskan tidak lebih dari satu halaman. Didalamnya diuraikan tempat dan tanggal lahir penulis, nama kedua orang tua, pendidikan, pengalaman kerja (bila ada dengan menyebutkan secara singkat jabatan yang pernah dipangku) (Lampiran 17)
8. Halaman kata pengantar
Kata Pengantar memuat uraian singkat tentang informasi kapan dan lama penelitian dilakukan, lokasi, maksud skripsi, penjelasan-penjelasan dan ucapan terima kasih. Dalam kata pengantar penulis tidak perlu mencantumkan hal-hal yang bersifat ilmiah. Dalam memberikan ucapan terima kasih, harus memuat nama, gelar akademik, jabatan, dan yang telah diberikan dalam penyusunan skripsi, dan harus diungkapkan dalam bahasa ilmiah. Hindari ungkapan berlebihan. Kata pengantar sebaiknya tidak lebih dari satu halaman (Lampiran 9).
9. Halaman daftar isi
Daftar isi memuat gambaran secara garis besar dan sebagai petunjuk bagi Anda yang ingin langsung melihat suatu bab atau sub judul, yang masing-masing disertai dengan nomor halaman. Daftar isi disusun secara teratur menurut nomor halaman yang memuat daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran, judul bab serta sub bab dan sub-sub bab, daftar pustaka dan lampiran. Keterangan halaman yang mendahului daftar isi tidak perlu dimuat dalam daftar isi. Judul daftar isi ditulis dengan huruf capital dan ditempatkan ditengah-tengah, dua spasi di bawah nomor halaman (Lampiran 10).
10. Halaman daftar tabel
Apabila tabel dalam isi skripsi terdapat lebih dari satu, maka penulis perlu menyusun daftar tabel yang memuat urutan judul tabel beserta nomor halamannya. Penulisan nomor tabel didahului dengan nomor bab yang diikuti dengan nomor tabel. Judul tabel harus sama dengan judul tabel yang tertulis dalam teks. Judul yang lebih dari dua baris diketik satu spasi. Antara judul tabel diberi jarak dua spasi ( Lampiran 11).
11. Halaman daftar gambar
Seperti halnya penulisan daftar tabel, apabila isi KTI/Skripsi terdapat gambar lebih dari satu, maka penulis perlu menyusun daftar gambar yang memuat urutan judul gambar beserta nomor halamannya. Penulisan nomor gambar didahului dengan nomor bab yang diikuti dengan nomor gambar. Aturan lainnya sama dengan daftar tabel (Lampiran 12).
12. Halaman daftar lampiran
Daftar lampiran memuat beberapa hal yang mendukung penyusunan KTI atau skripsi. Daftar lampiran berisi nomor lampiran, judul lampiran dan
nomor halaman. Lampiran dapat berupa tabel, gambar, atau teks, dan semuanya disusun dengan nomor urut sesuai dengan urutan penyebutannya dalam tubuh tulisan. Halaman lampiran tidak perlu diberi nomor halaman (Lampiran 13).
13. Halaman daftar singkatan (opsional)
Apabila dalam KTI/Skripsi memuat lebih dari satu jenis lambang atau singkatan, maka penulis perlu memberikan arti dan satuan. Penulisan ini dilakukan dengan cara menuliskan dan menguraikan lambang dan singkatan yang termuat dalam KTI/skripsi. Penulisan lambang dan singkatan diurutkan berdasarkan halaman KTI/skripsi.
B. Bagian Utama
Bagian utama mencakup: pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, keterbatasan penelitian, simpulan dan saran.
BAB I PENDAHULUAN
Latar belakang; Pendahuluan berupa latar belakang masalah dan merupakan landasan berpijak bagi munculnya kebutuhan untuk memahami kesenjangan antara kondisi yang ada dengan kondisi yang diharapkan. Oleh karena itu dalam bagian ini diuraikan suatu konstelasi yang memunculkan permasalahan. Disamping itu, dikemukakan pula perlunya pemecahan masalah tersebut secara ilmiah. Pada sub bagian ini pembaca dibawa ke arah pentingnya masalah tersebut, sehingga dapat mengetahui apa akhir dari penelitian yang akan dilakukan. Berikan alasan yang kuat, termasuk kasus yang dipilih dan alasan memilih kasus tersebut. Perumusan atau pendekatan masalah, metode yang akan digunakan dan manfaat hasil penelitian.
A. Latar Belakang
1. Berbentuk piramida terbalik.
2. Memuat Landasan Teori terhadap masalah yang mendasari penelitian. 3. Justifikasi masalah yang akan diteliti (data dan lokasi).
B. Rumusan Masalah
1. Memuat inti dari permasalahan yang akan diteliti. Dibuat dalam bentuk kalimat atau point.
2. Dibuat dalam bentuk kalimat pernyataan atau kalimat tanya.
C. Pertanyaan Penelitian (opsional)
Dimunculkan apabila bentuk penelitian kuantitatif.
D. Tujuan Penelitian
Memuat tujuan umum dan tujuan khusus sebagai berikut; 1. Tujuan umum
Memuat satu kalimat positif, sesuai dengan judul penelitian. 2. Tujuan khusus
a. Berbentuk point.
b. Memuat diskripsi variabel yang akan diteliti.
c. Memuat korelasi (jika penelitian analitik) dari variabel yang akan diteliti.
Dalam menuliskan tujuan penelitian, gunakan kata kerja yang hasilnya dapat diukur atau dilihat, seperti menjajaki, menguraikan, menerangkan, menguji, membuktikan, atau menerapkan suatu gejala. Konsep, atau dugaan atau bahkan membuat suatu prototipe. Dengan demikian kata
“mengetahui” tidak layak dituliskan dalam tujuan penelitian. E. Manfaat Penelitian
1. Mahasiswa.
2. Institusi JKL (pengembangan keilmuan Kesling). 3. Institusi lokasi penelitian/masyarakat.
F. Ruang Lingkup Penelitian 1. Lokasi
Wilayah dimana penelitian dilakukan. 2. Waktu
Kurun waktu penelitian (pelaksanaan penelitian). 3. Keilmuan
Lihat pada PP 66/2014 tentang …
Bagian ruang lingkup penelitian mengakhiri bab pendahuluan yang berisi pernyataan singkat batasan dalam penelitian.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Masing-masing variabel yang akan diteliti perlu didefinisikan secara lugas. Pendefinisian variabel oleh peneliti akan bijaksana jika didasarkan pada beberapa pendapat para ahli. Definisi seluruh variabel yang akan diteliti lugas dan tidak tendensius pada pendapat pribadi dimungkinkan hilangnya kecongkaan peneliti. Disamping itu indikator masing-masing variabel akan objektif dan membantu dalam penyusunan instrumen.
B. Untuk mengkaji masalah penelitian dalam hubungan yang lebih luas diperlukan teori-teori yang relevan dan hasil penelitian yang ada (Jurnal Penelitian). Teori-teori tersebut disamping diperlukan untuk pemecahan masalah yang diteliti juga sangat diperlukan sebagai dasar pembenaran gagasan dan argumentasi keilmuan yang diajukan. Jika penelitian mengambil berbagai teori, maka peneliti harus melakukan analisis yang cermat, sehingga diperoleh konklusi yang dapat diandalkan. Setiap variabel harus dapat diuraikan secara jelas dan ilmiah (didukung oleh pendapat para ahli) sebelum peneliti membuat kesimpulan tentang masing-masing variabel.
C. Kerangka Teori
Pada akhir tinjauan pustaka, disajikan kerangka teori dalam bentuk skema/bagan. Kerangka ini dapat berupa kerangka dari ahli yang sudah ada (Referensi) maupun kerangka yang berdasarkan teori-teori pendukung yang sudah ada (modifikasi).
BAB III METODE PENELITIAN A. Kerangka Konsep (Bagan Alir)
1. Kerangka Konsep diperlukan untuk penelitian kuantitatif.
2. Penelitian deskriptif tidak perlu membuat Kerangka Konsep, tetapi cukup membuat diagram alir penelitian.
3. Kerangka konsep berasal dari kerangka teori biasanya berkonsentrasi pada suatu bagian dari kerangka teori. Kerangka teori terdiri dari teori-teori atau isu-isu dimana penelitian kita terlibat di dalamnya. Sedangkan kerangka konsep menggambarkan aspek-aspek yang telah dipilih dari kerangka teori untuk dijadikan dasar masalah penelitiannya. Jadi
kerangka konsep timbul dari kerangka teori dan berhubungan dengan masalah penelitian yang spesifik.
4. Kerangka konsep lazimnya disajikan dalam bentuk bagan yang berisi suatu rangkaian konstruk atau konsep, definisi dan preposisi yang saling berhubungan yang menyajikan pandangan sistematis tentang suatu fenomena dengan mencirikan hubungan antara variabel-variabel dengan tujuan untuk menjelaskan dan memprediksikan fenomena tersebut.
B. Variabel Penelitian
1. Variabel untuk penelitian kuantitatif. Berisi variabel bebas, variabel terikat dan variabel pengganggu.
2. Untuk penelitian deskriptif, sesuai dengan bagan alir penelitian.
3. Pada bagian ini dijelaskan variabel-variabel penelitian yang digunakan yaitu variabel bebas dan variabel terikat atau variabel pengganggu/ Intervening.
C. Definisi Operasional
1. Memuat uraian untuk mendapatkan hasil ukur dari variabel penelitian (penelitian kuantitatif) atau bagan alir penelitian (penelitian kualitatif) 2. Masing-masing variabel perlu didefinisikan secara operasional yang
artinya pendefinisian masing-masing variabel secara jelas garis batasannya. Pendefinisian di sini tidak akan menyimpang dari pendefinisian pada Bab II. Perbedaannya terletak pada kejelasannya. Di sini peneliti diharapkan dapat menguraikan/menarik indikator masing-masing variabel dan teknik pengukurannya serta skala hasil pengukurannya.
D. Desain Penelitian
Pada bagian ini dijelaskan rancangan penelitian yang digunakan dan jenis penelitiannya.
E. Hipotesis (opsional)
1. Hanya dimunculkan apabila penelitian kuantitatif.
2. Pada bagian ini dijelaskan hipotesis penelitian yang digunakan dan jenis hipotesisnya.
F. Waktu dan Lokasi Penelitian
Pada bagian ini dijelaskan kapan dan berapa lama waktu penelitian serta dimana lokasi atau tempat penelitian dilakukan.
G. Obyek penelitian (Populasi dan Sampel)
1. Populasi dan Sampel untuk penelitian kuantitatif. 2. Obyek penelitian untuk penelitian kualitatif.
3. Populasi adalah objek utama dari penelitian yang direncanakan. Populasi bisa terkait dengan manusianya serta tindakannya maupun objek lain yang ada di alam. Mengingat jumlah populasi yang adakalanya sangat banyak dan analisis statistik (khususnya parametrik statistik) secara mayoritas menggunakan data sampel maka sebaiknya peneliti menentukan jumlah sampel dengan teknik yang sesuai dengan kaedah keilmuan.
H. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
1. Memuat teknik & instrumen Pengumpulan Data primer dan sekunder. 2. Memuat prosedur kerja penelitian (alat, bahan, cara kerja).
3. RAB dimasukkan ke dalam lampiran
4. Metode/Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data disertai alasannya perlu dijelaskan. Data yang terkumpul dari setiap variabel harus jelas skala pengukurannya, sehingga dapat membantu penditeksian kecocokan skala data dengan teknik analisis.
I. Pengolahan Data
Pada bagian ini dijelaskan tentang data yang sudah terkumpul dari hasil wawancara dan observasi diolah dengan langkah-langkah yang sistematis (editing, scoring, coding, entry, tabulating)
J. Penyajian Data
Penyajian data hasil pengumpulan dan pengolahan data disajikan dalam bentuk narasi, tabel, atau grafik, dll.
K. Analisis Data
1. Teknik dan prosedur analisis data yang digunakan peneliti beserta alasannya perlu dijelaskan. Analisis data dilakukan sesuai dengan kebutuhan penelitian (Univariat dan bivariat) dan metode penelitian,
apakah memerlukan normalitas data, linearitas data, deskripsi data, dan sejenisnya sebelum melakukan analisis (Chi Kuadrat, Korelasi, Regresi, dsb).
2. Analisis data dapat dilakukan secara manual maupun komputer dengan program-program statistik yang telah diakui, baik skala nasional maupun internasional.
3. Teknik dan prosedur analisis data disesuaikan dengan jenis penelitian. Menggunakan software statistik (tanpa menyebutkan nama software tersebut).
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN