BAB I PENDAHULUAN
F. Metode Penelitian
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian lapangan karena meneliti fenomena
yang ada di lapangan atau masyarakat dan memusatkan perhatian pada
suatu kasus secara intensif dan terperinci mengenai latar belakang
keadaan sekarang yang dipermasalahkan (Asmani, 2011: 66).
Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian
kualitatif, yaitu penelitian yang mencoba memahami fenomena dalam
seting dan konteks naturalnya (bukan di dalam laboratorium) di mana
peneliti tidak berusaha untuk memanipulasi fenomena yang diamati
(Sarosa, 2012: 7). Jadi penelitian kualitatif bermaksud untuk
memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian
secara holistik (menyeluruh) dan dengan cara deskripsi dalam bentuk
kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan
dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.
2. Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian kualitatif, peneliti merupakan alat pengumpul
data utama. Peneliti berperanserta pada situs penelitian dan mengikuti
secara aktif kegiatan dan mengumpulkan data dari pengamatannya
12
3. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMP Alternatif Qaryah Thayyibah
Kelurahan Kalibening Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Penelitian
dilakukan dalam rentang waktu bulan Mei-Juni 2016.
Peneliti memilih lokasi SMP Alternatif Qaryah Thayyibah karena
di sekolah tersebut menerapkan pendidikan humanis dalam proses
pembelajarannya. Murid-muridnya juga memiliki keterampilan yang
beraneka ragam sesuai kemampuan masing-masing tanpa adanya
tuntutan atau paksaan.
4. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini meliputi:
a. Data utama yakni data yang diperoleh langsung dari tempat
penelitian. Menurut Lofland dan Lofland, sumber data utama dalam
penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan (Moleong, 2011:
157). Kata-kata dan tindakan didapat dari wawancara atau pengamatan
berperanserta untuk mengetahui implementasi pendidikan humanis
dalam proses pembelajaran. Data utama penelitian ini, penulis
dapatkan dari kepala sekolah, guru-guru, siswa, dan pegawai di SMP
13
b. Data kedua atau data sekunder yaitu data tambahan yang berasal
dari sumber tertulis dan berbagai sumber lainnya yang berkaitan
dengan SMP Alternatif Qaryah Thayyibah. Data kedua ini digunakan
peneliti untuk memperkuat dan melengkapi informasi yang didapat
dari data utama. Dalam penelitian ini data sekunder diperoleh dari
sumber-sumber buku, majalah, artikel, serta data-data lain yang
dipandang relevan bagi penelitian ini.
5. Prosedur Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara
sebagai berikut:
a. Wawancara
Wawancara didefinisikan sebagai diskusi antara dua orang
atau lebih dengan tujuan tertentu (Sarosa, 2012: 45). Wawancara
adalah salah satu alat yang paling banyak digunakan untuk
mengumpulkan data penelitian kualitatif. Wawancara
memungkinkan peneliti mengumpulkan data yang beragam dari
para responden dalam berbagai situasi dan konteks.
Dalam wawancara peneliti dapat mengajukan pertanyaan
mengenai fakta, kepercayaan, perspektif seseorang, perasaan,
perilaku, standar normatif, dan alasan seseorang melakukan
14
kepala sekolah, guru, pegawai, dan murid SMP Alternatif Qaryah
Thayyibah.
b. Observasi
Observasi adalah suatu kegiatan pengamatan (Arikunto,
1998: 234). Observasi bisa diartikan sebagai pengamatan dan
pencatatan secara sistematik fenomena-fenomena yang diselidiki
dalam arti luas, observasi tidak hanya sebatas pada pengamatan
yang dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung,
pengamatan yang tidak langsung melalui kuesioner dan tes.
Konsep-konsep penting dalam observasi antara lain:
1. Dimensi Situasi Sosial
Pada setiap tiap situasi sosial dapat diidentifikasi
adanya tempat, pelaku, dan aktivitas. Yang diamati oleh
peneliti adalah tempat, pelaku yang terlibat, aktivitas
pelaku, objek atau benda fisik yang ada, peristiwa atau
rentetan aktivitas, waktu, tujuan yang hendak dicapai
para pelaku, dan perasaan yang dirasakan atau
15
2. Memperoleh Akses Masuk
Akses mendalam dan luas terhadap komunitas yang
diteliti harus didapatkan peneliti.
3. Diterima oleh Komunitas Partisipan
Dengan berjalannya waktu dan kehadiran serta
keterlibatan peneliti dalam komunitas maka anggota
komunitas akan lebih menerimanya sebagai bagian dari
mereka.
4. Asas Timbal Balik
Dalam melakukan penelitian, para partisipan akan
menyisihkan waktu dan tenaga untuk menjadi
narasumber. Kesediaan peneliti untuk menjadi
konsultan atau menyelesaikan masalah di komunitas
bisa menjadi balasan.
5. Informan Kunci
Leedy dan Ormrod (dalam Sarosa, 2012: 59) informan
kunci adalah partisipan yang karena kedudukannya
dalam komunitas memiliki pengetahuan khusus
mengenai orang lain, proses, maupun peristiwa secara
16
6. Jangka Waktu Studi Lapangan
Peneliti dapat mengakhiri studi lapangan ketika telah
mendapatkan pemahaman terhadap situasi yang diteliti
dan tidak ada lagi temuan baru.
7. Peralatan
Peneliti dapat menggunakan perekam suara, perekam
video, kamera, dan alat dokumentasi lain.
8. Catatan Lapangan
Catatan lapangan merupakan sumber data yang
berharga. Catatan berupa komentar dari peneliti
mengenai apa yang diamati.
c. Dokumentasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dokumentasi
adalah pengumpulan, pemilihan, pengolahan, dan penyimpanan
informasi di bidang pengetahuan. Pemberian atau pengumpulan
bukti dan keterangan (seperti gambar, kutipan, potongan koran, dan
bahan referensi lain).
Dokumen yang digunakan meliputi denah lokasi sekolah,
17
ketika penelitian berlangsung, RPP, dokumen sekolah, dan visi
misi sekolah. Dokumen digunakan peneliti untuk memperkuat dan
melengkapi berbagai macam informasi yang ditemukan selama
proses penelitian dilaksanakan.
a. Analisis Data
Menurut Bogdan dan Briklen (dalam Moleong, 2011 :248)
mendefinisikan analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan jalan
bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya
menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan
menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang
dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang
lain.
Menurut Miles dan Huberman (dalam Emzir, 2011: 129) ada tiga
macam kegiatan dalam analisis data kualitatif, yaitu:
1. Reduksi Data
Reduksi data merujuk pada proses pemilihan, pemfokusan,
penyederhanaan, abstraksi, dan transformsian data mentah yang
terjadi dalam catatan-catatan lapangan tertulis. Reduksi data adalah
suatu bentuk analisis yang mempertajam, memilih, memokuskan,
membuang, dan menyusun data dalam suatu cara dimana
18
2. Model Data
Model data adalah suatu kumpulan informasi tersusun yang
membolehkan pendeskripsian dan pengambilan tindakan. Bentuk
paling sering dari model data kualitatif adalah teks naratif. Teks
naratif adalah tulisan yang berisi rangkaian peristiwa dari waktu ke
waktu yang dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir.
Selain dalam bentuk teks naratif, bentuk lain dari model data
kualitatif adalah matrik, grafik, jaringan kerja, dan bagan.
3. Penarikan atau Verifikasi Kesimpulan
Upaya penarikan kesimpulan dilakukan peneliti secara terus
menerus selama berada di lapangan. Sejak permulaan
pengumpulan data, peneliti mulai mencari arti benda-benda,
mencatat keteraturan pola-pola (dalam catatan teori),
penjelasan-penjelasan, konfigurasi-konfigurasi yang mungkin, alur sebab
akibat, dan proposisi.
Kesimpulan diverifikasi selama penelitian berlangsung
dengan cara: memikir ulang selama penulisan, tinjauan ulang
catatan lapangan, tinjauan kembali dan tukar pikiran antarteman
sejawat, dan upaya-upaya yang luas untuk menempatkan salinan
suatu temuan dalam seperangkat data yang lain. Setelah
19
metode analisis deskripstif yaitu memaparkan gambaran mengenai
situasi yang diteliti dalam bentuk uraian naratif.
a. Pengecekan Keabsahan Data
Pengecekan keabsahan data merupakan upaya agar hasil
penelitian yang disajikan valid dan dapat dipertanggungjawabkan
(Moleong, 2011: 324-332). Untuk menetapkan keabsahan data
diperlukan teknik pemeriksaan yang didasarkan atas sejumlah kriteria
yaitu derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability),
kebergantungan (dependability), dan kepastian (comfirmability).
Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik ketekunan
pengamatan peneliti dan triangulasi.
Ketekunan pengamatan bertujuan untuk menemukan ciri-ciri dan
unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau
isu yang sedang dicari dan kemudian memusatkan diri pada hal- hal
tersebut secara rinci. Teknik ini menuntut agar peneliti mampu
menguraikan secara rinci bagaimana proses penemuan secara tentatif
dan penelaahan secara rinci tersebut dapat dilakukan.
b. Triangulasi
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data dengan
memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk pengecekan atau
20
informasi yang didapat bisa dibuktikan kevalidannya. Hal itu dicapai
dengan:
1) Membandingkan data hasil wawancara dengan hasil
pengamatan.
2) Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum
dengan apa yang dikatakan secara pribadi.
3) Membandingkan apa yang dikatakan orang tentang situasi
penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu.
4) Membandingkan keadaan dan pendapat seseorang dengan
berbagai pendapat dan pandangan orang.
5) Membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen
yang berkaitan.
Melalui teknik triangulasi setiap data yang didapatkan akan
dibandingkan dengan data-data lainnya sehingga menjadi suatu data
yang valid dan bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.
c. Tahap-tahap Penelitian
1. Tahap Pra-lapangan
Tahap pra lapangan adalah tahap di mana ditetapkannya apa
saja yang harus dilakukan sebelum seorang peneliti masuk ke
lapangan obyek studi (Kasiram, 2010: 281). Tahapan yang
21
a) Menyusun proposal penelitian
b) Mengurus perijinan
c) Mencari informasi tentang lokasi
d) Observasi
e) Membuat daftar pertanyaan untuk wawancara
f) Menyiapkan perlengkapan penelitian
g) Mempelajari etika dalam penelitian.
2. Tahap Penelitian Lapangan
Pada tahap penelitian lapangan, peneliti mempersiapkan
dirinya untuk menghadapi lapangan penelitian dengan mamahami
latar penelitian dan persiapan diri, memasuki lapangan,
berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran sambil mengumpulkan
data yang diperoleh. Selain itu peneliti juga melakukan beberapa
wawancara pada murid, guru, kepala sekolah, atau pegawai di
lokasi dan melakukan dokumentasi.