Penelitian ini akan dilakukan di Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Pemilihan lokasi ditentukan secara sengaja
(purposive) dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Tilatang Kamang berada di
daerah Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat. Kecamatan Tilatang Kamang juga merupakan daerah sentra penghasil padi dengan varietas Kuriak Kusuik di wilayah kabupaten Agam. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Juli 2013.
Data dan Sumber Data
Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dari beberapa sumber. Data primer diperoleh dari hasil pengamatan langsung di lapangan dan wawancara kepada petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, pedagang grosir dan pedagang pengencer. Petani yang diwawancarai berjumlah 40 orang dan membudidayakan padi dengan varietas kuriak kusuik. Data yang dibutuhkan adalah luas areal tanam, tingkat
Permintaan beras Kuriak Kusuik yang tinggi dari dalam dan luar daerah Sumatera Barat
Perbedaan harga jual gabah di tingkat produsen dan harga beli beras di tingkat konsumen akhir yang besar
Analisis tataniaga beras kuruiak kusuik
Analisis Kualitatif
1. Analisis lembaga dan saluran tataniaga 2. Analisis fungsi tataniaga
3. Analisis struktuf dan perilaku pasar
Analisis Kuantitatif 1. Analisis marjin tataniaga 2. Analisis faremr`s share
3. Analisis rasio keuntungan terhadap biaya
Rekomendasi saluran tataniaga beras kuriak kususik yang relatif lebih efisien di lokasi penelitian Efisiensi tataniaga beras kuriak kususik
produktivitas, konsumsi, penawaran, data harga dan saluran pemasaran dalam pasar lokal.
Data lain yang diperlukan untuk penelitian ini yaitu data sekunder diperoleh dari berbagai instansi pemerintah diantaranya Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Badan Pusat Statistik (BPS). Data pelengkap lainnya diperoleh melalui penelusuran internet, hasil penelitian terdahulu, artikel pada surat kabar, majalah, buku-buku serta literatur lainnya.
Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah:
1. Data untuk analisis lembaga dan saluran tataniaga, data yang dibutuhkan meliputi:
A. Data pada tingkat produsen (petani), meliputi:
a. Karakteristik petani: nama, umur, pendidikan dan pengalaman bertani.
b. Gambaran umum usahatani : luas lahan, jumlah produksi, luas panen, dan peralatan yang digunakan.
c. Cara penjualan produk. d. Tujuan penjualan produk.
B. Data pada tingkat pengumpul, meliputi:
a. Karakteristik pedagang: nama, umur, pendidikan dan pengalaman berdagang.
b. Jumlah pembelian produk: sumber, jumlah, harga beli dan frekuensi pembelian.
c. Tujuan penjualan produk.
d. Volume penjualan dan harga jual. C. Data pada tingkat pedagang besar, meliputi:
a. Karakteristik pedagang: nama, umur, pendidikan dan pengalaman berdagang.
b. Jumlah pembelian produk: sumber, jumlah, harga beli dan frekuensi pembelian.
c. Tujuan penjualan.
d. Volume penjualan dan harga jual. D. Data pada tingkat pedagang pengecer, yaitu:
a. Karakteristik pedagang: nama, umur, pendidikan dan pengalaman berdagang.
b. Jumlah pembelian produk: sumber, jumlah, harga beli dan frekuensi pembelian.
c. Tujuan penjualan produk.
d. Volume penjualan dan harga jual.
2. Data untuk menganalisis fungsi tataniaga, dianalisis berdasarkan fungsi- fungsi tataniaga pada setiap lembaga tataniaga yang terlibat dalam pemasaran. Data yang dibutuhkan meliputi:
A. Fungsi pertukaran a Petani
1) Volume atau jumlah penjualan kepada pedagang. 2) Frekuensi penjualan.
3) Proses penjualan.
b Pedagang pengumpul, pedagang besar dan pengecer
2) Frekuensi pembelian.
3) Volume atau jumlah penjualan kepada pedagang selanjutnya atau konsumen akhir.
4) Frekuensi penjualan. 5) Proses penjualan. B. Fungsi fisik
a Petani
1) Jumlah produk yang disimpan. 2) Lokasi penyimpanan.
3) Lamanya waktu penyimpanan. 4) Biaya penyimpanan.
5) Biaya transportasi atau pengangkutan.
b Pedagang pengumpul, pedagang besar dan pengecer 1) Jumlah produk yang disimpan.
2) Lokasi penyimpanan produk. 3) Lamanya waktu penyimpanan. 4) Biaya penyimpanan.
5) Biaya transportasi atau pengangkutan. 6) Alat transportasi yang digunakan. 7) Biaya pengolahan.
8) Tenaga kerja yang dibutuhkan dalam pengolahan. C. Fungsi fasilitas
a Petani
1) Proses penyortiran dan grading. 2) Jumlah yang disortir.
3) Kualifikasi produk yang dipilih.
4) Pembiayaan usahatani (persiapan lahan sampai panen) 5) Biaya pengangkutan.
6) Biaya penyimpanan. 7) Biaya penyusutan.
8) Risiko yang ditanggung petani. 9) Sumber informasi pasar.
10)Cara memperoleh informasi pasar.
b Pedagang pengumpul, pedagang besar dan pengecer 1) Proses penyortiran dan grading.
2) Biaya-biaya yang dikeluarkan: pengangkutan, penyimpanan, pengemasan, biaya bongkar muat, penyusutan, biaya tenaga kerja dan lain-lain.
3) Risiko usaha yang ditanggung pedagang. 4) Cara memperoleh informasi pasar.
3. Data untuk menganalisis struktur pasar, data yang dibutuhkan meliputi: A. Jumlah pelaku yang terlibat (jumlah pembeli dan penjual).
B. Keragaan produk.
C. Hambatan keluar masuk pasar: 1) Hambatan yang dialami petani.
2) Hambatan yang dialami pedagang pengumpul. 3) Hambatan yang dialami pedagang besar. 4) Hambatan yang dialami pedagang pengecer.
5) Modal yang diperlukan oleh masing-masing lembaga tataniaga. 6) Jumlah pesaing di pasar.
D. Informasi pasar
1) Sumber informasi pasar atau harga.
2) Cara memperoleh informasi harga ditingkat petani dan pedagang. 3) Sarana informasi yang digunakan.
4. Data untuk menganalisis perilaku pasar, data yang dibutuhkan meliputi: A. Praktek pembelian dan penjualan antar lembaga-lembaga tataniaga,
sistem penentuan harga.
B. Cara pembayaran dari pedagang ke petani.
C. Cara pembayaran harga di antara lembaga pemasaran. D. Praktek kerjasama antar lembaga pemasaran.
5. Data untuk menganalisis marjin tataniaga dan farmer`s share, data yang dibutuhkan meliputi:
A. Harga jual dari petani.
B. Harga beli dari pedagang pengumpul.
C. Biaya-biaya tataniaga yang dikeluarkan pedagang pengumpul. D. Keuntungan pedagang pengumpul.
E. Harga jual dari pedagang pengumpul. F. Harga beli dari pedagang besar.
G. Biaya-biaya tataniaga yang dikeluarkan oleh pedagang besar. H. Keuntungan pedagang besar.
I. Harga jual dari pedagang besar. J. Harga beli dari pedagang pengecer.
K. Biaya-biaya tataniaga yang dikeluarkan oleh pedagang pengecer. L. Keuntungan pedagang pengecer.
M. Harga jual dari pedagang pengecer ke konsumen.
6. Data untuk menganalisis keterpaduan pasar yang terjadi, data yang diperlukan yaitu:
Data serial waktu (time series) berupa daftar harga bulanan beras ditingkat pedagang besar.
7. Data untuk mengetahui gambaran umum lokasi penelitian, data yang dibutuhkan meliputi:
A. Kondisi geografis daerah penelitian. B. Tataguna lahan.
C. Kelembagaan yang ada di Kabupaten Agam.
D. Data kependudukan meliputi: komposisi jumlah penduduk berdasarkan usia dan mata pencaharian, serta keadaan sosial di masyarakat.
Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan dan wawancara langsung yang dilakukan secara sengaja (purposive) kepada petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, pedagang grosir dan pedagang pengencer. Penentuan responden dilakukan berdasarkan keterlibatannya secara langsung dalam kegiatan tataniaga maupun lembaga-lembaga tataniaga yang mendukung.
Responden pelaku pasar terdiri dari pedagang pengumpul, pedagang besar, pedagang pasar induk, dan pedagang pengecer yang diambil berdasarkan penelusuran jumlah yang ada di lapangan. Untuk melakukan analisis tataniaga, dipilih petani responden sebagai sampel dengan cara sengaja (purposive) dari petani-petani yang ada di lapangan, sedangkan untuk lembaga-lembaga pemasaran lainnya terlebih dahulu ditelusuri dari arus barang dari produsen ke konsumen akhir. Kemudian dari penelusuran ini akan diketahui lembaga-lembaga apa saja yang terlibat dalam proses tataniaga beras tersebut.
Metode Pengambilan Sampel
Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan metede purposive sampling. Sampel yang diambil disesuaikan dengan tujuan penelitian. Daerah yang menjadi tempat penelitian dipilih dengan sengaja sesuai dengan tujuan penelitian. Petani responden berjumlah 40 orang. Petani yang menjadi responden adalah petani yang menanam padi dengan varietas Kuriak Kusuik dan sedang melakukan kegiatan panen atau akan melakukan panen dalam jangka waktu paling lama satu minggu setelah wawancara dilakukan. Hal ini dilakukan supaya harga yang diterima petani saat panen tidak berbeda terlalu besar dengan harga pada saat dilakukannya wawancara.
Lembaga tataniaga yang menjadi responden dipilih menggunakan metode
snowball sampling. Lembaga tataniaga yang berperan diketahui berdasarkan informasi dari lembaga tataniaga sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui saluran tataniaga dari beras Kuriak Kusuik di lokasi penelitian. Lembaga tataniaga yang menjadi responden yaitu pedagang pengumpul sebanyak empat orang, pedagang grosir sebanyak dua orang, pedagang pengecer lokal sebanyak dua orang dan pengecer luar daerah sebanyak empat orang.
Metode Pengolahan Data
Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk melakukan analisis saluran tataniaga, lembaga tataniaga, fungsi tataniaga, struktur pasar dan perilaku pasar dimana pengambilan datanya dilakukan melalui wawancara dan pengisian kuisioner. Analisis kuantitatif digunakan untuk melakukan analisis marjin tataniaga, farmer`s share
dan rasio keuntungan terhadap biaya. Pengolahan data untuk analisis kualitatif dilakukan secara deskriptif dan pengolahan data dari analisis kuantitatif akan menggunakan kalkulator, program komputer Microsoft Excel dan sistem tabulasi data.
Analisis Data Analisis Lembaga dan Saluran Tataniaga
Lembaga tataniaga dapat diartikan sebagai pihak yang berperan dalam penyampaian barang dari produsen kepada konsumen. Lembaga ini dapat berupa individu, kelompok atau suatu badan usaha. Analisis lembaga tataniaga digunakan
untuk mengetahui lembaga tataniaga apa saja yang berperan dalam menyalurkan suatu komoditi dari produsen (petani) sampai kepada konsumen.
Analisis saluran tataniaga berfungsi untuk mengetahui saluran tataniaga yang dilalui oleh suatu produk pertanian dan berapa banyak lembaga yang berperan di dalamnya. Melalui analisis saluran tataniaga ini dapat diketahui bagaimana pola saluran tataniaga suatu komoditi dan jumlah saluran yang dapat dilalui oleh komoditi tersebut pada suatu daerah. Semakin singkat saluran tataniaga suatu komoditi berarti lembaga tataniaga yang dilalui juga semakin sedikit, maka marjin tataniaga yang terjadi antara petani dan konsumen akan semakin kecil sehingga harga komoditi yang sampai ke tangan konsumen akan semakin murah.
Analisis Fungsi Tataniaga
Analisis fungsi tataniaga digunakan untuk mengetahui fungsi yang dilakukan oleh setiap lembaga tataniaga. Fungsi yang dilakukan berupa kegiatan untuk menambah nilai dari suatu komoditi sehingga lembaga tataniaga memperoleh marjin dari kegiatan yang dilakukan. Fungsi tataniaga yang dilakukan oleh lembaga tataniaga dapat berupa fungsi pertukaran yang mencakup fungsi pembelian dan fungsi penjualan, kemudian fungsi fisik yang mencakup fungsi pengangkutan, penyimpanan dan pengolahan, terakhir fungsi fasilitas yang mencakup grading atau standarisasi produk, penanggungan risiko, pembiayaan dan informasi pasar.
Analisis Struktur Pasar
Analisis struktur pasar dilakukan untuk mengetahui bagaimana struktur suatu pasar dalam proses tataniaga suatu komoditi pertanian. Analisis struktur pasar dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal yaitu jumlah penjual dan pembeli pada suatu pasar, kemudahan untuk keluar masuk pasar, heterogenitas produk pada pasar tersebut, kondisi dan keadaan produk serta informasi harga pasar. Pasar yang memiliki sistem tataniaga yang efisien adalah pasar yang memiliki banyak pembeli dan penjual, akses untuk keluar masuk pasar mudah, produk yang diperjualbelikan homogen, serta informasi harga pasar mudah diakses. Pasar dengan ciri-ciri seperti ini merupakan pasar persaingan sempurna. Namun dalam kenyataanya tidak ditemukan pasar dengan struktur persaingan sempurna. Oleh karena itu, pasar yang memilki sistem tataniaga paling efisien adalah pasar dengan struktur yang mengarah kepada pasar persaingan sempurna. Analisis Perilaku Pasar
Analisis perilaku pasar digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas dan kegiatan yang terjadi antar lembaga tataniaga. Pengamatan dilakukan terhadap penjual dan pembeli dengan memperhatikan strategi yang digunakan dalam melakukan kegiatan jual beli. Kegiatan yang diamati dalam analisis perilaku pasar yaitu proses pembelian dan penjualan, penentuan harga pada tingkat lembaga yang dominan, cara pembayaran yang dilakukan secara tunai atau kredit, dan kerjasama yang dilakukan antar lembaga tataniaga apakah mempengaruhi perilaku setiap lembaga tataniaga yang terlibat.
Analisis Marjin Tataniaga
Analisis marjin tataniaga digunakan untuk mengetahui efisiensi tataniaga melalui marjin atau selisih harga yang terjadi antara produsen dengan konsumen akhir. Perbedaan harga yang terjadi ditingkat produsen dan konsumen dapat diketahui secara matematis dengan rumus:
M = Pr – Pf Dimana:
M = Marjin tataniaga
Pr = Harga ditingkat konsumen Pf = Harga yang diterima petani
Limbong dan Sitorus (1987) menyatakan bahwa marjin tataniaga terdiri dari dua komponen yaitu biaya dan keuntungan tataniaga. Untuk mengetahui marjin tataniaga setiap lembaga, dapat digunakan rumus matematis berikut:
Mi = Ci + πi Dimana :
Mi = Margin tataniaga pada lembaga i Ci = Biaya tataniaga pada lembaga i
πi = Keuntungan tataniaga pada lembaga i
Dari analisis marjin tataniaga dapat diketahui saluran tataniaga yang paling efisien dari beberapa saluran yang ada. Saluran tataniaga yang memiliki marjin tataniaga paling rendah adalah saluran tataniaga yang paling efisien. Namun untuk menentukan saluran tataniaga yang efisien secara operasional tidak bisa hanya mengacu pada nilai marjin, perlu dilihat indikator lain yaitu farmer`s share dan rasio keuntungan terhadap biaya.
Analisis Farmer`s Share
Analisis farmer`s share digunakan untuk mengetahui efisiensi tataniaga dilihat dari bagian yang diterima petani (produsen) dari jumlah yang dibayarkan oleh konsumen. Farmer`s share merupakan proporsi harga yang diterima petani dari apa yang dibayarkan oleh konsumen dan dinyatakan dalam bentuk presentase. Nilai farmer`s share dapat memberitahu apakah semua pihak sudah mendapatkan balas jasa yang adil dalam suatu kegiatan tataniaga.
Nilai farmer`s share ini berhubungan negatif dengan nilai marjin tataniaga. Apabila marjin tataniaga semakin besar, maka nilai farmer`s share akan semakin kecil. Hal ini dikerenakan apabila marjin tinggi maka harga yang diterima konsumen akan semakin tinggi dan membuat bagian yang diterima petani semakin kecil. Nilai farmer`s share yang semakin tinggi adalah nilai yang baik, hal ini menunjukkan petani mendapat bagian yang cukup adil dalam kegiatan tataniaga. Secara matematis nilai farmer`s share dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
FS = Pf / Pr x 100% Keterangan:
Pf = Harga di tingkat petani
Pr = Harga di tingkat konsumen akhir
Analisis Rasio Keuntungan Terhadap Biaya
Rasio keuntungan terhadap biaya merupakan jumlah keuntungan yang diterima oleh lembaga tataniaga sebagai balas jasa atas biaya tataniaga yang dikeluarkan. Rasio keuntungan terhadap biaya dapat dirumuskan sebagai berikut:
Rasio keuntungan biaya = Li/Ci Keterangan:
Li = Keuntungan lembaga tataniaga ke-I (Rp/buah) Ci = Biaya tataniaga (Rp/buah)
Sebaran nilai rasio terhadap biaya yang merata pada setiap lembaga dapat diartikan sebagai kegiatan tataniaga yang efisien. Semakin rata penyebaran rasio keuntungan biaya maka tataniaga pada saluran tersebut semakin efisien.