• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini dilaksanakan di peternakan ayam yang berada di wilayah Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive atau sengaja berdasarkan beberapa pertimbangan antara lain karena Kecamatan Pamijahan merupakan kecamatan di Kabupaten Bogor yang memiliki produksi ayam ras pedaging terbesar selama beberapa tahun terakhir serta jumlah peternak ayam ras pedaging yang selalu tumbuh pada beberapa tahun terakhir. Kegiatan penelitian yang dilakukan di lokasi peternakan antara lain meliputi kegiatan turun lapang sebagai bentuk observasi penelitian serta kegiatan pengumpulan data untuk digunakan dalam pengolahan data. Kegiatan penelitian ini dilakukan selama satu bulan yaitu pada bulan Februari hingga Maret 2015.

Data dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian melalui mekanisme wawancara dan observasi selama proses penelitian. Proses wawancara dilakukan kepada peternak ayam ras pedaging dengan menjadikan kuesioner sebagai panduan utama dalam menjalankan proses wawancara tersebut. Proses ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kesuksesan peternak ayam ras pedaging di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber lain yang memiliki relefansi dengan objek penelitian. Pada penelitian ini, data sekunder terdiri atas data historis mengenai ayam ras pedaging, data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Peternakan, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor, BP3K Kecamatan Pamijahan, Perpustakaan LSI Institut Pertanian Bogor, jurnal peternakan, serta literatur lainnya yang berkaitan dengan objek penelitian.

Metode Penentuan Responden

Populasi dalam penelitian ini adalah peternak ayam ras pedaging yang berada di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode non-probability sampling melalui pemilihan sampel secara

purposive sampling. Teknik purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti sesuai dengan tujuan penelitian. Kriteria peternak ayam ras pedaging yang ditetapkan sebagai responden adalah sebagai berikut:

1. Telah memiliki usaha di bidang peternakan minimal selama tiga tahun. 2. Bekerjasama dengan mitra dalam pemasaran hasil peternakan

25 Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian kali ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan diskusi. Metode observasi dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung selama kegiatan penelitian di kawasan peternakan Kecamatan Pamijahan untuk memperoleh informasi dan data pendukung baik dari peternak, penduduk, dan aparatur pemerintah. Metode wawancara dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang telah disusun dalam kuesioner dengan bentuk tanya jawab secara langsung kepada para peternak responden. Metode diskusi dilakukan dengan membahas hasil wawancara maupun observasi dengan para peternak, masyarakat, dan aparatur pemerintah.

Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini ditunjukkan kepada 40 peternak responden dan berisi berbagai pernyataan yang disusun untuk menggambarkan kondisi faktor teknis peternakan maupun watak kewirausahaan peternak. Pernyataan yang terdapat di dalam kuesioner merupakan indikator- indikator yang digunakan dalam melakukan penilaian untuk faktor teknis peternakan, watak kewirausahaan, dan kesuksesan peternak. Secara terperinci, indikator-indikator penilaian tersebut dapat dilihat pada Tabel 5 berikut ini.

Tabel 5 Variabel, indikator penilaian, dan landasan teori yang digunakan dalam penelitian

No. Variabel Indikator Penilaian Landasan Teori

1. Faktor teknis

peternakan

- Tingkat mortalitas - FCR

- Jumlah vaksin yang

diberikan

- Penggunaan tenaga kerja - Umur panen dan bobot

ayam Rasyaf (1993), Tamalluddin (2014) 2. Watak kewirausahaan - Kepemimpinan - Pengambil risiko - Pengambil keputusan - Perencana bisnis

- Penggunaan waktu secara efektif

Meredith et al. (1989)

3. Kesuksesan peternak

- Keuntungan yang

diperoleh selama periode bisnis

- Pertumbuhan jumlah

populasi ternak

- Peningkatan kesejahteraan keluarga

- Daya serap tenaga kerja

Badan Pusat Statistik (BPS), Meredith et al. (1989), Griffin dan Ebbert (2006), Rasyaf (1993), dan Kusnadi et al. (2013).

Cara penilaian terhadap hasil jawaban kuesioner dilakukan menggunakan skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap masyarakat dengan menggunakan item-item yang dapat dinilai baik atau buruk. Responden kemudian diminta untuk memberikan skor. Skor tersebut kemudian dijumlahkan dan jumlah ini merupakan total skor dan total skor ini ditafsirkan sebagai posisi responden dalam skala Likert (Nazir 2011).

26

Pengolahan kuesioner dilakukan setelah responden memberikan pembobotan nilai pada masing-masing pernyataan yang terdapat dalam kuesioner. Pembobotan tersebut dilakukan berdasarkan rentang skala penilaian dalam kisaran 1 sampai dengan 5, dimana skala 1 menggambarkan sangat tidak setuju dan skala 5 menggambarkan sangat setuju. Kemudian pembobotan tersebut akan dikelompokkan sesuai dengan masing-masing variabel yang digunakan. Setelah diperoleh nilai hasil pembobotan pada masing-masing variabel yang digunakan, selanjutnya akan ditentukan nilai total dari masing-masing variabel. Sehingga dapat ditentukan nilai rataan untuk masing-masing variabel yang digunakan.

Nilai rataan untuk masing-masing variabel kemudian akan diintreprestasikan sesuai skala penilaian yang telah ditentukan. Sehingga bisa diketahui sebaran jawaban responden dari hasil kuesioner. Adapun untuk penentuan rentang skala penilaian dilakukan dengan menggunakan persamaan berikut ini (Umar 2005):

Keterangan:

RS = Rentang Skala

m = jumlah alternatif jawaban tiap variabel

Berdasarkan persamaan tersebut, maka pada penelitian ini dapat ditentukan rentang skala penilaian yang dilakukan, yaitu:

Rentang skala tersebut kemudian akan dibagi menjadi lima kelas klasifikasi yang menggambarkan sebaran jawaban responden. Berdasarkan rentang skala penilaian tersebut, maka posisi rentang skala dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 6 Rentang skala dan kategori penilaian responden

Rentang Skala Kategori Penilaian Responden

1.0–1.8 Sangat lemah 1.9-2.6 Lemah 2.7-3.4 Sedang 3.5-4.2 Kuat 4.3-5.0 Sangat kuat

Keseluruhan jawaban responden pada skala Likert akan dikelompokkan berdasarkan kategori sebaran jawaban responden yang telah ditentukan pada Tabel 6. Hasil pengelompokkan tersebut kemudian dapat menggambarkan kecenderungan jawaban responden untuk masing-masing variabel penelitian.

Metode Pengolahan Data

Agar memperoleh hasil yang dapat menjawab permasalahan yang ada, maka dilakukan tabulasi dan pengolahan data dari hasil jawaban responden yang telah terkumpul dari kuesioner. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan analisis kualitatif maupun kuantitatif. Analisis kualitatif yang dilakukan berupa penggunaan metode deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan kesuksesan

27 yang telah dicapai oleh para peternak ayam ras pedaging di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Pada metode ini dilakukan pembuatan tabulasi frekuensi sederhana dari jawaban responden dengan menggunakan alat bantu

Microsoft Excel 2013. Sedangkan analisis kuantitatif pada penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan kesuksesan para peternak ayam ras pedaging di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor dengan faktor-faktor yang berkorelasi dengannya, terutama faktor teknis dan watak wirausaha. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner yang telah diisi oleh responden dan selanjutnya akan diselesaikan menggunakan korelasi Rank Spearman dengan alat bantu SPSS 20.0 for Windows.

Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif pada penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan kesuksesan yang telah dicapai oleh peternak ayam ras pedaging di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dengan demikian dapat diketahui korelasi dari setiap faktor-faktor tersebut terhadap kesuksesan para peternak ayam ras pedaging.

Nazir (2011) menyatakan bahwa analisis deskriptif merupakan suatu metode yang digunakan dalam meneliti sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari analisis deskriptif adalah untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai berbagai fakta, sifat, serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Cara pengumpulan data untuk analisis ini dilakukan melalui teknik wawancara dengan bantuan kuesioner.

Untuk mewakili keseluruhan skor yang terdapat dalam data, digunakan ukuran nilai pusat. Jenis ukuran nilai pusat yang dipakai adalah rata-rata hitung (mean). Mean adalah kecenderungan nilai pusat yang memberikan gambaran umum dari suatu seri pengamatan (Nazir 2011). Rata-rata hitung secara umum dapat ditentukan dengan rumus:

Keterangan:

µ = mean

∑ Xi = jumlah pengamatan ke-i n = jumlah data

Analisis Korelasi Rank Spearman

Pada penelitian ini dilakukan analisis korelasi Rank Spearman untuk mengetahui derajat antara kedua variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Variabel X yang digunakan dalam penelitian ini berupa faktor-faktor teknis peternakan ayam ras pedaging dan faktor-faktor watak kewirausahaan. Sedangkan variabel Y dalam penelitian ini dideskripsikan sebagai tingkat kesuksesan peternak ayam ras pedaging. Analisis korelasi Rank Spearman digunakan karena kedua variabel yang digunakan dalam penelitian ini diukur berdasarkan skala ordinal.

28

Menurut Nazir (2011), prosedur yang harus dilakukan untuk mencari koefisien korelasi Rank Spearman adalah sebagai berikut:

a. Atur pengamatan dari kedua variabel dalam bentuk ranking

b. Cari beda dari masing-masing pengamatan yang sudah berpasangan c. Lakukan perhitungan koefisien korelasi Rank Spearman dengan

menggunakan rumus:

Keterangan:

rs = koefisien korelasi Rank Spearman. N = jumlah total pengamatan.

di2 = kuadrat selisih antara dua pengamatan berpasangan.

Nilai koefisien korelasi Rank Spearman merupakan pengukuran tentang keeratan hubungan antara dua peubah yaitu X dan Y. Nilai koefisien korelasi Rank Spearman dapat bertanda positif maupun negatif dengan nilai mutlak maksimal 1 dan minimal 0. Tanda positif menunjukkan bahwa kedua variabel berkorelasi searah, artinya semakin tinggi nilai variabel X maka variabel Y akan cenderung memiliki nilai yang semakin tinggi pula, begitupun sebaliknya. Tanda negatif menunjukkan bahwa kedua variabel berkorelasi berlawanan arah, artinya apabila nilai variabel X semakin tinggi, maka variabel Y akan cenderung semakin rendah, begitupun sebaliknya. Bila nilai yang dihasilkan sama dengan 0, maka kedua variabel tidak berkorelasi. Sedangkan apabila nilai Rank Spearman yang dihasilkan sama dengan 1, maka kedua variabel memiliki korelasi sempurna. Secara deskriptif, Harmini (2009) menjelaskan bahwa nilai koefisien korelasi Rank Spearman dapat dikategorikan menjadi lima kategori berikut:

1. Bila 0.0 < |rs| < 0.2, maka kedua variabel dikategorikan berkorelasi sangat lemah.

2. Bila 0.2 ≤ |rs| < 0.4, maka kedua variabel dikategorikan berkorelasi lemah. 3. Bila 0.4 ≤ |rs| < 0.6, maka kedua variabel dikategorikan berkorelasi sedang. 4. Bila 0.6 ≤ |rs| < 0.8, maka kedua variabel dikategorikan berkorelasi kuat. 5. Bila 0.8 ≤ |rs| < 1.0, maka kedua variabel dikategorikan berkorelasi sangat

kuat.

GAMBARAN UMUM

Dokumen terkait