2 TINJAUAN PUSTAKA
3 METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Lokasi penelitian dilaksanakan di dalam kawasan wisata Tanjung Lesung dan sekitar Kecamatan Panimbang. Penentuan Kawasan Tanjung Lesung Kecamatan Panimbang sebagai lokasi penelitian dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa kawasan wisata Tanjung Lesung Kecamatan Panimbang telah ditetapkan sebagai penggerak (trigger) bagi perkembangan pariwisata di Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2012 Tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung. Penetapan kawasan wisata Tanjung Lesung sebagai KEK tentu memerlukan pertimbangan dan kesiapan yang mendasar terkait dengan dampak dan prospek yang akan ditimbulkan ke depan bagi masyarakat setempat, Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Pemerintah Provinsi Banten agar tujuan dari ditetapknya KEK Tanjung Lesung dapat tercapai yakni peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, penerimaan devisa, meningkatkan keunggulan kompetitif produk ekpor dan meningkatkan kualitas SDM melalui alih teknologi (Syamsulbahri et.all dalam Hidayat, 2010).
Durasi penelitian dilakukan selama empat bulan dari akhir Februari 2013 hingga Mei 2013, meliputi tahapan persiapan hingga penyusunan hasil penelitian.
Definisi Operasional
1. Masyarakat lokal/setempat adalah masyarakat yang menetap di sekitar kawasan wisata Tanjung Lesung baik yang beraktivitas di pariwisata maupun tidak.
2. Masyarakat lokal/setempat yang beraktivitas dipariwisata Tanjung Lesung dalam penelitian ini adalah masyarakat yang memiliki aktivitas (usaha) di dalam kawasan wisata Tanjung baik sebagai karyawan, pedagang maupun pemasok komoditi.
3. Masyarakat lokal/setempat yang tidak beraktivitas dipariwisata Tanjung Lesung dalam penelitian ini adalah masyarakat pada umumnya yang tidak memiliki aktivitas ekonomi (berusaha) di dalam kawasan wisata Tanjung Lesung, namum mereka bekerja atau beraktivitas ekonomi di luar kawasan wisata Tanjung Lesung.
4. Tingkat kesejahteraan yang akan diukur adalah tingkat pendapatan perkapita, pendidikan, kesehatan, kondisi perumahan dan fasilitas yang ada di rumah. 5. Pendapatan adalah semua pendapatan yang diperoleh seluruh anggota
keluarga dalam rumah tangga baik dari hasil beraktivitas (berusaha) dipariwisata maupun bukan, yang dinyatakan dalam rupiah. Pendapatan perkapita adalah pendapatan dalam keluarga yang dibagi dengan jumlah anggota keluarga.
6. Pengeluaran/konsumsi adalah seluruh pengeluaran untuk makanan maupun non-makanan dalam sebulan yang dinyatakan dalam rupiah, pengeluaran
perkapita adalah pengeluaran sebulan dari rumah tangga yang dibagi dengan jumlah anggota keluarga.
7. Pendidikan adalah pendidikan formal responden yang diperoleh secara resmi yang dinyatakan dalam lamanya tahun pendidikan yang dienyam. Tingkat pendidikan rumah tangga dilihat dari persentase tamat Sekolah Dasar.
8. Kesehatan adalah kondisi kesehatan anggota keluarga selama 3 bulan terakhir yang dinyatakan dalam persentase sering sakit.
9. Kondisi perumahan adalah kondisi rumah responden baik yang bersifat permanen, semi permanen, mapun non permanen.
10.Persepsi adalah pemahaman atau pandangan seseorang tentang objek wisata Tanjung Lesung. Dalam hal ini persepsi diukur berdasarkan persentase dari pertanyaan tentang:
a) Penilaian terhadap aspek ekonomi dari adanya pengembangan kawasan wisata Tanjung Lesung bagi masyarakat
b) Penilaian terhadap aspek sosial budaya dari adanya pengembangan kawasan wisata Tanjung Lesung bagi masyarakat
c) Penilaian terhadap aspek lingkungan dari adanya pengembangan wisata Tanjung Lesung bagi masyarakat
11.Pariwisata adalah perjalanan yang dilakukan untuk sementara waktu, yang diselenggarakan dari satu tempat ke tempat lainnya dengan tujuan bukan untuk berusaha atau mencari nafkah di tempat yang dikunjungi tetapi semata- mata menikmati perjalanan tersebut.
12.Daerah tujuan wisata adalah suatu daerah yang memiliki daerah-daerah wisata yang ditunjang dengan sarana dan prasarana wisata.
13.Objek wisata adalah perwujudan ciptaan manusia, tata hidup, seni budaya serta sejarah bangsa dan tempat atau keadaan alam yang mempunyai daya tarik untuk dikunjungi.
14.Wisatawan adalah pengujung objek wisata dengan motivasi tertentu seperti memperoleh kesenangan, kepuasan, pengujian, observasi dan penelitian. 15.Wisatawan mancanegara (wisman) adalah wisatawan yang berasal dari
negara lain yang melakukan perjalanan melampaui batas wilayah negaranya. 16.Wisatawan nusantara (wisnus) adalah wisatawan dalam negeri yaitu
seseorang warga negara melakukan perjalanan di wilayah negaranya sendiri tanpa melewati batas negara lain.
17.Partisipasi adalah keterlibatan emosi dan mental seseorang dalam situasi kelompok yaitu adanya ketersediaan untuk mengambil bagian dalam menetapkan tujuan bersama, serta kesediaan memikul tanggung jawab demi pencapaian tujuan bersama.
18.Pasokan komoditi dalam penelitian ini adalah segala input (supply) berupa barang atau jasa baik untuk kebutuhan logistik, akomodasi dan atraksi wisata untuk menunjang pelayanan (services) bagi tamu di Kawasan Tanjung Lesung.
19.Komoditi logistik dalam penelitian ini adalah barang atau jasa berupa; makanan, minuman, sayuran, daging, semua jenis ikan, sembako (groseries),
ATK, benda material, keperluan engineering barang kimia, obat-obatan, semua jenis pembersih dan BBM yang digunakan oleh operator wisata Tanjung Lesung.
20.Komoditi akomodasi dalam penelitian ini adalah barang atau jasa yang digunakan untuk perlengkapan hotel berupa; barang-barang untuk kamar mandi hotel, sandal hotel, handuk, bantal dan sarung bantal dan plastik room bag yang digunakan oleh operator wisata Tanjung Lesung yang menyediakan hotel atau villa.
21.Komoditi atraksi dalam penelitian ini adalah barang atau jasa yang digunakan untuk menunjang fasilitas wisata khas masing-masing operator wisata berupa; semua barang untuk alat pancing, boat (perahu mesin dan non mesin), sepeda, alat snorkling, alat menyelam, alat pelampung, perlengkapan out bond dan lain-lain yang digunakan oleh operator wisata.
22.Operator wisata dalam penelitian ini ialah masing-masing pengelola wisata komersil yang ada di Tanjung Lesung yakni: Beach Club, Hotel Bay Villas Tanjung Lesung, Sailing Club, Villa Kalicaa Tanjung Lesung dan Blue Fish.
Metode Pengumpulan Data
Tahap pengumpulan data pada penelitian ini tidak hanya memerlukan data sekunder namun juga memerlukan data primer. Hal ini dapat digunakan untuk memperoleh data dan informasi mengenai kondisi studi penelitian. Pengumpulan data dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dapat dilakukan dengan observasi/pengamatan dan dokumentasi. Sehingga untuk mereduksi suatu data berupa angka-angka yang digunakan pada penelitian dengan pendekatan kuantitatif juga digunakan pada penelitian dengan pendekatan kualitatif.
Sampel Penelitian
Desa yang dijadikan sampel dalam penelitian ini sebanyak 2 (dua) desa dari 6 (enam) desa yang ada di Kecamatan Panimbang yakni Desa Citeureup dengan 11 RW dan 41 RT dan Desa Tanjung Jaya dengan 14 RW dan 48 RT.
Ditetapkanya dua desa dan tiga titik lokasi sampel pada penelitian ini berdasarkan jarak kedekatan dari kawasan wisata Tanjung Lesung selain juga diasumsikan karena wilayah yang paling besar menerima dampak langsung maupun tak lansung dari aktivitas pariwisata Tanjung Lesung. Penetapan lokasi menggunakan stratified sampling, kategori dekat diwakili pada lokasi responden 1, kategori sedang diwakili pada lokasi sampel 2 dan kategori jauh diwakili pada lokasi sampel 3, dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Peta sebaran lokasi sampel dapat dilihat pada Gambar 4 dan Tabel 10.
Responden dalam penelitian ini dibagi dua kelompok yakni, kelompok responden yang beraktivitas di pariwisata dan kelompok responden yang tidak beraktivitas di pariwisata Tanjung Lesung (sebagai kontrol), masing-masing 30 respoden. Pemilihan responden untuk masing-masing strata melalui purposive sampling dengan pertimbangan karena tidak diperolehnya daftar lengkap kerangka sampling terutama kelompok responden yang beraktivitas di pariwisata Tanjung Lesung. Penentuan responden terpilih dengan menggunakan incidental sampling, mula-mula mencari responden yang beraktivtias di pariwisata, kemudian mencari responden yang tidak beraktivitas di pariwisata dengan karekteristik responden yang sama melalui pendekatan (proksi) tingkat pendidikan kedua kelompok responden yang relatif setara.
Sumber: RTRW Kecamatan Panimbang tahun 2011, dimodifikasi
Gambar 4 Peta lokasi dan sebaran sampel di Desa Tanjungjaya dan Citeurep Kecamatan Panimbang
Kelompok responden yang beraktivitas di pariwisata dalam penelitian ini dimaksudkan sebagai anggota keluarga (sasaran responden) yang bekerja, berdagang maupun memiliki kegiatan ekonomi yang dilaksanakan secara intensif di dalam kawasan wisata Tanjung Lesung. Sementara kelompok responden yang tidak beraktivitas di kawasan wisata adalah anggota keluarga yang tidak melaksanakan kegiatan ekonomi di dalam kawasan wisata Tanjung Lesung sebagai kontrolnya.
Tabel 10 Sebaran lokasi sampel responden yang beraktivitas di pariwisata dan tidak beraktivitas di pariwisata Tanjung Lesung
Desa (Lokasi) Beraktivitas di Pariwisata Jumlah
Ya Tidak
Tanjungjaya (Lokasi I) 8 8 16
Tanjungjaya (Lokasi II) 7 7 14
Citeureup (Lokasi III) 15 15 30
Total 60
Sumber : Data hasil olah tahun 2013
Selain sampel responden yang beraktivitas dan tidak beraktivitas dipariwisata, dalam penelitian ini mengambil responden untuk indept interview
kepada lima operator wisata di Tanjung Lesung. Uraian kelima operator wisata untuk responden indept interview dan jumlah total seluruh responden dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11 Jumlah responden masyarakat dan operator wisata di Tanjung Lesung
No Jenis Responden Desa Jumlah
Tj. Jaya Citeureup
Masyarakat 1
Masyarakat yang beraktivitas di pariwisata 15 15 30
Masyarakat yang tidak beraktivitas di
pariwisata 15 15 30
Jumlah I 30 30 60
Pengelola (Operator) Wisata di Tanjung Lesung
2
Pengelola Tanjung Lesung Beach Hotel (BayVillas) 1 1
Pengelola Villa Kalicaa 1 1
Pengelola Beach Club 1 1
Pengelola Sailing Club 1 1
Pengelola Blue Fish 1 1
Jumlah II 5
Total Responden 65
Sumber : Data hasil olah tahun 2013
Jenis dan Sumber Data
Studi Literatur
Studi literatur merupakan sumber data dan informasi bersifat skunder yang berasal dari berbagai sumber seperti buku, majalah, jurnal, bulletin, makalah, seminar, laporan kolokium, seminar, Skripsi, Tesis yang digunakan untuk kajian teoritis serta penambahan pemahaman terhadap penanganan permasalahan- permasalah sejenis yang perrnah dilakukan di wilayah-wilayah lain, baik itu perumusan masalah, penggunaan alat analisis maupun penyusunan rencana atau pun rekomendasi studi.
Data Primer
Data primer diperoleh melalui pengamatan degan cara observasi dan wawancara dengan menggunakan kuesioner dan daftar pertanyaan mendalam. Survey dilakukan terhadap sejumlah responden terpilih serta yang dianggap mempunyai kemampuan dan memahami permasalahan sebagi orang kunci key persons, baik pada responden masyarakat sekitar kawasan maupun responden
stakeholdes lainnya, seperti; Bappeda Kabupaten Pandeglang, Dinas Pariwisata
Kabupaten Pandeglang, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Pandeglang, pengelola pariwisata, pelaku usaha pariwisata dan masyarakat sekitar kawasan wisata Tanjung Lesung.
Data Sekunder
Data sekunder yang terkait dalam penelitian ini diambil dari dokumen- dokumen atau monografi yang diperoleh dari instansi-instansi terkait seperti; BPS Kabupaten Pandeglang, Bappeda, Dinas Pariwisata Seni dan Budaya, Dinas Pendapatan dan Aset Daerah, Kecamatan Panimbang, Desa Tanjung Jaya, Desa Citeureup dan dokumen pengelolaan kawasan wisata yang dikeluarkan oleh pihak pengelola PT. Banten West Java maupun pelaku usaha pariwisata di Tanjung Lesung, serta sumber-sumber pustaka lain yang relevan dengan topik penelitian. Selain itu juga digunakan peta administrasi wilayah Kabupaten Pandeglang dan peta administrasi Kecamatan Panimbang. Adapun rincian dari tujuan, metode, data dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12 Matrik tujuan, metode, data dan sumber data penelitian
Sumber: Hasil olah tahun 2013
Metode Analisis Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif ini merupakan salah satu bentuk analisis yang bertujuan memberikan deskripsi data yang meliputi tabulasi, peringkasan dan penyajian dalam bentuk grafis dan gambar-gambar serta menghitung ukuran-ukuran deskripsinya. Analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan, menguraikan, menggambarkan, menganalisis, mensintesis dan menjabarkan fenomena- fenomena yang diperoleh dari hasil analisis lainnya, sehingga dapat diperoleh pemahaman yang lebih obyektif terhadap keadaan yang sebenarnya.
Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan kondisi eksisting keragaan pengelolaan pariwisata Tanjung Lesung serta input komoditinya, mengkaji kondisi masyarakat setempat terhadap tingkat kesejahteraannya baik yang memanfaatkan potensi pariwisata maupun yang tidak dengan juga
Tujuan Metode Analisis Variabel/ Komponen Data/Sumber
Mengkaji kondisi eksisting keragaan wisata Tanjung Lesung
Alisisis Deskriptif
• SDA, SDM, SDSosial, SD Buatan / infrastruktur, dan Kelembagaan Tanjung Lesung
• Kebocoran atas belanja komoditi (jumlah, Rp. dan wilayah) untuk aktivitas pariwisata
• Dokumen pengeloaan Tanjung Lesung
• Data primer wawancara dengan pelaku usaha pariwisata
Menganalisis peranan pariwisata Tanjung Lesung terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. • Analisis Deskriptif • Uji beda pendapatan (U Mann - Whithney) • 5 indikator kesejahteraan masyarakat
• 5 indikator. Uji beda kesejahteraan
• Analisis persepsi : Aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.
• Wawancara mendalam
• Data kuesioner
Menganalisis Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat
• Analisis Deskriptif
• Analisis Regresi Berganda
•6 variabel: Umur, Tk. pendidikan, tanggungan keluarga, jarak, pekerjaan dan aktivitas dipariwisata.
• Data primer
• Hasil Data Kuesioner
Merumuskan gagaran alternatif pengembangan pariwisata yang dapat meningkatkan
kesejahteraan masyarakat
Analisis Deskriptif Sintesis atas hasil analisis • Hasil analisis sebelumnya
menghitung nilai statistiknya dan mengkaji persepsi masyarakat setempat terhadap dampak dan harapan dari pengembangan pariwisata di kawasan Tanjung Lesung.
Analisis Beda Tingkat Kesejahteraan (Uji U Mann Whitney)
Uji ini digunakan untuk menguji signifikansi dua sampel independen (Two Independent Sample Tests) dengan bentuk data ordinal. Apa bila data berbentuk interval seharusnya tidak terdistribusi normal atau sebaliknya dikonversi dahulu dalam bentuk ordinal. Uji Mann Whitney merupakan alternatif dari uji t dua sampel independen. Uji ini berdasarkan peringkat data. Data dari kedua sampel digabungkan dengan diberi peringkat dari terkecil hingga terbesar. Prosedur pengujian dapat dilakukan sebagai berikut :
Menghitung nilai U dengan menggunakan rumus :
Dimana :
n1 = jumlah sampel 1
n2 = jumlah sampel 2
R1 = jumlah jenjang pada sampel 1
R2 = jumlah jenjang pada sampel 2
Diantara nilai U1 dan U2 yang lebih kecil digunakan sebagai U hitung
untuk dibandingkan dengan U tabel. Jika nilai U hitung lebih besar dari
n
1n
2/2maka nilai tersebut adalah nilai U‟, dan nilai U dapat dihitung dengan rumus :
H0 : Tidak ada perbedaan pendapatan antara kedua kelompok (masyarakat yang beraktivitas di pariwisata dan tidak beraktivitas di pariwisata Tanjung Lesung)
H1 : Ada perbedaan pendapatan antara kedua kelompok (masyarakat yang beraktivitas di pariwisata dan tidak beraktivitas di pariwisata
Tanjung Lesung)
Dengan kriteria Pengambilan keputusan :
H0 diterima bila U hitung ≥ U tabel ( α ; n1,n2 )
H0 ditolak bila U hitung≤ Utabel ( α; n1,n2 )
Analisis Tingkat Kesejahteraan Masyarakat
Tingkat kesejahteraan rumah tangga yang beraktivitas dan tidak beraktivitas di pariwisata Tanjung Lesung dilihat berdasarkan indikator-indikator
kesejahteraan, dianalisis secara deskriptif dengan sistem skoring dan uji statistik. Dalam hal penelitian ini dibedakan atas 3 (tiga) kelompok yang tinggi, sedang dan rendah serta digunakan indikator SUSENAS. Indikator yang digunakan adalah pendapatan per kapita rumah tangga (di atas atau di bawah garis kemiskinan), pendidikan keluarga, kesehatan keluarga, kondisi rumah serta kelengkapan fasilitas rumah. Uraian indikator kesejahteraan dapat dilihat pada Tabel 13 berikut.
Tabel 13 Indikator kesejahteraan
No. INDIKATOR TINGKAT KESEJAHTERAAN SKOR
1.
Pendapatan perkapita per bulan dibagi menjadi 2 kategori
a. Pendapatan perkapita/bulan Rp. 229.661,- (Tidak Miskin)* b. Pendapatan perkapita/bulan Rp. 229.661,- (Miskin)
Skor 2 Skor 1
2.
Pendidikan keluarga dibagi menjadi 3 kategori :
a. > 60 persen jumlah keluarga tamat SD (tamat SD) b. 30 persen - 60 persen jumlah keluarga tamat SD (tidak tamat SD) c. < 30 persen jumlah keluarga tamat SD (tidak tamat SD)
Skor 3 Skor 2 Skor 1
3.
Kesehatan keluarga dibagi menjadi 3 kategori :
a. > 25 persen jumlah keluarga sering sakit (baik) b. 25 persen - 50 persen jumlah keluarga sering sakit (sedang) c. < 50 persen jumlah keluarga sering sakit (buruk)
Skor 3 Skor 2 Skor 1
4.
Kondisi perumahan keluarga dibagi menjadi 3 kategori :
a. Keadaan permanen (skor 15 - 19) b. Keadaan semi permanen (skor 10 - 14) c. Keadaan tidak permanen (skor 5 - 9)
Skor 3 Skor 2 Skor 1
5.
Fasilitas perumahan keluarga dibagi menjadi 3 kategori :
a. Lengkap (skor 15 - 19) b. Semi Lengkap (skor 10 - 14) c. Tidak lengkap (skor 5 - 9)
Skor 3 Skor 2 Skor 1 Keterangan: *Angka proyeksi garis kemiskinan Kabupaten Pandeglang tahun 2012
Kemudian membandingkan dengan klasifikasi berikut ini: a. Tingkat kesejahteraan tinggi jika skor antara 12 – 14 b. Tingkat kesejahteraan sedang jika skor antara 9 – 11 c. Tingkat kesejahteraan rendah jika skor 6 – 8
Analisis Faktor- faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan per Kapita Rumah Tangga
Untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat lokal/setempat digunakan pendekatan bentuk fungsi regresi. Menurut Sumodiningrat (1994), fungsi regresi terdiri dari regresi linier berganda, regresi log -Linier ( double-log), dan regresi semilog. Berdasarkan ketiga bentuk fungsi regresi tersebut akan dipilih fungsi yang cocok yang sesuai dengan beberapa kriteria yang ada dalam teori ekonomi, seperti goodness of fit
dan kesederhanaan. Penelitian ini menggunakan fungsi regresi linier berganda. Fungsi regresi tersebut digunakan untuk menganalisis pengaruh dari peubah bebas terhadap peubah terikat. Analisis ini akan diuji pada kelompok
rumah tangga yang beraktivitas di pariwisata dan kelompok rumah tangga yang tidak beraktivitas di pariwisata Tanjung Lesung. Pada analisis ke dua kelompok responden ini nilai pendapatan per kapita (Y) dipandang sebagai peubah tak bebas (dependent variable), sedangkan tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, lokasi tempat tinggal ke kawasan Tanjung Lesung, jenis pekerjaan, pekerjaan sampingan dan partisipasi di pariwisata sebagai peubah bebas
(independent variable). Untuk mengetahui pengaruh dari kegiatan pariwisata terhadap masyarakat sekitar kawasan wisata Tanjung Lesung juga dilakukan analisis serupa, pada analisis ini kedua kelompok responden digabung. Peubah (varibel) yang diuji meliputi, tingkat pendidikan kepala keluarga, jumlah tanggungan keluarga dan variabel dummy diantaranya; lokasi tempat tinggal ke kawasan wisata, kepemilikan pekerjaan sampingan, jenis pekerjaan KK dan keikutsertaan responden dalam memanfaatkan potensi obyek wisata (peubah
dummy) dengan persamaan sebagai berikut:
Dimana :
Y = Tingkat pendapatan rumah tangga per kapita (rupiah) X1 = Jenjang pendidikan kepala keluarga (tahun)
X2 = Jumlah tanggungan keluarga (orang)
D1 = Dummy Lokasi responden ke-i
DSdng
= 1, jika lokasi sedang
= 0, jika selainnya DJauh = 1, jika lokasi jauh
= 0, jika selainnya
D2 = Dummy pekerjaan kepala keluarga
Bernilai 1, jika memiliki pekerjaan sampingan Bernilai 0, jika tidak memiliki pekerjaan sampingan D3 = Dummy jenis pekerjaan responden ke-i
DJasa = 1, jika usaha disektor jasa
= 0, jika selainnya DDagang = 1, jika usaha dagang
= 0, jika selainnya
D4 = Dummy keikutsertaan responden dalam kegiatan pariwisata
Bernilai 1, jika beraktivitas di pariwisata Bernilai 0, jika tidak beraktivitas di pariwisata
α = konstanta ß1 - ß7 = koefisien regresi
ε = error term
Tingkat kepercayaan (level of significant) α, kriteria yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah jika Fhitung = F tabel pada level α = 0,05 maka kegiatan
pariwisata di Tanjung Lesung berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat sekitar kawasan. Jika F hitung < F tabel pada level α = 0,05 maka kegiatan
pariwisata di Tanjung Lesung tidak berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat sekitar kawasan.
= + + + �Sdn + �jau + �� � �
Implikasi Terhadap Kebijakan dan Gagasan Alternatif Pengembangan Pariwisata Tanjung Lesung yang Mensejahterakan
Kebijakan pengembangan pariwisata sebagaimana tujuan dasarnya yakni memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar dan perekonomian wilayah. Dalam hal ini kebijakan pengembangan pariwisata diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat baik secara langsung maupun tidak langsung sekaligus memperhatikan dampak negatif yang mungkin ditimbulkannya baik pada aspek sosial, ekonomi dan lingkungan sekitar kawasan wisata.
Analisis deskriptif dilakukan sebagai sintesis dari hasil analisis sebelumnya dengan merumuskan gagasan alternatif yang dapat ditempuh oleh pihak-pihak pengambil kebijakan yang berhubungan dengan pengembangan kawasan pariwisata Tanjung Lesung ke depan.