III. METODOLOGI PENELITIAN
3.2. Metode Penelitian
Gambar 1. Kerangka Pemikiran
3.2. Metode Penelitian
Penelitian yang dilakukan adalah tentang Analisis Pengaruh Promosi terhadap Tingkat Penjualan Produk Busi Beserta Peramalan Penjualannya dengan studi kasus pada PT XYZ. Menurut Maxfield (1930) dalam Nazir (1988), studi kasus adalah penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas. Subjek penelitian dapat berupa apa saja, seperti individu, kelompok, lembaga, maupun masyarakat. Tujuan studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang, sifat-sifat,
Analisis Regresi Ganda Linier Persaingan
semakin ketat PT XYZ
Tujuan PT XYZ
Bauran Pemasaran
Produk Harga Promosi Distribusi
Biaya
Periklanan Promosi Biaya Penjualan Biaya Penjualan Perorangan Penjualan Pengaruh Promosi
terhadap Penjualan Peramalan Penjualan
Analisis Regresi Ganda Non-Linier (Semi ln 1, semi ln 2 dan double ln)
serta karakter yang khas dari kasus, ataupun status dari individu, yang kemudian sifat-sifat khas tersebut akan dijadikan suatu hal yang bersifat umum. Dalam penelitian ini, satuan kasusnya adalah PT XYZ.
3.2.1.Metode Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi langsung ke perusahaan dan wawancara dengan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan promosi PT XYZ. Wawancara dilakukan untuk mengetahui visi, misi dan tujuan perusahaan, kegiatan promosi yang dijalankan perusahaan dan hal lainnya yang terkait dengan penelitian.
Data sekunder diperoleh melalui informasi-informasi serta laporan bisnis perusahaan dan studi literatur lain yang berkaitan dengan topik penelitian. Sebagai data penunjang diperoleh dari informasi yang terdapat di perpustakaan LSI, Institut Pertanian Bogor dan internet.
3.2.2. Metode Pengolahan dan Analisis Data
Proses pengolahan data dilakukan menggunakan software Excel dan Minitab14. Data yang telah diolah kemudian dianalisis. Analisis data merupakan kegiatan memberi arti dan makna pada data mentah yang telah dikumpulkan, sehingga dapat digunakan untuk memecahkan masalah penelitian. Melalui analisis, data dikelompokkan, diurutkan, dimanipulasi dan disingkat sehingga mudah untuk dibaca (Nazir, 1998).
Data mengenai kegiatan promosi yang dijalankan oleh PT XYZ dianalisis secara deskriptif. Data mengenai pengaruh promosi terhadap penjualan busi PT XYZ dan peramalan terhadap penjualan busi PT XYZ dianalisis menggunakan regresi.
Analisis regresi adalah suatu teknik yang digunakan untuk membangun suatu persamaan yang menghubungkan antara variabel dependen (Y) dengan variabel independen (X). Analisis regresi juga dapat digunakan untuk menentukan nilai ramalan atau dugaan dari Y.
Karena variabel bebas yang dimasukkan ke dalam persamaan regresi lebih dari satu, maka analisis regresi yang digunakan adalah analisis regresi berganda.
Langkah-langkah yang dilakukan penulis dalam analisis regresi berganda ini, yaitu:
1. Meregresikan data penjualan dengan data biaya promosi (biaya iklan, biaya promosi penjualan dan biaya penjualan perorangan). Dalam meregresikan penjualan dengan biaya promosi digunakan beberapa model regresi berganda, yaitu regresi berganda model linier dan model non-linier.
a. Regresi berganda model linier
Data mentah dari biaya promosi dan penjualan yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih sederhana, dapat langsung dimasukkan ke dalam persamaan regresi berganda model linier berikut: 3 3 2 2 1 1X b X b X b a Y = + + + Keterangan:
Y = Tingkat penjualan produk X1 = Biaya periklanan
X2 = Biayapromosi penjualan
X3 = Biaya penjualan perseorangan
a, b1, b2, b3 = Koefisien regresi linier berganda
a = Nilai Y apabila, X1= X2= X3
b1 =Besarnya kenaikan/penurunan Y dalam
satuan, jika X1 naik/turun satu satuan dan X2, dan X3 konstan
b2 =Besarnya kenaikan/penurunan Y dalam satuan, jika X2 naik/turun satu satuan dan X1, dan X3 konstan
b3 = Besarnya kenaikan/penurunan Y dalam satuan, jika X3 naik/turun satu satuan dan X1, dan X2 konstan
+ atau - = Tanda yang menunjukkan arah hubungan antara Y dan X1 atau X2 atau X3
b. Regresi berganda model non-linier
Regresi berganda model non-linier yang digunakan penulis hanya tiga jenis, yaitu double ln (double logaritma natural), semi ln 1 (semi logaritma natural 1) dan semi ln 2 (semi logaritma natural 2).
1) Model semi logaritma natural (semi ln), Y = αebx
Untuk fungsi semi ln ini, baik semi log 1 maupun semi ln 2 tidak dapat diregresikan Y dan X secara langsung guna mendapatkan koefisien regresi a dan b. Sehingga, harus dibuat ke bentuk linier terlebih dahulu dengan cara mentransformasi data Y atau data X ke dalam bentuk logaritma natural (ln).
-Semi ln 1
Y =a+b1LnX1+b2LnX2+b3LnX3
-Semi ln 2
LnY =a+b1X1+b2X2 +b3X3
2) Model double logaritma natural (double ln), Y = αXb Untuk dapat meregresikan Y dan X dengan model ini, maka fungsi double ln harus dibuat linier terlebih dahulu dengan cara mentransformasi data Y menjadi ln Y dan mentransformasi semua data X menjadi ln X. Setelah data ditransformasi, maka persamaan regresi menjadi:
3 3 2 2 1 1LnX b LnX b LnX b a LnY = + + +
2. Setelah meregresikan penjualan dengan biaya promosi, masing-masing model akan menghasilkan suatu fungsi atau persamaan regresi. Untuk menentukan fungsi atau persamaan regresi mana yang akan digunakan dalam menduga pengaruh promosi terhadap penjualan, maka masing-masing model tersebut diperiksa terlebih dahulu apakah baik untuk digunakan atau tidak. Menurut Assauri (1984), untuk menentukan apakah suatu model regresi dapat
digunakan atau tidak, yaitu dengan melihat nilai koefisien determinasinya (R2) dan melakukan uji signifikansi.
Koefisien determinasi (R2)
Digunakan untuk mengetahui kesesuaian atau ketepatan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen dalam suatu persamaan regresi. Dengan kata lain, untuk mengetahui apakah benar variabel independen tersebut yang menentukan besarnya variabel dependen. Nilai R2 akan berkisar dari 0 sampai 1. Makin dekat R2 dengan satu, makin cocok garis regresi untuk meramalkan Y.
Uji signifikansi
Digunakan untuk mengetahui apakah benar secara statistik bahwa hubungan yang ada antara variabel dependen dengan variabel independen adalah persamaan regresi yang dihasilkan dari masing-masing model. Pada umumnya, uji signifikansi dapat dilakukan menggunakan F-test dan t-test, namun dalam Iriawan dan Astuti (2006) disebutkan bahwa untuk melakukan uji signifikansi dari suatu model regresi cukup menggunakan P-value. P-value ini merupakan hasil konversi dari nilai statistik t. Hipotesis yang digunakan dalam uji P-value ini, yaitu:
H0 : b = 0 H1 : b ≠ 0
Daerah penolakan: P-value < 0,05
Jika P-value < 0,05 maka tolak H0, artinya terdapat hubungan secara signifikan pada tingkat kepercayaan 95 persen antara biaya yang dikeluarkan untuk promosi (biaya iklan, biaya promosi penjualan dan biaya penjualan perorangan) dengan tingkat penjualan
3. Terkadang terjadi penyimpangan dalam suatu model regresi, salah satunya yaitu mulitkolinearitas. Multikolinearitas terjadi bila dalam suatu persamaan regresi terdapat dua variabel bebas yang memiliki hubungan linear yang sempurna, sehingga menyebabkan suatu persamaan regresi tidak tepat untuk
digunakan. Untuk mengetahui apakah dalam suatu persamaan regresi terdapat mulitkolinearitas atau tidak dapat dilakukan identifikasi nilai VIF. Jika nilai VIF>10, maka terjadi multikolinearitas dalam persamaan (dua variabel bebas berkorelasi sempurna). Sehingga, persamaan regresi tersebut masih belum tepat.
4. Persamaan yang dipilih adalah persamaan yang memiliki nilai R2, P-value dan nilai VIF yang terbaik menurut aturan yang telah ditetapkan. Selain itu, bentuk persamaan yang dipilih juga harus sesuai dengan teori ekonomi yang berlaku dan sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
Persamaan regresi yang terpilih untuk menduga pengaruh biaya promosi terhadap penjualan juga dapat digunakan dalam meramalkan nilai penjualan busi dari tahun 2006 sampai tahun 2008. Untuk mendapatkan nilai peramalan penjualan tersebut, nilai biaya promosi (X1, X2 dan X3) harus dicari terlebih dahulu. Dalam penelitian ini, untuk mencari nilai biaya promosi penulis menggunakan dua skenario, yaitu:
1. Skenario pertama
Menggunakan angka rata-rata pertumbuhan dari masing-masing variabel independen sebagai nilai pertumbuhan yang akan dialami pada tahun 2006 dan seterusnya. Namun, sebelum mendapatkan angka pertumbuhan rata-rata, terlebih dahulu dicari pertumbuhan tiap bulan dari masing-masing variabel independen, dengan cara berikut:
% 100 ln ln ln ln 1 1 1 = − × − − − j t i j t i j t i j sampait t i NilaiX B Thn Thn B NilaiX Thn B NilaiX Thn B nX Pertumbuha Keterangan: i = 1, 2, 3 j = 2003, 2004, 2005
Setelah pertumbuhan tiap bulan dari masing-masing variabel independen diketahui, barulah dicari rata-rata pertumbuhan dari masing-masing variabel independen. Rata-rata pertumbuhan tersebut diperoleh dengan cara:
data Jumlah Bulan Tiap X n pertumbuha Jumlah X n Pertumbuha− i = i Keterangan: i = 1, 2, 3
Setelah rata-rata pertumbuhan diketahui, nilai variabel independen dapat dicari dengan cara:
Nilai X1 Blni Thnj = (pertumbuha− nX1x nilai X1 Blni-1 Thnj-1)+ Nilai X1 Blni-1 Thnj-1
2. Skenario kedua
Melakukan analisis trend untuk setiap nilai variabel independen selama 36 bulan ke depan (tahun 2006-tahun 2008). Analisis trend merupakan analisis regresi sederhana dari sebuah variabel dependen dengan variabel independennya adalah waktu. Dalam melakukan analisis trend untuk mengetahui nilai variabel independen (X1, X2 dan X3), yang menjadi variabel dependennya adalah nilai X1, X2 dan X3. Sedangkan, yang menjadi variabel independennya adalah waktu.
3.3. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di PT XYZ yang bertempat di Jakarta. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa PT XYZ sebagai perusahaan besar tentu melaksanakan kegiatan promosi dalam skala besar dan berkesinambungan. Sehingga, dapat diketahui bagaimana pengaruh kegiatan promosi tersebut terhadap penjualan produk PT XYZ. Pemilihan lokasi juga dikarenakan kesediaan perusahaan untuk dijadikan tempat penelitian. Penelitian dilakukan selama lima bulan, yaitu semenjak bulan Februari sampai dengan Juni 2006.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Perusahaan
4.1.1. Sejarah dan Perkembangan PT XYZ
PT XYZ adalah perusahaan yang memproduksi busi dengan teknologi mutakhir dari Jepang. Perusahaan ini merupakan perusahaan joint venture antara sebuah perusahaan domestik (Indonesia) dengan sebuah perusahaan asing (Jepang). Persentase besarnya investasi adalah 60 persen dari total investasi oleh perusahaan domestik dan 40 persen dari total investasi oleh perusahaan asing. PT XYZ didirikan pada tahun 1977 dan mulai beroperasi pada bulan Februari 1978, namun baru mulai berproduksi secara komersial pada bulan April 1978.
Dengan semangat untuk terus berinovasi dalam teknologi, saat ini PT XYZ telah mampu memproduksi busi rata-rata 1,6 juta unit per bulan atau 20 juta unit per tahun. Dari jumlah tersebut, PT XYZ telah menguasai lebih dari 50 persen pangsa pasar industri busi di tanah air. Hal ini dikarenakan, pandangan konsumen terhadap merek busi PT XYZ sudah sangat kuat. Konsumen beranggapan bahwa busi PT XYZ merupakan busi yang awet, tahan lama, pengapian sempurna, harga terjangkau, mudah diperoleh, standar pabrikan dan sudah terkenal.
Selain itu, PT XYZ memiliki kelebihan dalam hal menjaga mutu produknya. Seluruh konsentrasi dalam bisnis perusahaan adalah bagaimana menciptakan busi dengan kualitas terbaik, sesuai dengan kebutuhan konsumen serta melakukan upaya inovasi berkesinambungan untuk meningkatkan kepuasan konsumen dalam berkendara. Sehingga, berkat komitmen tersebut PT XYZ telah berhasil memperoleh sertifikat ISO 9001 yang menjamin bahwa perusahaan telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) dalam menjalankan perusahaannya.
Dalam usaha menghasilkan produk yang berteknologi tinggi, PT XYZ juga memiliki komitmen untuk turut berperan serta dalam upaya pelestarian lingkungan dan penghematan energi. Wujud nyata dari komitmen tersebut adalah dengan menghasilkan busi untuk mesin kendaraan bermotor yang mampu meningkatkan efisiensi pembakaran dengan pembuangan asap seminimal mungkin.
Inovasi lain yang juga dilakukan PT XYZ untuk mengupayakan lestarinya lingkungan, yaitu dengan mengganti plating kuning pada busi dengan plating putih yang lebih ramah lingkungan. Perubahan plating ini menunjukkan cepat tanggapnya PT XYZ terhadap anjuran negara maju di Eropa yang telah melarang penggunaan plating kuning untuk semua komponen otomotif sejak pertengahan tahun 2003.
Dengan komitmen untuk berperan serta dalam upaya pelestarian lingkungan dan penghematan energi, serta semangat untuk terus melakukan inovasi teknologi busi dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional, PT XYZ telah berkembang pesat. Terbukti lebih dari 300 juta busi telah diproduksi oleh PT XYZ hingga saat ini. PT XYZ juga terbukti mampu menghasilkan busi terbaik di tanah air dan telah diekspor ke berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.
4.1.2. Lokasi dan Tata Letak PT XYZ
PT XYZ berlokasi di Jakarta. Areal lahan yang digunakan PT XYZ adalah seluas 27.720 m2 dengan bangunan seluas 8.750 m2. Di atas lahan PT XYZ terdapat pabrik, kantor utama, musholla, kantin, ruang loker, gudang, toilet, pos jaga, tempat parkir motor dan mobil, lapangan sepak bola, tempat pengolahan limbah dan gardu.
Kantor utama PT XYZ terdiri dari beberapa ruangan, yaitu ruang kerja bagi para manajer dan staf, ruang rapat, ruang direktur, ruang tunggu, ruang tamu dan toilet. Mushola dan kantin yang terdapat pada perusahaan ini dibuat cukup besar karena PT XYZ
mengutamakan kenyamanan para pekerja dan pegawai kantor pada saat jam istirahat, sehingga tidak timbul antrian.
Ruang pabrikasi PT XYZ hanya terdiri dari satu lantai dengan satu ruangan berukuran besar, dua ruangan berukuran sedang dan dua ruangan lagi berukuran kecil. Di dalam ruangan berukuran besar terdapat berbagai peralatan (mesin-mesin) dan perlengkapan produksi, serta tempat penyimpanan bahan baku.
Ruangan yang berukuran sedang merupakan ruang laboratorium dan kantor. Kedua ruangan ini terletak di bagian depan pabrik. Laboratorium berfungsi sebagai tempat menguji kualitas produk yang telah dihasilkan dan meneliti produk yang rusak. Sedangkan, kantor yang terdapat di dalam pabrik ini adalah ruang kantor untuk manajer produksi beserta para stafnya. Di ruangan ini juga terdapat sebuah ruang rapat yang digunakan khusus untuk membahas berbagai permasalahan yang berhubungan dengan produksi.
Ruangan yang berukuran kecil yang terdapat di pabrik digunakan sebagai tempat packing dan labelling produk-produk busi yang telah melalui uji kualitas di laboratorium. Dari ruangan ini, busi yang telah siap untuk dipasarkan diletakkan di depan ruang laboratorium untuk memudahkan dan mempercepat pemindahan busi ke truk pengangkut.
Untuk menjaga kelestarian lingkungan, PT XYZ menyediakan sebuah ruangan pengolahan limbah. Di ruangan ini semua limbah yang dihasilkan dari proses produksi diolah dan dinetralisir, sehingga seluruh racun dan zat-zat berbahaya bagi lingkungan dan makhluk hidup berubah menjadi air yang bersih. Untuk menguji apakah air tersebut tidak berbahaya lagi, PT XYZ mengalirkannya ke dalam sebuah kolam yang kemudian diisi dengan berbagai jenis ikan, mulai dari ikan-ikan kecil hingga ikan berukuran sedang. Jika ikan-ikan tersebut tidak mati berada di kolam yang berisi air hasil
pengolahan limbah, maka air tersebut tidak berbahaya bagi lingkungan.
4.1.3. Visi, Misi dan Tujuan PT XYZ
Visi biasanya diletakkan dalam jangka panjang. Dengan kata lain, visi adalah suatu gambaran ideal yang ingin dicapai perusahaan di masa yang akan datang. Sedangkan, misi dipandang sebagai usaha-usaha yang akan dilakukan untuk mencapai visi perusahaan
Visi PT XYZ adalah agar semua pemilik mobil di Indonesia menggunakan busi yang dihasilkan PT XYZ. Untuk mewujudkan visinya tersebut, PT XYZ memiliki misi sebagai berikut:
1. Menjadi top of mind dari pilihan busi di Indonesia, yang diukur melalui market share, kekuatan kualitas produk dan tingkat keuntungan.
2. Mewujudkan misi pertama melalui usaha meningkatkan penetrasi pasar, menawarkan produk yang berkualitas tinggi, memperkuat saluran distribusi dan memberikan after sales
service yang terbaik.
3. Memiliki tim penjualan yang sempurna, tim pemasaran yang brillian, memberikan pelatihan yang cukup bagi para staf dan mencapai hubungan yang sempurna.
Sedangkan, tujuan PT XYZ dalam waktu dekat, yaitu ingin mempertahankan atau bahkan meningkatkan penjualannya.
4.1.4. Struktur Organisasi PT XYZ
PT XYZ telah beberapa kali mengalami penyempurnaan struktur organisasi yang disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan perusahaan. Struktur organisasi yang digunakan PT XYZ adalah struktur organisasi menurut produk atau pasar. Struktur organisasi tersebut sering disebut juga sebagai organisasi menurut divisi, yaitu menyatukan dalam satu unit kerja semua yang terlibat dengan produksi atau pemasaran suatu produk atau kelompok produk yang berkaitan, semua yang terlibat di daerah tertentu, atau
semua yang terlibat dalam melayani tipe tertentu (Stoner, Freeman dan Gilbert, 1996).
PT XYZ dipimpin oleh dewan komisaris yang diwakili secara langsung oleh seorang presiden komisaris dari perusahaan induknya di Jepang dan dibantu oleh dua orang komisaris. Presiden komisaris bertugas untuk mengawasi segala tindakan direksi dan menjaga agar tindakan direksi tidak merugikan perusahaan. Di bawah dewan komisaris terdapat dewan direktur, yang terdiri dari seorang presiden direktur, seorang wakil presiden direktur dan dua orang direktur (direktur produksi dan direktur keuangan).
Dewan direktur dipilih dan diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk jangka waktu tertentu. Untuk selanjutnya, dewan direktur memilih presiden direktur, wakil presiden direktur dan direktur-direktur. Tugas dan kewajiban dari dewan direktur, yaitu mengurus harta kekayaan perusahaan dan mengemudikan usaha-usaha perusahaan. Secara lengkapnya, struktur organisasi dari PT XYZ dapat dilihat pada Lampiran 1.
Manajer umum yang terdapat adalah manajer umum pemasaran dan penjualan (general manager sales and marketing). Manajer umum tersebut bertanggung jawab secara keseluruhan atas kegiatan pemasaran dan penjualan yang dijalankan perusahaan. Dalam menjalankan tugasnya, manajer umum dibantu oleh dua orang manajer dari dua divisi yang berbeda, yaitu manajer divisi
Original Equipment Manufacturing (OEM) dan manajer divisi Original Equipment Sparepart (OES).
Manajer divisi OEM bertanggung jawab atas pemasaran dan penjualan busi tanpa dus (tanpa kemasan) yang langsung dijual ke perusahaan-perusahaan perakitan mobil dan motor. Sedangkan, manajer divisi OES bertanggung jawab atas pemasaran dan penjualan busi dengan dus (kemasan) ke perusahaan-perusahaan penjual motor dan mobil.
Selain kedua manajer tadi, manajer umum pemasaran dan penjualan juga dibantu oleh tiga orang supervisor, yaitu Supervisor
Warehouse, Supervisor Replacement dan Supervisor Export. Tugas
mereka masing-masing berturut-turut, yaitu bertanggung jawab terhadap segala aktivitas yang terjadi di gudang, bertanggung jawab atas persediaan bahan baku dan produk jadi serta bertanggung jawab terhadap ketersediaan produk untuk diekspor.
Dalam melaksanakan tugasnya, ketiga orang supervisor dibantu oleh para staf. Staf-staf tersebut beserta deskripsi pekerjaannya, yaitu:
1. Sales administration staff Tanggung jawab:
Mengatur alokasi dan pengiriman untuk distributor di seluruh Indonesia berdasarkan persentase realisasi pengiriman serta pengiriman ke OES berdasarkan order pesanan yang telah diterima oleh perusahaan dengan fokus pekerjaan, meliputi pengaturan pengiriman, proses pembuatan dokumen pendukung serta mempersiapkan seluruh aspek yang berkaitan dengan proses pengiriman dari warehouse hingga pengiriman.
Lingkup tanggung jawab:
a. Melaporkan seluruh aktivitas pekerjaannya kepada manajer pemasaran dan penjualan.
b. Sales administration staff memiliki wewenang dan tanggung jawab penuh terhadap alokasi barang kepada distributor dan OES di seluruh Indonesia, dengan mempertimbangkan persentase pengiriman yang telah dilakukan serta kebutuhan distributor dan atau OES terhadap barang yang tersedia di gudang.
c. Merencanakan serta mempersiapkan seluruh dokumen pendukung yang akan digunakan untuk keperluan pengiriman secara rutin dan tepat waktu guna menghindari terjadinya
keterlambatan yang mengakibatkan kerugian perusahaan dan pihak lain.
d. Secara rutin melakukan komunikasi dengan pihak gudang guna mendapatkan informasi akurat mengenai ketersediaan barang sebagai persiapan alokasi dan pengiriman.
e. Melakukan kordinasi dengan bagian gudang untuk jadwal pengiriman yang akan dilaksanakan pada hari berikutnya. 2. Export administration staff
Tanggung jawab:
Mengatur alokasi dan pengiriman untuk keperluan ekspor dan OEM berdasarkan order pesanan yang telah diterima oleh perusahaan dengan fokus pekerjaan meliputi pengaturan pengiriman, proses pembuatan dokumen pendukung serta mempersiapkan seluruh aspek yang berkaitan dengan proses pengiriman dari warehouse hingga perusahaan pengiriman. Lingkup tanggung jawab:
a. Melaporkan hasil kerja dan atau hambatan yang terjadi dalam pekerjaan kepada manajer pemasaran dan penjualan.
b. Export administration staff memiliki wewenang dan tanggung jawab penuh terhadap pengiriman ke OEM dan negara tujuan ekspor di seluruh dunia, dengan cara berkordinasi dengan pihak terkait guna mendapatkan hasil kerja maksimal.
c. Merencanakan serta mempersiapkan seluruh dokumen pendukung yang akan digunakan untuk keperluan pengiriman secara rutin dan tepat waktu guna menghindari terjadinya keterlambatan yang mengakibatkan kerugian perusahaan dan pihak lain.
d. Secara rutin melakukan komunikasi dengan pihak produksi guna mendapatkan informasi akurat mengenai ketersediaan barang sebagai persiapan alokasi dan pengiriman.
e. Melakukan kordinasi dengan perusahaan pengiriman untuk jadwal pengiriman yang akan dilaksanakan pada hari dan tanggal yang telah ditentukan.
f. Membuat estimasi kebutuhan ekspor bulan mendatang. 3. Warehouse staff
Tanggung jawab:
Mendukung seluruh aktivitas perencanaan pengiriman produk yang telah ditentukan oleh sales departemen untuk pengiriman ke tempat tujuan, dengan mempersiapkan jumlah yang sesuai serta kemasan standar yang telah ditentukan oleh perusahaan. Lingkup tanggung jawab:
a. Melaporkan hambatan yang terjadi dalam pekerjaan kepada
sales administration staff.
b. Bertanggung jawab secara penuh terhadap pengiriman ke seluruh tujuan yang telah ditetapkan oleh sales
administration staff, dengan cara berkordinasi dengan pihak
terkait guna mendapatkan hasil kerja maksimal.
c. Mempersiapkan barang yang akan digunakan untuk keperluan pengiriman secara rutin dan tepat waktu guna menghindari terjadinya keterlambatan yang mengakibatkan kerugian perusahaan dan pihak lain.
d. Secara rutin melakukan komunikasi dengan pihak produksi guna mendapatkan informasi akurat mengenai ketersediaan barang sebagai persiapan pengiriman.
Di bawah manajer umum pemasaran dan penjualan, terdapat manajer keuangan, manajer personalia, manajer informasi dan teknologi, manajer produksi dan seorang advisor yang masing-masing langsung bertanggung jawab kepada direktur di departemen mereka. Untuk manajer keuangan, manajer personalia dan manajer informasi dan teknologi dalam melaksanakan tugasnya mereka