• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

4.1 Metode Penelitian

Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasional, yaitu jenis penelitian yang dilaksanakan dengan tujuan mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan (berkorelasi) dengan satu atau lebih faktor lain berdasarkan koefisien korelasi (Sinulingga, 2011).

Pemilihan dan penggunaan desain ini terkait dengan tujuan penelitian, yaitu untuk menjelaskan pengaruh dan pengujian hipotesis dengan menganalisis berbagai data di lapangan. Dalam konteks penelitian ini adalah untuk memperoleh fakta–fakta dari fenomena yang ada dan mencari keterangan–keterangan secara faktual tentang pengaruh faktor-faktor penggabungan instansi dan restrukturisasi yang terdiri dari Tujuan organisasi, struktur organisasi, tata hubungan, sistem penghargaan, kepemimpinan dan mekanisme tata kerja terhadap peningkatan capaian PAD Kab. Tapanuli Tengah dalam tujuan mendapatkan alternatif kebijakan-kebijakan baik yang bersifat operasional maupun jangka panjang untuk meningkatkan capaian PAD Kabupaten Tapanuli Tengah berdasarkan adanya penggabungan organisasi.

4.2. Lokasi Penelitian dan Jadwal Penelitian 4.2.1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di DPPKKD Kab. Tapanuli Tengah yang beralamat di Jl. F. L. Tobing No. 18 Kel. Pandan Kec. Pandan Kab. Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

4.2.2. Jadwal Penelitian

Penelitian dilakukan dari Bulan Desember 2012 - Maret 2013, dengan jadwal pelaksanaan seperti pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1. Jadwal Pelaksanaan Penelitian

No Kegiatan PERIODE

Desember ‘12 Januari ‘13 Februari ‘13 Maret ‘13 1 Persiapan/Pembuatan Proposal Geladikarya

2 Pengumpulan Data

3 Penulisan Draft Laporan Geladi karya Untuk

Kolokium

4 Kolokium Geladikarya

5 Perbaikan Draft laporan geladikarya

6 Pengumpulan Data

7 Analisis Data

8 Penulisan Draft Laporan Geladikarya Untuk

Seminar

9 Seminar Perusahaan

10 Penulisan Laporan Geladikarya Untuk Sidang

11 Sidang Geladikarya

4.3 Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam Geladikarya ini adalah data primer dan sekunder.

1. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati dan dicatat oleh peneliti. Data primer diperoleh melalui teknik pengumpulan data dengan kuisioner. Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya wawancara langsung kepada responden dengan menggunakan bantuan kuisioner yang telah dirancang sebelumnya. Data primer diambil dari hasil kuisioner untuk data kualitatif meliputi persepsi pegawai mengenai faktor tujuan organisasi, struktur organisasi, kepemimpinan, sistem penghargaan, tata hubungan, mekanisme tata kerja dan peningkatan capaian PAD.

2. Data sekunder adalah data yang berasal dari beberapa instansi yang berkedudukan sebagai penyebar informasi, yaitu data jumlah karyawan dam jumlah target dan realisasi penghimpunan PAD Kab. Tapanuli Tengah.

4.4 Operasionalisasi Variabel Penelitian

Variabel merupakan suatu atribut dari sekelompok objek yang diteliti, mempunyai variasi antara satu dan lainnya dalam kelompok tersebut (Sugiono 1997 dalam Umar 2002). Untuk menjelaskan variabel-variabel yang sudah diidentifikasi, maka perlu definisi operasional dari masing-masing variabel agar

upaya pemahaman dalam penelitian. Defenisi operasional dari variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Tabel 4.2 Defenisi Operasionalisasi Variabel Penelitian

Indikator Defenisi Faktor-faktor Pengukuran

Peningkatan

Tabel 4.2 Defenisi Operasionalisasi Variabel Penelitian (Lanjutan)

Indikator Defenisi Faktor-faktor Pengukuran

Tujuan

- Hubungan antar unit kerja

Skala Likert :

an (X5) mempengaruhi

Tabel 4.2 Defenisi Operasionalisasi Variabel Penelitian (Lanjutan)

Indikator Defenisi Faktor-faktor Pengukuran

Mekanisme

Populasi penelitian ini adalah seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) DPPKKD Kab. Tapanuli Tengah yang berjumlah 73 orang. Umar (2009), menyatakan bahwa untuk menentukan berapa minimal sampel yang dibutuhkan jika ukuran populasi diketahui maka besarnya sampel dapat dicari dengan menggunakan rumus Slovin, seperti berikut:

Dimana :

n = ukuran sampel N = ukuran populasi

e = nilai kritis (batas ketelitian) yang diinginkan (10%)

Atas dasar rumus tersebut, jumlah sampel yang ditetapkan dengan nilai kritis 10%, jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 43 orang PNS DPPKKD Kab.

Tapanuli Tengah.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling, yaitu metode sampling non probability yang menggunakan orang-orang tertentu sebagai sumber data/informasi. Orang-orang tertentu yang dimaksud disini adalah individu atau kelompok yang karena pengetahuan, pengalaman, jabatan dan lain-lain yang dimilikinya menjadikan individu atau kelompok tersebut perlu dijadikan sumber informasi (Sinulingga, 2011).

4.6 Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang dilakukan adalah:

1. Metode dokumentasi

Menurut Arikunto (1998). Dokumentasi yaitu metode mencari data tentang hal-hal atau variabel berupa catatatan, transaksi, buku-buku, surat kabar, notulen rapat, dll. Dalam hal ini metode dokumentasi digunakan untuk mengetahui jumlah pegawai negeri sipil dan jumlah target dan realisasi penghimpunan DPPKKD Kab. Tapanuli Tengah.

Kuesioner yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab oleh responden (Sugiyono, 2004). Pertanyaan pada angket berpedoman pada indikator-indikator variabel, pengerjaannya dengan memilih salah satu alternatif jawaban yang telah disediakan. Setiap butir pertanyaan disertai lima jawaban dengan menggunakan skala skor nilai.

Dalam penelitian ini metode angket digunakan untuk memperoleh informasi dari karyawan, pertanyaan mengungkap tentang faktor Tujuan organisasi, struktur organisasi, tata hubungan, sistem penghargaan, kepemimpinan dan mekanisme tata kerja yang terjadi pada saat terjadinya restrukturisasi yang disiapkan untuk menopang pelaksanaan kebijakan tersebut, sehingga kinerja instansi tercapai secara optimal dalam meningkatkan capaian PAD.

Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner likert dimana setiap jawaban tidak hanya sekedar “setuju” dan “tidak setuju” saja melainkan dibuat dengan lebih banyak kemungkinan jawaban (Sugiyono, 2004).

4.7 Metode Analisis Data

Analisis regresi berganda digunakan oleh peneliti, bila peneliti bermaksud meramalkan begaimana keadaan (naik turunnya) variable dependen, bila dua atau leih variable independen sebagai factor predictor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya) (Sugiyono, 2010). Dalam mengetahui hubungan dan pengaruh faktor-faktor dari Tujuan organisasi, struktur organisasi, tata hubungan, sistem penghargaan, kepemimpinan dan mekanisme tata kerja yang terjadi pada saat terjadinya

restrukturisasi yang disiapkan untuk menopang pelaksanaan kebijakan tersebut sehingga kinerja instansi tercapai secara optimal dalam meningkatkan capaian PAD, digunakan teknik analisis regresi berganda.

Analisis regresi menggunakan rumus persamaan regresi berganda seperti yang dikutip dalam Sugiyono (2010), yaitu :

Y= a + b1X1 + b2X2 + b3X3+ b4X4 + b5X5+ b6X6 + e Keterangan :

Y = Peningkatan Capaian PAD a = Konstanta

b1,..,b6 = Koefisien regresi berganda X1 = Tujuan Organisasi

X2 = Struktur Organisasi X3 = Tata Hubungan X4 = Sistem Penghargaan X5 = Kepemimpinan

X6 = Mekanisme Tata Kerja e = Variabel Pengganggu

BAB V

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

5.1 Landasan Hukum

Sejarah Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah tidak terlepas dari sejarah Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan salah satu Dinas Otonom dibawah pengawasan dan bertanggung jawab kepada Bupati Tapanuli Tengah.

Kabupaten Tapanuli Tengah dibentuk berdasarkan Undang – undang Nomor 7 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten – Kabupaten dalam Propinsi Sumatera Utara, yang Ibukotanya terletak di Sibolga.

Berdasarkan Undang – undang Nomor 8 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kota – kota Besar Dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Utara, maka dibentuklah Kotapraja Daerah Tingkat II Sibolga. Dengan demikian Kota Sibolga merupakan Ibukota Kotamadya Sibolga dan juga sekaligus Ibukota Kabupaten Tapanuli Tengah.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 1986 tentang Penetapan Batas Wilayah Kota di seluruh Indonesia, telah diatur bahwa

Ibukota Kabupaten Dati II tidak boleh berada dalam Wilayah Kotamadya Dati II, sehingga Pemda Kabupaten Tapanuli Tengah mulai memikirkan pemindahan Ibukota dari Kota Sibolga ke salah satu Ibu kota Kecamatan di Kabupaten Dati II Tapanuli Tengah yang dapat mendukung menjadi Ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II Tapanuli Tengah.

Berdasarkan berbagai pertimbangan dan penilaian disepakati Kota Pandan Ibukota Kecamatan Sibolga diusulkan menjadi Ibukota Kabupaten Dati II Tapanuli Tengah, dan pembangunan Kantor Bupati KDH selesai dibangun di Pandan pada tahun 1992 dan diresmikan oleh Gubernur KDH Tingkat II Sumatera Utara pada tanggal 7 Oktober 1992.

Usul Pemindahan Pusat Pemerintahan sekaligus Ibukota Kabupaten Dati II Tapanuli Tengah yang diprogramkan sejak tahun 1981 melalui proses yang cukup lama, dan perjuangan para Pejabat Pemerintah yang bertugas di Kabupaten Tapanuli Tengah, akhirnya Pemerintah Pusat menyetujui dan menetapkan Kota Pandan sebagai Ibukota Kabupaten Tapanuli Tengah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1998, tentang Pemerintahan Ibukota Kabupaten Dati II dari Wilayah Kotamadya Dati II Sibolga pada tanggal 1 Agustus 1998 yang ditandai dengan penekanan tombol peresmian dan penandatanganan prasasti peresmian di Kota Pandan.

DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah dibentuk berdasarkan kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah dimana mengeluarkan kebijakan untuk melakukan restrukturisasi organisasi perangkat daerah (merger) melalui Peraturan Daerah No. 26 Tahun 2007 tanggal 26 Desember 2007. Salah satu dinas

yang bergabung tersebut adalah Dinas Pendapatan Daerah dengan Bagian Keuangan. Kedua instansi ini bergabung dan membentuk instansi baru yaitu Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah melalui Peraturan Bupati Tapanuli Tengah Nomor 7 Tahun 2008 tanggal 18 Juni 2008.

5.2 Visi dan Misi DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah

Menurut Wibisono (2006, p. 23) visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Visi Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Kakayaan Daerah adalah : “Terwujudnya Pengelola Keuangan dan Kekayaan Yang Profesional Dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Daerah dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Administrasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Guna Mendukung Pembangunan Daerah.“

Misi merupakan sebuah kompas yang membantu menemukan arah dan menunjukkan jalan yang tepat untuk mencapai visi yang telah ditetapkan. Untuk mewujudkkan visi yang telah ditetapkan diatas maka DPPKKD memiliki misi sebagai berikut :

1. Pengembangan sumber daya manusia Pengelola Keuangan dan Kekayaan;

2. Mewujudkan partisipasi masyarakat dalam peningkatan pendapatan daerah;

3. Menjadi motor penggerak kesadaran masyarakat dalam mentaati pajak/retribusi dan penerimaan lain-lain yang di dukung oleh system dan prosedur administrasi yang efektif dan efisien;

4. Pengembangan system manajemen pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah;

5. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pendukung.

5.3 Struktur Organisasi DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah Struktur organisasi merupakan suatu bentuk yang menunjukkan aspek-aspek pokok dan hubungan antara bagian serta saluran pengawasan yang menduduki masing-masing jabatan. Struktur organisasi juga menggambarkan pembagian tugas yang penting serta garis otorisasi formal. Dan kesemuanya ini merupakan tanggung jawab pimpinan perusahaan untuk mengkoordinir perusahaan dan bekerja lebih efektif dan efisien Adapun struktur organisasi DPPKKD Kab. Tapanuli Tengah terihat pada Lampiran-IV.

5.4 Tugas dan Fungsi Organisasi DPPKKD

Tugas dan fungsi DPPKKD diuraikan berdasarkan kepada pembagiannya terhadap masing-masing jabatan yang telah ditetapkan. Adapun uraian tugas dan fungsi berdasarkan masing-masing jabatan yang berada di dalam instansi DPPKKD adalah sebagai berikut :

1. Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah

Rumusan tugas : Kepala Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah mempunyai tugas pokok dan fungsi membantu Bupati dalam bidang Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah yang menjadi wewenang daerah.

2. Sekretaris

Rumusan tugas : Sekretaris mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada Satuan Organisasi Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah. sekretariat dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok dalam lingkup Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah.

3. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.

Rumusan tugas : memimpin Sub bagian umum dan kepegawaian dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mendukung tugas pokok pada bagian sekretaris dan tata usaha di DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah.

4. Kepala Sub Bagian Keuangan.

Rumusan tugas : Memimpin Sub bagian keuangan dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mendukung tugas pokok pada bagian sekretaris di DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah.

5. Kepala Sub Bagian Perencanaan

Rumusan tugas : Memimpin Sub bagian perencanaan dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mendukung tugas pokok pada bagian sekretaris di DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah.

6. Kepala Bidang Pendapatan

Rumusan tugas : Kepala Bidang Pendapatan mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan tugas Bidang Pendapatan yang meliputi program objek Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui intensifikasi dan eksentifikasi pajak dan restribusi maupun penerimaan lainnya.

7. Seksi Pendaftaran, Pendataan dan Dokumentasi

Rumusan tugas : memimpin Seksi Pendaftaran Pendataan dan Dokumentasi, dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada bidang pendapatan di DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah.

8. Seksi Perhitungan dan Penetapan

Rumusan tugas : memimpin Seksi Perhitungan dan Penetapan, dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada bidang pendapatan di DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah.

9. Seksi Penagihan

Rumusan tugas : memimpin Seksi Penagihan dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk

mendukung kelancaran tugas pokok pada bidang pendapatan di DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah.

10. Kepala Bidang Belanja

Rumusan tugas : Kepala Bidang Belanja mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan tugas bidang program, anggaran dan perbendaharaan, dimana menyusun program belanja daerah Kabupaten Tapanuli Tengah

11. Seksi Program

Rumusan tugas : memimpin seksi Program dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada bidang belanja di DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah.

12. Seksi Anggaran

Rumusan tugas : memimpin Seksi Anggaran dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada bidang belanja di DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah.

13. Seksi Perbendaharaan

Rumusan tugas : memimpin Seksi Perbendaharaan dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada bidang belanja di DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah.

14. Kepala Bidang Kekayaan Daerah

Rumusan tugas : Kepala Bidang Kekayaan mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan tugas Bidang Kekayaan Daerah meliputi Pengadaan, Pemanfaatan dan Pengendalian serta perawatan asset daerah pada DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah.

15. Kepala Seksi Pengadaan

Rumusan tugas : Memimpin Seksi Pengadaan dalam pelaksanaan kegiatan tehnis dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada Bidang Kekayaan di Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah.

16. Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pengendalian

Rumusan tugas : Memimpin Seksi Pemanfaatan dan Pengendalian dalam pelaksanaan kegiatan tehnis dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada Bidang Kekayaan di Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah.

17. Kepala Seksi Perawatan

Rumusan tugas : Memimpin Memimpin Seksi Perawatan dalam pelaksanaan kegiatan tehnis dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada Bidang Kekayaan di Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah.

18. Kepala Bidang Akuntansi

Rumusan tugas : Memimpin Seksi Verifikasi, Pembukuan dan Pelaporan dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai ketentuanya berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah.

19. Seksi Verifikasi

Rumusan tugas : Memimpin Seksi Verifikasi dalam pelaksanaan kegiatan tehnis dan administrasi sesuai ketentuanya berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada bidang akumtansi di Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah.

20. Seksi Pembukuan

Rumusan tugas : Memimpin Seksi Pembukuan dalam pelaksanaan kegiatan tehnis dan administrasi sesuai ketentuanya berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada bidang akumtansi di Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah

21. Seksi Pelaporan

Rumusan tugas : Memimpin Seksi Pelaporan dalam pelaksanaan kegiatan tehnis dan administrasi sesuai ketentuanya berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada bidang akumtansi di Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah.

BAB VI

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

6.1. Analisis

6.1.1 Analisis Validitas dan Reliabilitas

Validitas adalah suatu ukuran yang mengacu kepada derajat kesesuaian antara data yang dikumpulkan dan data sebenarnya dalam sumber data (Sukaria

yang diinginkannya dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat (Arikunto, 2002), sedangkan reliabilitas menunjukkan sejauh mana tingkat kekonsistenan pengukuran dari suatu responden ke responden yang lain atau dengan kata lain sejauh mana pertanyaan dapat dipahami sehingga tidak menyebabkan beda interpretasi dalam pemahaman pertanyaan tersebut. Dengan kata lain reliabilitas menunjukkan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran diulangi lebih dari sekali.

Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk pengumpulan data primer, sebelum digunakan dalam penelitian terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap 30 orang pegawai dari DPPKKD Kab. Tapteng, namun bukan merupakan sampel dalam penelitian ini, yaitu terhadap kuisioner yang disebarkan mengenai variabel Tujuan organisasi, struktur organisasi, tata hubungan, sistem penghargaan, kepemimpinan dan mekanisme tata kerja terhadap peningkatan capaian PAD.

Pada taraf nyata α 0,05, Uji validitas kuesioner dilakukan menggunakan program SPSS, maka r hitung dapat dilihat pada tabel “item-total statistics” kolom

“corrected item-total correlation”.Sedangkan hasil reliabilitas diperoleh dengan melihat r Alpha (Cronbach’s Alpha) pada tabel “reliability statistics”. Hasil dari analisis tersebut sebagaimana terlihat pada Tabel 6.1.

Pada hasil uji reliabilitas dari kuesioner diperoleh bahwa r Alpha (Cronbach’s Alpha) adalah sebesar 0.909, yaitu koefisien reliabilitasnya lebih dari atau sama dengan 0,700 (Robert dan Saccuzo, 1993). Oleh karena itu maka dapat

disimpulkan bahwa ke-35 butir pertanyaan tersebut dapat dinyatakan bersifat reliabel.

Tabel 6.1 Nilai Reliability Instrumen Penelitian

Cronbach's Alpha N of Items

.909 35

Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)

Dari hasil uji validitas dengan menggunakan program SPSS, maka pada output dapat dilihat nilai corrected item-total correlation (r hitung) semuanya bernilai positif dan memiliki nilai koefesien validitas lebih dari atau sama dengan 0,3 (Robert dan Saccuzo, 1993). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ke-35 butir pernyataan tersebut dapat dinyatakan valid.

Tabel 6.2 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian

Scale Mean if

Pernyataan_Q2 148.87 119.361 .362 .908

Pernyataan_Q3 149.00 116.690 .509 .906

Pernyataan_Q4 148.87 117.775 .494 .906

Pernyataan_Q5 148.90 115.610 .562 .905

Tabel 6.2 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian (Lanjutan)

Scale Mean if

Pernyataan_Q6 149.17 119.316 .378 .908

Pernyataan_Q7 148.60 118.800 .422 .907

Pernyataan_Q8 148.87 119.361 .362 .908

Pernyataan_Q9 148.97 119.344 .341 .908

Pernyataan_Q10 148.87 117.775 .494 .906

Pernyataan_Q11 148.90 111.748 .616 .904

Pernyataan_Q12 149.07 115.444 .578 .905

Pernyataan_Q13 148.90 115.610 .562 .905

Pernyataan_Q14 149.17 119.316 .378 .908

Pernyataan_Q15 148.60 118.800 .422 .907

Pernyataan_Q16 148.80 117.269 .475 .906

Pernyataan_Q17 148.57 118.599 .399 .907

Pernyataan_Q18 148.77 118.392 .355 .908

Pernyataan_Q19 148.60 118.800 .422 .907

Pernyataan_Q20 148.80 117.269 .475 .906

Pernyataan_Q21 149.37 117.137 .458 .907

Pernyataan_Q22 148.90 115.610 .562 .905

Pernyataan_Q23 149.07 116.754 .387 .908

Pernyataan_Q24 148.77 118.392 .355 .908

Pernyataan_Q25 149.00 116.690 .509 .906

Pernyataan_Q26 148.63 118.171 .349 .908

Pernyataan_Q27 148.97 119.068 .327 .908

Pernyataan_Q28 149.07 115.444 .578 .905

Pernyataan_Q29 148.73 117.306 .472 .906

Pernyataan_Q30 148.90 116.576 .492 .906

Pernyataan_Q31 149.10 117.128 .470 .906

Pernyataan_Q32 148.90 116.576 .492 .906

Pernyataan_Q33 149.10 117.817 .355 .908

Pernyataan_Q34 149.07 115.444 .578 .905

Pernyataan_Q35 148.63 118.723 .341 .908

Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)

6.1.2 Distribusi Pendapat Responden Terhadap Variabel Penelitian

6.1.2.1 Deskripsi Jawaban Responden Variabel Penggabungan Organisasi (X).

Dalam penelitian ini variabel Penggabungan Organisasi adalah indikator Tujuan organisasi (X1), struktur organisasi (X2), tata hubungan (X3), sistem penghargaan (X4), kepemimpinan (X5) dan mekanisme tata kerja (X6). Adapun

descriptive statistic pada software SPSS 17.0 dengan tujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi jawaban responden terhadap variabel Penggabungan Organisasi (X). Penjelasan responden tentang variabel Penggabungan Organisasi (X) dengan indikator Tujuan organisasi (X1), struktur organisasi (X2), tata hubungan (X3), sistem penghargaan (X4), kepemimpinan (X5) dan mekanisme tata kerja (X6) menggambarkan bahwa pendapat seluruh responden yang berjumlah 43 responden.

Berikut ini adalah hasil jawaban responden mengenai pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuisioner untuk variabel Penggabungan Organisasi (X).

a. Deskripsi Jawaban Responden Variabel Tujuan organisasi (X1)

Tabel 6.3 Penjelasan Responden atas Variabel Tujuan organisasi (X1)

Pernyataan Q1 Q2 Q3 Q4 Q5

Sangat Tidak Setuju 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%

Tidak Setuju 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%

Netral 4.65% 2.33% 2.33% 2.33% 6.98%

Setuju 27.91% 44.19% 44.19% 51.16% 51.16%

Sangat Setuju 67.44% 53.49% 53.49% 46.51% 41.86%

Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)

Dalam penelitian ini yang dimaksud Tujuan organisasi adalah tolok ukur prestasi kerja atau efektifitas suatu organisasi. Hasil jawaban kuisoner yang diperoleh dari 43 orang responden untuk variabel Tujuan organisasi pada Tabel 6.3 yaitu:

- Pada pernyataan Q1 (Saya memahami prioritas organisasi yang bergabung ini dengan baik), responden menyatakan sangat setuju dengan persentase dominan sebesar 67.44%, selanjutnya 27.91% responden menyatakan setuju

- Pada pernyataan Q2 (Saya dapat memahami dengan baik tujuan organisasi yang telah digabungkan), responden menyatakan sangat setuju dengan persentase dominan sebesar 53.49%, dan 44.19% responden menyatakan setuju dan 2.33% responden menyatakan netral.

- Pada pernyataan Q3 (Tujuan yang ditetapkan oleh dua unit yang digabung ini benar-benar mendukung karir saya), responden menyatakan sangat setuju dengan persentase dominan sebesar 53.49%, dan 44.19% responden menyatakan setuju dan 2.33% responden menyatakan netral.

- Pada pernyataan Q4 (Tujuan organisasi yang bergabung ini memberikan motivasi bagi saya untuk dapat bekerja lebih baik), responden menyatakan setuju dengan persentase dominan sebesar 51.16%, selanjutnya 46.51%

responden menyatakan ssangat etuju dan 2.33% responden menyatakan netral.

- Pada pernyataan Q5 (Tujuan organisasi yang bergabung ini sangat penting bagi saya sebagai pedoman dalam melakukan pekerjaan), responden menyatakan setuju dengan persentase dominan sebesar 51.16%, selanjutnya 41.86% responden menyatakan sangat setuju dan 6.98% responden menyatakan netral.

b. Deskripsi Jawaban Responden Variabel Struktur organisasi (X2)

Dalam penelitian ini yang dimaksud variabel Struktur organisasi adalah merupakan bentuk pengorganisasian dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Tabel 6.4 Penjelasan Responden atas Variabel Struktur organisasi (X2)

Pernyataan Q6 Q7 Q8 Q9 Q10

Sangat Tidak Setuju 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%

Tidak Setuju 0.00% 2.33% 0.00% 0.00% 0.00%

Netral 6.98% 11.63% 6.98% 4.65% 2.33%

Setuju 69.77% 34.88% 46.51% 62.79% 23.26%

Sangat Setuju 23.26% 51.16% 46.51% 32.56% 74.42%

Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)

Hasil jawaban kuisoner yang diperoleh dari 43 orang responden untuk variabel Struktur organisasi pada Tabel 6.4 yaitu:

- Pada pernyataan Q6 (Struktur baru yang ditetapkan membuat saya kreatif), responden menyatakan setuju dengan persentase dominan sebesar 69.77%, selanjutnya 23.26% responden menyatakan sangat setuju, dan 6.98%

responden menyatakan netral.

- Pada pernyataan Q7 (Struktur organisasi yang dirancang dapat membuat saya bekerja lebih baik), responden menyatakan sangat setuju dengan persentase dominan sebesar 51.16%, selanjutnya 34.88% responden menyatakan netral, 11.63% responden menyatakan netral dan 2.33% responden menyatakan tidak setuju.

- Pada pernyataan Q8 (Struktur organisasi setelah penggabungan ini sangat sesuai menurut saya dengan misi dalam pencapaian tujuan organisasi), responden menyatakan sangat setuju dengan persentase dominan sebesar 46.51%, selanjutnya 46.51% responden menyatakan setuju dan 6.98%

responden menyatakan netral.

- Pada pernyataan Q9 (Struktur organisasi setelah penggabungan organisasi ini sangat sesuai dengan kebutuhan saya dalam menyelesaikan pekerjaan),

- Pada pernyataan Q9 (Struktur organisasi setelah penggabungan organisasi ini sangat sesuai dengan kebutuhan saya dalam menyelesaikan pekerjaan),