METODE PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta, atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu (Nurul Zuriah, 2007 : 47)
Berdasarkan penjabaran, penelitian yang berjudul Pelaksanaan Program TBM Keliling dalam Upaya Peningkatan Minat Baca Masyarakat Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung ini menggunakan pendekatan kualitatif karena permasalahan yang akan dibahas tidak berkenaan dengan angka-angka, tetapi mendeskripsikan, menguraikan dan menggambarkan : (1) pelaksanaan Program TBM Keliling yang berlangsung di Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, (2) bagaimana TBM Keliling dapat memotivasi minat baca masyarakat di Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, (3) faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Program TBM Keliling sebagai upaya peningkatan minat baca masyarakat Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung.
B. Subjek Penelitian
Subjek penelitian diperlukan sebagai pemberi keterangan mengenai informasi-informasi yang menjadi sasaran penelitian. Subjek penelitian adalah sumber utama data penelitian, yaitu yang memiliki data mengenai variabel- variabel yang diteliti (Saiffudin Azwar, 2007: 34-35 ). Subjek penelitian, pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian (Saiffudin Azwar, 2007: 35)
Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah : (1) pengelola TBM Keliling, (2) pendiri TBM, dan (3) warga Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung sebagai sasaran TBM Keliling. Maksud dari pemilihan subjek penelitian ini adalah untuk mendapatkan sebanyak mungkin informasi dari berbagai macam sumber sehingga data yang diperoleh dapat diakui kebenarannya.
C. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian mengenai pelaksanaan program TBM Keliling ini dilaksanakan mulai tanggal 6 September 2012 sampai dengan tanggal 26 Oktober 2012. Lokasi dalam penelitian ini adalah Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung sebagai salah satu sasaran TBM Keliling yang diselenggarakan SKB Kabupaten Temanggung yang beralamatkan di Jl Hayam Wuruk, No 65/ Kelurahan Sidorejo RT 07/01 Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung.
D. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan, antara lain adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Ketiga hal tersebut diuraikan berikut.
1. Observasi
Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. Apabila objek penelitian bersifat perilaku dan tindakan manusia, fenomena alam (kejadian-kejadian yang ada di alam sekitar), proses kerja, dan penggunaan responden kecil (Riduan, 2009: 30)
Dalam hal ini penulis mengamati langsung tentang hal-hal yang berkaitan dengan fokus penelitian. Dengan fokus observasi terhadap 3 komponen utama, yaitu ruang (tempat), aktor (pelaku) dan aktivitas (kegiatan).
Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan ruang (tempat) merupakan aspek fisik yang meliputi gedung kantor dan tempat dilaksanakannya proses kegiatan, aktor (pelaku) meliputi orang-orang yang terlibat dalam situasi yaitu penyelenggara program TBM Keliling, serta warga peserta TBM Keliling, sedangkan aktivitas (kegiatan) merupakan kegiatan yang dilakukan aktor (pelaku) dalam kaitannya dengan pelaksanaan program TBM Keliling.
2. Wawancara
Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Wawancara ini digunakan bila ingin mengetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam serta jumlah responden sedikit. Ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi arus informasi dalam wawancara, yaitu : pewawancara, responden, pedoman wawancara, dan situasi wawancara (Subana dalam Riduan, 2009: 29)
Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara menggunakan petunjuk umum wawancara. Jenis wawancara ini mengharuskan pewawancara membuat kerangka dan garis besar pokok-pokok yang dirumuskan tidak perlu ditanyakan secara berurutan. Pelaksanaan wawancara dan pengurutan pertanyaan disesuaikan dengan keadaan responden dalam konteks wawancara yang sebenarnya (Lexy J. Moleong, 2010: 187)
Wawancara dalam penelitian ini dilakukan untuk mengungkap data mengenai pelaksanaan Program TBM Keliling dalam peningkatan minat baca masyarakat. Wawancara dilakukan kepada penyelenggara TBM Keliling, pengelola TBM Keliling dan peserta TBM Keliling.
3. Metode Dokumentasi
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen ini bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen ini dimaksudkan untuk melengkapi data dari
wawancara dan observasi. Dokumentasi dapat berupa surat-surat, gambar atau foto dan catatan lain yang berhubungan dengan penelitian (Sugiyono, 2009: 82)
Fungsi dari penggunaan metode ini adalah untuk memperoleh data tertulis yang meliputi: sejarah berdirinya program TBM Keliling di SKB Kabupaten Temanggung,organisasi dan tata kerja, data program, data sarana dan prasarana, data sumber pandanaan, data warga sasaran program TBM Keliling dan tujuan program.
Ketiga teknik pengumpulan data tersebut dirangkum dalam table 1 di bawah ini.
Tabel 1. Teknik Pengumpul Data
No Aspek Sumber Data Teknik
Pengumpulan Data 1. Pelaksanaan TBM Keliling di Desa Getas Penyelenggara, pengelola, warga desa Wawancara, dokumentasi 2. Program (TBM) Keliling dapat
memotivasi minat baca masyarakat di Desa Getas
Penyelenggara, pengelola, warga desa
Wawancara, dokumentasi
3. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan Program TBM Keliling sebagai upaya peningkatan minat baca masyarakat di Desa Getas
Penyelenggara, pengelola
E. Teknik Analisis Data
Nasution dalam Sugiyono (2009: 336) menguraikan tentang analisis data sebagai berikut.
“Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyususn ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Analasis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, dan setelah selesai di lapangan. Nasution dalam hal ini menyatakan “Analisis telah mulai sejak merumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun ke lapangan, dan berlangsung terus sampai penulisan hasiul penelitian. Analisis data menjadi pegangan bagi penelitian selanjutnya sampai jika mungkin, teori yang grounded” (Nasution dalam Sugiyono, 2009: 336)
Analisis data pada penelitian ini dilaksanakan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Alur analisis mengikuti model analisis interaktif. Proses analisis dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data (Miles & Huberman dalam Sugiyono, 2009: 337).
Analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu: tahap pengumpulan data, tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan. Keempat tahapan analisis tersebut dapat dijelaskan secara kronologis sebagai berikut.
1. Pengumpulan data
Data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentrasi dicatat dalam catatan lapangan.
2. Reduksi data
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Data yang diperoleh di lapangan disajikan dalam laporan secara sistematik yang mudah dibaca atau dipahami baik sebagai keseluruhan maupun bagian- bagiannya dalam konteks sebagai satu kesatuan yang pokok sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas.
3. Sajian data
Sajian data berupa bentuk tulisan atau kata-kata, gambar, grafik, maupun tabel. Tujuan sajian data adalah untuk menggabungkan informasi sehingga tersusun dalam suatu bentuk yang mudah dimengerti dan dapat menggambarkan keadaan yang terjadi. Hasil catatan lapangan yang sudah direduksi dan disusun secara baik.
4. Penarikan kesimpulan
Penarikan kesimpulan dilakukan selama proses penelitian berlangsung. Seperti halnya proses reduksi data, setelah data yang terkumpul cukup memadai maka selanjutnya ditarik kesimpulan sementara. Setelah data yang dibutuhkan benar-benar lengkap maka ditarik kesimpulan akhir.
F. Pengujian Data
Keabsahan data dimaksud untuk memperoleh tingkat kepercayaan yang berkaitan dengan seberapa jauh kebenaran hasil penelitian,
mengungkapkan, dan memperjelas data dengan fakta-fakta aktual di lapangan (Lexy J. Moleong, 2010: 178)
Selanjutnya diuraikan Lexy J. Moleong (2010: 330-331) bahwa untuk memperoleh keabsahan data atau data yang terpercaya dilakukan langkah- langkah di bawah ini.
1. Melakukan pengamatan yang terus menerus. Pengamatan yang terus menerus ini selain untuk menemukan hal-hal yang konsisten juga dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi reliabilitas data.
2. Membicarakan dengan orang lain yang banyak memahami dan atau terlibat dalam masalah penelitian.
3. Triangulasi data, untuk membuktikan keabsahan data dalam penelitian ini, teknik yang digunakan hanya terbatas pada teknik pengamatan lapangan dan triangulasi. Moleong membedakan 4 macam triangulasi, yaitu:
a. Triangulasi sumber, maksudnya membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif.
b. Triangulasi metode, maksudnya dua strategi, yaitu:
1) Pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data.
2) Pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama.
c. Triangulasi peneliti, maksudnya memanfaatkan peneliti untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data.
d. Triangulasi teori, maksudnya membandingkan teori yang ditemukan berdasarkan kajian lapangan dengan teori yang telah ditemukan para pakar (Lexy J. Moleong, 2010: 330-331)
Teknik triangulasi dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dan triangulasi metode, dengan pertimbangan bahwa untuk memperoleh informasi dari para informan perlu diadakan cross check antara satu informan dengan informan yang lain sehingga dapat memperoleh informasi yang benar-benar valid. Informasi yang diberikan salah satu informan dalam menjawab pertanyaan penulis, dicek ulang dengan menanyakan pertanyaan yang disampaikan oleh informan pertama ke informan lain. Sehingga aka ditemukan kecocokan antara kedua jawaban. Sedangka pengujian keabsahan data dengan triangulasi metode dilakukan dengan mencocokan hasil jawaban dari wawancara kepada informan dengan kejadian aktual di lapangan.