BAB I PENDAHULUAN
H. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif yaitu untuk menggambarkan atau memberikan uraian mengenai suatu gejala sosial yang diteliti.
commit to user 2. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Surakarta karena di Kelurahan Sondakan terdapat banyak peserta Jamkesmas yang menggunakan Jamkesmas untuk berobat pada waktu sakit.
3. Sumber Data a. Data Primer
Data yang diperlukan untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan penelitian ini adalah data yang diperoleh langsung dari informan dengan menggunakan pedoman wawancara. Informan yang diwawancarai sebagai sumber data antara lain: Petugas Puskesmas, petugas Kelurahan, dan peserta Jamkesmas.
b. Data Sekunder
Yaitu data yang dikumpulkan untuk mendukung dan melengkapi data primer adalah yang berkenaan dengan masalah penelitian. Data ini berupa kepustakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan program Jamkesmas, arsip data Kelurahan Sondakan, arsip data Puskesmas Pajang, arsip data PT. Askes Cabang Surakarta
4. Teknik Pengumpulan Data a. Wawancara
Adalah pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik percakapan dengan informan dengan maksud untuk mencari informasi yang
commit to user
berkaitan dengan kajian dalam penelitian ini. Dalam hal ini peneliti akan melakukan wawancara dengan petugas Kelurahan Sondakan, petugas Puskesmas Pajang, dan peserta Jamkesmas di Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Surakarta. Pelaksanaan wawancara di lapangan peneliti menggunakan pedoman wawancara yang telah dipersiapkan sebelumnya. Pada pelaksanaannya daftar pertanyaan bisa berkembang sesuai dengan keadaan yang terjadi.
b. Observasi
Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan fenomena yang diteliti. Observasi memungkinkan melihat dan mengamati sendiri perilaku dan kajian sebagaimana keadaan yang sebenarnya. Dalam penelitian ini peneliti datang ke lokasi untuk melihat tentang bagaimana pertukaran sosial dalam pelaksanaan program Jamkesmas. Hanya saja dalam hal ini peneliti tidak terlibat secara langsung dengan kegiatan yang ada melainkan hanya mengamati saja.
Dalam penelitian ini peneliti mengamati perilaku peserta Jamkesmas dalam memanfaatkan program Jamkesmas di Puskesmas.
c. Dokumentasi.
Adalah salah satu teknik pengumpulan data dengan cara mencatat arsip-arsip, surat-surat dan dokumen lain yang mendukung. Dokumen berupa data-data monografi Kelurahan Sondakan, data-data dari Puskesmas Pajang, data-data dari PT. Askes Cabang Surakarta.
commit to user 5. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling atau sampel bertujuan. Yaitu sampel yang ditarik dengan maksud dan tujuan penelitian. Selain itu dengan teknik tersebut berguna untuk mendapatkan informan yang tepat yang mengurai permasalahan yang menjadi obyek penelitian. Dalam hal ini peneliti akan memilih informan yang dipandang paling tahu, sehingga kemungkinan pilihan informasi akan berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kemantapan peneliti dalam memperoleh data. Teknik pengambilan sampel ditujukan pada peserta Jamkesmas, petugas Kelurahan, petugas Puskesmas yang menangani masalah Jamkesmas.
6. Validitas data
Validitas data menunjukkan bahwa apa yang diamati peneliti sesuai dengan apa yang sesungguhnya ada di lokasi penelitian dan penjabaran dari deskripsi permasalahan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Untuk memperoleh dan menjamin validitas data proses penelitian maka akan digunakan:
a. Triangulasi
Triangulasi data digunakan dari sumber (informan) yang berbeda. Triangulasi digunakan untuk keperluan pengecekan atau pembanding terhadap data tersebut. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan
commit to user
data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau pembanding terhadap data tersebut. Terdapat empat macam triangulasi data yaitu meliputi: pemeriksaan sumber, metode, teori atupun penyelidik. Dari keempat macam triangulasi tersebut, maka peneliti menggunakan sumber data yang berlainan dengan tujuan untuk pengumpulan data yang sama. Triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat berbeda dengan jalan:
· Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara · Membandingan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi
penelitian dengan apa yang dikatakan setiap waktu
· Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang di depan umum dengan apa yang informan katakan
· Membandingkan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang seperti rakyat biasa, orang berpendidikan, orang pemerintahan dan sebagainya.
· Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen secara kontinyu. Tujuannya jelas yaitu untuk bisa mengetahui adanya alasan terjadinya perbedaan-perbedaan tidak hanya mengharap bahwa hasil perbandingan tersebut merupakan kesamaan pandangan, pendapat, ataupun pemikiran. (Moleong : 2007:330)
commit to user b. Informan Review
Data sebelum dianalisis diperiksa kembali oleh sumber data (key informan) barangkali ada jawaban-jawaban yang kurang sesuai dengan apa yang dimaksud dengan informan.
7. Teknik analisis data
Analisis data yang digunakan adalah analisis data model Spradley. Spradley membagi analisis data dalam penelitian kualitatif berdasarkan tahapan dalam penelitian kualitatif. Tahapan analisis data yang dilakukan dalam penelitian kualitatif antara lain analisis domain, taksonomi, komponen dan analisis tema. a. Analisis Domain
Analisis domain merupakan langkah pertama dalam penelitian kualitatif. Analisis domain pada umumnya dilakukan untuk memperoleh data yang umum dan menyeluruh tentang situasi sosial yang diteliti atau obyek penelitian. Analisis domain dilakukan terhadap data yang diperoleh dari pengamatan atau wawancara atau pengamatan deskriptif yang terdapat dalam catatan lapangan.
Ada enam tahap yang dilakukan dalam analisis domain yaitu:
1. Memilih salah satu hubungan semantik untuk memulai dari sembilan hubungan semantik yang tersedia yaitu hubungan termasuk, spasial, sebab akibat, rasional, lokasi tempat bertindak, fungsi, alat tujuan, urutan, dan memberi atribut atau memberi nama.
commit to user
3. Memilih salah satu sampel catatan lapangan yang dibuat terakhir, untuk memulainya.
4. Mencari istilah acuan dan istilah bagian yang cocok dengan hubungan semantik dari catatan lapangan.
5. Mengulangi usaha pencarian domain sampai semua hubungan semantik habis.
6. Membuat daftar domain yang ditemukan (teridentifikasi) b. Analisis Taksonomi
Setelah selesai analisis domain, dilakukan pengamatan dan wawancara terfokus berdasarkan fokus yang sebelumnya telah dipilih oleh peneliti. Hasil terpilih untuk memperdalam data telah ditemukan melalui pengajuan sejumlah pertanyaan kontras. Data hasil wawancara terpilih dimuat dalam catatan lapangan.
Tujuh langkah yang dilakukan dalam analisis komponen yaitu: 1. Memilih satu domain untuk dianalisis.
2. Mencari kesamaan atas dasar hubungan semantik yang sama yang digunakan untuk domain itu.
3. Mencari tambahan istilah bagian.
4. Mencari domain yang lebih besar dan lebih inklusif yang dapat dimasukkan sebagai sub bagian dari domain yang sedang dianalisis.
5. Membentuk taksonomi sementara
6. Mengadakan wawancara terfokus untuk mengecek analisis yang telah dilakukan
commit to user c. Analisis Komponen.
Setelah analisis taksonomi, dilakukan wawancara terpilih untuk memperdalam data yang telah ditemukan melalui pengajuan sejumlah pertanyaan kontras. Data hasil wawancara terpilih dimuat dalam catatan lapangan.
Delapan langkah yang dilakukan dalam analisis komponen yaitu: 1. Memilih domain yang akan dianalisis.
2. Mengidentifikasi seluruh kontras yang telah ditemukan. 3. Menyiapkan lembar paradigma.
4. Mengidentifikasikan dimensi kontras yang memiliki dua nilai. 5. Menggabungkan dimensi kontras yang berkaitan erat menjadi satu 6. Menyiapkan pertanyaan kontras untuk ciri yang tidak ada.
7. Mengadakan pengamatan terpilih untuk melengkapi data. 8. Menyiapkan paradigma lengkap.
d. Analisis Tema
Analisis tema merupakan seperangkat prosedur untuk memahami secara holistik pemandangan yang sedang diteliti. Sebab setiap kebudayaan terintegrasi dalam beberapa jenis pola yang lebih luas.
Tujuh cara untuk menemukan tema yaitu: 1. Melebur diri
2. Melakukan analisis komponen terhadap istilah acuan.
3. Perspektif yang lebih luas melalui pencarian domain dalam pemandangan budaya.
commit to user
4. Menguji dimensi kontras seluruh domain yang telah dianalisis. 5. Mengidentifikasi domain terorganisir
6. Membuat gambar untuk memvisualisasi hubungan antar domain. 7. Mencari tema universal. (Moleong, 2007: 302-307)
commit to user