BAB I PENDAHULUAN
1.6 Metode Penelitian
Dalam sebuah penelitian sangatlah dibutuhkan suatu metode penelitian sebagai bahan pendukung untuk mencapai tujuan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.
Menurut Koentjaraningrat (1976:30), bahwa penelitian yang bersifat deskriptif, yaitu penelitian yang memberikan gambaran secermat mungkin mengenai individu, keadaan, gejala, atau kelompok tertentu. Metode deskriptif juga merupakan suatu metode yang menggambarkan keadaan atau objek penelitian yang dilakukan pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya dan dipakai untuk memecahkan masalah dengan cara mengumpulkan, menyusun, mengklarifikasika, mengkaji, dan menginterpretasikan data. Dalam metode deskriptif penulis menjelaskan dan mendeskripsikan hal-hal apa saja yang terdapat pada anime Boku Dake Ga Inai Machi karya Kei Sanbe yang berkaitan dengan postmodernisme berdasarkan teori Jacques derrida mengenai postmodernisme.
Untuk mengumpulkan data-data ini, penulis menggunakan metode kepustakaan (library research) dalam pengumpulan data. Hal tersebut dilakukan dengan cara mengumpulkan buku dari berbagai sumber atau referensi yang berkaitan dengan masalah ini. Dan untuk menunjang penulisan ini, penulis juga menambah referensi dari internet atau hal-hal yang berkaitan dengan masalah ini.
BAB II
TINJAUAN UMUM TERHADAP ANIME DAN POSTMODERNISME
2.1 Defenisi Anime
Anime (アニメ) merupakan istilah film animasi yang sangat terkenal di Jepang hingga seluruh dunia dan merupakan budaya milik Jepang. Berbicara mengenai budaya Jepang tidak akan lepas dari anime yang dihasilkan oleh
“negara matahari terbit” tersebut. Wells dalam Steinberg (2012:1) mengemukakan pengertian animasi berasal dari kata latin, animare, yang berarti "memberikan kehidupan," dan dalam konteks film animasi, sebagian besar berarti penciptaan ilusi gerakan buatan dalam garisgaris dan bentuk yang tidak hidup, maka dapat disebut sebagai grafik yang bergerak dan seolah-olah hidup.
Anime sendiri merupakan istilah serapan oleh orang Jepang seperti yang diungkapkan oleh Kurnia (2006:202) yang mengatakan bahwa istilah anime sendiri merupakan penjepangan kata animation dari bahasa Inggris, maka jika dalam bahasa Jepang adalah アニメーション (baca: anime-shon), kemudian disingkat menjadi アニメ (baca: anime). Anime memberikan daya tarik tersendiri bagi para penikmatnya untuk sekedar hiburan karena fantasi dan imajinasi yang tidak dapat terjadi di dunia nyata bisa digambarkan dan dituangkan di dalam film animasi itu sendiri.Norris (2009:236) juga membenarkan bahwa anime telah disamakan dengan budaya Jepang kontemporer visual dan estetika di banyak media, pembelajar budaya dan komentator di seluruh dunia.Sayangnya, masih banyak orang beranggapan bahwa anime hanya tontonan milik anak-anak yang
bersifat menghibur dan tidak memiliki makna/nilai tertentu yang ingin disampaikan.
Walaupun anime bisa disebut sebagai sarana hiburan, tetapi juga bisa menjadi bahan pembelajaran. Secara tidak langsung, melalui anime, anime creator atau sang pembuat anime itu sendiri dapat menyampaikan kondisi yang berkembang di masyarakat sekitar secara tersirat, seperti yang dikatakan oleh Donaghy dan Isern (2012:10) bahwa gambar bergerak memainkan peran besar dalam pengertian kita mengenai kejadian yang sedang terjadi di dunia kita. Anime memang dinikmati sebagai hiburan oleh beberapa pihak dan jika kita telaah lebih dalam, anime sendiri menggambarkan bagaimana kebudayaan dan masyarakat Jepang.Kemudian, jika kita mempelajari lebih dalam, tidak hanya cerita yang menyenangkan yang kita nikmati melalui anime, tetapi juga ada hal atau kondisi yang digambarkan secara tidak langsung dalam anime tersebut.Hal-hal atau kondisi tersebut dapat berupa permasalahan yang sedang terjadi di Jepang itu sendiri.
Napier (2005:8) mempertegas bahwa alasan mempelajari anime bersamaan dengan konteks Jepang sudah sangat jelas karena anime kaya akan bentuk seni kontemporer Jepang yang memesona dengan narasi khusus dan estetika visual yang keduanya memiliki hubungan dengan budaya Jepang tradisional. Jadi, sangat disayangkan apabila masih ada yang beranggapan jika anime hanya merupakan hiburan dan tontonan anak-anak semata, sehingga orang tersebut tidak mau menelaah lebih dalam mengenai kondisi masyarakat yang digambarkan dalam anime tersebut.Bisa disimpulkan bahwa anime merupakan salah satu media
pembelajaran kita untuk melihat kondisi masyarakat tersebut melalui perspektif anime creator atau pembuat anime tersebut dan bisa kita teliti melaluinya.
Anime memiliki unsur-unsur intrinsik yang membangunnya seperti halnya karya sastra lainnya.Hal ini meliputi tema, amanat, latar, tokoh serta penokohan, plot, serta sudut pandang. Abrams dalam Nurgiyantoro (2007:165), mengungkapkan bahwa tokoh cerita adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif atau drama yang ditafsirkan oleh pembaca memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang diakukan dalam tindakan. Tokoh sebagai pelaku dalam cerita fisik memiliki watak, yang dapat dilihat dari tiga dimensi, yaitu fisiologis, psikis, serta sosiologi.
Dimensi fisiologi meliputi usia, jenis kelamin, ciri fisik dari tokoh tersebut.
Dimensi psikis Produksi di pertelevisian Jepang terbagi atas empat musim televisi.yaitu musim dingin (Januari-Maret), musim semi (April-Juni), musim panas (Juli-September) dan musim gugur (Oktober-Desember). Perilisan serial televisi baru berdasarkan musim berlaku baik bagi dorama, maupun anime.Dimensi sosiologi meliputi status, pekerjaan, jabatan, pendidikan, dan lain sebagainya (Waluyo, 2012:17).
Konflik sebagai salah satu unsur dari plot atau alur memiliki peranan sebagai pengembang plot dan membawa pembaca kepada fakta di dalam cerita serta memikat agar pembaca menuntaskan ceritanya (Stanton, melalui Nurgiyantoro, 2007: 113). Konflik dalam suatu drama sangat berkaitan erat dengan tokoh, karena tokoh merupakan individu rekaan yang mengalami peristiwa maupun berlakuan dalam berbagai peristiwa cerita (Sudjiman, 1984:
16).Konflik yang terjadi dalam suatu kisah fiksi mampu mempengaruhi tindakan,
serta watak dari tokoh yang mengalaminya.Penulis memilih Boku Dake Ga Inai Machi sebagai karya sastra berupa drama yang ditampilkan dalam bentuk animasi untuk digunakan dalam penelitian.
2.2 Resensi Anime
Secara etimologi, resensi berasal dari bahasa latin, dari kata kerja revidere atau recensere yang memilik arti melihat kembali, menimbang atau menilai.
Dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonsia, resensi diartikan sebagai pertimbangan atau pembicaraan tentang buku dan sebagainya. Secara garis besar resensi diartikan sebagai kegiatan untuk mengulas atau menilai sebuah hasil karya baik itu berupa buku, novel, maupun film dengan cara memaparkan data-data, sinopsis, dan kritikan terhadap karya tersebut.
2.2.1 Tema
Tema ialah persoalan yang menduduki tempat utama dalam karya sastra.Tema mayor ialah tema yang sangat menonjol dan menjadi persoalan.Tema minor ialah tema yang tidak menonjol.Tema selalu berkaitan dengan berbagai pengalaman kehidupan, seperti masalah cinta, kasih, rindu, takut, maut, religius, dan sebagainya.Dalam hal tertentu sering tema dapat disinonimkan dengan ide atau tujuan utama cerita.Seperti yang dikutip Burhan Nurgiyantoro mengatakan tema dipahami sebagai gagasan (ide) utama atau makna utama sebuah tulisan.Tema dalam sebuah cerita yang dapat dipahami sebagai sebuah makna, makna yang mengikat keseluruhan unsur cerita sehingga cerita itu hadir sebagai sebuah kesatuan yang padu.Berbagai unsur fiksi seperti alur, tokoh, alat, sudut
pandang, stile dan lain-lain berkaitan dan bersinergi untuk bersama-sama mendukung eksistensi tema.
Secara garis besar Kennedy yang dikutip oleh Harjito memberi pertimbangan dalam menetapkan tema sebuah cerita. Pertama, di dalam alur cerita, karakter sang tokoh dapat berubah karena tema. Kedua, objek yang jarang, karakter misterius, jenis-jenis binatang biasanya mewakili simbol atau gambaran tertentu, misalnya binatang ular merupakan simbol bagi sosok penuh tipu muslihat dan licik, nama-nama yang sering diulang, nyanyian atau apa saja seringkali merupakan isyarat untuk menangkap tema.
Tema dalam anime yang akan saya bahas adalah suatu hal yang berkaitan dengan kmampuan supranatural. Anime ini bercerita tentang seorang anak laki-laki berusia 29 tahun yang memiliki kemampuan yang dapat menghidupkan kembali ibunya yang sudah dibunuh oleh seseorang.Kei Sanbe sebagai pengarang membuat sipemeran utama dalam anime ini memiliki kemampuan yang sama dengan kemampuan supranatural. Selain dapat menyelamatkan nyawa ibunya, Satoru juga dapat menyelamatkan nyawa ketiga temannya yang menjadi korban penculikan dan pembunuhan anak. Dengan kemampuan yang Ia miliki, Satoru juga dapat bermain dalam waktu. Ia dapat kembali ke masa lalunya dan Ia juga dapat kembali ke waktu Ia dewasa yaitu disaat usianya 29 tahun.
2.2.2 Alur
Alur merupakan terjemahan dari istilah Inggris plot. Alur adalah sambung-sinambung peristiwa berdasarkan hukum sebab akibat. Alur tidak hanya mengemukakan apa yang terjadi, tetapi juga menjelaskan mengapa hal itu terjadi.
Dengan sambung-sinambungnya peristiwa ini terjadilah sebuah cerita.Aminuddin
berpendapat bahwa alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita.Alur cerita dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis yang berbeda berdasarkan kriteria urutan waktu, kepadatan (kualitatif) dan jumlah (kuantitatif).Berdasarkan urutan waktu, alur dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu alur maju dan alur mundur. Alur maju adalah pengutaran peristiwa dari masa kini terus ke depan dengan gerak maju, sedangkan alur mundur adalah pengutaraan peristiwa dengan mengungkapkan masa lalu atau dengan tolehan kembali ke masa lalu. Dan dalam karya sastra tidak selalu salah satu alur saja yang dipakai, melainkan dapat juga gabungan dari kedua alur tersebut.Hal inilah yang disebut alur gabungan.
Berdasarkan kepadatan atau secara kualitatif, alur dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu alur erat dan alur longgar.Alur erat atau sering disebut alur rapat banyak terdapat dalam cerita pendek (cerpen) dan tokoh cerita bergerak dengan wajar, tidak membuat alur yang tidak perlu.Sedangkan pada alur longgar atau renggang banyak terdapat pada cerita yang panjang atau banyak pelakunya, sehingga karena adanya tokoh (pelaku) pembantu, maka timbullah alur sampingan di samping alur pokok.Alur berkaitan dengan masalah urutan penyajian cerita, tetapi bukan hanya masalah saja yang menjadi persoalan alur.Menurut Lukens alur merupakan urutan kejadian yang memperlihatkan tingkah laku tokoh dalam aksinya. Pembicaraan alur akan melibatkan masalah peristiwa dan aksi apa saja yang dikisahkan, dilakukan oleh tokoh cerita atau sebaliknya yang ditimpakan kepada tokoh cerita, baik peristiwa dan aksi yang hebat, menegaskan, menarik, menjengkelkan, menakutkan, mengharukan, maupun untuk kategori rasa yang
lain, baik untuk tokoh protagonis maupun antagonis. Hal inilah yang menjadi daya tarik bagi pembaca anak dan dewasa jika berhadapan dengan cerita fiksi.
AnimeBoku Dake Ga Inai Machikarya Kei Sanbe ini menceritakan kisah seorang pria berusia 29 tahun yang memiliki kemampuan layaknya kemampuan supranatural.Sipemeran utama dalam anime ini dapat kembali kemasa lalunya yaitu saat masih menjalani Sekolah Dasar.Selain dapat kembali kemasa lalu, Satoru juga dapat kembali normal ke usianya yang semula yaitu keusia 29 tahun.Anime ini juga menceritakan bagaimana sipemeran utama dapat menyelamatkan nyawa temannya yang seharusnya sudah terbunuh dan menyelamatkan nyawa ibunya yang juga sudah terbunuh saat usianya 29 tahun.
Contoh cuplikan 1
Menit 19:11 – 21:38 episode pertama
Setelah selesai jam kerja Satoru pun langsung pulang kerumah. Sesampai dirumah, Ia menemukan ibunya tergeletak tidak bernyawa akibat tusukan di perutnya yang mengeluarkan banyak darah.
Satoru : hei…hei… jawab aku. Ini Cuma gurauan kan?.Hentikan lah.Bangunlah ibu. (Satoru membalikkan tubuh ibunya dan melihat pisau yang tertusuk diperut ibunya dan berteriak)
Tetangga : Fujinuma san, semalam ibumu membagikan kare kalian padaku…
Satoru : (melihat tetangga yang datang dan melihat tangannya yang terkena darah ibunya)
Tetangga : ( berteriak dan langsung pergi) Satoru : tunggu dulu…
Tetangga : (berbicara kepada polisi yang sudah disuruh datang) ada darah ditangan Fujinuma san…!
Satoru : (menghampiri polisi)
Polisi : apa anda tuan Fujinuma san? Kami harus menginterogasi anda.
Satoru : apa-apaan ini. Kalian salah paham.Bukan aku…bukan aku. (berlari meninggalkan polisi)
Polisi : hei tunggu.
Satoru tetap berlari sekencang mungkin.Ia mengabaikan teriakan polisi yang mengatakan “tunggu” kepadanya. Ia tetap berlari sambil berteriak dan tiba-tiba Ia melihat sesuatu yang aneh.
Satoru : apa aku…mengalami pemulihan lagi? Tapi, ini dimana?Tempat ini tidak asing bagiku. (terus berjalan dan melihat sebuah tulisan disekolah dasar “Turnamen Nasional Club Hoki Es Tahun 1988”) tahun…1988?
Contoh cuplikan 2
Menit 07:25 – 09:00 episode lima
Satoru berjalan menuju rumah Kayo karena gadis itu tidak masuk sekolah hari ini.Sesampainya di dekat rumah Kayo, Satoru melihat ibu Kayo membuang satu karung sampah dan Satoru melihat ada sepasang sarung tangan dikarung tersebut.
Satoru :10 hari setelah putrinya meninggal, ibunya membuang sebuah kantong yang berisikan sepasang sarung tangan. (mengingat bahwa Kayo pernah berjanji akan memberikan sarung tangan sebagai hadiah ulang tahun Satoru kemudian Satoru berlari meninggalkan tempat tersebut sambil berteriak sekencang-kencangnya. Lalu…)
Satoru :ini dimana? Apa aku sudah kembali ke tahun 2006? (berjalan dan melihat polisi yang masih ada di sekitar rumahnya)
2.2.3 Penokohan
Tokoh cerita menurut Abrams adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif, atau drama, yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dari tindakan. Istilah penokohan lebih luas dari pada tokoh dan perwatakan sebab ia sekaligus mencakup masalah siapa tokoh cerita,
bagaimana perwatakan, dan bagaimana penempatan dan pelukisannya dalam sebuah cerita sehingga sanggup memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca. Penokohan sekaligus menyaran pada teknik pewujudan dan pengembangan tokoh dalam sebuah cerita.Berdasarkan fungsinya atau penting tidaknya kehadiran tokoh dalam cerita dibedakan menjadi dua.Pertama yaitu tokoh utama terdiri dari protagonis dan antagonis.Kedua tokoh bawahan, terdiri dari tokoh andalan dan tokoh bawahan.Seorang tokoh yang memiliki peranan penting dalam suatu cerita disebut dengan tokoh utama.Sedangkan tokoh yang memiliki peranan tidak penting karena pemunculannya hanya melengkapi, melayani, mendukung pelaku utama disebut tokoh tambahan atau tokoh pembantu.
Tokoh utama dalam anime Boku Dake Ga Inai Machi yaitu:
1. Satoru Fujinuma sebagai pemeran utama merupakan seorang pria berusia 29 tahun yang bekerja sebagai pengantar pizza di Oasi pizza. Satoru memiliki suatu kemampuan yang dapat membuat dirinya kembali kemasa lalu dan menyelamatkan nyawa ibunya dan juga ketiga temannya yaitu Kayo Hinazuki, Hiromi Sugita dan Nakanishi Aya.
2. KayoHinazuki merupakan gadis berusia 10 tahun dan satu kelas dengan Satoru di Sekolah Dasar. Kayo merupakan gadis yang pendiam. Ia tidak suka berbicara dengan teman-temannya saat didalam kelas. Kayo memiliki ibu yang suka menyiksa dirinya dan membuat banyak luka lebam ditubuhnya. Hal ini menyebabkan Ia menjadi pendiam dan penyendiri. Gadis ini merupakan salah satu yang menjadi korban penculikan dan pembunuhan anak pada tahun 1988.
Satoru berhasil menyelamatkannya ketika Satoru kembali ke tahun tersebut.
3. Airi Katagirimerupakan seorang gadis SMA yang menjadi teman Satoru saat bekerja di Oasi pizza. Usianya berbeda jauh dengan Satoru. Gadis ini ceria dan suka berbicara. Airi merupakan salah satu orang yang percaya kepada Satoru bahwa pria itu tidak mungkin membunuh ibunya.
Tokoh pendukung dalam anime Boku Dake Ga Inai Machi yaitu:
1. Sachiko Fujinuma merupakan ibu dari Satoru Fujinuma dan berusia 52 tahun namun masih terlihat muda. Ibunya tinggal sendiri di Hokkaido dan bekerja sebagai reporter. Ia menjadi salah satu korban pembunuhan ketika Ia mulai mengetahui siapa pelaku penculikan dan pebunuhan yang terjadi sejak tahun 1988.
2. Kenya Kobayashi merupakan salah satu teman Satoru di Sekolah Dasar. Ia anak yang tergolong pintar dan suka membaca. Ia yang pertama sekali menyadari bahwa ada yang berbeda dari diri Satoru.
3. Kazu merupakan anak bertubuh gemuk dan selalu banyak bicara. Ia suka bermain game tebak-tebakan dan bisa menyelesaikan persoalan mengenai asmara. Dia juga merupakan satu dari keempat teman Satoru di Sekolah Dasar.
4. Hiromi Sugita merupakan salah satu teman Satoru di Sekolah Dasar yang pendiam. Ia sering dianggap sebagai seorang perempuan karena wajah dan potongan rambutnya mirip dengan seorang perempuan. Hiromi juga merupakan salah satu yang diselamatkan Satoru dari kasus penculikan dan pembunuhan anak. Dimasa depannya, hiromi menjadi seorang dokter dan menikah dengan Kayo Hinazuki.
5. Osamu merupakan satu-satunya teman Satoru di Sekolah Dasar yang menggunakan kacamata. Sifatnya hamper sama dengan kazu, suka bicara terus terang terhadap setiap hal yang dilihat.
6. Gaku Yashiro merupakan seorang pria yang menjadi guru sekaligus wali kelas Satoru dan teman-temannya di Sekolah Dasar. Sifatnya yang baik membuat Satoru dan teman-temannya suka terhadapnya. Namun, Gaku Yashiro adalah seorang yang melakukan penculikan dan pembunuhan anak sejak tahun 1988 dan juga pelaku pembunuhan ibu Satoru.
2.2.4 Amanat
Amanat merupakan sesuatu yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca, makna yang terkandung dalam sebuah karya, makna yang disarankan lewat cerita. Amanat dapat disampaikan oleh penulis melalui dua cara.
Cara pertama, amanat disampaikan secara tersurat (ditulis secara langsung dalam sebuah karya sastra).Kedua, amanat disampaikan secara tersirat artinya pesan tidak dituliskan secara langsung di dalam teks melainkan disampaikan melalui unsur-unsur yang ada.Pembaca harapkan dapat menyimpulkan sendiri pesan atau amanat yang terkandung di dalam teks.Moral dalam karya sastra biasanya mencerminkan pandangan hidup pengarang yang bersangkutan, pandangannya tentang nilai-nilai kebenaran, dan hal itulah yang ingin disampikannya kepada pembaca.William Kenny dalam How to Analyze Fiction yang dikutip oleh Burhan Nurgiyantoro mengatakan moral dalam cerita biasanya dimaksudkan sebagai suatu saran yang berhubungan dengan ajaran moral tertentu yang bersifat praktis, yang dapat diambil (dan ditafsirkan) lewat cerita yang bersangkutan oleh pembaca.
Amanat yang terdapat dalam anime Boku Dake Ga Inai Machi yaitu sering kali manusia baru menyadari bahwa Dia membutuhkan sesuatu ketika sesuatu itu sudah hilang. Dalam anime ini, Satoru yang menjadi pemeran utama baru menyadari betapa penting sosok seorang ibu dalam hidupnya ketika Ia menemukan ibunya yang sudah meninggal karena dibunuh oleh seseorang yang tidak diketahuinya.
Weiss (dalam Peplau dan Perlman, 1982) mengatakan kesepian disebabkan kerena tidak memiliki seseorang yang berarti dalam hidup. Kesepian nampak sebagai respon dari ketidakhadiran suatu hubungan terhadap seseorang.
Hal inilah yang dialami Satoru ketika ibunya meninggal. Sebelum ibunya dibunuh oleh seseorang, Ia menganggap ibunya tidak penting dan memilih hidup sendiri agar terbebas dari aturan orang tua. Namun, ketika ibunya sudah terbunuh Ia merasa kehilangan dan kesepian karena tidak pernah menghabiskan banyak waktu dengan ibunya sejak dewasa. Ketika Satoru kembali kemasa lalunya dan menemukan ibunya masih hidup, Ia baru menyadari ternyata selama ini Ia sebenarnya membutuhkan ibunya dan takut kehilangan ibunya. Hanya saja Satoru tidak menyadarinya. Hal seperti inilah yang sering menjadi sifat manusia. Merasa kehilangan, merasa kesepian ketika sesuatu yang tidak dianggapnya pergi atau menghilang.
2.3 Setting Dalam Anime
Setting merupakan tempat terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam karya fiksi, baik berupa tempat, waktu, maupun peristiwa.Latar memberikan pijakan cerita secara konkrit dan jelas.Hal ini penting untuk memberikan kesan realistis kepada pembaca, menciptakan suasana tertentu yang seolah-olah sungguh
ada dan terjadi.Dengan demikian, pembaca merasa dipermudah untuk mengoperasikan daya imajinasinya.
Pada umumnya latar atau setting terdiri dari:
2.3.1 Waktu
Setting waktu merupakan suatu hal yang menjelaskan kapan peristiwa tersebut terjadi, bisa masa lalu, masa sekarang atau masa depan.
Cuplikan 1
Menit 20:48 – 21:07 episode pertama
Satoru : apa aku…mengalami pemulihan lagi? Tapi, ini dimana?Tempat ini tidak asing bagiku. (terus berjalan dan melihat sebuah tulisan disekolah dasar “Turnamen Nasional Club Hoki Es Tahun 1988”) tahun…1988?
Teks tersebut menunjukkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada tahun 2006 namun menceritakan situasi yang terjadi pada tahun 1988 ketika Satoru kembali kemasa lalunya.Ia kembali menjadi anak berusia 11 tahun dan menjadi murid kelas lima Sekolah Dasar.
Cuplikan 2
Menit 07:25 – 09:00 episode lima
Satoru berjalan menuju rumah Kayo karena gadis itu tidak masuk sekolah hari ini.Sesampainya di dekat rumah Kayo, Satoru melihat ibu Kayo membuang satu karung sampah dan Satoru melihat ada sepasang sarung tangan dikarung tersebut.
Satoru :10 hari setelah putrinya meninggal, ibunya membuang sebuah kantong yang berisikan sepasang sarung tangan. (mengingat bahwa Kayo pernah berjanji akan memberikan sarung tangan sebagai hadiah ulang tahun Satoru kemudian Satoru berlari meninggalkan tempat tersebut sambil berteriak sekencang-kencangnya. Lalu…)
Satoru :ini dimana? Apa aku sudah kembali ke tahun 2006? (berjalan dan melihat polisi yang masih ada di sekitar rumahnya).
Teks tersebut menunjukkan bahwa cerita anime ini juga terjadi pada tahun 2006.Di tahun 2006 Satoru sudah berusia 29 tahun dan bekerja di Oasi pizza
Teks tersebut menunjukkan bahwa cerita anime ini juga terjadi pada tahun 2006.Di tahun 2006 Satoru sudah berusia 29 tahun dan bekerja di Oasi pizza