Lokasi dan Waktu
Penelitian dilakukan di Dede Anggrek yang berlokasi di Permata Regensy, Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat. Pemilihan tempat penelitian dilakukan secara purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa Dede Anggrek merupakan salah satu pembudidaya anggrek dengan jumlah produksi terbesar dan perusahaan yang mampu bertahan dalam menjalankan usahanya di wilayah Kabupaten Bekasi. Kegiatan penelitian meliputi pengumpulan data untuk pengolahan data. Pengumpulan data yang dilakukan di Dede Anggrek akan berlangsung selama tiga bulan yaitu dari bulan april sampai bulan juni tahun 2013.
Jenis dan Sumber Data
Berdasarkan jenisnya, data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif merupakan keterangan dan jawaban
Adanya fluktuasi produksi Anggrek Dendrobium pada Dede Anggrek
Risiko produksi Anggrek Dendrobium
Analisis risiko : 1. Z-score
2. Var Analisis deskriptif
(sumber - sumber risiko)
Pemetaan risiko
Alternatif strategi pengelolaan risiko produksi Anggrek Dendrobium pada Dede Anggrek
dari pertanyaan penelitian yang bukan angka. Dalam penelitian ini data kualitatif meliputi fakta-fakta dari perkembangan anggrek Dendrobium seperti teknis pelaksanaan usaha, kondisi usaha, peralatan yang digunakan dalam usaha, dan hal lain yang terkait dengan penelitian. Sedangkan data kuantitatif dalam penelitian ini merupakan data yang diperoleh dari fakta dan informasi yang sudah disusun dan lebih terukur. Pada data kuantitatif ini meliputi data produksi penjualan anggrek, perkembangan harga jual anggrek dan omzet perusahaan.
Berdasarkan sumbernya, data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data primer dan data sekunder, dimana data primer didapatkan dari wawancara langsung kepada bagian pemilik perusahaan, konsumen dan pihak-pihak yang terkait pada penelitian khususnya dalam bidang penjualan anggrek Dendrobium. Data primer ini merupakan data yang diperoleh dari pengamatan langsung pada objek penelitian, sehingga dalam pencariannya banyak menggunakan wawancara, teknik observasi, pengamatan, dan studi kasus di Dede Anggrek. Sedangkan data sekunder merupakan data untuk penelitian yang tidak langsung ditemukan oleh peneliti, data sekunder ini diperoleh dari buku, artikel, skripsi serta data-data instansi terkait yang mendukung penelitian ini seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Hortikultura Departemen Pertanian, perpustakaan LSI Institut Pertanian Bogor, internet, jurnal dan literatur yang relevan yang terkait dengan perkembangan tanaman anggrek Dendrobium. Hal ini dimaksudkan agar dapat mendukung penelitian lebih spesifik dan jelas.
Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan beberapa cara, yaitu wawancara, dan diskusi pada pemilik perusahaan dengan mengadakan tanya jawab untuk mendapatkan data yang sesuai kondisi yang sebenarnya terjadi tentang risiko yang biasa muncul terkait dengan kegiatan produksi dan pemasaran. Proses pengumpulan data dilakukan secara langsung oleh peneliti atau observasi dilakukan dengan pencatatan langsung di lokasi penelitian baik dari aktivitas produksi, pemasaran dan berbagai kendala risiko yang dihadapi perusahaan.
Data yang diambil yaitu berupa data time series kematian anggrek selama 12 periode. Satu periode tanam dari seedling ke remaja yaitu selama 8 bulan. Data tersebut diambil dari catatan pemilik usaha Dede Anggrek dan observasi langsung pada periode terakhir dibulan April sampai Juni 2013.
Metode Analisis Data
Pengkajian dan pembahasan dalam penelitian ini dilakukan dengan pengolahan data dan informasi dari data primer dan sekunder. Data ini diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode pengolahan data yang dikelompokkan kedalam dua jenis metode yaitu metode analisis deskriptif (kualitatif) dan metode analisis risiko (kuantitatif).
Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis sumber-sumber risiko dan alternatif manajemen risiko yang diterapkan oleh Dede Anggrek untuk
meminimalkan risiko dan ketidakpastian yang dihadapi. Hal ini dilakukan melalui proses wawancara langsung dengan pihak perusahaan serta melalui pengisian kuesioner. Manajemen risiko yang diterapkan berdasarkan pada penilaian perusahaan sebagai pengambil keputusan secara subjektif. Identifikasi ini dilakukan untuk melihat apakah manajemen risiko yang diterapkan efektif untuk meminimalkan risiko. Hal tersebut didasarkan pada tingkat risiko yang dihadapi oleh perusahaan.
Analisis Kemungkinan Terjadinya Risiko
Menurut Kountur (2008), risiko dapat diukur jika diketahui kemungkinan terjadinya risiko dan besarnya dampak risiko terhadap perusahaan. Ukuran pertama dari risiko adalah besarnya kemungkinan terjadinya yang mengacu pada seberapa besar probabilitas risiko akan terjadi. Metode yang digunakan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya risiko adalah metode nilai standar atau z- score. Metode ini dapat digunakan apabila ada data historis dan berbentuk kontinus (desimal). Pada penelitian ini, yang akan dihitung adalah kemungkinan terjadinya risiko pada kegiatan produksi adalah data produksi anggrek Dendrobium. Langkah yang perlu dilakukan untuk melakukan perhitungan kemungkinan terjadinya risiko menggunakan metode nilai standar atau z-score
dan aplikasinya pada budidaya anggrek Dendrobium ini adalah:
1. Menghitung rata-rata kejadian berisiko (penurunan produksi anggrek
Dendrobium)
Rumus yang digunakan untuk menghitung rata-rata penurunan produksi anggrek Dendrobium adalah:
Dimana :
= Nilai rata-rata kematian tanaman anggrek (pot)
xi = Nilai per periode kematian tanaman anggrek (pot)
n = Jumlah data (12 periode) 2. Menghitung nilai standar deviasi dari kejadian berisiko
Dimana:
s = Standar deviasi kematian tanaman anggrek (pot)
xi = nilai per periode kematian tanaman anggrek (pot) = Nilai rata-rata kematian tanaman anggrek (pot)
n = Jumlah data 12 periode
3. Menghitung nilai standar (z-score) Dimana:
z = Nilai z-score dari kematian tanaman anggrek (pot) x = Batas kematian yang dianggap masih dalam taraf
normal
= Nilai rata-rata kematian tanaman anggrek (pot) s = Standar deviasi kematian tanaman anggrek (pot)
Jika hasil z-score yang diperoleh bernilai negatif, maka nilai tersebut berada di sebelah kiri nilai rata-rata pada kurva distribusi normal dan sebaliknya jika nilai
x = ∑ x
x
�= √
∑x
z-score positif, maka nilai tersebut berada di sebelah kanan kurva distribusi z (normal).
4. Mencari kemungkinan terjadinya risiko produksi
Setelah nilai z-score dari budidaya anggrek Dendrobium diketahui, maka selanjutnya dapat dicari kemungkinan terjadinya risiko produksi yang diperoleh dari Tabel distribusi z (normal) sehingga dapat diketahui berapa persen kemungkinan terjadinya keadaan dimana produksi anggrek Dendrobium yang mendatangkan kerugian.
Analisis Dampak Risiko
Metode yang paling efektif digunakan dalam mengukur dampak risiko adalah VaR (Value at Risk). VaR adalah kerugian terbesar yang mungkin terjadi dalam rentang waktu tertentu yang diprediksikan dengan tingkat kepercayaan tertentu. Penggunaan VaR dalam mengukur dampak risiko hanya dapat dilakukan apabila terdapat data historis sebelumnya. Analisis ini dilakukan untuk mengukur dampak dari risiko pada kegiatan budidaya anggrek Dendrobium. Kejadian yang dianggap merugikan berupa penurunan produksi sebagai akibat dari terjadinya sumber-sumber risiko. Dalam menghitung VaR terlebih dahulu dihitung jumlah penurunan produksi anggrek Dendrobium setiap periode. Jumlah penurunan tersebut (dari batas normal) kemudian dikalikan dengan harga yang terjadi pada periode yang sama dan dikali berat rata-rata yang terjadi pada periode yang sama. Setelah didapat angka kerugian dari masing-masing periode kemudian dijumlahkan dan dihitung rata-ratanya, setelah itu dicari berapa besar nilai standar deviasi atau penyimpangan. Proses terakhir menetapkan batas toleransi kevalidan dan mencari nilai VaR. Menurut Kountur (2008), nilai VaR dapat dihitung dengan rumus berikut :
Dimana:
VaR = Dampak kerugian yang ditimbulkan akibat kematian tanaman anggrek (pot) = Nilai rata-rata kerugian akibat kematian tanaman anggrek (pot)
z = Nilai z yang diambil dari tabel distribusi normal dengan alfa 5 persen s = Standar deviasi kerugian akibat kematian tanaman anggrek (pot) n = Banyaknya kejadian berisiko (12 periode)
Pemetaan Risiko
Tahapan selanjutnya yang harus dilakukan setelah diketahui nilai kemungkinan terjadinya risiko produksi serta dampaknya adalah melakukan pemetaan risiko untuk mengetahui risiko mana yang harus ditangani terlebih dahulu. Menurut Kountur (2008), sebelum dapat menangani risiko, hal yang terlebih dahulu perlu dilakukan adalah membuat peta risiko. Peta risiko adalah gambaran mengenai posisi risiko pada suatu peta dari dua sumbu, yaitu sumbu vertikal yang menggambarkan probabilitas dan sumbu horizontal yang menggambarkan dampak.
Probabilitas atau kemungkinan terjadinya risiko dibagi menjadi dua bagian, yaitu kemungkinan besar dan kemungkinan kecil. Dampak risiko juga dibagi menjadi dua bagian, yaitu dampak besar dan dampak kecil. Batas antara
√
probabilitas atau kemungkinan besar dan kecil ditentukan oleh manajemen, tetapi pada umumnya risiko yang probabilitasnya 20 persen atau lebih dianggap sebagai kemungkinan besar, sedangkan kurang dari 20 persen dianggap sebagai kemungkinan kecil (Kountur 2008).
Penempatan risiko pada peta risiko didasarkan atas perkiraan posisinya berada dimana dari hasil perhitungan probabilitas dan dampak. Hal yang dapat dilakukan untuk mengetahui posisi risiko tersebut adalah dengan melakukan perhitungan status risiko. Status risiko hanya menggambarkan urutan risiko dari kejadian yang paling berisiko sampai dengan yang paling tidak berisiko. Status risiko dapat dihitung menggunakan rumus berikut ini :
Penanganan Risiko
Berdasarkan hasil pemetaan risiko, maka selanjutnya dapat ditetapkan strategi penanganan risiko yang sesuai. Terdapat dua strategi yang dapat dilakukan untuk menangani risiko, yaitu:
1. Penghindaran Risiko (Preventif)
Strategi preventif dilakukan untuk risiko yang tergolong dalam probabilitas risiko yang besar. Strategi preventif akan menangani risiko yang berada pada kuadran satu dan dua. Menurut Kountur (2008), Penanganan risiko dengan menggunakan strategi preventif, maka risiko yang ada pada kuadran satu akan bergeser menuju kuadran tiga dan risiko yang berada pada kuadran dua akan bergeser menuju kuadran empat. Penanganan risiko menggunakan strategi preventif dapat dilihat pada Gambar 6 :
Sumber : Kountur, 2008
Gambar 4 Penanganan Risiko (Preventif) 2. Mitigasi Risiko
Strategi mitigasi digunakan untuk meminimalkan dampak risiko yang terjadi. Risiko yang berada pada kuadran dengan dampak yang besar diusahakan dengan menggunakan strategi mitigasi dapat bergeser ke kuadran yang memiliki dampak risiko yang kecil. Strategi mitigasi akan menangani risiko sedemikian rupa sehingga risiko yang berada pada kuadran dua bergeser ke kuadran satu dan
Kuadran 4 Probabilitas (%) Besar Sedang Kecil Besar Sedang Kecil Dampak (Rp) Kuadran 1 Kuadran 2 Kuadran 3
risiko yang berada pada kuadran empat bergeser ke kuadran tiga. Strategi mitigasi dapat dilakukan dengan metode diversifikasi, penggabungan, dan pengalihan risiko (Kountur 2008). Mitigasi risiko dapat dilihat pada Gambar 7 berikut :
Sumber : Kountur, 2008
Gambar 5 Penanganan mitigasi risiko