A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari desain produk yang digunakan, mengetahui secara jelas perkembangan desain kerajinan kuningan, serta cara pembuatan kerajinan cor kuningan di Central of Bronzes milik H. Istono. Dalam hal ini peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, yaitu metode penelitian dengan menggunakan data yang selengkap-lengkapnya dengan cara melihat secara langsung dari mulai proses pengumpulan bahkan hingga finishing menjadi benda kerajinan kuningan. Selain itu data juga diperoleh dari wawancara dengan pemilik usaha dan para
pengrajin/pekerja sehingga memberikan data yang cukup jelas dan akurat, kemudian mengadakan suatu analisa intepretasi secara obyektif dan seksama terhadap data hasil penelitian. Spesifikasi data tersebut, pendekatan yang diterapkan dan dianggap tepat adalah pendekatan kualitatif.
Arikunto (1998:62) menyatakan bahwa secara harfiah, penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksud untuk membuat pencandraan
(deskripsi) mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian dalam arti, penelitian deskriptif semata-mata tidak perlu mencari tahu menerangkan saling hubungan,
menguji hipotesis, membuat ramalan atau mendapatkan makna implikasi. Ciri-ciri metode deskriptif sebagai berikut :
1. Memusatkan diri pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang yaitu pada masa actual.
2. Data yang dikumpulkan mulai disusun, dijelaskan dan kemudian diolah. Berkaitan dengan ciri metode deskriptif data dikumpulkan berupa kata-kata, gambar bukan angka-angka. Hal ini disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif. Selain itu, semua yang dikumpulkan kemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Metode deskriptif juga menyelidiki kedudukan (status) fenomena atau factor dan melihat hubungan antara satu factor dengan factor yang lain. Oleh karena itu, metode deskriptif juga disebut studi kasus (Natzir, 1988:63)
Menurut Sutopo (2002:31-45) pendekatan kualitatif berdasarkan pada pertimbangan bahasa penelitian ini dilakukan sesuai dengan ciri-ciri penelitian kualitatif antara lain (1) Natural Setting (Kondisi apa adanya). Topik penelitian kualitatif diarahkan pada kondisi asli subyek penelitian berada, (2) Permasalahan masa kini, artinya mengarahkan kegiatannya secara dekat pada masalah kekinian, (3) Memusatkan pada deskripsi data yang dikumpulkan terutama berupa kata-kata, kalimat/ gambar, (4) Bersifat holistic, memandang berbagai masalah selalu
didalam kesatuannya, tidak terlepas dari kondisi yang lain yang menyatu dalam suatu kontrak, (5) Bentuk laporan dengan model studi kasus.
B. Kehadiran Peneliti
Pada penelitian ini peneliti bertindak sebagai pengumpulan data yang dilakukan dalam situasi sesungguhnya. Oleh karena itu, kehadiran peneliti
dilapangan mutlak dilakukan peneliti melakukan komunikasi dan interaksi secara langsung dengan subyek di lingkungan penelitian. Dalam hal ini kehadiran peneliti diketahui secara terbuka sebagai peneliti. Hal ini berhubungan langsung dengan masalah instrument penelitian. Insrumen selain manusia dapat pula digunakan, tetapi fungsinya hanya sebatas pada pendukung tugas peneliti sebagai insrumen utama. Adapun instrument pendukung dalam penelitian ini berupa lembar observasi yang digunakan sebagai panduan selama proses penelitian berlangsung dan berisi daftar data yang akan diteliti, serta pedoman wawancara yang digunakan sebagai penguat dalam melakukan wawancara dengan subyek yang diteliti.
C. Lokasi Penelitian
Adapun lokasi dalam penelitian yang akan dilakukan terletak di Central of
Bronzes, sekaligus tempat produksi di Sanan Kidul I no 22, Desa Mojotrisno,
Alasan pengambilan lokasi tersebut dikarenakan kondisi usaha yang semakin kecil dan terancam punah serta belum adanya peneliti yang pernah meneliti ke tempat kerajinan kuningan di Central of Bronzes dusun Sanan.
D. Jenis-jenis Sumber Data
Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah darimana data dapat diperoleh. Data-data tersebut berupa data primer dan data sekunder. Data-data yang terkumpul dari lapangan diseleksi dan diklasifikasikan menurut kelompoknya disusun,kemudian di analisis secara deskriptif perkelompok.
1. Data Primer
Data ini dikumpulkan peneliti dari tempat usaha kerajinan Kuningan
Central of Bronzes. Untuk data yang bersifat perkembangan serta hasil desain
produk diperlukan responden tambahan pada narasumber yaitu Pengusaha kuningan Central of Bronzes, H. Istono dan pengrajin. Data itu meliputi :
Desain produk kerajinan kuningan, perkembangan kerajinan kuningan, serta cara pembuatan kerajinan kuningan di Central of Bronzes milik H Istono. Data ini dapat dilihat dari data wawancara dan observasi.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang berasal dari pihak lain. Data ini
berdasarkan pada keterangan-keterangan dari sumber yaitu dokumentasi, buku-buku yang relevan dan internet atau data ini dapat diperoleh dengan cara publikasi
misalnya foto-foto hasil karya. Sumber data sekunder dalam penelitian ini berupa data dokumenter material yang berupa bentuk desain produk kuningan.
Table 2.1. Ruang Lingkup
permasalahan Sub variabel Indikator
Alat Pengumpulan Data Sumber Data Model desain produk kerajinan kuningan di Central of Bronzes Desain produk kerajinan - wujud - bentuk - ukuran - warna - fungsi - bahan Wawancara observasi -Perajin -Produk kerajinan Perkembangan desain periode 1976-2011 di Central of Bronzes Perkembangan bentuk dan desain - fungsi - bentuk - tema - warna Wawancara - perajin Proses pembuatan kerajinan kuningan di Central of Bronzes Pengolahan bahan Cara pembuatan - bahan - persiapan - proses - finishing - pewarnaan observasi -Karya -Proses Pembuatan
E. Prosedur Pengumpulan Data
Metode yang dilakukan peneliti dalam pengumpulan data dalam penelitian yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode tersebut digunakan untuk mendapatkan data-data yang relevan dan akurat sesuai tujuan peneliti serta reliabel artinya dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya.
1. Observasi
Teknik ini adalah suatu cara pengumpulan data yang langsung mengamati persoalan-persoalan atau peristiwa yang dihadapi dari objek penelitian. Menurut
Spradley dalam (Sutopo, 2002), observasi dalam penelitian kualitatif sering disebut observasi lapangan pasif. Peneliti langsung melakukan observasi proses di lapangan. Fokus observasi adalah untuk mendapatkan data lebih rinci dengan cara pengambilan gambar. Hasil observasi berupa data gambar dan rekaman yang dikumpulkan oleh penelitian di lokasi.
Alasan mengapa teknik observasi digunakan sebagai alat dalam mengumpulkan data yaitu :
1. Pengamatan didasarkan atas pengalaman secara langsung, pengalaman merupakan alat yang berguna untuk menguji kebenaran.
2. Dengan observasi memungkinkan untuk melihat dan mengamati sendiri kemudian mencatat kejadian yang sebenarnya.
3. Melalui pengamatan, peneliti dilatih dalam seni mengamati dan masuk lapangan.
Dalam metode observasi, peneliti akan mengadakan pengamatan pada desain dari kerajinan kuningan di Central of Bronzes dilihat dari segi fungsi, bentuk, ukuran.
2. Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan
terwawancara yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong, 2005:186). Wawancara ini digunakan untuk menemukan pembahasan dalam penelitian dari berbagai pihak yang diwawancarai. Merujuk pada pendapat diatas
maka peneliti menggunakan jenis wawancara untuk mewawancarai beberapa responden penting untuk mengetahui lebih dalam hal-hal atau aspek-aspek yangberkaitan dengan desain produk kerajinan kuningan di Central of Bronzes, mengetahui perkembangan desain kerajinan kuningan, dan cara pembuatan kerajinan kuningan di Central of Bronzes milik H. Istono.
Untuk memperoleh hasil data yang berkaitan dengan perkembangan desain, dan proses pembuatannya, peneliti melakukan wawancara dengan pemilik usaha Central of Bronzes H. Istono dan yang kedua adalah pengrajin kuningan di tempat itu.
3. Dokumentasi
Metode dokumentasi dalam penelitian digunakan sebagai pelengkap. Pengertian dokumentasi dijelaskan oleh Moleong (1998:161) sebagai berikut:
Dokumentasi sebagai laporan tertulis dari suatu peristiwa yang isinya terdiri atas penjelasan dari peristiwa itu dan ditulis dengan sengaja untuk menyimpan atau meneruskan ketergantungan mengenai peristiwa tersebut. Peneliti menggunakan metode dokumentasi ini pada dokumen yang berhubungan dengan pokok bahasan dari penelitian ini. Data-data yang terkumpul melalui metode ini dapat dijadikan sebagai obyek penelitian.
F. Analisis Data
Analisis data diusahakan dalam rangka menganalisa data-data yang telah diperoleh dengan tujuan untuk meringkas dan menyederhanakan data kemudian
disusun dalam bentuk yang runtut, teratur, rapi. Hal ini berkaitan dengan kepentingan untuk analisis lebih lanjut secara mendalam. Prosedur analisis data ini dilakukan sejak pengumpulan data dan dikerjakan secara intensif.
Tahap analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi (1) reduksi data, (2) penyajian data dan (3) menarik kesimpulan/ verifikasi berikut ini dijelaskan mengenai tahap-tahap analisis data tersebut :
1. Reduksi data
Data yang diperoleh di lokasi penelitian (data lapangan) dituangkan dalam uraian/laporan lengkap dan terperinci laporan lapangan oleh peneliti perlu
diketahui,dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok, difokuskan pada hal hal yang pokok, kemudian dicari tema/ polanya. Reduksi data berlangsung terus-menerus selama proses penelitian berlangsung.
2. Penyajian data
Penyajian data dimaksudkan agar memudahkan bagi peneliti untuk melihat gambaran secara keseluruhan/ bagian-bagian tertentu dari penelitian (Hasan dkk, 2003:171). Data yang sudah disederhanakan kemudian disederhanakan secara deskriptif, Setelah ini ditarik kesimpulan untuk mendapatkan sebuah temuan.
3. Menarik kesimpulan/ verifikasi
Langkah ini merupakan langkah terakhir dari proses analisis pada penelitian ini. Data yang direduksi dan diorganisasi dalam bentuk kajian diatas kemudian disimpulkan sesuai dengan fokus dan tujuan penelitian. Dalam
menganalisa penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan dari teori-teori/ pendapat dari para ahli. Untuk mengangkat kesimpulan penelitian, peneliti melakukan analisa dari hasil penyajian dan data yang sudah diambil kesimpulan dari beberapa sumber.
G. Pemeriksaan Keabsahan Data
Kebenaran dan keabsahan temuan pada penelitian ini perlu ditetapkan secara jelas, maka untuk memeriksa keabsahan data penelitian, peneliti dapat memanfaatkan yang lain di luar data untuk pengecekan data atau sebagai pembanding data yang didapat. Cara ini disebut Trianggulasi.
Trianggulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang
memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan/ sebagai pembanding terhadap data itu. Teknik trianggulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lainnya (Moleong, 2000:178). Model trianggulasi yang dipergunakan adalah trianggulasi dengan sumber yakni dengan cara membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berada (Patton dan Moleong, 2005:330).
Trianggulasi dengan sumber dimanfaatkan untuk mengecek kebenaran data yang berkaitan dengan :
1. Desain produk kerajinan kuningan di Central of Bronzes milik H. Istono. 2. Perkembangan desain kerajinan kuningan di Central of Bronzes milik H.
3. Cara pembuatan kerajinan kuningan di Central of Bronzes milik H. Istono.
H. Tahap-tahap Penelitian
Ada beberapa langkah atau tahapan dalam penelitian ini yaitu : 1. Tahap Persiapan
Pada tahap awal (Penelitian) persiapan ini hal yang dilakukan adalah pengumpulan topik permasalahan, pembuatan judul, pengumpulan referensi yang relevan serta observasi kecil di lapangan. Selanjutnya menentukan metode
penelitian, teknik pengumpulan data sekaligus analisisnya secara konseptual.
2. Tahap Pelaksanaan
Pada tahan tengah (Pelaksanaan) penelitian ini merupakan pelaksanaan penelitian secara langsung ke lokasi penelitian dan pengambilan semua data yang diperlukan dalam penelitian.
3. Tahap Laporan
Pada tahap akhir kegiatan penelitian ini adalah tahap analisis data serta pelaporan hasil penelitian yang berupa laporan akhir berupa tulisan.