• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian dilaksanakan dilokasi kebun salak masyarakat di Kecamatan Angkola Barat, Kecamatan Angkola Selatan, Batang Angkola dan Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan. Ketinggian tempat dari 200 sampai 1900 m di atas permukaan laut dengan tofografi bergelombang sampai berbukit.

Pengambilan sampel tanah dan sampel daun untuk analisis sifat kimia dilakukan Bulan April 2012 sampai Agustus 2012. Analisis sifat kimia dan analisis daun dilakukan di Laboratorium Riset & Teknologi Fakultas Pertanian USU. Data sekunder juga diperlukan seperti data iklim ,varitas, data produksi salak dua tahun terakhir dan lainnya yang berkaitan dengan lokasi kebun salak.

Bahan Dan Alat

Bahan tanaman terdiri dari pohon salak dengan kriteria berada pada perkebunan salak, usia tanaman salak > 10 tahun, varietas sama yaitu salak Padangsidimpuan putih, sudah pernah berbuah, pohon salak dalam keadaan tidak diserang hama penyakit.

Alat yang digunakan terdiri dari peta rupa bumi Kabupaten Tapanuli Selatan berupa peta administrasi kabupaten, global positioning system, data curah hujan , cangkul, bor belgie dan skop.

Pelaksanaan Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan metode survei lapang untuk memperoleh data karakteristik agroekologi tanaman salak. di wilayah penelitian berdasarkan tingkat potensi produksi. Analisis sifat kimia tanah dan analisa daun dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Sedangkan data parameter lingkungan diambil disetiap tegakan tanaman salak yang dijadikan sampel. Data yang diambil dilapangan adalah data agroekologi yaitu sifat kimia tanah,( C-organik, nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, pH tanah), parameter pertumbuhan (nitrogen daun, fosfor daun dan kalium daun) dan faktor lingkungan ( kedalaman efektif, ketinggian tempat, kemiringan, suhu udara, suhu tanah ) di tiga tingkatan potensi produksi yang sudah ditentukan, yaitu :

PT = Produksi Tinggi ( 10.000 ≤ x kg/ha/tahun ) PS = Potensi Sedang (6000 ≤ x < 10000 kg/ha/tahun ) PR = Potensi Rendah (3000 ≤ x < 6000 kg/ha/tahun)

Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 sampel yang terdiri dari 10 sampel potensi produksi tinggi, 10 sampel potensi produksi sedang dan 10 sampel potensi produksi rendah.

Data yang diperoleh dilapangan selanjutnya ditabulasi berdasarkan karakteristik agroekologi yang sudah ditentukan guna mendapatkan nilai rataan dari masing-masing karakteristik agroekologi yang diteliti.

Dari analisis ini maka datanya diolah dengan menggunakan Analisis regresi sederhana, untuk melihat hubungan masing-masing karakteristik agroekologi dengan potensi produksi, regresi stepwise untuk melihat karakteristik agroekologi yang mana yang paling dominan berpengaruh terhadap potensi produksi dan Analisis Regresi Linier Berganda. Analisis ini digunakan untuk melihat bagaimana pengaruh semua variabel bebas terhadap variabel tak bebas.( Mattjik dan Sumertajaya, 2002).

Model linier yang diasumsikan pada analisis ini adalah : 1. Y = a + bx

2. Y = a + b1x1+b2x2...+b14x14 Dimana:

Untuk parameter Analisis Tanah : Y : Tingkat Produksi Salak a : Intercep X1 : C organik X2 : Unsur N X3 : Unsur P X4 : Unsur K X5 : Unsur Mg

X6 : Kedalaman solum efektif X7 : pH

Untuk parameter Analisis daun Y : Tingkat Produksi Salak A : intercep

X1: Unsur N X2: Unsur P X3 : Unsur K

Untuk parameter lingkungan Y : Tingkat Produksi Salak A : intercep X1 : Kemiringan X2 : Ketinggian X3 : Suhu Udara X4 : Suhu Tanah . Pelaksanaan Penelitian

Penelitian dilakukan dengan terlebih dahulu mendapatkan informasi dari petani, tentang tanaman yang memiliki potensi produksi tinggi , sedang dan rendah yang dijadikan sebagai tanaman sampel penelitian dienam kecamatan yang tersebar di Kabupatan Tapanuli Selatan. Potensi produksi ditentukan dengan menimbang buah yang sudah masak dari tanaman sampel. Untuk potensi produksi tinggi ditentukan dengan kisaran produksi 1.0000 ≤ x kg/ha/thn diberikan kode PT, untuk potensi produksi sedang dengan kisaran produksi 6.000 ≤ x < 10000 kg/ha/thn diberikan kode PS dan untuk potensi produksi rendah dengan kisaran produksi 3.000 ≤ x < 6000 kg /ha/thn diberikan kode PR.

Penentuan tanaman sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampel berjumlah 30 tanaman sampel yang diambil berdasarkan potensi produksi, dimana masing - masing potensi produk diambil 10 tanaman sampel.

Pengambilan sampel tanah dilakukan pada setiap tegakan tanaman salak yang dijadikan sebagai tanaman sampel dilima titik yang berjauhan dengan kedalaman 0 – 20 cm dengan cara komposit yang ditetapkan untuk keperluan analisis sifat-sifat kimia tanah di laboratorium.

Pengambilan sampel daun dilakukan pada setiap tanaman yang dijadikan tanaman sampel yaitu daun yang terletak di tengah pelepah ketujuh yang tepat dibelakang pelepah daun yang membuka sempurna untuk dianalisa kadar unsur haranya.

Pengambilan data peubah amatan lingkungan dilakukan disetiap lokasi penelitian yang dibagi berdasarkan potensi produksinya.

Data hujan pada wilayah penelitian didapat dari pos hujan milik BMG setempat

Parameter Pengamatan

Parameter yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari parameter analisis tanah, analisis daun dan analisis faktor lingkungan.

Parameter analisa tanah terdiri dari : 1.C-Organik Tanah

2. % N Total Tanah 3. % P tersedia tanah

4. Kalium tukar tanah (magnesium dan kalium) 5. pH tanah

6. Kedalaman Efektif

Parameter Analisis Daun terdiri dari : 1. % N total daun

2. % P total daun 3. % K daun

Parameter lingkungan terdiri dari : 1. Ketinggian tempat 2. Kemiringan 3. Suhu udara 4. Suhu tanah

Analisis Sifat Kimia Tanah

Peubah amatan dari sifat kimia tanah yaitu N-total, P-tersedia, C-organik, kation-kation tukar tanah (Mg dan K), serta pH tanah. Metode dari masing-masing peubah amatan ini diuraikan pada Tabel 1 dibawah ini. Analisis ini dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) Medan.

Tabel 1. Metode analisis yang digunakan untuk masing-masing peubah amatan sifat kimia tanah

Peubah Amatan Metode Analisis Sifat Kimia Tanah

1. C-Organik (%) Walkley dan Black 2. N-Total (%) Kjeldahl

3. P-tersedia (ppm) Bray II 4. Kation Tukar Tanah (Mg dan K) NH4OAc 5. pH Elektrometri (Mukhlis, 2007)

Analisis Daun

Analisis daun dilakukan dengan metode dektruksi basah. Daun yang dianalisis adalah daun yang berada pada bagian tengah. Analisis ini dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) Medan.

Tabel 2. Metode analisis yang digunakan untuk masing-masing peubah amatan sifat kimia daun

Peubah Amatan Metode Analisis Sifat Kimia Daun Destruksi Basah

1. N H2SO4 dan H2O2 2. P H2SO4 dan H2O2 3. K H2SO4 dan H2O2 (Muklis, 2007)

Data Lingkungan

Dalam penelitian ini peubah amatan lingkungan yang diamati yaitu ketinggian tempat (m dpl), kemiringan lahan (%), suhu udara(0C) dan suhu tanah(0C). Pengukuran ketinggian tempat dilakukan dengan menggunakan alat GPS yang dilakukan sejauh 1 m dari tegakan tanaman salak, kemiringan lahan

diukur dengan menggunakan alat yag diukur ditegakan tanaman salak, suhu udara diukur dengan menggunakan termometer pada tegakan tanaman salak yang dijadikan sebagai tanaman sampel dan suhu tanah diukur dengan menggunakan termometer dilima titik yang berjauhan dekat tegakan tanaman salak lalu dirata-ratakan.

Tahapan Analisis Data

Analisis Regresi Linier Sederhana

Untuk melihat hubungan antara masing-masing karakteristik agroekologi dengan potensi produksi dikaji dengan menggunakan analisa regresi sederhana. Adapun karakteristik agroekologi sebagai variabel bebas yaitu c-organik nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, kedalaman efektif, pH tanah, nitogen daun, fosfor daun, kalium daun, ketinggian tempat, persentase kemiringan lahan, suhu udara dan suhu tanah.

Model linear yang diasumsikan pada analisis ini adalah : Y= a + bx

Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis ini digunakan untuk melihat bagaimana pengaruh variabel bebas yaitu karakteristik agroekologi terhadap potensi produksi tanaman sebagai variabel tak bebas. Adapun karakteristik agroekologi dapat terdiri satu atau lebih dari karakteristik agroekologi yang diamati.

Model linear yang diasumsikan pada analisis ini adalah : Y= a + b1X1 + b2X2 + ...b14X14.

Keterangan :

Y : Potensi Produksi Salak

A : Intercep

X2 : Nitrogen X3 : Fosfor X4 :Kalium X5 :Magnesium X6 :Kedalaman Efektif X7 :pH tanah X8 :Nitrogen daun X9 :Fosfor daun X10 :Kalium Daun X11 :Ketinggian Tempat X12 :Kemiringan lahan X13 :Suhu udara X14 :Suhu tanah b1, b2, b3, ..b14. : Koefisien regresi,

Selanjutnya dilakukan uji korelasi untuk mencari hubungan antara peubah bebas terhadap potensi produksi salak yang dinyatakan dalam persentase, yang kemudian dilanjutkan dengan uji beda nyata dari Koefisien korelasi (R2) (Mattjik dan Sumertajaya, 2002)

Analisis Metode Stepwise

Analisis metode stepwise digunakan untuk melihat hubungan variabel bebas karakteristik agroekologi yang paling dominan mempengaruhi variabel terikat potensi produksi (Suliyow, 2010).

Analisis Korelasi

Analisis korelasi digunakan untuk melihat hubungan karakteristik agroekologi dengan potensi produksi (Suliyow, 2010).

Dokumen terkait