• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini bertempat di SMP Negeri 1 Penajam Paser Utara Kalimantan Timur. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018.

Waktu penelitian kurang lebih 3 bulan yaitu dari Bulan September sampai dengan Bulan Nopember. Kegiatan pembelajaran siklus I, dilaksanakan hari Senin tanggal 18 September 2017 jam ke-3 dan ke-4 dimulai pukul 09.00 s.d. 10.30 sebagai pertemuan ke-1 dan hari Rabu tanggal 20 September 2017 jam ke-5 dan ke-6 dimulai pukul 10.50 s.d. 12.10 sebagai pertemuan ke-2. Pelaksanaan siklus II direncanakan hari Kamis, 5 Oktober 2017 jam ke-1 dan ke-2 pukul 07.30 s.d.

08.50 sebagai pertemuan ke-1 dan pertemuan ke-2 direncanakan hari Senin, 9 Oktober 2017 jam ke-3 dan ke-4 dimulai pukul 09.00 s.d. 10.30.

Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah siswa kelas VII D SMP Negeri 1 Penajam Paser Utara yang berjumlah 29 orang, terdiri dari 17 perempuan dan 12 laki-laki.

Rancangan Penelitian

Prosedur Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus terdiri dari kegiatan Perencanaan (plan), Tindakan, Observasi, dan Refleksi.

Kegiatan refleksi sebagai tindak lanjut untuk perbaikan siklus berikutnya. Setiap siklus dilaksanakan selama dua kali pertemuan. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart (dalam Arikunto, Suharisimi, 2002: 83), yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya.

Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Langkah pada siklus berikutnya adalah perencanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus 1 dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi

(BORNEO, Volume XI, Nomor 2, Desember 2017)

26 BORNEO, Volume XII, Nomor 1, Juni 2019

permasalahan. Siklus spiral dari tahap-tahap penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 1. Alur Penelitian Tindakan Kelas

Penjelasan alur di atas adalah: 1) Rancangan/rencana awal, sebelum mengadakan penelitian peneliti menyusun rumusan masalah, tujuan dan membuat rencana tindakan, termasuk di dalamnya instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran; 2) Pengamatan, meliputi tindakan yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa serta mengamati hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan; 3) Refleksi, peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar pengamatan yang diisi oleh pengamat; dan 4) Rancangan yang direvisi, berdasarkan hasil refleksi pengamat kemudian membuat rangcangan revisi untuk dilaksanakan pada siklus berikutnya. Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah melaksanakan skenario pembelajaran yang terdapat dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Masing-masing pertemuan dilaksanakan 2 jam pelajaran (2x40 menit).

Penelitian ini menggunakan skenario pembelajaran yang sudah dirancang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Langkah-langkah skenario pembelajarannya pertemuan ke-1 dan 2 sebagai berikut.

Siklus 1

Pendahuluan (10 menit):

1. Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru Refleksi

Refleksi Tindakan/

Observasi Tindakan/

Observasi

Rencana yang direvisi Rencana

awal/rancangan

Siklus 1

Siklus 2

(BORNEO, Volume XI, Nomor 2, Desember 2017 BORNEO, Volume XIII, Nomor 1, Juni 2019 27

2. Pemusatan perhatian dan pemotivasian: Memberikan gambaran tentang penciptaan Tuhan YME

3. Apersepsi: Bertamya tentang sumber informasi (pendengaran, penglihatan) dan cara komunikasi (berbicara)

4. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai. (5) Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.

Kegiatan Inti (60 menit):

Menyampaikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan siswa dalam kelompok. Membagi siswa dalam kelompok (5-6 siswa/kelompok) dan mendistribusikan alat dan bahan kepada kelompok. Bersama siswa guru berdiskusi tentang struktur teks cerita kemudian siswa melakukan tanya jawab terhadap materi yang sedang dipelajari. Masing-masing perwakilan kelompok mengambil tugas dengan memilih tugas yang digantungkan pada bunga. Masing-masing kelompok berdiskusi membuat jawaban dengan melanjutkan teks cerita berdasrkan gambar. Guru membimbing setiap kelompok dalam menulis teks cerita sesuai dengan gambar sudah ditentukan sesuai dengan struktur teks cerita.

Memberi kesempatan kelompok untuk mempresentasikan hasilnya dan ditanggapi kelompok lain. Tiap kelompok (kelompok diacak) membaca hasil kerja kelompoknya. Memberikan kesempatan siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum jelas.

Kegiatan Penutup (5 menit):

1. Bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini, serta mendorong siswa untuk selalu bersyukur atas karunia Tuhan YME

2. Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada kelompok yang berkinerja baik.

Siklus II

Pendahuluan (10 menit):

1. Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru 2. Pemusatan perhatian dan pemotivasian

3. Apersepsi: Bertamya tentang sumber informasi (pendengaran, penglihatan) dan cara komunikasi (berbicara)

4. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai 5. Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.

Kegiatan Inti (60 menit):

Menyampaikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan siswa dalam kelompok. Membagi siswa dalam kelompok (5-6 siswa/kelompok) dan mendistribusikan alat dan bahan kepada kelompok. Bersama siswa guru berdiskusi tentang struktur teks cerita kemudian siswa melakukan tanya jawab terhadap materi yang sedang dipelajari. Masing-masing perwakilan kelompok mengambil tugas dengan memilih tugas yang digantungkan pada bunga. Masing-masing kelompok berdiskusi membuat jawaban untuk melanjutkan teks cerita berdasrkan gambar yang berisi kalimat kunci. Guru membimbing setiap kelompok dalam menulis teks cerita sesuai dengan gambar sudah ditentukan sesuai dengan

(BORNEO, Volume XI, Nomor 2, Desember 2017)

28 BORNEO, Volume XII, Nomor 1, Juni 2019

struktur teks cerita. Memberi kesempatan kelompok untuk mempresentasikan hasilnya dan ditanggapi kelompok lain. Tiap kelompok (kelompok diacak) membaca hasil kerja kelompoknya. Memberikan kesempatan siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum jelas.

Kegiatan Penutup (5 menit):

1. Bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini, serta mendorong siswa untuk selalu bersyukur atas karunia Tuhan YME

2. Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada kelompok yang berkinerja baik.

Observasi (pengamatan)

Observasi dilakukan oleh peneliti dan rekan sejawat sebagai pengamat untuk memperoleh gambaran secara objektif kondisi selama proses pembelajaran berlangsung serta mengamati sikap siswa selama tindakan penelitian dilakukan.

Sedangkan kegiatan wawancara dan angket berguna untuk mengungkap tanggapan balik siswa dan dampak dari aktivitas tindakan selama proses pembelajaran berlangsung.

Refleksi

Refleksi dilakukan untuk mengadakan upaya evaluasi yang dilakukan guru sebagai peneliti tindakan kelas. Refleksi dilakukan setelah pelaksanaan tindakan dan hasil observasi akhir siklus dengan sedikit perubahan tindakan kelas untuk menentukan siklus berikutnya.

Teknik Pengambilan dan Pengumpulan Data

Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, dan angket untuk data kualitatif. Penilaian hasil ulangan harian siswa sebagai data kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini juga menggunakan teknik dokumentasi yaitu berupa foto kegiatan siswa sebagai bukti pelaksanaan kegiatan proses pembelajaran dengan Menggunakan Media Gambar Berisi Kalimat Kunci pada Siswa Kelas VII D SMP Negeri 1 Penajam Paser Utara.

Pengumpulan data kualitatif untuk penilaian sikap dan kuantitatif untuk penilaian pengetahuan dan keterampilan. Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa: Penilaian Sikap, Penilaian Pengetahuan dan Penilaian Keterampilan.

Pengumpulan data kuantitatif melalui nilai hasil proses pembelajaran atau hasil nilai ulangan harian untuk pengumpulan data penilaian pengetahuan sedangkan pengumpulan data untuk Penilaian Keterampilan melalui nilai praktik, penugasan atau nilai proyek dan nilai portofolio. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelituan ini berupa: Lembar Observasi Terfokus, Lembar Angket Siswa, Lembar Pedoman Wawancara, dan Tes Formatif.

Lembar angket siswa menggunakan Skala Likert. Skala ini disusun dalam bentuk suatu pertanyaan dan diikuti oleh lima respons yang menunjukkan tingkatan berikut: SS (Sangat Setuju), S (Setuju), TT/TB (Tidak Tahu/Tidak Berpendapat), TS (Tidak setuju), dan STS (Sangat Tidak Setuju) (Leo Idra Ardiana, dkk: 2002: 20).

(BORNEO, Volume XI, Nomor 2, Desember 2017 BORNEO, Volume XIII, Nomor 1, Juni 2019 29 Teknik Analisis Data

Penilaian Sikap dengan menggunakan penetapan pembobotan oleh satuan pendidikan yang meliputi: Nilai Observasi, Nilai diri sendiri, Nilai antarteman, Nilai Jurnal dan Nilai Rapor. Jumlah perbandingan pembobotan adalah 5 dengan ketentuan Nilai Observasi disarankan diberi bobot lebih besar, yaitu: 2:1:1:1.

Kriteria Penilaian Sikap menggunakan nilai kualitatif dengan rentang nilai sebagai berikut: Sangat Baik (SB) nilai 92-100, Baik (B) 83-91, Cukup (C) 75-82, Kurang (K) <75. Penskoran menggukan rentang skala antara 8 sampai 9 untuk kriteria penilaian sikap. Penilaian Pengetahuan dan Penilaian Keterampilan dengan menggunakan penskoran nilai bobot soal pada setiap indikator yang dicapai.

Penskoran bobot menggunakan skala nilai 0-100 untuk Penilaian Pengetahuan.

Pengolahan Nilai untuk Keterampilan menggunakan skala 1-4 dengan ketentuan sebagai berikut: Sangat Baik = 4, Baik = 3, Cukup = 2, Kurang =1.

Hasil belajar siswa dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif yaitu dengan menggunakan Kriteria Ketuntasan Minimal. KKM kegiatan pembelajaran yang ditetapkan adalah siswa dinyatakan tuntas apabila memperoleh nilai 75 pada Nilai Pengetahuan dan Nilai Keterampilan sedangkan Nilai Sikap jika memperoleh nilai Baik (B). Secara klasikal jika mencapai 85 % siswa dinyatakan tuntas belajar. Sedangkan analisis data kualitatif diperoleh dari hasil kegiatan pengamatan (observasi terfokus) dan angket siswa sebagai data non-tes.

Teknik analisis data kuantitatif diperoleh dari penilaian hasil Ulangan harian siswa dan hasil pembelajaran yang dilakukan dua kali penilaian terhadap materi pembelajaran menulis teks cerita pada siklus I dan siklus II. Analisis data kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan tes uraian unjuk kerja dengan menggunakan pendekatan komunikatif dan integratif.

Oller (1979) juga menjelaskan bahwa tes pendekatan integratif memperlakukan butir-butir kebahasaan dan keterampilan secara terpadu.

Kemampuan berbahasa secara keseluruhan harus dijaring dengan tes yang menyeluruh dan bukan melalui tes yang terpisah-pisah (Leo Idra Ardiana (Tim), dkk: 2002: 10). Data hasil ulangan tersebut dianalisis dengan menggunakan penskoran sebagai berikut;

Tabel 1. Analisis Penskoran Data Hasil Ulangan

Soal indikator Skor

2. Ketepatan menggunakan bahasa dalam isi teks cerita.

40 - 70 40 70

Jumlah Skor 50 - 100 50 100

Sedangkan analisis data kualitatif diperoleh dari hasil kegiatan pengamatan, wawancara dan angket sebagai data non-tes.

(BORNEO, Volume XI, Nomor 2, Desember 2017)

30 BORNEO, Volume XII, Nomor 1, Juni 2019

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN