Audio Visual
D. Metode Pengambilan Data
Kegiatan penggalian data potensi sumberdaya goa dan data lain merupakan salah satu aspek vital dalam proses perencanaan ekowisata goa. Penggunaan metode yang berkaitan merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan agar pengukuran atau penggalian data potensi sumber daya goa dan data lain berjalan
dengan efektif. Metode yang digunakan antara lain ialah metode pengamatan dan pengukuran kondisi fisik goa, metode wawancara masyarakat, wisatawan, dan pengelola.
1. Metode Pengamatan dan Pengukuran Kondisi Fisik Goa
Kegiatan pengamatan dan pengukuran kondisi fisik goa merupakan salah satu tahap yang dilakukan untuk mengetahui sumberdaya dan potensi lain dengan observasi, identifikasi dan dokumentasi. Kegiatan observasi, identifikasi, dan dokumentasi pengukuran serta pengamatan ini meliputi pengukuran derajat kesulitan, pengambilan titik koordinat dan pemetaan goa, pengukuran kondisi iklim mikro, pengamatan ornamen goa dan daya tarik lain, dan pengamatan aksesibilitas, sarana, dan keamanan.
a. Pengukuran Derajat Kesulitan
Penentuan derajat kesulitan goa merupakan tahap awal dalam proses identifikasi dan observasi. Kegiatan pengukuran dan pengamatan ini menggunakan 4 parameter (Ko 2001) yaitu :
1. Aktivitas tubuh berupa berdiri (> 160 cm), merunduk (140-160 cm), jongkok (120-140 cm), merangkak (80 – 120 cm), merayap (<80cm). Berenang memiliki nilai paling tinggi dibandingkan dengan aktivitas lainnya karena berenang ini membutuhkan keterampilan yang khusus dalam melakukannya.
2. Kondisi Air (debit air) dalam goa menjadi parameter penilaian yang penting karena akan menentukan tingkat kesulitan dalam penelusuran goa.Debit air yang lebih besar lebih menyulitkan untuk ditelusuri dibandingkan dengan goa yang memiliki debit air yang kecil. Semakin tinggi debit air, maka semakin besar nilai yang diberikan.
3. Panjang lorong goa merupakan salah satu parameter yang penting dalam penilaian derajat kesulitan. Semakin panjang lorong goa semakin tinggi nilai yang diberikan. Goa yang panjang akan membutuhkan daya tahan tubuh yang lebih dibandingkan dengan goa yang pendek karena semakin ke dalam goa ketersediaan oksigen semakin menipis.
4. Bentuk mulut goa merupakan parameter yang cukup menentukan dalam penelusuran goa. Bentuk mulut goa vertical akan lebih membutuhkan keterampilan, daya tahan tubuh dan ketersediaan alat lengkap dibandingkan dengan bentuk mulut goa yang horizontal. Lebih jelasnya dapat dilihat pada (Tabel 9).
Tabel 9. Parameter penilaian derajat kesulitan goa
Parameter 1 Parameter 2 Parameter 3 Parameter 4 Aktivitas Tubuh Nilai DebitAir Nilai Panjang Goa Nilai Bentuk Mulut Goa Nilai
Berdiri 0 0 – 40 0 0 - 50 0 Horizontal 0 Merunduk 0.5 41 – 80 0.5 51 – 100 0.5 Vertikal 0.5 Jongkok 1 81 – 120 1 101 – 150 1 Merangkak 1.5 121 – 160 1.5 1 151 – 200 1.5 Merayap 2 >160 2 >200 2 Berenang 2.5 2.5 2.5 Sumber : Ko (2001)
b. Pengambilan Titik Koordinat dan Pemetaan Goa
Pengambilan titik koordinat letak lokasi goa dilakukan dengan GPS (Global Position System), serta untuk metode survey arah pengambilan data pemetaan bagian dalam goa dilakukan dengan metode forward (Gambar 11) yaitu pembaca alat dan pencatat pada system stasiun pengukuran pertama, kemudian pembaca alat menentukan target stasiun kedua. Setelah pembacaan selesai, pembaca alat dan pencatat berpindah ke stasiun kedua dan menentukan tujuan stasiun ketiga. Demikian seterusnya sampai stasiun pengukuran terakhir.Untuk arah survey berdasarkan arah pengumpulan data menggunakan metode top to bottom, dimulai dari pintu goa sampai ujung lorong atau dasar dari goa atau sampai stasiun terakhir. Grade pemetaan yang digunakan yaitu Grade III, karena peralatan yang digunakan terbatas pada kompas, pita ukur dan klinometer (Grade Survey Center Line standard BCRA, sumber Surveying Cave, Bryan Ellis, 1970).
Panjang le b a r Dalam A ra h A ru s
Gambar 11. Pemetaan goa dengan menggunakan metode forward
c. Pengukuran Kondisi Iklim Mikro
Pengukuran kondisi iklim mikro goa. Iklim mikro goa yang diambil seperti suhu dan kelembaban diukur dengan meggunakan termometer. Pengukuran debit air dilakukan dengan metode botol, yaitu dengan bola botol dialirkan dari titik awal acuan sampai titik akhir acuan dengan menghitung waktu alir sehingga dapat diketahui kecepatan arus air, Setelah itu dilakukan pengukuran lebar dan kedalaman rerata sungai (Gambar 12).
Gambar 12. Pengukuran debit air sungai menggunakan metode pingpong
d. Pegamatan Ornamen Goa dan Daya Tarik lain
Pengamatan ornamen goa yang menarik dan daya tarik lain di setiap goa dilakukan dengan mencatat jenis dan jumah ornamen serta daya tarik lain serta mencatat ornamen dan daya tarik lain yang paling menonjol pada setiap goa, kemudian dilakukan pula pengamatan derajat kesulitan ( merayap, jongkok, berenang, dan lain – lain) pada setiap goa.
e. Pengamatan Aksesibilitas, Sarana, Keamanan, dan Daya Dukung lain Pengamatan aksesibilitas, sarana, keamanan dan daya dukung lain, dilakukan dengan secara langsung kelapangan dan mencatat data yang ada, dengan kombinasi wawancara sejumlah pihak terkait, seperti masyarakat sekitar, atau pengelola kawasan.
2. Masyarakat
Data masyarakat meliputi karakteristik, persepsi, kesiapan masyarakat dan keterlibatan masyarakat melalui penyebaran kuesioner yang bersifat Close Ended yaitu kuesioner dengan pilihan jawaban yang telah disediakan. Responden yang diambil datanya secara acak menggunakan sampling size sebesar minimal 30 responden. Hal ini didasarkan pada teori yang menyatakan bahwa untuk penelitian yang menggunakan analisa data dengan statistik, jumlah sampel terkecil adalah sebanyak 30 orang. Singarimbun (1989 : 170 – 171) dalam Ihyani F (2010).
3. Wisatawan
Data mengenai wisatawan yang diperlukan dalam kegiatan penelitian yaitu karakteristik, motivasi serta persepsi mengenai perencanaan ekowisata goa. Data tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode observasi langsung dan penyebaran daftar pertanyaan (kuesioner). Kegiatan observasi dilakukan dengan mengunjungi dan mengamati langsung wisatawan atau pengunjung di lokasi setiap goa dan dilanjutkan dengan penyebaran daftar pertanyaan atau kuesioner. Daftar pertanyaan disusun dengan pola close ended (pilihan ganda), dimana dalam pola ini wisatawan atau pengunjung dapat langsung memilih jawaban dari aspek yang telah disediakan.
Daftar pertanyaan disebarkan kepada responden dengan jumlah responden sebanyak 30 responden yang ditentukan dengan metode convenience sample yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan saja, wisatawan yang ditemui peneliti dan bersedia menjadi responden. Jumlah tersebut dianggap telah mewakili populasi yang ada dalam klasifikasi actual demand yang selalu datang, pengunjung potencial demand yang berpotensi datang,atau pengunjung dengan klasifikasi latend demand. Hal ini dikarenakan tidak diketahuinya jumlah pengunjung yang datang per-periode tertentu di setiap goa.
4. Pengelola
Data dari pengelola yaitu meliputi karakteristik, persepsi dan kesiapan pengelola atas perencanaan ekowisata goa yang akan dilakukan pada kawasan. Pengambilan data kepada pihak pengelola dilakukan karena pengelola merupakan salah satu pihak yang mempunyai peran sebagai asesor untuk mendukung aspek komparatif-edukatif dalam proses analisis kuantitatif atau penilaian potensi ekowisata goa di Kabupaten tasikmalaya dengan menggunakan indikator penilaian potensi Avenzora (2008). Pengambilan data pihak pengelola dilakukan dengan wawancara dan mengajukan kuesioner untuk kemudian dilakukan observasi terhadap informasi yang diperoleh dari hasil data kuesioner. Pihak pengelola yang disebutkan yaitu petugas lapangan dan staf terkait. Pengelola menjadi pihak yang penting untuk diketahui datanya karena bertindak sebagai perantara. Perantara yang dimaksud ialah mempunyai fungsi untukmenjadi penghubung antara pengunjung dengan aktivitas wisata serta masyarakat yang terdapat pada kawasan. Pengelola juga dinilai sebagai pihak yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup mengenai kondisi aktual kawasan, atau informasi mengenai ekowisata goa.