BAB II LANDASAN TEORI
2.10. Metode Pengembangan Sistem Sekuiensial Linier (Waterfall Model)
Metode pengembangan sistem sekuensial linier atau yang sering disebut dengan siklus kehidupan klasik atau model air terjun (waterfall model) memberikan sebuah pendekatan pengembangan sistem yang sistematik dan
sekuensial, dimulai pada fase perancangan sistem, analisis, desain, kode, pengujian dan pemeliharaan (Pressman, 2003).
2.10.1. Perencanaan atau Rekayasa dan Pemodelan Sistem
Pada fase ini dilakukan identifikasi sistem, studi kebutuhan pengguna, dan studi kelayakan sistem baik secara teknis maupun teknologi serta penjadwalan pengembangan sistem.
2.10.2. Analisa Kebutuhan Sistem
Pada fase ini pengumpulan kebutuhan di identifikasi dan difokuskan pada sistem yang akan dibangun meliputi identifikasi domain informasi, tingkah laku sistem, unjuk kerja dan antar muka sistem. Kebutuhan untuk sistem di dokumentasikan dan di konsultasikan lagi bagi pengguna. 2.10.3. Desain
Fase ini difokuskan pada proses desain struktur data, arsitektur sistem, representasi interface dan algoritma program.
2.10.3.1. Basis Data
Basis data adalah penggunaan bersama dari data yang terhubung dan deskripsi dari data, yang dirancang untuk keperluan informasi (Connolly et al, 2002).
Dalam basis data dikenal istilah tabel, baris, dan kolom. Tabel (biasanya disebut dengan relasi) menyatakan benuk berdimensi dua yang mewakili suatu kelompok data yang sejenis. Sebuah tabel berisi sejumlah kolom yang biasa disebut sebagai field
dan baris yang biasa disebut record. Dalam konsep basis data
relational, setiap tabel memiliki sebuah kunci primer (primary key).
Primary key adalah suatu nilai yang unik (tidak ada yang bernilai sama) sehingga dapat digunakan untuk membedakan suatu baris dengan baris yang lainnya. Jika memberikan nilai berdasarkan
primary key maka maksimal ada satu baris memenuhinya. Selain primary key, kunci disini dibagi menjadi candidat key, alternate key, foreign key, dan composite key.
1. Candidate key, satu atau lebih attribute yang mendefinisikan
sebuah baris secara yang berfungsi sebagai calon dari primary
key serta mempunyai nilai unik pada hampir setiap barisnya. 2. Alternate key, candidat key yang tidak dipilih untuk
mendefinisikan sebuah baris secara unik, tetapi perlu dicatat meskipun tidak menjadi candidatkey di sebuah tabel akan tetapi tidak tertutup kemungkinan bisa menjadi primarykey.
3. Foreignkey, primarykey yang dari tabel yang lain.
4. Compositekey, primarykey yang tidak terbentuk oleh sebuah kolom, tetapi tersusun atas beberapa kolom.
2.10.3.1.1. Entity Relationship Diagram (ERD)
ERD (Entity Relationship Diagram) adalah model data yang
menggambarkan hubungan antar satu entitas dengan entitas yang
menyediakan cara yang sederhana dan mudah untuk memahami berbagai komponen dalam desain basis data(Connoly et.al, 2005). Ada tiga komponen yang ada dalam ERD, yaitu :
1. Entity
Entity adalah benda yang memiliki identitas berbeda. Entity
digambarkan dengan bentuk persegi panjang yang berisi nama dari entity tersebut.
2. Relationship
Relationship adalah asosiasi hubungan antar entity. Entity
merupakan pengikut dari relationship. Relationship dapat berupa relasi one-to-one, one-to-many, dan many-to- many.
Relationship digambarkan dengan bentuk belah ketupat yang berisi nama dari relationship.
3. Property
Property, dimiliki oleh entitiy maupun relationship. Setiap nilai dari property diambil dari nilai kelompok property
Gambar 2. 19 Simbol Entity
tersebut. Property digambarkan dalam bentuk elips yang berisikan nama dari property tersebut.
2.10.3.1.2. MySQL
MySQL adalah sebuah database server, dapat juga berperan sebagai client sehingga disebut juga database client/server, yang
open source dengan kemampuan yang dapat berjalan baik di OS (Operating System), dengan platform windows maupun linux
(Bunafit Nugroho,2005). Seiring perkembangannya, MySQL
semakin banyak digunakan baik dalam aplikasi berbasis web maupun aplikasi berbasis dekstop, karena fitur-fitur yang ditawarkan semakin kompleks dan memungkinkan untuk
membuat aplikasi basis data yang canggih. MySQL menggunakan
perintah dalam bahasa SQL, seperti : 1. Select
Perintah ini digunakan untuk memanggil data dari suatu tabel.
Contoh penulisannya :
SELECT{namafield}
FORM namatabel;
2. Insert
Perintah yang digunakan untuk menambahkan data ke dalam tabel.
Contoh penulisannya :
INSERTINTO namatabel (field1, field2,field3,....)
VALUE (ekspresi1,ekspresi2,....) 3. Delete
Perintah ini digunakan untuk menghapus data dari suatu tabel.
Contoh penulisannya :
DELETEFORM namatabel WHERE kondisi 4. Update
Perintah ini digunakan untuk memperbaharui nilai suatu data pada tabel yang sudah ada.
Contoh penulisannya :
UPDATE namatabel SET criteria WHERE kondisinamatabel SET
kriteria WHERE kondisi
2.10.3.1.3. Data Flow Diagram (DFD)
DFD (Data Flow Diagram) adalah sebuah diagram yang menggambarkan sebuah aliran data dari sebuah sistem. Keuntungan menggunakan DFD adalah memudahkan pengguna yang kurang menguasai komputer sehingga dapat memahami
sistem yang akan dikembangkan. Simbol-simbol yang biasa digunakan pada DFD, sebagai berikut :
1. Proses
Proses adalah respon terhadap aliran data masuk atau kondisi dari sebuah sistem. Proses menggambarkan aliran sistem yang mengolah masukan menjadi keluaran. Proses digambarkan dengan sebuah lingkaran.
2. Aliran Data
Aliran data adalah gambaran dari sebuah masukan data ke dalam suatu proses atau keluaran data dari sebuah proses. Aliran data digambarkan dengan garis panah, dimana ujung panah menggambarkan tujuan.
Gambar 2. 23 Simbol Aliran data
3. Penyimpanan Data
Penyimpanan data adalah penyimpanan data yang akan digunakan untuk proses berikutnya. Penyimpanan data digambarkan denag sebuah kotak yang salah satu ujungnya terbuka.
Gambar 2. 24 Simbol Penyimpanan Data Gambar 2. 22 Simbol Proses
4. ExternalEntity
Eksternal entity adalah perorangan atau organisasi yang
berhubungan dengan sistem. Eksternal entity juga disebut
Boundary. Eksternal entity digambarkan dengan bentuk persegi panjang.
2.10.3.1.4. UseCaseDiagram
Use Case Diagram adalah sebuah grafis yang menggambarkan interaksi antara sistem dengan pengguna. Dengan kata lain use case diagram secara grafis mendeskripsikan siapa yang akan menggunakan sistem, dan interaksi apa yang dapat dilakukan oleh
user dengan sistem tersebut. Use case diagram ini digunakan untuk menggambarkan sekuensi langkah-langkah dari setiap interaksi. Simbol-simbol yang biasa digunakan pada use case
diagram, sebagai berikut :
1. Usecase
Usecase adalah interaksi yang dapat dialakukan oleh serang user. Usecase ini digambarkan dengan bentuk elips.
Gambar 2. 25 Simbol ExternalEntity
2.
AktorAktor adalah sebuah entitas manusia atau mesin yang berinteraksi dengan sistem untuk melakukan proses tertentu. Aktor ini digambarkan dengan bentuk manusia.
Gambar 2. 27 Simbol Aktor
2.10.4. Kode
Setelah proses desain selesai maka hasilnya harus diterjemahkan ke dalam bentuk program komputer yang kemudian menghasilkan suatu sistem.
2.10.5. Pengujian
Pengujian dilakukan untuk menemukan kesalahan-kesalahan yang memungkinkan terjadi pada proses pengkodean serta memastikan bahwa input yang dibatasi memberikan hal yang sesuai dengan kebutuhan.
2.10.6. Pemeliharaan
Ditandai dengan penyerahan perangkat lunak kepada pemesannya untuk
dioprasikan. Dalam masa oprasional, perangkat lunak masih
memungkinkan untuk terjadi sesuatu kesalahan atau kegagalan dalam menjalankan fungsi, perangkat lunak tersebut masih membutuhkan proses (maintenance) dari waktu ke waktu.
Gambar 2. 28WaterFallModel