• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN TEORITIS

2.9 Metode Pengukuran Tingkat Keterpakaian Koleksi…

Kohn (2013, 88) metode evaluasi koleksi berbasis keterpakaian koleksi berfokus pada permintaan pengguna. Permintaan ini berasal dari data sirkulasi yang berasal dari dalam perpustakaan sendiri maupun yang berasal dari luar perpustakaan yang biasa disebut dengan Inter Librarian Loan.

Jain (1969, 245) metode yang digunakan untuk melihat keterpakaian koleksi ada 2 metode yang pertama adalah dengan memilih sampel buku dari total koleksi pada perpustakaan. Setelah itu mengecek tentang pemakaian koleksi tersebut yang dicacat oleh perpustakaan. Metode yang kedua adalah metode yang menggunakan semua populasi menjadi sampel penelitian. Selain mencacat pemakaiannya peneliti juga akan mencacat karakteristik yang dimiliki oleh koleksi. Karakteristiknya berupa subjek dan umur buku saat berada di perpustakaan.

Menurut Jain (1969, 248) pemakaian koleksi untuk pemakaian ditempat, adapun indikatornya adalah sebagai berikut:

(1) Nomor klasifikasi,

(2) Volume koleksi (jika ada),

(3) Nomor eksemplar dari koleksi (jika ada), (4) Tanggal dari peminjaman koleksi.

Thompson (1991, 443) menyatakan bahwa pengukuran konsep keterpakaian (pemanfaatan) perpustakaan dapat diukur dengan tiga indikator

yakni intensitas penggunaan, frekwensi penggunaan, dan jumlah koleksi yang digunakan. Ketiga indikator tersebut mempunyai penjelasan dan tujuan sebagai berikut:

1. Intensitas Penggunaan (intensity of use)

Hal ini menunjukkan tentang sejauh mana keandalan dan kehebatan koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan. Intensitas penggunaan dilihat dari kunjungan yang dilakukan oleh pengguna perpustakaan. Jika pengguna teratur pergi ke perpustakaan maka bisa disimpulkan jika informasi yang di perpustakaan dibutuhkan dan permanfaat bagi pengguna.

2. Frekwensi penggunaan (frequency of use)

Bertujuan untuk menunjukkan seberapa sering pengguna menggunakan koleksi untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Pemfaatan ini tidak hanya dari penggunaan koleksi namun juga dari pemanfaatan fasilitas yang ada di perpustakaan.

3. Jumlah yang digunakan (diversity of software pachage used)

Menujukkan tentang sejauh mana ketergantungan pengguna terhadap koleksi yang ada di perpustakaan. Dalam pemanfaatan koleksi pengguna tidak hanya datang untuk meminjam koleksi namun juga untuk menggunakan koleksi di tempat.

Sedangkan menurut Mount Sount Vincent University dalam Yulvimar (2003, 11) mengemukakan bahwa ada beberapa teknik yang digunakan untuk mengukur tingkat keterpakaian koleksi yaitu, memperhatikan tingkatan judul berdasarkan standar umum, dapat dilihat melalui:

1. Katalog perpustakaan a. Bibliografi subjek b. Analisis subjek c. Review essays d. Bibliografi khusus

e. Daftar usulan dari staf pengajar

2. Sistem data perpustakaan Mencakup keseluruhan judul dalam subjek tertentu yang berhubungan dengan pengadaan, frekuensi sirkulasi peminjaman dan statistik silang layan

3. Menguji secara langsung ke rak

4. Survei Pengguna tentang cakupan, kedalaman, kesesuaian, dan kemutakhiran koleksi.

Berdasarkan uraian diatas teknik mengevaluasi koleksi dapat dilakukan dengan dua metode yaitu terpusat pada koleksi dan terpusat pada pengguna.

Metode terpusat pada koleksi maksudnya melakukan pencocokan terhadap daftar tertentu, bibliografi, atau katalog, dengan penilaian dari pakar, melakukan perbandingan data statistik dan standar koleksi.

Sedangkan jika dengan metode terpusat pada pengguna maka hal-hal yang harus dilakukan adalah melakukan kajian sirkulasi, meminta pendapat pengguna, menganalisis statistik pinjam antar perpustakaan, melakukan kajian sitiran, melakukan kajian pengggunaan di tempat (ruang baca) dan memeriksa ketersediaan koleksi rak.

2.10 Konsep Perhitungan Tingkat Keterpakain Koleksi

Dalam hal ini peneliti menggunakan konsep perhitungan menurut Kohn (2013, 88) metode evaluasi koleksi berbasis keterpakaian koleksi berfokus pada permintaan pengguna. Permintaan ini berasal dari data sirkulasi yang berasal dari dalam perpustakaan itu sendiri.

Informasi koleksi yang diperlukan untuk pengumpulan data statistik sekurang-kurangnya harus meliputi:

1. Jumlah Judul 2. Jumlah eksemplar 3. Kelas Pustaka

4. Bentuk bahan perpustakaan 5. Bahasa bahan perpustakaan 6. Asal Bahan Perpustakaan 7. Tahun Terbit

Perhitungan Tingkat Keterpakaian koleksi dapat di ukur dengan cara mengetahui beberapa data “use factor”, “percentage of expected use”,

“circulation per capita”, dan “turn over rate”.

 Use factor adalah perbandingan antara jumlah transaksi sirkulasi dalam suatu subyek, dengan jumlah koleksi dalam subyek yang sama.

 Percentage of expected use adalah hasil “use factor” dikalikan dengan seratus untuk memperoleh persentase.

 Circulation Percapita adalah jumlah rata rata peredaran buku dengan

membagi jumlah buku yang dipinjamkan dengan jumlah populasi di area perpustakaan (anggota).

 Turn over rate circulation adalah jumlah koleksi dipinjam selama

setahun dibagi dengan total koleksi.

Setelah menghitung hasil dari beberapa rangkaian diatas, peneliti juga akan mendeskripsikan hasil perhitungan tingkat keterpakaian melalui grafik ataupun tabel agar mudah dipahami.

Adapun tahap-tahap dalam penentuan tingkat keterpakaian koleksi buku tercetak adalah:

1. Melakukan kajian sirkulasi.

Tahap ini menggunakan evaluasi terhadap data sirkulasi. Melihat seberapa relevan jumlah pemustaka dangan buku yang dipinjam.

2. Menentukan tingkat keterpakaian antar fakultas

Dalam penelitian ini, penulis mengambil sampel sebanyak judul koleksi sirkulasi (100 %) dari total populasi sebanyak 236.206 judul dengan 639.057 eksemplar koleksi sirkulasi. Tingkat keterpakaian koleksi sirkulasi dalam penelitian ini diukur berdasarkan frekuensi peminjaman koleksi perpustakaan oleh pemustaka USU.

3. Menentukan tingkat keterpakaian berdasarkan subyek

Yaitu keterpakaian koleksi yang dilihat berdasarkan pemanfaatan setiap nomor kelas koleksi atau buku yang dimanfaatkan pengguna.

4. Menentukan sampel

Yaitu tahap penentuan persentase dengan menentukan sampel 5. Menetapkan kesimpulan relevan atau tidaknya tingkat keterpakaian 6. Analisis penyebab terjadinya penurunan maupun peningkatan pemakaian

(pemanfaatan) koleksi.

.

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis dan Metode Penelitian

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, yaitu data yang diproleh dari sampel populasi penelitian dianalisis sesuai dengan metode statistik yang digunakan.

Menurut Arikunto (2009, 234) penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status tentang suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya saat penelitian diadakan.

Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antarfenomena yang diselidiki. Sehingga penelitian ini menggambarkan suatu fakta-fakta dan sifat-sifat hubungan antarfenomena terhadap suatu peristiwa. Pada penelitian ini, peneliti hanya memaparkan secara apa adanya data yang telah diperoleh dari unit analisis.

3.2 Lokasi Penelitian

Sesuai judul penelitian, maka lokasi dalam penelitian ini berada pada Perpustakaan Universitas Sumatera Utara (USU) yang beralamat di Jalan Perpustakaan No. 1, Padang Bulan, Medan Baru 20155, Kota Medan.

3.3 Unit Analisis

Menurut Singarimbun (1995, 155) “yang dimaksud dengan unit analisis adalah unit yang akan diteliti atau dianalisis”. Pendapat serupa dikemukakan oleh Arikunto (1998, 131) menyatakan bahwa, “unit analisis satuan yang menunjuk pada subjek penelitian”. Unit dianalisis adalah koleksi bidang ilmu Kedoketeran kelas 610-619. Jika dikaitkan dengan istilah populasi, maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh koleksi bidang ilmu kedokteran yang berada pada nomor klasifikasi 610-619, Dari observasi awal yang dilakukan diperoleh data bahwa populasi yang menjadi objek penelitian adalah berjumlah 6.172 judul 18.082 eksemplar. Koleksi yang dihitung tingkat keterpakaiannya adalah koleksi-koleksi yang dipinjamkan melalui sirkulasi sedangkan koleksi-koleksi referensi dan yang dibaca di tempat tidak diikut sertakan dalam populasi.

3.3.1 Populasi

Jumlah dari keseluruhan variabel disebut populasi yang merupakan subjek dengan kriteria tertentu dan berguna dalam perolehan data penelitian yang dibutuhkan. Untuk memudahkan dalam penelitian ini, maka penulis menetapkan populasi penelitian. Menurut Arikunto (2010, 173). “Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian”. Populasi pada penelitian ini adalah jumlah koleksi buku tercetak kelas 610-619 di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara (USU) dengan jumlah 6.172 judul dan 18.082 eksemplar.

Tabel 3.1.

Rincian Koleksi Buku Ilmu Kedokteran

No

614 Kesehatan masyarakat 217 693

615 Farmakologi dan Ilmu Terapi 742 2.838

616 Penyakit – penyakit 1.776 5.918

617 Pembedahan 1.052 2.691

618 Ginakologi dan Kedokteran Khusus

717 1.833

619 Kedokteran Eksperimental 5 11

Jumlah 6.172 18.082

Sumber: Sistem Informasi Perpustakaan (SIPUS) USU

3.3.2 Sampel

Sampel diambil dalam penelitian sebagai bahan pertimbangan efisiensi dan mengarah pada sentralisasi permasalahan dengan memfokuskan pada sebagian dari populasinya. Dalam penelitian pengambilan sampel yang tepat merupakan langkah awal dari keberhasilan penelitian, karena dalam pemilihan sampel yang dilakukan dengan tidak benar akan menghasilkan temuan yang kurang memenuhi sasarannya.

Menurut Sugiyono (2013, 118) “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.” Mengingat populasi pepustakaan yang besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti menetapkan sampel dari banyak populasi.

Untuk mengetahui banyaknya jumlah sampel penelitian, peneliti menggunakan rumus Slovin yaitu

Keterangan:

n = Ukuran sampel N= Ukuran populasi

e = Taraf kesalahan sebesar 10% (Umar, 2008:78)

Sesuai dengan rumus di atas, maka sampel penelitian ini adalah :

Eksemplar

Berdasarkan rumus Slovin diperoleh sampel sebesar 99 eksemplar. Karena populasi penelitian berstrata secara tidak homogen maka teknik pengambilan sampel adalah menggunakan Proportionate Statified Random Sampling. Menurut Sugiyono (2013, 118) “Proportionate Statified Random Sampling digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara

proposional”. Maka untuk menentukan sampel yang berimbang dengan besarnya strata digunakan rumus sampling fraction perstratum yaitu :

Keterangan:

= Sampling fraction stratum i

besarnya sub sampel per stratum yaitu:

ni = Sub sampel per stratum (Nazir, 1999, 355)

Tabel 3.2.

Penentuan Sampel Berdasarkan Strata

No No Kelasifikasi Jumlah Populasi Sampel

1 610 1406

8

2 611 568

3

3 612 1172

6

4 613 952

5

5 614 693

4

6 615 2838

15

7 616 5918

32

8 617 2691

15

9 618 1833

10

10 619 11

1

Jumlah 18082 Jumlah 99

3.4 Jenis dan Sumber Data

Jenis dan sumber data penelitian adalah:

1. Data primer, data yang diperoleh langsung dari data riwayat sirkulasi koleksi dan LAKIP di Perpustakaan USU.

2. Data sekunder, data yang mendukung data primer yang bersumber dari jurnal, buku, majalah, dan dokumen lain yang berhubungan dengan masalah penelitian

3.5 Instrumen Penelitian

Untuk dapat mengumpulkan data yang dibutuhkan, dalam suatu penelitian dibutuhkan alat/instrumen penelitian. Instrumen penelitian menurut Arikunto (2010, 101) adalah alat bantu yang dipilih dan digunakannya menjadi sistematis dan dipermudah olehnya”. Peneliti menggunakan alat atau sarana dalam memproleh data yang dibutuhkan. Intrumen pengumpulan yang digunakan adalah dokumentasi. Dalam metode dokumentasi ini dimaksudkan bahwa peneliti mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal yang berupa catatan, buku-buku, dokumen, sistem (SIPUS), riwayat sirkulasi, dan sebagainya.

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan langkah yang sangat penting dilakukan, karena pada umumnya data yang dikumpulkan tersebut digunakan untuk keperluan penelitian. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data yang dilakukan

adalah melalui observasi. Teknik observasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara peneliti melakukan pengamatan secara langsung di lapangan.

Metode observasi merupakan metode pengumpul data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki (Supardi, 2006: 88). Observasi dilakukan menurut prosedur dan aturan tertentu sehingga dapat diulangi kembali oleh peneliti dan hasil observasi memberikan kemungkinan untuk ditafsirkan secara ilmiah.

Pengamatan dalam istilah sederhana adalah proses peneliti dalam melihat situasi penelitian. Pengamatan dapat dilakukan secara bebas dan terstruktur. Alat yang bisa digunakan dalam pengamatan adalah lembar pengamatan, ceklist, catatan kejadian dan lain-lain.

Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang (tempat), pengguna, kegiatan, objek, data statistik, kejadian atau peristiwa, waktu, dan sebagainya. Alasan peneliti melakukan observasi adalah untuk menyajikan gambaran statistik, untuk menjawab pertanyaan dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut.

3.7 Teknik Analisis Data

Buku yang di analisis keterpakaiannya berjumlah 99 Judul. Adapun teknik yang peneliti lakukan dalam analisis data sebuah koleksi yaitu:

1. Mengambil langsung data koleksi buku yang tersedia pada sistem untuk melihat tingkat keterpakaian koleksi berdasarkan data riwayat sirkulasi.

2. Mengelompokkan sampel koleksi dengan judul dan nomor klasifikasi buku, tahun terbit jumlah judul dan eksemplar buku.

Untuk menafsirkan besarnya persentase yang didapat dari hasil data, penulis menggunakan metode yang dikemukakan oleh Arikunto (2005, 57) yaitu:

0 % Tidak ada satupun 1-25 % Sebagian Kecil 26-49% Hampir Setengah 50% Setengah

51-75% Sebagian Besar 76-99% Pada Umumnya 100% Seluruhnya

3. Kemudian semua data yang diolah disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Analisis data tersebut didasarkan pada hasil pengumpulan data.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Keterpakaian koleksi adalah mendayagunakan sumber informasi yang terdapat di perpustakaan dan jasa informasi yang tersedia. Keterpakaian koleksi perpustakaan adalah proses, cara dan perbuatan memanfaatkan koleksi perpustakaan.

Berdasarkan metode keterpakaian koleksi yang digunakan, peneliti menganilisis keterpakaian koleksi berdasarkan 3 (tiga) indikator yaitu intensitas penggunaan, frekuensi penggunaan, dan jumlah koleksi yang digunakan.

4.1 Intensitas Penggunaan

Untuk mengetahui intensitas tingkat keterpakaian koleksi buku tercetak bidang ilmu kedokteran kelas 610-619 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.1: Intensitas penggunaan

Dari data pada Tabel 4.1 dapat diketahui bahwa dari 99eksemplar buku yang menjadi sampel dalam penelitian ini, ternyata 75 eksemplar (75,8%) telah dipakai oleh pengguna (Fakultas Kedokteran) di USU dan buku yang tidak terpakai berjumlah 25eksemplar (24,2%). Dari uraian persentase buku yang dipakai oleh pengguna sebanyak 75,8% dapat disimpulkan, bahwa kategori persentasenya adalah sebagian besar koleksi buku bidang ilmu kedkteran kelas 610-619 dipakai oleh pengguna. Hal tersebut disebabkan karena koleksi yang digunakan sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna, sedangkan koleksi yang belum atau tidak digunakan disebabkan karena koleksinya tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna yang pada umumnya adalah mahasiswa kedokteran.

4.2 Frekuensi Penggunaan

Dari data yang diperoleh, maka untuk mengetahui seberapa sering pengguna membutuhkan dan menggunakan koleksi buku bidang ilmu kedokteran kelas 610-619 yang ada di Perpustakaan USU dapat dilihat pada gambar 1 sampai dengan gambar 9 berikut:

4.2.1 Frekuensi Penggunaan Koleksi Bidang Ilmu Kedokteran No. Kelas 610 Keterpakaian buku pada nomor kelas 610 dengan penggunaan 87 kali peminjaman dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 1. Peminjaman Buku Kelas 610

Berdasarkan Gambar 1 di atas dapat diketahui buku yang dipinjam/dipakai.

Buku pada kelas 610 yang dipinjam adalah sebagai berikut:

1. Pada tahun 2011 terdapat 8 kali peminjaman 2. Pada tahun 2012 terdapat 15 kali peminjaman 3. Pada tahun 2013 terdapat 28 kali peminjaman 4. Pada tahun 2014 terdapat 21 kali peminjaman 5. Pada tahun 2015 terdapat 14 kali peminjaman

Uraian di atas menunjukkan bahwa peminjaman koleksi buku kelas 610 terbanyak pada tahun 2013.

8

16

28

21

14

0 5 10 15 20 25 30

2011 2012 2013 2014 2015

peminjaman

peminjaman

4.2.2 Frekuensi Penggunaan Koleksi Bidang Ilmu Kedokteran No. Kelas 611 Keterpakaian buku pada nomor kelas 611 dengan penggunaan 38 kali peminjaman dapat dilihat pada Gambar berikut:

Gambar 2. Peminjaman Buku Kelas 611

Berdasarkan Gambar 2 di atas dapat diketahui buku yang dipinjam/dipakai.

Buku pada kelas 611 yang dipinjam adalah sebagai berikut:

1. Pada tahun 2011 terdapat 7 kali peminjaman 2. Pada tahun 2012 terdapat 12 kali peminjaman 3. Pada tahun 2013 terdapat 4 kali peminjaman 4. Pada tahun 2014 terdapat 7 kali peminjaman 5. Pada tahun 2015 terdapat 8 kali peminjaman

Uraian di atas menunjukkan bahwa peminjaman koleksi buku kelas 611 terbanyak pada tahun 2012.

7

4.2.3 Frekuensi Penggunaan Koleksi Bidang Ilmu Kedokteran No. Kelas 612 Keterpakaian buku pada nomor kelas 612 dengan penggunaan 30 kali peminjaman dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 3. Peminjaman Buku Kelas 612

Berdasarkan Gambar 3 di atas dapat diketahui buku yang dipinjam/dipakai.

Buku pada kelas 612 yang dipinjam adalah sebagai berikut:

1. Pada tahun 2011 terdapat 9 kali peminjaman 2. Pada tahun 2012 terdapat 6 kali peminjaman 3. Pada tahun 2013 terdapat 6 kali peminjaman 4. Pada tahun 2014 terdapat 7 kali peminjaman 5. Pada tahun 2015 terdapat 2 kali peminjaman

Uraian di atas menunjukkan bahwa peminjaman koleksi buku kelas 612 terbanyak pada tahun 2011.

9

4.2.4 Frekuensi Penggunaan Koleksi Bidang Ilmu Kedokteran No. Kelas 613 Keterpakaian buku pada nomor kelas 613 dengan penggunaan 39 kali peminjaman dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 4. Peminjaman Buku Kelas 613

Berdasarkan grafik pada Gambar 4 dapat diketahui buku yang dipinjam/dipakai.

Buku pada kelas 613 yang dipinjam adalah sebagai berikut:

1. Pada tahun 2011 terdapat 3 kali peminjaman 2. Pada tahun 2012 terdapat 9 kali peminjaman 3. Pada tahun 2013 terdapat 12 kali peminjaman 4. Pada tahun 2014 terdapat 8 kali peminjaman 5. Pada tahun 2015 terdapat 7 kali peminjaman

Uraian di atas menunjukkan bahwa peminjaman koleksi buku kelas 613 terbanyak pada tahun 2013.

3

4.2.5 Frekuensi Penggunaan Bidang Ilmu Kedokteran Pada No. Kelas 614 Keterpakaian buku pada nomor kelas 614 dengan penggunaan 77 kali peminjaman dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 5. Peminjaman Buku Kelas 614

Berdasarkan Gambar 5 di atas dapat diketahui buku yang dipinjam/dipakai.

Buku pada kelas 614 yang dipinjam adalah sebagai berikut:

1. Pada tahun 2011 terdapat 15 kali peminjaman 2. Pada tahun 2012 terdapat 17 kali peminjaman 3. Pada tahun 2013 terdapat 10 kali peminjaman 4. Pada tahun 2014 terdapat 14 kali peminjaman 5. Pada tahun 2015 terdapat 21 kali peminjaman

Uraian di atas menunjukkan bahwa peminjaman koleksi buku kelas 614 terbanyak pada tahun 2015.

15

17

10

14

21

0 5 10 15 20 25

2011 2012 2013 2014 2015

peminjaman

peminjaman

4.2.6 Frekuensi Penggunaan Koleksi Bidang Ilmu Kedokteran No. Kelas 615 Keterpakaian buku pada nomor kelas 615 dengan penggunaan 228 kali peminjaman dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 6. Peminjaman Buku Kelas 615

Berdasarkan Gambar 6 di atas dapat diketahui buku yang dipinjam/dipakai.

Buku pada kelas 615 yang dipinjam adalah sebagai berikut:

a. Pada tahun 2011 terdapat 60 kali peminjaman b. Pada tahun 2012 terdapat 49 kali peminjaman c. Pada tahun 2013 terdapat 33 kali peminjaman d. Pada tahun 2014 terdapat 40 kali peminjaman e. Pada tahun 2015 terdapat 41 kali peminjaman

Uraian di atas menunjukkan bahwa peminjaman koleksi buku kelas 615 terbanyak pada tahun 2011.

60

49

33

40 41

0 10 20 30 40 50 60 70

2011 2012 2013 2014 2015

peminjaman

peminjaman

4.2.7 Frekuensi Penggunaan Koleksi Bidang Ilmu Kedokteran No. Kelas 616 Keterpakaian buku pada nomor kelas 616 dengan penggunaan 153 kali peminjaman dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 7. Peminjaman Buku Kelas 616

Berdasarkan Gambar 7 di atas dapat diketahui buku yang dipinjam/dipakai.

Buku pada kelas 616 yang dipinjam adalah sebagai berikut:

1. Pada tahun 2011 terdapat 38 kali peminjaman 2. Pada tahun 2012 terdapat 37 kali peminjaman 3. Pada tahun 2013 terdapat 18 kali peminjaman 4. Pada tahun 2014 terdapat 33 kali peminjaman 5. Pada tahun 2015 terdapat 27 kali peminjaman

Uraian di atas menunjukkan bahwa peminjaman koleksi buku kelas 616

38 37

18

33

27

0 5 10 15 20 25 30 35 40

2011 2012 2013 2014 2015

peminjaman

peminjaman

terbanyak pada tahun 2011.

4.2.8 Frekuensi Penggunaan Koleksi Bidang Ilmu Kedokteran No. Kelas 617 Keterpakaian buku pada nomor kelas 617 dengan penggunaan 73 kali peminjaman dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 8. Peminjaman Buku Kelas 617

Berdasarkan Gambar 8 di atas dapat diketahui buku yang dipinjam/dipakai.

Buku pada kelas 617 yang dipinjam adalah sebagai berikut:

1. Pada tahun 2011 terdapat 16 kali peminjaman 2. Pada tahun 2012 terdapat 13 kali peminjaman 3. Pada tahun 2013 terdapat 15 kali peminjaman 4. Pada tahun 2014 terdapat 19 kali peminjaman 5. Pada tahun 2

6. 015 terdapat 10 kali peminjaman

16

Uraian di atas menunjukkan bahwa peminjaman koleksi buku kelas 617 terbanyak pada tahun 2014.

4.2.9 Frekuensi Penggunaan Koleksi Bidang Ilmu Kedokteran No. Kelas 618 Keterpakaian buku pada nomor kelas 618 dengan penggunaan 18 kali peminjaman dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 9. Peminjaman Buku Kelas 618

Berdasarkan Gambar 9 di atas dapat diketahui buku yang dipinjam/dipakai.

Buku pada kelas 618 yang dipinjam adalah sebagai berikut:

1. Pada tahun 2011 terdapat 3 kali peminjaman 2. Pada tahun 2012 terdapat 3 kali peminjaman 3. Pada tahun 2013 terdapat 3 kali peminjaman 4. Pada tahun 2014 terdapat 6 kali peminjaman 5. Pada tahun 2015 terdapat 5 kali peminjaman

Uraian di atas menunjukkan bahwa peminjaman koleksi buku kelas 618

3 3 3

6

5

0 1 2 3 4 5 6 7

2011 2012 2013 2014 2015

peminjaman

peminjaman

terbanyak pada tahun 2014.

4.2.10 Frekuensi Penggunaan Koleksi Bidang Ilmu Kedokteran No.Kelas 619 Keterpakaian buku pada nomor kelas 619 dengan tidak ada penggunaan sama sekali peminjaman.

Dapat diketahui buku yang dipinjam/dipakai pada kelas 619 yang dipinjam adalah sebagai berikut:

a. Pada tahun 2011 terdapat 0 kali peminjaman b. Pada tahun 2012 terdapat 0 kali peminjaman c. Pada tahun 2013 terdapat 0 kali peminjaman d. Pada tahun 2014 terdapat 0 kali peminjaman e. Pada tahun 2015 terdapat 0 kali peminjaman

Uraian di atas menunjukkan bahwa peminjaman koleksi buku kelas 619 tidak ada digunakan sama sekali.

4.3 Jumlah yang Digunakan

Berdasarkan riwayat sirkulasi di Perpustakaan USU, peneliti menganilisis jumlah koleksi berdasarkan tahun terbit 2011 ke atas sampai 2015 ke bawah dan memaparkan koleksi yang tidak di pinjam oleh pengguna.

4.3.1 Penggunaan Koleksi Berdasarkan Tahun Terbit

Untuk mengetahui keberadaan koleksi buku bidang ilmu kedokteran kelas 610-619 di Universitas Sumatera Utara (USU). Berikut hasil analisis berdasarkan tahun terbit 2011 ke atas sampai 2015 ke bawah dapat dilihat pada tabel 4.2:

Tabel 4.2: Koleksi Buku Tercetak Bidang Ilmu Kedokteran Kelas 610-619

Dari data pada Tabel 4.2 menunjukkan bahwa buku yang terbit tahun 2010 keatas memiliki koleksi sebanyak 8 (8,08%) eksemplar, buku yang terbit tahun 2005-2009 terdapat 36 (36,3%) eksemplar, buku yang terbit tahun 2004-ke bawah terdapat 54 (54,6%) eksemplar, sedangkan buku yang tanpa tahun terbit terdapat sebanyak 1 (1,01%) eksemplar.

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa buku yang terbit tahun 2004-ke bawah adalah buku yang terbanyak tersedia di Perpustakaan USU yaitu 54 eksemplar dan buku yang terbit tahun 2010 ke atas merupakan buku yang tersedia paling sedikit di perpustakaan USU yaitu 8 eksemplar. Hal ini menunjukkan bahwa koleksi buku tercetak bidang ilmu kedokteran kelas 610-619 di perpustakaanlebih banyak menyediakan koleksi lama atau koleksi yang ada sudah out of date.

4.3.2 Penggunaan Koleksi Berdasarkan Periode Waktu Lima Tahun

Keterpakaian koleksi bidang ilmu kedokteran kelas 610-619 dilihat dari tahun peminjaman berdasarkan koleksi di rak. Berikut hasil keterpakaian koleksi bidang ilmu kedokteran kelas 610-619 berdasarkan tahun peminjaman dapat dilihat dalam tabel 4.3:

Tabel 4.3: Koleksi Buku Bidang Ilmu Kedokteran yang Ada di Rak Tahun

Pinjam

Nomor Kelas Jml %

610 611 612 613 614 615 616 617 618 619

2011 8 7 9 3 15 60 38 16 3 0 159 20,78

2012 16 12 6 9 17 49 37 13 3 0 162 21,17

2013 28 4 6 12 10 33 18 15 3 0 129 16,86

2014 21 7 7 8 14 40 33 19 6 0 155 20,26

2015 14 8 2 7 21 41 27 10 5 0 135 17,64

Jumlah 87 38 30 39 77 223 153 73 20 0 740 96,7

TD 2 0 2 1 0 0 15 3 1 1 25 3,3

Jumlah 89 38 32 40 77 223 168 76 21 1 765 100

Dari data pada Tabel 4.3 dapat disimpulkan, bahwa jumlah buku yang dipakai tahun 2011 sebanyak 159 (20,78%) kali peminjaman, pada tahun 2012 adalah sebanyak 162 (21,17%) kali peminjaman, pada tahun 2013 adalah sebanyak 129 (16,86%) kali peminjaman, pada tahun 2014 adalah sebanyak 155 (20,26%) kali peminjaman dan pada tahun 2015 digunakan sebanyak 135 kali peminjaman (17,64%), sedangkan keseluruhan buku yang dimanfaatkan pada tahun berbeda adalah 740 kali peminjaman (96,71%).

Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa keterpakaian paling banyak terdapat pada tahun 2012 yaitu 162 kali peminjaman, sedangkan jumlah keterpakaian yang paling sedikit pada tahun 2015 yaitu hanya sebanyak 135 kali peminjaman dan koleksi yang tidak dipakai berjumlah 25 eksemplar. Dari data diatas dapat dilihat adanya ketidakseimbangan peminjamannya dengan tahun yang

Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa keterpakaian paling banyak terdapat pada tahun 2012 yaitu 162 kali peminjaman, sedangkan jumlah keterpakaian yang paling sedikit pada tahun 2015 yaitu hanya sebanyak 135 kali peminjaman dan koleksi yang tidak dipakai berjumlah 25 eksemplar. Dari data diatas dapat dilihat adanya ketidakseimbangan peminjamannya dengan tahun yang